Jumat, 18 Maret 2016

Mesin Waktu, Bukan Lagu Baper (Bersafari Dakwah bersama Savari, Band Virtual Fantasi Pertama di Indonesia)

Mari sejenak menikmati dan menghayati alunan lagu Mesin Waktu oleh Savari Band, berikut ini:



Sumber: http://savari.id/

Secara sekilas pasti dengan sederhana, gamblang dan mudahnya semua dapat menebak dan menafsirkan apa makna lirik lagu Mesin Waktu karena telah tersirat dan tersurat secara jelas. Sepintas isinya seakan bercerita tentang penyesalan. Lirik lagu yang sarat makna dan penuh dengan kebaperan!

Eitsss… tapi, sejatinya pengintepretasian sangat tergantung pada perspektif dan sudut pandang seseorang. Bisa saja memaknai lirik lagu Mesin Waktu secara optimis dengan mengartikannya sebagai kesempatan. Bahkan secara pesimis, dengan menyadari dan bersikap nrimo sebagai sesuatu kehilangan. 

Sebagai umat yang percaya, saya ingin memaknai lirik lagu baper ini dengan tidak sekedar membawa perasaan duniawi semata. Karena sejatinya urusan perasaan sudah ada yang mengatur dan memiliki yaitu Sang Pemilik Waktu, Allah SWT. Mungkin terlalu agamis atau salah menempatkan diri karena memang genre yang diusung tentang cinta-cintaan dalam aliran modern pop, tapi kembali lagi pada sudut pandang interpretasi tiap individu, dan tentunya merupakan hak azasi.
Menjelajahi Sang waktu
Merangkai kembali kepingan rindu
Mengarungi masa lalu
Memburu cinta yang dulu membisu
Mari perhatikan diksi dan pilihan kata dalam lirik. Semisal kata pada bait pertama yaitu menjelajahi, merangkai kembali, mengarungi dan memburu. Secara sekilas, ini merupakan pilihan kata khas gejolak kawula muda, sangat berhasrat dan penuh gelora. Belum lagi sang waktu, kepingan rindu, masa lalu dan cinta yang membisu. Benar-benar bawa perasaan kan? Tapi, jujur saja saya terkagum-kagum pada bait pertama baris pertama yang tetiba memunculkan kata “Sang Waktu”, semacam penghormatan yang sangat tinggi pada Sang Khalik. Sebagaimana dituliskan dalam QS. Al-Asr:1 (Masa/Waktu) yaitu Demi masa.
Terjebak ku terjebak di luas semesta
Tersesat ku tersesat mencari jejakNya
Menghilang dan menghilang di ujung cahaya
Bait kedua lantas seakan makin menekankan kepasrahan. Ketika penyebutan kata terjebak, tersesat dan menghilang mewarnai lirik lagu MesinWaktu dan berulang penulisannya. Tidak bisa terbayangkan ketika seseorang mulai memikirkan tentang luas alam semesta, ujung cahaya dan juga pencarian jejak yang seakan menggambarkan sangat kerdilnya diri. Ada proses pencarian jati diri disini. Pasrah bukan berarti tidak melakukan apa-apa, melainkan terus berusaha untuk mencari perlindungan dan pertolongan. Berupaya untuk membebaskan dan menemukan.
Andaikan aku punya mesin waktu 
Melampaui dimensi kejar cintaMu
Andaikan aku bisa memutar waktu
Mengulang memori demi cintaMu
Pengandaian lalu terjadi di bait ketiga. Seakan mulai berlagak seperti Nobita yang kerapkali memohon bantuan pertolongan Doraemon ketika ditimpa musibah. Doraemon dengan sigapnya akan langsung mengeluarkan Mesin Waktu dari kantong ajaib. Sama halnya dengan lirik lagu penuh drama ini. Kata melampaui dimensi dan mengulang memori memberikan arti pengharapan. Semuanya demi cinta yang hakiki dan abadi, yang tidak lekang dimakan waktu.
Terjebak di planet sepi
Sesali diam dulu tidak bernyali
Menembus lubang hitam
Coba hapus kisah asmara kelam
Bait keempat merupakan bait terakhir yang last but not least. Penyebutan kata sepi, tidak bernyali, lubang hitam dan asmara kelam seakan menyebutkan penggambaran yang dari awal bait pertama hingga terakhir seakan penuh keterpurukan. Apalagi ditambah dengan pilihan kata terjebak, sesali diam¸dan mencoba menghapus. Sedih sih sebenarnya. Tapi, bukankah janji Tuhan itu pasti bahwa tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umat. Berarti keterpurukan yang ada hanya sementara untuk membuat kita menyadari dan bangkit lalu mencoba lagi. Semangat!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata safari memiliki arti perjalanan atau pertualangan jarak jauh dalam suatu kegiatan ekspedisi. Sama halnya dengan Savari, kendati berbeda penulisan tapi memiliki pengucapan dan makna yang (hampir) sama. Mungkin dapat dipahami bahwa Savari merupakan perwujudan dari perjalanan, petualangan, proses pencarian jati diri dari sekumpulan anak muda dalam suatu misi khusus dalam belantika musik Indonesia. Apalagi Savari merupakan band virtual fantasi pertama di Indonesia!

Mencermati karakter fantasi Savari secara sepintas pun pasti langsung identik dan secara otomatis mengkaitkannya dengan (maaf) penghuni Kebun Binatang Taman Safari. Tapi disinilah letak keunikan mereka!

Sumber: http://savari.id/about/

Dari kiri ke kanan, ada Baba yang merupakan sosok pemalu dan polos tapi ramah, suka menolong dan sangat setia kawan. Baba sangat mencintai lingkungan dan semua makhluk semesta. Perawakannya bertubuh besar dan gahar. Dinggo memiliki jiwa petualang sehingga sangat pemberani. Meski terkadang banyak omong, sok jagoan dan temperamental tapi sebenarnya dinggo merupakan sosok yang baik. Dinggo sangat menyukai sejarah. Cimpala merupakan sosok paling licik, usil, cerdik, sedikit skeptik. Tapi bukan berarti dia jahat, melainkan unik. Cimpala sangat menyukai sains dan ilmu pengetahuan.

Salut dengan band yang satu ini! Persiapan dan pemilihan atributnya sangat lah cerdas. Membuat penikmatnya bisa serta merta langsung menjadi penggemar. Sukses, ya! Yuk ah, bersafari dakwah bersama Savari, Band Virtual Fantasi Pertama di Indonesia.

nb: Tulisan diikutsertakan dalam Blogging Competition Savari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar