Rabu, 10 Agustus 2016

Universitas Terbuka, Fleksibel dan Profesional untuk Akses Pendidikan Terdepan dan Tanpa Batas: Catatan Empat Windu UT Membangun Negeri

Universitas Terbuka (UT) tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Salah satu Perguruan Tinggi yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh tersebut saat ini semakin menunjukkan taringnya. Kini 32 tahun usianya, merupakan usia yang cukup matang untuk semakin dan membuktikan eksistensi. Usia 32 tahun (4 windu) merupakan ukuran usia dewasa penuh dimana bila diibaratkan sosok manusia maka seseorang tersebut mulai bisa dipercayakan tanggung jawab memimpin dan mengambil keputusan. 



Selain kematangan usia tersebut, peran UT semakin tidak dapat diragukan lagi ketika melihat para alumni penting yang kini berkiprah di kancah nasional. Sebut saja, Ibu Hj. Kristiani Herrawati alias Ibu Ani Yudhoyono. Ya, Ibu Negara Presiden RI ke-6, istri Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono ini merupakan alumni UT tahun 1998. Ibu Ani Yudhoyono menamatkan kuliahnya di UT dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik (1998). Wow!

dok: id.wikipedia.org

Selanjutnya, kita pasti mengenal sosok Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH, beliau merupakan politikus dan tokoh militer Indonesia. Saat ini di Kabinet Jilid II (reshuffle) Presiden Joko Widodo beliau baru saja dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Pak Wiranto merupakan alumni UT Jurusan Administrasi Negara tahun 1995. 

dok: id.wikipedia.org

Berikutnya ada Prof. Djohar Arifin Husin. Namanya tentu tidak asing lagi khususnya di dunia persepakbolaan tanah air. Beliau merupakan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ke – 14 periode 2011 – 2015. Latar belakang pendidikan beliau diantaranya memperoleh Akta Mengajar (Akta V) dari UT. 

dok: id.wikipedia.org

Adapun dengan informasi yang disajikan terkait para alumni penting di tanah air kian membuat UT menjadi almamater pilihan guna menempuh pendidikan yang lebih baik kedepannya. Besar harapan dengan berkuliah di UT dapat menjadi alternatif pendidikan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. UT benar melakukan pembuktikan atas kinerja dan daya upayanya dalam membangun negeri selama 32 tahun belakangan ini. UT memudahkan dan membuka akses pendidikan bagi semua kalangan tanpa batas. 

Bukti nyata sepak terjang UT dalam mewujudkan target kemudahan akses pembelajaran dalam dunia pendidikan dan era teknologi diantaranya sebagaimana dilansir oleh laman Republika bahwasanya bahan kuliah di UT dapat diunduh via Play Store. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UT, Prof. Tian Belawati. Kemudahan ini semata bertujuan dalam memfasilitasi mahasiswa guna mengakses bahan materi perkuliahan, perpustakaan digital, pemeriksaan nilai secara dalam jaringan (daring), mengenal teman sekelas, pun melaksanakan ujian via daring. 

Saya pun telah mengunduh beberapa aplikasi UT via Play Store diantaranya UT Mobile Online dan Toko Buku Digital UT. Tampilannya sangat menarik dan mudah dioperasikan. Penggunaan aplikasi ini sangat memudahkan bagi semua orang yang membutuhkan informasi terkait UT. Semisal UT Online Mobile Learning merupakan aplikasi untuk mengakses UT LMS dengan weblink http://elearning.ut.ac.id

dok: Play Store app

Sedangkan Toko Buku Digital UT merupakan aplikasi institusi PTTJJ berkualitas dunia. Sebagaimana dijelaskan bahwa selain bahan ajar berbentuk cetak, UT juga menyediakan bahan ajar berbentuk digital yang merupakan alternatif dari layanan penyediaan bahan ajar. Isi bahan ajar digital sama persis dengan isi bahan ajar cetak. Adapun bahan ajar digital tidak dapat dicetak dan hanya dapat dibaca secara offline setelah diunduh. Proses pengunduhan hanya dapat dilakukan setelah dilakukan pembayaran. Satu hal yang menyenangkan yaitu karena aplikasi yang digunakan untuk mengunduh bahan ajar digital ini tersedia untuk sistem operasi Android dan Windows (PC). 

dok: Play Store app

Toko Buku Digital UT memberikan beragam kemudahan. Mulai dari jenis buku yang ditawarkan dibagi per Fakultas semisal FEKON, FISIP, FKIP, FMIPA, dan PPS. Selain itu metode isi ulang untuk top-up saldo dapat dilakukan di bank yang telah tersedia pilihannya beserta jumlah saldo yang diinginkan mulai dari kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 1 juta. Satu hal yang terpenting dan paling menggembirakan ialah karena dengan membeli via Toko Buku Digital UT ini kita dapat berhemat karena semua harga buku yang ditawarkan diberikan DISKON! 

dok: Play Store app

dok: Play Store app

dok: Play Store app

Oya, sebagai studi kasus saya tidak hanya ingin mengulas tentang para tokoh alumni penting UI di tanah air, ataupun tentang kepiawaian UT dalam mempadupadankan pendidikan dan kecanggihan teknologi di era modern seperti saat ini. Melainkan juga ingin menceritakan sosok hebat anak muda tanah air yang kini berkiprah di Negeri Ginseng dan hebatnya lagi dia mengabdikan dirinya di UT yang berlokasi di Korea Selatan.

Sebut saja namanya Amir. Beliau merupakan adik kelas saya semasa sekolah di SMA. Setau saya, semenjak SMA Amir sangat aktif berorganisasi. Tidak hanya dalam kepengurusan OSIS, pun kerohanian dan teater budaya. Amir merupakan lulusan sarjana matematika dan kini sedang mengambil gelar masternya di bidang Teknik Industri di Ulsan University, Korea Selatan. Betapa bangganya saya terhadap sosok Amir ini.

Kepintaran, kerendahan hati dan keinginannya untuk terus berbagi benar-benar menginspirasi. Pelbagai tulisannya pun telah dipublikasi di jurnal kenamaan, buku-bukunya telah terbit dan menghiasi rak buku di toko buku tanah air. Berada di tanah rantau dan jauh dari keluarga tentu tidak menyurutkan langkahnya. Amir terus mengabdi bagi Negara. Salah satu bentuknya ialah dengan menjadi pengajar/tutor di UT yang berada di bilangan kawasan Korea Selatan. Di tengah aktivitasnya yang begitu padat baik di kampus maupun laboratorium, Amir masih menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dengan para mahasiswa di Kampus UT yang mayoritas merupakan Tenaga Kerja Indonesia di Korea. Salut! 

dok: Amir 

Dedikasi Amir, para alumni penting UT dan sepak terjang UT sendiri untuk terus berbenah patut diapresiasi. Semoga di usia UT yang ke – 32 tahun ini, UT semakin matang dan mampu terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Sebagaimana jargon yang diusungnya yaitu “Making Higher Education Open to Allfor everyone, everywhere, everytime!

Sebagai pelengkap berikut saya sajikan bentuk percakapan singkat eksklusif jarak jauh bersama Amir, sosok yang begitu luar biasa bersahaja:

Yesi (Y): Assalammu’alaikum, Amir. Anyeonghaseo. Saya sedikit ingin bertanya tentang aktivitas mengajar mu di UT Korea. Pertama-tama, apa yang dirimu ajarkan di UT?

Amir (A):Wa’alaikumussalam, iya. Sebagai informasi, UT Korea memiliki tiga prodi yakni Manajemen, Ilmu Komunikasi dan Bahasa Inggris. Di UT Korea, saya diamanahkan untuk mengajar beberapa mata kuliah di program studi Manajemen. Adapun mata kuliah yang saya ajarkan adalah Akuntansi, Manajemen, Statistika, Ekonomi dan Matematika Ekonomi.


Y: Kapan waktu pertama kali mengajar dan jadwal mengajarnya?

A: Saya mengajar di UT Korea sejak semester kedua kuliah saya di Korea yakni tepatnya pada bulan Agustus 2015. Saya berbagi ilmu dengan para mahasiswa UT sembari berjuang menyelesaikan studi Master saya di Jurusan Teknik Industri University of Ulsan. Perkuliahan di UT Korea diadakan dua kali dalam setahun yakni pada periode musim gugur (fall) antara Agustus – Oktober dan periode musim semi (Spring) antara Februari – April

Y: Dimana lokasi UT Korea?

A: Lokasi belajar UT Korea dibagi atas dua lokasi Tutorial Tatap Muka (TTM) yaitu wilayah Utara (Ansan) dan Selatan (Daegu). Lokasi mengajar saya adalah di Selatan (Daegu) tepatnya di Yeungnam University. Butuh waktu sejam dari tempat saya (Ulsan) hingga tiba di kampus tersebut dengan bus

Y: Mengapa ingin berkontribusi mengajar di UT?

A: Motivasi saya mengajar di UT Korea adalah ingin berbagi ilmu dan menambah pengalaman bersama teman-teman Mahasiswa UI Korea. Tak hanya itu, dengan bergabung bersama UT, saya bisa menyalurkan hobi saya untuk mengajar. Sejak masih di Indonesia, saya sudah terbiasa dan senang mengajar

Y: Bagaimana suasana proses belajar mengajar di UT?

A: Sistem belajar UT Korea terbagi dua yakni Tuton (Tutorial Online) via skype atau media online lainnya dan Tutorial Tatap Muka (TTM) di kelas. Perkuliahan dalam satu semester hanya dilakukan dalam 2 bulan dengan 8 kali pertemuan yang diadakan setiap hari Minggu. Tak hanya itu, UT Korea juga menerapkan sistem belajar mandiri dimana para mahasiswa dilengkapi dengan modul mata kuliah dan media audio – video untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan perkuliahan yang singkat tersebut, para mahasiswa UT dituntut untuk mampu mengelola waktu belajar dengan baik di tengah kesibukan bekerja. Kuliah di UT berbeda dengan kuliah pada umumnya karena mayoritas mahasiswanya adalah para pekerja Indonesia di Korea. Bekerja di Korea membutuhkan waktu dan tenaga yang luar biasa. Oleh karena itu, saya salut dengan para mahasiswa yang bisa meluangkan waktunya untuk belajar. Terkadang di kelas, daya mendapati mahasiswa yang ketiduran akibat lembur, terlambat atau mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas karena kesibukan kerja mereka. Sebagai tutor, saya memaklumi hal tersebut. Terlepas dari hal tersebut, para mahasiswa UT Korea adalah para mahasiswa yang aktif, kritis dan mau belajar.

Demikianlah percakapan singkat penuh makna kami. Amir begitu menjiwai perannya sebagai pendidik. Semoga kedepan semakin banyak Amir lainnya yang terus gigih berjuang mencari ilmu dan mengamalkan ilmu yang telah dimiliki semata untuk memanusiakan manusia lainnya. Salam.

Referensi: 
Cat: Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor. Penulis pernah terlibat kerjasama dengan beberapa instansi pemerintahan diantaranya Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dalam Project platform media pendidikan online Jakarta Learning Centre. Penulis juga pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI. Saat ini penulis sedang terlibat dalam Project One Map Policy bersama Kementerian Perindustrian RI.

Nb: “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

http://www.ut.ac.id/

http://www.ut.ac.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar