Selasa, 20 Desember 2016

LPG “Elpiji” Pertamina: Solusi Bahan Bakar Aman, Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Tayangan Economic Challenges pada November 2016 silam tentang “Menjaga Ketahanan Energi” menjadi fokus perhatian semua pihak. Arah kebijakan untuk menjamin dan meningkatkan ketahanan dan kemandirian di bidang energi pada tahun 2015 sebagaimana disampaikan oleh Pak Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya lantas berfokus pada: Peningkatan cadangan dan pasokan energi primer dan bahan bakar; Peningkatan kapasitas dan tingkat pelayanan infrastruktur energi; Efisiensi dalam pengelolaan energi; dan Peningkatan peranan energi baru terbarukan di dalam bauran energi.

Kaitannya dengan peningkatan cadangan dan pasokan, peningkatan kapasitas dan tingkat pelayanan, efisiensi pengelolaan serta peningkatan peranan, maka capaian penting realisasi pencapaian produksi khususnya gas bumi tahun 2014 mencapai 1.475 ribu barrel oil equivalent per day dan cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 1.460 ribu barrel oil equivalent per day.

Tabel di bawah ini menunjukkan produksi energi primer dan pemanfaatannya di dalam negeri pada tahun 2004 – 2015. Terdapat perbandingan antara realisasi produksi minyak bumi dan gas bumi. Tabel dengan jelas memperlihatkan realisasi produksi gas bumi per Juni 2015 yang mencapai 1.424 ribu barrel oil equivalent per day. 

dok: KESDM, 2015
By the way, ada apa dengan gas bumi?

Produksi gas bumi (dok: Youtube Economic Challenges Metro TV)
Beberapa tahun belakangan ini fokus perhatian dan upaya peningkatan diversifikasi energi dilakukan melalui pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga dan transportasi. Di sektor rumah tangga dilakukan konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dan pembangunan jaringan gas bumi. Pada tahun 2014, volume LPG 3 kg yang didistribusikan sekitar 56 juta paket dengan volume isi ulang LPG 3 kg sebesar 4,9 juta Mton, sehingga kumulatif volume LPG yang telah disediakan hingga tahun 2014 sebesar 21,88 juta Mton.

dok: Annual Report PERTAMINA 2015
dok: Annual Report PERTAMINA 2015
Mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, maka penggunaan gas bumi akan terus ditingkatkan. Oleh karenanya topik bahasan kali ini pun lebih concern terhadap gas bumi dan produk layanan untuk konsumen oleh Pertamina berupa gas untuk memasak yaitu LPG “Elpiji” 12 Kg. 


LPG menjadi salah satu bagian dari produk dan layanan Pertamina di sektor hilir yaitu gas. Sedangkan Elpiji sendiri merupakan brand yang kehadirannya sudah belasan tahun dan telah memberikan keuntungan yang luar biasa. Sebagai salah satu brand Pertamina untuk LPG, elpiji yang pada mulanya berbentuk gas perlu diubah menjadi cair dengan diberi tekanan guna memudahkan pendistribusian. 

dok: www.pertamina.com
Berkenaan dengan hal tersebut, salah satu keunggulan Pertamina selaku perusahaan energi nasional kelas dunia, diantaranya yaitu memiliki infrastruktur dan jaringan distribusi memadai dan terintegrasi diantaranya didukung oleh 591 unit stasiun pengisian bulk elpiji serta memiliki 19 unit terminal LPG. Hal ini tentu mendukung jaringan distribusi Pertamina di Indonesia. Pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina pun dilaksanakan melalui inovasi penjualan dengan melakukan penetrasi pasar secara intensif, memperkenalkan layanan home delivery dan online marketing. 

Sekedar info bahwa pada tahun 2014 telah dibangun jaringan gas untuk rumah tangga sebanyak 16.949 sambungan rumah di Kota Semarang, Bulungan, Sidoarjo, Kabupaten Bekasi dan Lhokseumawe. Kumulatif pembangunan jaringan gas kota melalui pendanaan APBN dari tahun 2009 – 2014 sebanyak 25 lokasi dengan peruntukan bagi 86.460 sambungan rumah (Lampiran pidato kenegaraan Presiden RI, 2015)

Kebetulan saya berdomisili di Kabupaten Bogor dan rumah kos kami tidak (atau belum) dilalui oleh jalur gas kota, maka LPG 12 kg merupakan pilihan yang tepat untuk memasak. Dibandingkan dengan bahan bakar lainnya, LPG merupakan gas yang dikemas dalam bentuk cair, memiliki nilai panas yang tinggi, dan besar kecilnya api mudah diatur. Pokoknya cukup merepresentasikan LPG aman dalam keseharian, lah.

Selain itu, keunggulan lain dari LPG ialah merupakan bahan bakar yang bersih, dalam arti tidak menumbulkan jelaga/membuat hitam peralatan memasak ataupun dinding dapur dan juga tidak menimbulkan bau pada masakan. Selain untuk memasak, LPG 12 kg juga dapat digunakan sebagai water heater. Apalagi ketika memasuki musim penghujan dan hawa di Bogor sedang dingin-dinginnya sehingga membuat malas mandi. Di Bogor sendiri terdapat 3 agen LPG 12 Kg diantaranya yaitu PT Patanti Utama Gas, PT Niaga Trikarsa Utama, dan PT Global Elpiji Sukses Bersama.

dok: www.pertamina.com
Jujur saja, saya sebagai mahasiswa yang sekaligus berstatus sebagai “anak kosan” secara tidak langsung merasa sangat tertolong dengan arah kebijakan di bidang energi yang dicetuskan oleh pemerintah. Pasalnya, dalam keseharian saya dan teman-teman penghuni kosan kerap menggantungkan nasib kami pada dapur kosan. Fyi, hunian kos kami terdiri dari 3 lantai dengan 18 kamar didalamnya. Dapur terletak di lantai 1. Di dapur terdapat kompor gas 2 sumbu dan LPG 12 kg milik Pertamina. Kami kerap melakukan pemesanan layan antar LPG 12 Kg melalui depot terdekat. Selain LPG Pertamina, saat ini telah tersedia produk layanan terbaru berupa gas untuk memasak yaitu Bright Gas. Serupa dengan LPG, maka Bright Gas ini juga hemat dan dapat dipesan melalui pesanan layan antar sehingga menjadi representasi dari Bright Gas Hemat dan Bright Gas Layan Antar


Seperti sore ini, saya tergerak hatinya untuk memasak cemilan pisang goreng. Dengan bahan ala kadarnya dan skill seadanya saya mulai menggoreng pisang. Nyala api yang dihasilkan oleh gas LPG 12 kg berwarna biru dan membuat masakan matang dengan sempurna. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan saya kenapa memilih LPG 12 Kg sebagai bahan bakar gas untuk memasak. Selain karena berkualitas, juga ramah lingkungan. Alasan lainnya ialah karena bila dibandigkan dengan bahan bakar lain, penggunaan LPG lebih menguntungkan.

Tabung gas LPG "Elpiji" 12 kg (dok: pribadi)
Nyala api biru dari tabung gas LPG 12 Kg (dok: pribadi)
LPG 12 kg menghasilkan nyala api berkualitas (dok: pribadi)
Nyala api mampu menggoreng dengan sempurna sehingga masakan tersaji dengan baik (dok: pribadi)
Voila! Pisang goreng coklat manis menjadi cemilan sore hari (dok: pribadi)
Ciyus?

Iya, karena LPG lebih bersih, lebih stabil, lebih fleksibel, dan so pasti ramah lingkungan (cat: gambar di atas buktinya). Selain itu yang terpenting ialah: Cost reduction. Penggunaan LPG yang hemat serta rendahnya biaya maintenance peralatan dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar dan perawatan peralatan. Psstt... LPG 12 kg di kosan ini saja bisa bertahan selama berbulan-bulan lamanya, lho. Padahal kami sekosan rutin masak, hehe.

Melihat pelbagai fenomena dan fakta serta realitas yang ada maka upaya konservasi energi perlu dilaksanakan melalui peningkatan kesadaran publik untuk melakukan penghematan energi. Kendati demikian permasalahan kerap terjadi sehingga membutuhkan tindak lanjut.

Adapun permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan ketahanan energi antara lain: Penurunan produksi minyak bumi; Pemanfaatan energi untuk keperluan dalam negeri masih rendah; Akses energi terbatas; Ketergantungan impor BBM/LPG; Bauran energi masih didominasi minyak bumi sedangkan energi baru terbarukan masih rendah; dan Pemanfaatan energi yang belum efisien.

Akhir kata, tindak lanjut yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah: Membina kerjasama dengan kontraktor kontrak kerjasama dalam melakukan penelitian, kajian kelayakan dan pilot project penerapan enhanced oil recovery; Meningkatkan kegiatan survei dan promosi penawaran lapangan migas untuk dikembangkan termasuk lapangan gas non konvensional; Membangun infrastruktur gas terutama untuk rumah tangga dan transportasi; Meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar dan hasil olahan termasuk cadangan operasional dan penyangga dan kapasitas pelayanan pendistribusian bahan bakar di daerah terpencil; Mempertahankan kapasitas produksi bahan bakar melalui upgrading (revamping) bahan bakar; Membangun infrastruktur pengolahan dan penyimpanan bahan bakar; Mengembangkan insentif dan mekanisme pendanaan dalam pembiayaan upaya penghematan energi; Meningkatkan kemampuan teknis manajer dan auditor energi dari perusahaan layanan energi serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi.

Semoga bermanfaat!

Referensi: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Blog Contest Pertamina

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

1 komentar:

  1. Kontes SEO BERLANGSUNG !!

    Total Hadiah 30 Juta Rupiah

    BDdomino.net Dengan Keyword : BandarQ Agen Sakong Judi AduQ Capsa Bandar Poker BdDomino
    Tanggal : 17 Juli 2017 sampai 2 Oktober 2017

    Selengkapnya : http://bddomino.org/kontesseo/index.html

    Tunjukan Kalau Kalian MASTERNYA SEO !!
    Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEO Anda dengan tidak sia-sia.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    http://duniajudikuindonesia.blogspot.com/
    http://duniajudikuindonesia.blogspot.com/2017/07/bandarq-agen-sakong-judi-aduq-capsa.html
    http://judibandarqsakong.com/
    http://judibandarqsakong.com/bandarq-agen-sakong-judi-aduq-capsa-bandar-poker-bddomino/

    BalasHapus