Sabtu, 16 April 2016

Sabang Marine Festival, Ajang Pariwisata Pesona Bahari di Aceh



Sabtu pagi yang cerah, pukul 9.


Matahari baru sepenggalah naik, tapi keramaian sudah mulai tampak di Dermaga CT 1 BPKS Teluk Sabang. Suasana riuh dengan orang-orang yang penuh antusias menyaksikan perhelatan akbar yang akan digelar hingga tiga hari kedepan, terhitung mulai dari tanggal 12 Desember 2015. Di tepian dermaga, telah tertambat kapal-kapal bertiang tinggi (yacht) milik para pelayar dari berbagai belahan dunia. Mereka berkumpul dan bersatu padu memeriahkan festival akbar berskala internasional “Sabang Marine Festival 2015”. 


Sabang Marine Festival 2015 yang sukses digelar tempo lalu


Pariwisata dewasa ini telah menjadi industri terbesar di dunia dengan perkembangan yang sangat pesat. Pengembangan destinasi dan industri pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam maupun luar negeri. Pengembangan pemasaran pariwisata diarahkan untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisman dan mendorong peningkatan wisnus tentunya, melalui promosi semisal wisata alam diantaranya yaitu wisata bahari.



Kegiatan Pariwisata sektor bahari khususnya wisata yacht sedang menjadi tren saat ini dan cukup mendapat perhatian pemerintah daerah setempat dikarenakan memiliki potensi mendatangkan wisatawan mancanegara dan memiliki peluang mengundang para investor di bidang pariwisata. Hal ini tentunya menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan turis masuk ke Sabang, dimana akses masuk wisatawan tidak hanya dari daratan atau udara tapi juga laut diantaranya melalui kapal pesiar dan kapal layar. Kapal pesiar telah menjadikan Sabang sebagai salah satu destinasi di kawasan Barat Indonesia. Seperti halnya pemandangan di akhir pekan pagi ini, Sabang sudah mulai ramai dikunjungi para pelayar (yachter) dengan menggunakan kapal layar milik mereka.

Berdasarkan data, jelas terlihat bahwa porsi jumlah tamu Indonesia per hari di Hotel berbintang di Provinsi Aceh lebih banyak dibandingkan tamu asing yaitu sebesar 85 persen. Trennya juga tampak signifikan menunjukkan perbedaan. Akan tetapi, setahun belakangan ini jumlah tamu asing lebih menunjukkan peningkatan dibandingkan jumlah tamu Indonesia. Hal ini merupakan satu peluang kesempatan yang perlu dimanfaatkan! 


Sumber: BPS, diolah



Hadir pada kegiatan peresmian tersebut Presiden Joko Widodo beserta jajaran. Hal ini menjadi satu keunikan tersendiri, dikarenakan Presiden Jokowi merupakan Presiden pertama yang mencapai Titik Nol Kilometer di Indonesia!


Presiden Jokowi di nol kilometer

APA?

Kalau ditanya apa tujuan diselenggarakannya Sabang Marine Festival, maka jawabnya ialah untuk memperkenalkan potensi kelautan dan keindahan Sabang (dulunya Pulau Weh) kepada dunia Internasional yang menyimpan beragam potensi wisata bahari. Serta untuk memperkenalkan Dermaga “Marina Lhok Weng” kepada komunitas pelayar dunia. Dengan diselenggarakannya event ini maka diharapkan akan menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia dan menjadikan Sabang sebagai destinasi tujuan wisata yacht dalam rangka meningkatkan devisa Negara serta membuka lapangan kerja pada masyarakat pencari kerja sektor pariwisata. Marina Lhok Weng merupakan terminal atau pelabuhan kapal layar. Sebagai terminal atau pelabuhan kapal laut yang bertujuan meminimalisir kendala kapal layar untuk datang dan menetap di Sabang. Kedepannya tentu akan semakin banyak kapal layar yang datang dan menetap di Sabang dalam kurun waktu yang lebih lama. Adapun tujuan khusus penyelenggaran event Sabang Marine Festival yang telah digelar Desember lalu dan April mendatang diantaranya ialah untuk: 
  • Memperkenalkan potensi kelautan dan keindahan Sabang pada dunia internasional
Tempat pendaratan ikan di Sabang
  • Memperkenalkan “Marina Lhok Weng” kepada komunitas pelayar dunia
Sumber: Twitter Indonesia Travel
  • Menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia
  • Meningkatkan pendapatan devisa Negara
Air terjun pria laot sabang
  • Membuka lapangan kerja kepada masyarakat pencari kerja sektor pariwisata
Nelayan di Sabang
  • Membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan lainnya
Casanemo Resort
  • Menjadikan Sabang sebagai destinasi tujuan wisata yacht
Danau Aneuk Laot
  • Mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan Negara RI
Anak laut di Sabang

SIAPA?

Aktor dalang penggagas Sabang Marine Festival tiada lain tiada bukan ialah Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS). Gagasan ini diwujudkan semata-mata untuk menambah segmen pasar destinasi wisata bahari Sabang bagi mereka yang memiliki minat khusus yaitu para pelayar, diantaranya dengan membangun terminal kapal layar atau Marina yang terletak di Lhok Weng, Sabang. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh para stakeholder terkait dengan pengembangan industri pariwisata bahari di Sabang seperti Pemkot Sabang, Pemprov Aceh dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta beberapa institusi vertikal terkait diantaranya Pihak Imigrasi, Bea Cukai, Angkatan Laut, Karantina, Polres Sabang dan masih banyak lainnya. Patut diacungi jempol bahwasanya kesungguhan pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan telah mendapatkan pengakuan di tingkat dunia. Sebagaimana dilansir oleh World Economic Forum, bahwa daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat dari peringkat 70 pada tahun 2013 menjadi peringkat 50 pada tahun 2015 dari 141 negara di dunia. Wonderful Indonesia yang merupakan branding pariwisata Indonesia juga mengalami peningkatan tajam dari yang sebelumnya menduduki posisi terbawah, langsung melesat ke peringkat 47. Wow! 

MENGAPA?

Ada keunikan tersendiri dalam event ini. Mengapa unik? Tentu bukan hanya karena Bapak Presiden Joko Widodo hadir dan terlibat didalamnya. Melainkan juga karena momen penyelenggaraan event Sabang Marine Festival ini dihelat bersamaan dengan dikeluarkannya Perpres No.104/2015 tentang Bebas Visa Kunjungan alias free visa untuk wisatawan yang datang dari 90 negara yang masuk ke Indonesia termasuk wisatawan yang menggunakan kapal yacht, dimana para wisatawan kapal yacht tidak perlu membayar biaya untuk visa dan dapat masuk serta menetap di Indonesia selama sebulan lamanya (30 hari). Selain itu melalui Perpres No.105/2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) Asing ke Indonesia yang mengatur berbagai kemudahan perizinan bagi kapal layar untuk masuk ke Indonesia semisal kemudahan dalam proses Customs, Immigration, Quarentine and Port (CIQP) di pelabuhan kedatangan dan tidak diperlukannya lagi Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT) dan Temporary Import Permit (TIP). Ajang penyelenggaraan Sabang Marine Festival 2015 ini merupakan test case berbagai produk hukum baru yang menggratiskan visa, memudahkan perizinan kapal layar masuk ke Indonesia dan meniadakan impor sementara atas barang mewah berupa kapal layar yang selama ini diberlakukan ketentuannya. 

DIMANA?

Perhelatan telah dan akan kembali dilaksanakan di Pulau Sabang, tepatnya di Sabang – Aceh, Indonesia. Catat tanggal mainnya yaitu 26 – 30 April 2016.

YANG MANA?

Bingung mau milih agenda acara yang mana nantinya? Hmmm, don’t worry be happy! Tidak ada pilihan lain selain mengikuti semua rentetan acaranya karena dijamin seru. Simak rundown acara Sabang Marine Festival sebelumnya yang dihelat pada 12 – 15 Desember 2015 tempo lalu terlebih dahulu sebagai bahan rujukan anti bingung bin galau, hehe.

Day 1

Diawali dengan kemeriahan acara Cerita Anak Bangsa dan Pagelaran Seni Budaya. Sembari menilik kemeriahan event juga dapat menikmati eloknya pemandangan Sabang dan sekitarnya. Diantaranya melalui keindahan panorama bahari dan keseruan aktivitas dive dan snorkeling. 


Diving Iboih

Day 2

Kembali dilanjutkan dengan kemeriahan acara Lomba Mancing Tradisional, Karnaval Budaya, Perlombaan Masyarakat, dan Pagelaran Budaya. Euphoria dijamin merekah dikarenakan melebur bersama masyarakat setempat. Sembari berlibur juga dapat melihat warna warni budaya asli daerah Sabang dan sekitarnya. Disinilah letak serunya kebersamaan berbaur dengan masyarakat saat menikmati alam. Nikmatnya dapat, esensi modal sosialnya juga dapat. 


Day 3

Terus berlanjut dengan kemeriahan acara Tour Peserta Layar, Pagelaran Barongsay, Cerita Anak Bangsa, Gala Dinner, dan Pagelaran Kesenian Daerah. Tentunya pertunjukan Barongsay akan menjadi magnet yang dapat membuat acara semakin seru. Rangkaian kegiatannya berkaitan dengan budaya lokal masyarakat setempat yang menjamin setiap penikmatnya akan semakin mengenal tarian, adat dan pertunjukan asli daerah sekitar yang mungkin belum pernah disaksikan sebelumnya.


Day 4

Finally, hari terakhir menyajikan Tour untuk peserta layar Dermaga Festival Teluk Lhokweeng. Keindahan teluk Lhokweeng akan bisa disaksikan lebih dekat dan sempurna. Dijamin bahwa Sabang Marine Festival tidak hanya akan menawarkan kemeriahan parade kapal atau wisata bahari semata, namun juga menawarkan eksotika keindahan alam asli Sabang. Semua peserta layar juga akan digiring menuju titik nol guna menikmati sajian pertunjukan budaya asli daerah setempat dan melaksanakan upacara penutupan event yang dihadiri oleh pegiat maritim, kepala daerah dan beberapa perwakilan dari pemerintah.

Pelabuhan Balohan Sabang

BAGAIMANA?

Sabang menjadi kota pelabuhan dan pintu gerbang Indonesia di ujung barat dan utara Indonesia. Sabang juga potensial menjadi destinasi wisata unggulan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang menawarkan surga bagi para penyelam. Alam bawah lautnya menyajikan ratusan spesies ikan kekayaan terumbu karang yang alami. Selain itu, Sabang memiliki gunung dan hutan yang masih alami dan terjaga. Tidak ketinggalan penelusuran benteng peninggalan kolonial yang menghadap ke laut lepas. Sabang pun akhirnya dikenal dengan sebutan “Kota 1000 Benteng”.

Benteng peninggalan Jepang

Bagaimana? Pasti semakin kepengen ikut berpartisipasi dalam Sabang Marine Festival 2016, kanYa iyalah masa ya iya dongs! Hehe.

Membaca ulasan kesuksesan Sabang Marine Festival 2015 pada tahun sebelumnya, seketika langsung terbayang kemeriahan acara tersebut. Selain berfokus pada kegiatan laut, festival tersebut juga ternyata menampilkan kegiatan hiburan rakyat dan pagelaran seni budaya. Hal ini seakan menjawab tantangan utama pembangunan pariwisata ke depan dalam memanfaatkan secara optimal potensi kekayaan dan keragaman baik budaya maupun alam dan SDA untuk meningkatkan sumbangan ekonomi dari sektor kepariwisataan. 

Semoga Sabang Marine Festival 2016 yang akan diselenggarakan beberapa pekan depan akan dapat mendulang kesuksesan sebagaimana event sebelumnya di Sabang Marine Festival 2015 (Aamiin) yang telah direalisasikan dan berhasil dicatat sebagai tonggak sejarah dalam penyederhanaan dan kemudahan yang diberikan kepada para wisatawan bahari untuk masuk, tinggal dan berwisata di Indonesia.

Tentunya senang sekali rasanya jika bisa berpartisipasi dalam event berskala internasional sembari mengunjungi pulau terbarat di wilayah Indonesia. Menjadi saksi dan secara khusus berkesempatan berkeliling Aceh dan sekitarnya. Menikmati keindahan alam, keramahan penduduk dan ragam kebudayaan yang menjadi suguhan menarik selama kegiatan.


Oya, terlepas pada belum pernahnya saya menginjakkan kaki di Sabang, maka lain halnya dengan teman saya yang satu ini. Dia melanglang buana dan cukup membuat saya envy dengan segala keseruannya itu. Sebut saja Reza. Seorang mahasiswa Pascasarjana IPB dengan disiplin keilmuan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Berikut foto-foto petualangannya tersebut (postingan foto sudah atas izin yang bersangkutan):


Credit by: Reza Zulmi




Pengunjung ke 120.399 pada Sabtu, 25/4/2015

Credit by: Reza Zulmi

Video:



Ingin rasanya menangkap pesonanya secara nyata dan kembali menuliskan momen keseruan dalam bentuk travelogue. Jayalah Sabang, keep inspiring!


Referensi:


Cat: Penulis pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI Komisi IV yang membidangi Perikanan dan Kelautan, Pangan, Pertanian serta Kehutanan. Penulis merupakan Mahasiswi Pascasarjana Program Doktoral (S3) Institut Pertanian Bogor Program Sudi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan.

P.s: Tulisan ini diikutsertakan dalam “Sabang Marine Festival 2016 Blogging Competition


Tidak ada komentar:

Posting Komentar