Minggu, 26 Juni 2016

Mewujudkan Mimpi #10TahunLagi Bersama Investasi Syariah, Gaya Hidup Kekinian Penuh Amanah

Pada 2014, saya terlibat dan bekerjasama dengan BPAD Provinsi DKI Jakarta dalam proyek penelitian berbasis e-learning. Adapun bidang yang saya geluti ialah bisnis dan ekonomi yang erat kaitannya dengan perencanaan keuangan. Berbekal pengalaman dan pemahaman yang belum seberapa tapi cukup mumpuni, saya berusaha mengolah informasi dan data menjadi materi yang harapan besarnya dapat bermanfaat bagi khalayak luas.
 

Outputnya yaitu berupa peningkatan pemahaman masyarakat dan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik khususnya terkait dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan. Alhamdulillah saya pribadi tidak begitu merasa kesulitan dalam menuangkan ide dan pemikiran dikarenakan didikan orang tua semenjak dini kaitannya dengan pola hidup non konsumtif. Ibu saya merupakan soko guru pertama dalam mengatur keuangan. Beliau mendidik anak-anaknya supaya berhemat dan rajin menabung. Beliau menasehati kami untuk “menyisihkan” bukan “menyisakan” apapun yang kami peroleh.

Lantas, saat kami memasuki usia produktif ketika telah memiliki pendapatan sendiri, kami telah terbiasa dengan perencanaan keuangan baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Adapun selama ini, menabung merupakan perencanaan keuangan saya untuk jangka pendek dikarenakan proses pencairan yang fleksibel dan tidak memakan waktu. Sedangkan untuk jangka menengah, pilihan saya jatuh ke deposito. Produk keuangan yang satu ini juga cukup fleksibel dikarenakan tanggal jatuh tempo yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Selain itu proses pencairannya terbilang cukup mudah.

Tapi, seiring berjalannya waktu tentu saya memiliki mimpi-mimpi lainnya yang ingin saya wujudkan. Semisal, 10 tahun mendatang pada saat usia saya 36, saya ingin Naik Haji bersama pasangan (semoga tidak terlalu muluk!). In Shaa Allah...
 
Tanya kenapa? Saya merencanakan hal ini semata-mata karena saya ingin berusaha-sedikit-menyempurnakan ibadah. Kendati saya tahu bahwa kemungkinan besar ibadah saya yang lainnya juga belum sempurna. Tetapi, berangkat dari niat yang In Shaa Allah tulus disertai ikhtiar dan beragam daya upaya, menjadi satu alasan kuat kenapa saya perlu merencanakan hal tersebut.

Lalu, bagaimana caranya?
Mudah saja jawabnya. Cara mewujudkan impian saya tersebut ialah dengan: INVESTASI!

Karena, investasi merupakan satu solusi perencanaan keuangan dan pemenuhan keinginan maupun kebutuhan di masa depan. 10 tahun lagi merupakan waktu yang cukup ideal, kalau tidak bisa dikatakan terlalu cepat ataupun terlalu lambat untuk mewujudkan impian jangka panjang.

Dan kabar baiknya ialah: INVESTASI SYARIAH dapat membantu saya mewujudkan rencana saya tersebut.

Sebagaimana disebutkan oleh Prof. Idri (2015) bahwasanya bagi seorang Muslim, bekerja merupakan suatu upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh aset dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat. Maka, bekerja, berwirausaha, berinvestasi menjadi satu hal yang krusial bila dilihat berdasar perspektif hadis Nabi. Wallahu a’lam.
Jujur saja, selama ini tabungan dan investasi yang saya lakukan lebih diarahkan ke sistem konvensional. Tapi untuk kali ini, saya membutuhkan investasi yang amanah untuk impian masa depan “syariah” saya. Berawal dari harapan sederhana tersebut, maka proses pencarian informasi guna meningkatkan pemahaman terkait investasi syariah, keuangan syariah dan pasar modal syariah merujuk pada beberapa literatur serta referensi yang sekiranya perlu diperhatikan.

KEUANGAN SYARIAH


Bank Indonesia melansir bahwa prospek ekonomi dan keuangan syariah Indonesia cukup (dan semakin bersinar) cerah! Industri keuangan syariah dirasa memiliki peluang yang cukup besar untuk tumbuh di Indonesia yang notabene merupakan negara dengan populasi muslim terbesar, DI DUNIA! Dan juga memiliki jumlah nasabah keuangan syariah terbesar, DI DUNIA!

Bersyukur karena perekonomian kita ditopang oleh kondisi makroekonomi yang terus membaik. Seiring berjalannya waktu layanan industri keuangan syariah juga semakin beragam. Dorongan dan pendekatan holistik dan terintegrasi serta adanya kebijakan pemerintah dan otoritas terkait tentu sangat dibutuhkan. Oleh karenanya, pihak Bank Indonesia sendiri telah menyiapkan strategi pendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia pada acara peluncuran Islamic Finance Country Report for Indonesia pada Maret 2016 silam.

Adapun lima strategi utamanya yaitu:
  1. Mendorong inovasi instrumen likuiditas dan keuangan syariah dalam semangat pendalaman pasar keuangan syariah
  2. Peningkatan sumber daya insani dengan memperkuat kompetensi dan pengetahuan sumber daya manusia di industri keuangan syariah dalam rangka pengoptimalan alokasi sumber daya. Misalnya saja, berdasarkan data Perkembangan Jumlah Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal (Statistik Mingguan Pasar Modal 2016), ternyata Ahli Syariah Pasar Modal terhitung pada Mei 2016 hanya berjumlah 6 orang. Tentu jumlah salah satu lembaga profesi/wakil ini sangat disayangkan melihat minimnya jumlah dari segi kuantitas.
  3. Memperkuat kerangka kebijakan dan pengawasan terintegrasi dari ekonomi dan keuangan syariah. Kunci utamanya ialah: KOORDINASI dan HARMONISASI!
  4. Membangun struktur industri yang efisien dengan partisipasi aktif dalam formulasi arsitektur sistem keuangan syariah yang efisien, mendorong pasar untuk pengembangan sektor riil melalui formulasi model pembiayaan syariah yang optimal dan merancang sistem informasi Islamic Economic Super Corridor
  5. Membangun aliansi strategis dengan stakeholder terkait untuk terus meningkatkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia
Bank Indonesia terus berupaya menegaskan bahwa Indonesia merupakan kiblat baru keuangan syariah dunia. Hal ini tak pelak dikarenakan pasar modal syariah di Indonesia telah berkembang menjadi The Most Advanced Islamic Retail Stock Exchange di dunia dikarenakan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan sistem online trading syariah.
 
Berdasarkan data, pada akhir tahun 2013 perbankan syariah Indonesia telah menjadi The Biggest Retail Islamic Banking di dunia yang memiliki 17,3 juta nasabah, 2.990 kantor bank, 1.267 layanan syariah dan 43 ribu karyawan. Bahkan, Bank syariah di Indonesia memiliki pangsa bagi hasil terbesar di dunia sebesar 30,1 persen di pertengahan tahun 2014. Wow!
 
Bukan rahasia lagi bahwa Bank syariah di Indonesia telah dikenal di seluruh dunia sebagai bank syariah yang banyak digunakan sebagai contoh dan tempat belajar bagi bank-bank syariah negara-negara lain. Wow (lagi)!
 
Selain Bank Indonesia, adapula peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas menjalankan perundang-undangan dan mengawasi serta mengembangkan sektor jasa keuangan khususnya industri jasa keuangan syariah. OJK sebagai institusi pengawas wajib hukumnya mempersiapkan prasarana pengawasan berbasis risiko. Hal ini guna meyakinkan bahwa industri jasa keuangan syariah memiliki kapasitas yang mapan dalam menghadapi gejolak dalam sistem keuangan.
 
 
OJK pun terus melakukan gebrakan kaitannya dengan keuangan syarriah diantaranya melalui pelaksanaan kampanye nasional Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS). Sebagai suatu gerakan, kampanye ACKS bertujuan mendorong kesadaran kolektif guna memahami dan mencintai produk dan aktivitas keuangan syariah dengan bersinergi mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah tanah air sehingga mampu berkontribusi dalam mendorong kemajuan perekonomian, mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi nasional dan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Adapun sistem keuangan syariah terbagi atas perbankan syariah dan industri keuangan non-bank syariah, semisal aktivitas pasar modal syariah.

PASAR MODAL SYARIAH

Gambar 1. Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Syariah Indonesia
Sumber: Statistik Pasar Modal (2016)

Yang membedakan pasar modal syariah dengan industri pasar modal lainnya di Indonesia yaitu pada karakteristik khusus pasar modal syariah bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Kendati demikian, pasar modal syariah bersifat universal yaitu dapat dimanfaatkan oleh siapapun.

Lalu, apa pentingnya?

Dengan berinvestasi di pasar modal syariah maka kita akan memperoleh keuntungan dikarenakan pasar modal syariah merupakan sumber pendanaan untuk pengembangan usaha melalui efek syariah.


Sederhananya, konsep dasar pasar modal syariah berupa pelbagai kegiatan dalam pasar modal dimana produk dan mekanisme transaksinya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dimana penerapan prinsip syariah di pasar modal tentunya bersumberkan pada Al Quran sebagai sumber hukum tertinggi dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, dari kedua sumber hukum tersebut para ulama melakukan penafsiran yang kemudian disebut ilmu fiqih.
 
Salah satu pembahasan dalam ilmu fiqih adalah pembahasan tentang muamalah, yaitu hubungan diantara sesama manusia terkait perniagaan. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pasar modal syariah dikembangkan dengan basis fiqih muamalah.Terdapat kaidah fiqih muamalah yang menyatakan bahwa pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Konsep inilah yang menjadi prinsip pasar modal syariah di Indonesia.

Lantas, apa saja produk syariah di pasar modal?
Produk syariah di pasar modal antara lain berupa surat berharga atau efek. Efek Syariah yang telah diterbitkan di pasar modal Indonesia meliputi Saham Syariah, Sukuk dan Unit Penyertaan dari Reksa Dana Syariah.

Sebagai pemula, pilihan saya tentu akan jatuh pada reksa dana syariah sebagai investasi syariah yang amanah. Dalam investasi reksadana, nasabah pun dibagi atas profil risiko diantaranya risiko rendah, menengah dan tinggi.


Profil risiko nasabah dengan risiko rendah merupakan tipe investor yang kurang menyukai risiko dan cenderung menginginkan pokok investasinya tidak berkurang. Sedangkan profil risiko menengah merupakan investor yang sedikit menyukai risiko dan cenderung sedikit dapat menerima risiko yang akan timbul dari investasinya. Nah, untuk profil risiko tinggi merupakan investor yang mengharapkan hasil investasi tinggi dan siap untuk menerima risiko yang tinggi pula dari hasil investasinya.

Adapun tempo hari, saya pernah mengikuti kelas Bareksa Fund Academy yang merupakan tempat belajar mengenai investasi reksa dana. Pembelajaran secara online dilengkapi dengan bahan materi dan penjelasan yang santai membuat pemaparannya menjadi mudah dimengerti. Reksa dana yang berupa kumpulan dana masyarakat nantinya akan dikelola dan ditempatkan oleh manajer investasi ke berbagai instrumen investasi berbasis syariah. Pada akhirnya, pilihan untuk mewujudkan mimpi naik haji melalui investasi reksa dana syariah dikarenakan selain lebih likuid, juga dapat dicairkan setiap saat.
 
Berikut simulasi Investasi Reksa Dana Syariah yang berhasil dirangkum dari laman bareksa, yaitu:
 
Sumber: bareksa.com/
 
Sumber: bareksa.com/

Pada intinya saya perlu tersadar untuk melestarikan budaya investasi guna mencapai tujuan keuangan di masa depan, dan melalui bentuk investasi yang amanah ini saya berharap impian saya dapat mewujud, perlahan namun pasti. Salam.

Cat: Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor. Penulis pernah menjadi Narasumber Ahli/Peneliti Bidang Ekonomi di BPAD Provinsi DKI Jakarta. Penulis juga pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI. Saat ini Penulis tergabung dalam keanggotaan Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana (HIMAWIPA) IPB Bogor.
 
REFERENSI:
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar