Minggu, 27 November 2016

Switchable Me 2in1: Profesi Peneliti dan Hobi Menulis Kreatif Didukung oleh Notebook Hybrid Acer Switch Alpha 12

“Apa tujuanmu menulis, Ci?”
Suatu waktu salah seorang teman pernah menanyakan hal tersebut kepada saya dan dengan sekenanya saya menjawab bahwa alasannya ialah saya ingin tulisan sederhana saya dibaca orang. Ya, klise mungkin tapi begitulah adanya. Saya tidak terlalu berharap yang muluk-muluk bahwa tulisan saya akan mampu berdampak atau mengubah paradigma berpikir seseorang karena saya menyadari betul bahwa apa yang saya tulis hanyalah sesuatu hal yang sepele.

Di satu sisi sebenarnya saya seakan menemukan diri saya kembali dengan menulis. Entah menulis apapun itu, yang penting menulis. Menulis bagi saya ibarat “saat teduh”. Saya seakan menemukan relaksasi diri dan kemudian menyadari bahwa inilah passion saya.

Selepas bekerja kantoran, saya kembali memiliki banyak waktu menekuni hobi menulis. Sembari menyelesaikan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa, saya terus menulis di laman website blog pribadi Regardez-vous yang mulai saya seriusi kembali semenjak awal tahun 2016.

dok: yesisupartoyo.com
Manajemen strategi antara menyelesaikan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, menjalankan peran sebagai seorang peneliti dan menekuni hobi yang beranjak menjadi profesi tentunya diperlukan guna memberikan hasil yang optimal.

Lagipula di era digital seperti saat ini, setiap orang dituntut untuk memiliki tren kerja yang fleksibel dan dinamis. Sehingga kita perlu pintar-pintar memanfaatkan waktu dan peluang kesempatan. Saya bersyukur karena bisa bekerja dimana saja tanpa perlu terasa kaku terutama dengan aturan office hour. Jadi, meski disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk ataupun deadline mepet, saya tetap berupaya membagi waktu dengan mengasah hobi menulis saya di luar jam kerja. Saya menjalaninya secara aktif, bebarengan tanpa beban dan...bahagia.

Inilah yang lantas disebut dengan gaya hidup “Switchable Me”. Gaya hidup seperti ini membuat saya nyaman guna mendukung pekerjaan dan passion yang saya miliki secara rutin. Karena saya bisa dengan mudahnya “switch” dari kesibukan pekerjaan meneliti ke hobi menulis yang digeluti, pun sebaliknya. Indeed, I am a multitasking person in digital world! Hopefully, hehe.

Sebagai seorang mahasiswa dalam keseharian tentu saja saya tidak dapat dipisahkan dengan notebook untuk menulis dan menyelesaikan tugas akhir. Begitu pula sebagai seorang peneliti yang bertugas meneliti suatu studi kasus tertentu misalnya. Saya membutuhkan notebook untuk menyelesaikan laporan. Sama halnya ketika menjalankan peran sebagai seorang blogger yang kerap melakukan postingan artikel di laman website blog pribadi agar dapat dibaca khalayak ramai.

Bagi saya menjalankan peran multitasking tersebut tidak membosankan (malah menyenangkan) karena saya menjalankan hobi yang saya minati yaitu menulis. Bukankah tiada pekerjaan yang lebih membahagiakan selain hobi yang dibayar? 

Tidak jarang saya kerapkali menemukan postingan maupun udpate-an status  di media sosial dari teman-teman sekalian yang kerap mengeluh karena pekerjaan yang dilakoni. Padahal diluar sana banyak yang mengeluh karena tidak memperoleh pekerjaan. Menjalani hobi sebagai profesi bagi saya merupakan satu bagian kecil dari upaya mensyukuri diri dan proses pembelajaran guna berupaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kembali kepada profesi dan hobi yang saya geluti. Saya merupakan mahasiswa tingkat akhir yang dalam keseharian disibukkan dengan prosesi bimbingan, revisian, menulis artikel dan lain sebagainya. Notebook merupakan benda wajib yang tak terpisahkan. Adapun di dalam notebook saya terdapat banyak software baik statistik maupun ekonometrik serta catatan draft artikel penelitian. Sebagai seorang mahasiswa, saya bisa berjam-jam duduk di depan notebook untuk mengetik dan menyelesaikan draft penelitian. Tentu hal ini menuntut performa notebook yang prima terutama yang tidak gampang panas.

Suasana belajar dalam ruang kelas (dok: pribadi)
Untuk saat ini saya berprofesi sebagai peneliti (Associate Researcher) dalam suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang penelitian kebijakan publik dan pusat advokasi. Sekarang saya sedang meneliti suatu studi kasus tentang filantropi suatu yayasan yang rencananya bahan tulisan tersebut akan dikompilasi untuk dibukukan. Terkadang saya pun terlibat project dengan instansi pemerintah sehingga mengharuskan saya untuk turun lapang guna melakukan survey hingga ke pelosok daerah. Pekerjaan saya tentu tidak terlepas dari proses tulis menulis sehingga saya bersyukur bisa menerapkan hobi yang saya miliki ke dalam pekerjaan yang dijalani. Masalahnya ialah ketika harus turun lapang dan mencatat informasi dari responden sembari menggunakan notebook. Sepertinya saya memang membutuhkan notebook yang juga dapat berperan sebagai tablet.

Saat melakukan wawancara terhadap petani (dok: pribadi)
Selain itu, semenjak Februari 2016 silam saya mulai menekuni kembali laman website blog pribadi saya yang sudah lama terbengkalai karena urusan pekerjaan yang cukup menyita waktu. Akhrnya, pekerjaan yang dijalani saat ini membuat saya cukup fleksibel membagi peran sebagai mahasiswa dan pekerja serta “manusia”.

Beruntung memenangkan lomba blog yang diadakan oleh Kementerian (dok: pribadi)
Adapun dari waktu ke waktu hobi saya lantas “menghasilkan”. Ya, rutinitas menulis di akhir pekan yang kemudian dilombakan seringkali menuai kemenangan sehingga saya berkesempatan tampil sebagai juara dan memperoleh penghargaan. Tidak jarang tulisan saya diapresiasi dalam bentuk sertifikat, plakat, piagam penghargaan, bahkan uang tunai. Jujur, saya merasa dihargai!

Bagi saya cukuplah terlebih dahulu menjadi seseorang yang berharga, kalau memang belum bisa menjadi seorang yang bernilai berkat kontribusi maupun karya yang dihasilkan. Tapi minimal melalui proses penghargaan tersebut memacu saya menjadi lebih baik dan berusaha memberikan yang terbaik yang bisa saya perbuat.

Lantas, apa yang saya butuhkan?

Kolaborasi antara profesi sebagai peneliti dan hobi menulis yang saya jalani lantas menuntut performa yang tinggi. Tidak hanya secara fisik dan mental, melainkan juga perlengkapan yang digunakan. Setelah menyaksikan Unboxing Challenge Acer Switch Alpha 12, Notebook 2in1 yang Powerful dan Fanless saya menjadi penasaran dan berusaha mencarinya di salah satu pusat perbelanjaan. Tapi, sayangnya berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa Acer Switch Alpha 12 tidak atau belum ada di pasaran khususnya di toko Electronic City tersebut. Dengan langkah gontai saya melangkah keluar toko apalagi setelah petugasnya menyarankan saya untuk membelinya via online saja. Adapun notebook hybrid ini dibanderol dengan kisaran harga Rp 14 juta - Rp 20 juta. 

Harga notebook hybrid Switch Alpha 12 (dok: www.acerid.com)
Saya merasa cukup yakin saja bahwa nantinya Acer Switch Alpha 12 ini akan mampu mendukung performa saya menjalankan profesi sebagai peneliti dan hobi menulis saya dengan sempurna berkat fasilitas yang dimilikinya. Acer Switch Alpha 12, sang notebook hybrid akan mampu mendukung segala aktivitas multitasking maupun mobile saya. Gaya hidup yang saya jalani memang menuntut perangkat dengan fleksibilitas kerja yang sangat tinggi sehingga nantinya akan mampu diimbangi oleh inovasi teknologi yang ditawarkan Acer Switch Alpha 12. Saya tentu saja memerlukan notebook tangguh yang performanya mampu menyesuaikan dengan kondisi saya di lapang.


dok: www.acerid.com
Sebagai notebook 2 in 1 yang powerful, Acer Switch Alpha 12 akan mampu membantu segala aktivitas yang saya jalani, baik pekerjaan saya dalam meneliti maupun hobi menulis saya secara bersamaan karena di dalam notebook hybrid ini telah dibenamkan Intel® Core™ generasi ke-6. Ditambah dukungan teknologi LiquidLoop™ yaitu sistem pendingin yang dapat menstabilkan suhu mesin notebook tanpa kipas. Sehingga saya akan merasa sangat nyaman menggunakan Acer Switch Alpha 12 untuk segala aktivitas tanpa perlu khawatir notebook cepat overheating dan berisik. 

dok: www.acerid.com
Jadi, profesi sebagai peneliti dan hobi/passion saya di bidang tulis menulis dapat dijalankan secara bersamaan sehari-hari, dan saya meyakini bahwa notebook 2-in-1 seperti Acer Switch Alpha 12 ini dapat menjadi partner yang memudahkan saya menjadi seorang yang switchable antara profesi dan hobi yang saya miliki. Oleh karenanya saya sangat berharap bisa memegang dan mengoperasikannya secara langsung. Semoga.

Sumber: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam “Switchable Me Story Competition” dengan Acer Switch Alpha 12

dok: www.acerid.com

3 komentar:

  1. Keren ih peneliti, sering menang lomba blog jg. Mampir jg yu k blogku lg ikutan switchable me jg :)

    BalasHapus
  2. Keren ih peneliti, sering menang lomba blog jg. Mampir jg yu k blogku lg ikutan switchable me jg :)

    BalasHapus