Rabu, 24 Agustus 2016

Rutler “Dinding” Peregrine, Pahlawan Anak Pasar dan Jalanan

Geliat perekonomian tampak di sudut kota Manado melalui dinamisme kegiatan masyarakat diantaranya dalam proses jual beli. Istilahnya, tiada hari tanpa mengais rezeki. Beragam orang dengan latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan berbaur menjadi satu sebagai penjual dan pembeli. Pada akhirnya pasar tidak hanya menjadi tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran, pun proses transfer ilmu dan pengetahuan bisa saja terjadi didalamnya. 

Ya, siapa yang akan menyangka di tengah hiruk pikuk pasar ada sosok anak muda yang peduli, sebut saja Rutler Peregrine yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk terlibat dalam pengentasan masalah sosial. Melalui Komunitas yang bernama “Komunitas Dinding”, Rutler berfokus dan memberi perhatian lebih pada persoalan pendidikan yang seyogyanya menjadi perhatian pemerintah terkait. Rutler tidak tinggal diam dan menunggu. Dia bergerak dan terus membuat terobosan hingga akhirnya membuahkan hasil. 

Sumber: dindingmanado.com

Komunitas Dinding merupakan suatu wadah yang bertujuan mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui kontribusi relawan yang peduli terhadap kelangsungan kehidupan dan pendidikan anak pasar dan jalanan. Komunitas ini bersifat terbuka dan umum sehingga siapa saja diperkenankan untuk bergabung. Komunitas ini menjadi gebrakan gerakan partisipasi publik. Berlokasi di Pasar Bersehati Kota Manado, kegiatan belajar berlangsung setiap hari sabtu siang selepas anak-anak membantu orangtuanya berjualan di pasar dan beraktivitas di jalanan.

Sumber: dindingmanado.com

Bangunan pasar tua menjadi pilihan. Anak-anak belajar di lantai paling atas – yang lebih tepat disebut atap – beralaskan terpal dan perlengkapan seadanya. Tapi, keadaan semacam ini sama sekali tidak mengurangi keceriaan mereka ketika berhadapan dengan buku, papan lipat untuk alas, dan pensil warna warni. Mereka begitu lincah dan bersemangat. Saya begitu takjub melihatnya.

Sumber: dindingmanado.com

Sumber: dindingmanado.com

Sumber: dindingmanado.com

Pada 2011, kali pertama saya menyadari keberadaan komunitas Dinding (pasca terbentuk pada 2010) berkat informasi dari seorang rekanan. Saya langsung tertarik dan penasaran dengan kegiatan sosial yang mereka usung yaitu peduli terhadap anak pasar dan jalanan di seputaran Pasar Bersehati Kota Manado. Hingga akhirnya guna memuaskan dahaga keingintahuan saya memberanikan diri untuk terlibat dan sedikit berkontribusi di kegiatan tersebut.

Sabtu sore, setibanya di lokasi pasar, ternyata kegiatan tengah berlangsung. Saya datang terlambat tapi untunglah tim komunitas begitu ramah, saya disambut dan dipersilahkan untuk menyegerakan diri berbaur dengan anak-anak. Tiba-tiba saja telapak tangan saya digamit lembut oleh seseorang yang berparas cantik kendati tampak legam karena mungkin sering terpapar matahari. 

Sembari mendekap buku tulis dia berujar, “Kakak depe nama siapa? Sini Kak kase belajar pa kita (Kakak namanya siapa? Sini Kak ajarin aku). Sontak dada saya berdegup kencang mendengar sepatah kalimat yang terasa begitu romantis. Saya pun membiarkan diri ditarik oleh gadis kecil bernama Dhea ini menuju tengah kerumunan. Kami duduk bersila dan mulai dikerumuni anak-anak lainnya. Suasana begitu riuh tetapi menyenangkan. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan!

dok: pribadi

Dan ternyata tidak saya saja yang menaruh rasa ingin tahu yang besar terhadap gagasan alternatif gerakan ini. Pun, pada 2013 silam Konsulat Jenderal USA meluangkan waktu untuk mengunjungi Pasar Bersehati demi melihat kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Dinding.


Kegiatan semacam ini patut diapresiasi karena dianggap perlu guna menetralisir kerasnya kehidupan yang anak-anak ini jalani di pasar maupun jalanan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwasanya dunia anak-anak yang seharusnya penuh dengan sukacita bisa saja terusik dengan hiruk pikuk dunia dewasa yang kedatangannya lebih cepat daripada yang diperkirakan. Maka, orang-orang seperti Rutler dan kawan-kawan pantas disebut Pahlawan Masa Kini yaitu mereka yang hadir dan rela serta peduli berkontribusi bagi Negeri. 

Testimoni:


Cat: Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor. Penulis juga merupakan alumni Universitas Sam Ratulangi Manado. Penulis pernah bekerja di Dewan Perwakilan Rakyat RI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini penulis terlibat kerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI sebagai Tim Praktisi.

Nb: Tulisan diikutsertakan dalam Supermal Karawaci Blog Competition


Tidak ada komentar:

Posting Komentar