Kamis, 24 November 2016

Rumah Maja, Alternatif Hunian Kekinian dan Investasi Menguntungkan

Sesuai dengan prioritas bidang sarana dan prasarana dalam Rencana Kerja Pemerintah 2014 – 2015, arah kebijakan pemerintah telah difokuskan pada salah satunya peningkatan ketersediaan rumah dan aksesibilitas masyarakat agar dapat menempati hunian layak dan terjangkau yang didukung oleh pemerintah secara berkelanjutan. 


Dalam mencapai sasaran pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, fokus penyediaan hunian layak diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan melibatkan pelaku pembangunan serta lembaga pembiayaan perumahan. Penyediaan hunian layak pun mencoba disinergikan dengan penataan kawasan permukiman.

Masalahnya penyediaan hunian layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih dihadapkan pada beberapa tantangan diantaranya yaitu mismatch supply – demand pembangunan rumah. Pertambahan penduduk perkotaan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan semakin terbatasnya lahan hunian di perkotaan dan menyebabkan peningkatan harga lahan sekitar 20 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir. Hal ini telah menyebabkan kenaikan harga hunian yang semakin menyulitkan masyarakat berpenghasilan rendah mengakses hunian layak dan terjangkau!

Sementara itu, kapasitas pemerintah dalam mendukung penyediaan rumah belum dapat mengimbangi kebutuhan seiring meningkatnya jumlah rumah tangga baru. Berdasarkan data BPS tahun 2013 terdapat 11,8 juta rumah tangga yang tinggal di rumah bukan milik sendiri (kontrak/sewa dan rumah jenis lainnya) serta tidak memiliki rumah selain yang ditempati. Sedangkan, sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah tidak bankable sulit mengakses proses pengajuan kredit kepemilikan rumah melalui Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan.


dok: Bappenas dalam PUPR, 2014
Hal ini persis dengan apa yang pernah saya alami. Jujur, semenjak memiliki pendapatan sendiri kendati minim, saya berkeinginan memiliki rumah pribadi. Minimal rumah yang saya peroleh berkat hasil kerja keras dan peluh keringat saya sendiri. Walaupun tidak akan serta merta ditinggali karena saya belum berkeluarga, rumah tersebut dapat diinvestasikan misalnya dengan disewakan atau dikontrakkan.

Hanya saja terkadang modal dengkul dan serba pas-pasan membuat nyali saya ciut. Tapi, saya kemudian berpikir kalau saya begini terus kapan saya bisa punya rumah sendiri? Saya pun memberanikan diri berkomunikasi dengan beberapa pihak pengembang dalam hal ini developer perumahan. Ragam pengalaman plus dan minus saya jumpai. Mulai dari belum adanya bangunan induk di lokasi perumahan, akses jalan yang masih belum sempurna, syarat pengajuan kredit yang berbelit-belit dan lain sebagainya. 

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini rumah kian menjadi kebutuhan pokok yang mesti terpenuhi. Tagline “harga rumah dan tanah akan terus naik” memang benar adanya dikarenakan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terutama kebutuhan terhadap tempat tinggal. Oleh karenanya tanah dan atau rumah dapat menjadi alternatif investasi yang cukup menjanjikan.



Di satu sisi, berbagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu penyediaan akses masyarakat terhadap hunian yang layak terus diupayakan diantaranya berupa insentif fiskal, bantuan prasarana dan sarana serta utilitas, subsidi selisih bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta berbagai bantuan lainnya untuk lebih mendorong sisi supply dan demand perumahan. 

Belum usai kegalauan saya dalam memilah dan memilih perumahan yang pas (pas di hati, pas di kantong), saya lantas menemukan informasi perumahan Citra Maja Raya di bilangan Maja, yang kedepan diprediksi akan menjadi kota baru berbasis infrastruktur ekonomi. Kebetulan saat ini saya berdomisili di Bogor dan jarak tempuh Bogor – Maja sekitar 114 km via jalur darat dengan waktu tempuh kurang dari 3 jam perjalanan. 


Saya penasaran dan sebenarnya tertarik dengan rumah tipe RS Cluster Tevana. Fasilitasnya terdiri dari 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Cicilannya pun SUPER RINGAN yaitu 1,25 juta/bulan untuk cicilan KPR. Total harga rumahnya sekitar Rp 149 juta. Yah, untuk ukuran kapasitas keluarga baru dan investasi saya pikir lumayan.


dok: http://citramaja.com/
Ciputra Residence merupakan pelopor lahirnya perumahan Citra Maja Raya dengan mengusung jargon “An Integrated New Town”. Rumah Maja kian menjadi alternatif pilihan perumahan yang layak huni dan memiliki nilai investasi yang potensial dan menguntungkan di masa depan.

dok: http://citramaja.com/
Kota Maja sendiri berdasarkan kebijakan pengembangan Kota Baru Publik Maja sesuai dengan sasaran pokok pembangunan nasional RPJMN 2015 – 2019 yaitu pembangunan 10 kota baru publik termasuk Maja. Kebijakan RPJMN 2015 – 2019 di Kota Baru Maja, Provinsi Banten untuk bidang perhubungan ditunjang oleh pembangunan jalur ganda kereta api dan elektrifikasi antara Maja – Rangkasbitung – Merak. Sedangkan lokasi prioritasnya antara lain sebagai pusat permukiman baru yang layak huni; Kota satelit mandiri di sekitar kawasan metropolitan; dan Mencegah terjadinya permukiman tidak terkendali akibat urbanisasi di kota otonom terdekatnya. Great!

dok: http://citramaja.com/
Adapun aturan lainnya sebagaimana tertuang dalam Perpres No.3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional khususnya dalam lampiran PP menjelaskan tentang program satu juta rumah pada lokasi yang telah siap. Tidak hanya itu, Permen PUPR No.13.1/PRT/M/2015 tentang Renstra Kementerian PUPR 2015 – 2019 juga menjelaskan pengembangan kota baru dan cerdas dimana Maja merupakan salah satu dari 97 kawasan di dalam 35 WPS yang diprioritaskan pengembangannya. 

Sebagaimana dilansir laman www.CitraMaja.com, Citra Maja Raya merupakan salah satu pengembangan kota terpadu terbesar oleh Ciputra Group dengan luas pengembangan lahan mencapai 2000 ha. Hunian skala kota mandiri yang disuguhkan menggabungkan gaya hidup modern yang didukung dengan program EcoCulture yang mengedepankan unsur keserasian alam dan ramah lingkungan.

dok: http://citramaja.com/
Citra Maja Raya sengaja dirancang sebagai kawasan kota terpadu berbasis Transit Oriented Development dengan menjadikan stasiun Maja sebagai simpul transportasi (hub) utamanya. Sehingga kedepannya akan menjadi sebuah kota pertumbuhan ekonomi baru berbasiskan ekonomi jasa. Dengan segmen utama membuat rumah murah di Banten, besar kemungkinan Citra Maja Raya menjadi calon primadona baru Perumahan di Banten.

dok: http://citramaja.com/
Tidak hanya perumahan, Citra Maja Raya juga menyediakan kavling siap bangun dan ruko. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Sebagai instrumen investasi masa depan, Citra Maja Raya memiliki keunggulan yang lebih unik dibandingkan dengan proyek lainnya. Jadi, tidak salah bila Citra Maja Raya digadang-gadang sebagai salah satu kawasan hunian yang terintegrasi untuk masa depan yang lebih baik.


dok: http://citramaja.com/
Sumber:
  • Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2015
  • www.CitraMaja.com diakses November 2016 
  • Product Knowledge Citra Maja Raya. 2016 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Citra Maja Raya writing competition


3 komentar:

  1. Smeuanya serba pas, ngga heran citra maja ini jadi primadona ya

    Buat kalian yang butuh Rumah Siap Huni bisa langsung cek di sini tuh.

    BalasHapus
  2. Maja bakal jadi kayak BSD ya denger2, jadi pengen investasi dari sekarang mumpung masih murah.

    Konsep perumahan nya juga sama seperti Citra Raya yang di cikupa tangerang ya...? punya ciputra juga

    BalasHapus
  3. cita maja tapi dengan akses transportasi yang sangat menjanjikan tentunya bikin gga ragu buat beli rumah di sini. minggu lalu udah serah terima dan siap pindah lalu siap2 buat desain interior rumahnya~

    susah juga cari jasa interior murah dengan kualitas bagus, tapi setelah bingung dan susah mencari akhirnya ketemu juga sama Interior Infinity yang direkomdasiin sama temenku pas aku main ke rumahnya yoohoo~

    BalasHapus