Jumat, 23 Desember 2016

Tenun Lurik, Produk Kreatif Asli Indonesia yang Makin Dilirik

“...inilah hebatnya para pencipta. Mereka bisa membentuk minat dan selera. Tapi karena selera sering berubah cepat, benarkah jika tren selalu sesaat?” – Mata Najwa (2015)
Tayangan Mata Najwa pada Januari 2015 silam mengangkat topik “Pencuri Perhatian” dan menampilkan public figure yakni Syahrini, Raditya Dika dan Ahok. Saya begitu terkesima dengan sepak terjang mereka di dunia panggung hiburan dan birokrasi kepemerintahan tanah air. Masing-masing dari mereka memiliki keahlian dalam menjajal daya kreativitas dan menunjukkan rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia dengan caranya tersendiri.

Sama halnya ketika saya membaca kisah Nasir Achmad yang menggeluti interior batik tulis Pekalongan dalam buku Kiprah Para Jawara (2003). Dijelaskan bahwa Nasir begitu piawai menunjukkan kecintaannya pada batik Pekalongan semenjak kecil. “Kalau tak merasa sayang, mungkin sudah dari dulu saya pindah ke usaha lain”, cetusnya. Lebih lanjut Nasir mengiyakan dan tidak mengingkari bahwa batik menjadi sumber hidupnya kendati diakui bahwa usaha batik tak terlalu menjanjikan keuntungan yang cepat seperti usaha lainnya.

Satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah Nasir ialah tentang minat orang asing terhadap bahan interior batik yang dijalankannya. Nasir berpendapat hal ini dikarenakan orang asing lebih bisa mengapresiasi lebih dibanding kebanyakan orang Indonesia. Apalagi diakui bahwa para orang asing lebih mampu memahami penjelasan tentang sebuah proses batik yang rumit, lagi memakan waktu dalam proses pembuatannya. Sehingga mereka tidak segan membayar mahal, bahkan mungkin tanpa menawar.

Tidak hanya Nasir, adapun Udey Budiman yang terus berpromosi untuk mempertahankan tradisi membatik. Minat dan kecintaannya pada batik Tasik teramat besar. “Entah, mungkin saya sudah terlanjur cinta pada batik”, ujarnya. Kelebihan Udey yang membuatnya tampak berbeda dibandingkan kebanyakan pembatik yang ada disekitarnya ialah perlakuannya terhadap batik sebagai seni. Udey lantas menjadi kreatif, menggali dan memperkaya diri dalam proses kreativitasnya.

Kendati demikian, Udey kerap merasakan galau dan sedih. Hal ini terjadi ketika dia menyadari kenyataan bahwa batik Tasik mulai ditinggalkan generasi muda. Saya yang notabene masih menjadi bagian dari para generasi muda Indonesia, tentu perlu ambil bagian turut serta berkontribusi terhadap pelestarian budaya negeri terutamanya produk kreatif asli Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, melalui kesempatan kunjungan ke beberapa wilayah di tanah air diantaranya Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Utara dan Maluku saya kerap menjumpai beragam produk kreatif asli Indonesia. Hebatnya lagi produk kreatif asli Indonesia bikinan tangan terampil tersebut tidak sedikit yang telah go international alias mendunia. Hebat!

Hingga kini saya terus berupaya mencintai kebudayaan Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut pada September 2010 silam, saya pernah menghadiri Gebyar Pameran Kain Nusantara yang berlokasi di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Ragam kain dari seluruh penjuru tanah air dipamerkan dalam pameran tersebut. Semenjak itu saya kian menggandrungi budaya lokal dan produk kreatif asli Indonesia khususnya kain Nusantara.

Satu pengalaman menarik ialah ketika mengamati keindahan kain Nusantara yang berasal dari Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selalu ada yang khas dari daerah ini. Semacam ada unsur kesederhanaan dari keelokan yang ditampilkan sehingga mampu menyihir para penikmatnya. Saya lantas jatuh hati pada kain tenun lurik yang menyimpan makna mendalam dibalik sejarahnya.


Kain Nusantara berasal dari Yogyakarta (dok: pribadi)
Kain Nusantara berasal dari Jawa Tengah (dok: pribadi)
Berdasarkan sejarah lurik dari masa ke masa, disebutkan bahwa lurik merupakan pakaian tradisional yang khas bagi masyarakat Jawa. Berasal dari bahasa Jawa lorek yang berarti garis-garis, lurik memang merupakan lambang kesederhanaan yang sarat makna. Hal yang istimewa dari lurik ialah karena perlu terpenuhinya persyaratan yang berkaitan dengan bahan tertentu dan diolah melalui proses tertentu pula. 



Kain tenun lurik mengandung nilai kehidupan diantaranya yaitu merupakan salah satu benda budaya yang mewujud secara fisik berupa benda hasil karya manusia. Motif dan coraknya pun bermacam-macam hingga motif terkini yang paling mutakhir. Lurik masa kini telah hadir mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan produk berbahan dasar lurik telah diangkat menjadi produk modern baik berupa pakaian, tas, dompet dan aksesoris lainnya. 


Motif kain lurik (dok: anisashop.com)
Untunglah di era digital seperti sekarang ini belanja online menjadi lebih mudah, efisien dan efektif. Salah satunya melalui Blibli.com yang merupakan Toko online yang memiliki kepedulian besar terhadap 100 % produk kreatif asli Indonesia. Tanpa perlu mengesampingkan unsur kearifan lokal dan budaya bangsa, Blibli.com berupaya melakukan inovasi kreatif seiring dengan modernisasi teknologi yang dijalani salah satunya guna menyediakan ragam jaminan 100% Produk Kreatif Asli Indonesia.



Tanpa perlu menunggu waktu lama saya langsung mencari produk kreatif asli Indonesia melalui aplikasi Blibli.com via playstore android. Terdapat ragam menu pilihan kategori belanja. Saya lantas memilih "Galeri Indonesia".


Pilihan menu Galeri Indonesia di laman aplikasi Blibli.com (dok: Blibli.com via playstore)
Berdasarkan penelusuran ada sekitar 1045 produk kreatif asli Indonesia yang merupakan bagian dari "Galeri Local Brand" yang terdapat dalam Toko Online Blibli.com. Adapun produk kreatif yang berhasil saya ketemukan dengan berbahan dasar kain tenun lurik ialah: Passport Holder. WOW! Tampilannya sangat unik dan menarik.


Ragam produk kreatif asli Indonesia berbahan dasar tenun lurik (dok: Blibli.com via playstore)
Saya pun langsung menjatuhkan pilihan pada:


Passport holder berwarna ungu dengan bahan dasar tenun lurik (dok: Blibli.com via playstore)
Setelah mengisi data dan informasi secara lengkap dan melakukan pembayaran, saya menerima pemberitahuan keterangan pemesanan berupa jenis produk yang dipesan, harga dan jumlah produk pesanan, siapa pengirimnya, jasa pengiriman apa yang digunakan dan estimasi pengiriman. Informasi yang disajikan oleh Toko Online Blibli.com sangat lengkap sehingga pelanggan tidak perlu merasa khawatir terjadi sesuatu yang tidak dinginkan dalam proses pengiriman produk yang dipesan. 
Detail pesanan (dok: Blibli.com via playstore)
Fyi, saya melakukan pemesanan tepat hari Sabtu tanggal 17 Desember 2016. Lalu, selang dua hari kemudian saya memperoleh detail pesanan dari produk yang saya pesan yaitu pada hari Senin tanggal 19 Desember. Setelah saya melakukan konfirmasi pembayaran, keterangan detail pesanan menjadi "Sedang Diproses". Dan pada tanggal yang sama, barang yang dipesan berubah status menjadi "Siap Dikirim" dan "Dalam Pengiriman". Blibli.com memang gercep alias gerak cepat!


Tahap sedang diproses (dok: Blibli.com via playstore)
Setelah itu otomatis tiap harinya akan ada update terbaru terkait dengan detail pemesanan kita. Sebagaimana gambar di bawah ini, saking tidak sabarannya saya seringkali mengecek "Pesanan Saya" setiap hari semenjak tanggal pemesanan, hehe.


Opsi Pesanan Saya (dok: Blibli.com via playstore)
Hingga selang empat hari kemudian setelah tanggal pemesanan yaitu tepat hari Rabu tanggal 21 Desember 2016, Blibli.com menginformasikan bahwa barang telah terkirim! Barang pesanan saya tersebut diterima oleh Bi Juju, penjaga kosan.


Barang pesanan telah terkirim (dok: Blibli.com via playstore)
Detal pesanan terkirim (dok: Blibli.com via playstore)
WOOHOO!


Trims, Blibli.com! (dok: pribadi)
Berhubung saya sudah tidak sabar untuk menggunakannya, maka saya langsung membuka isi kotak perlahan dan segera memasukkan paspor saya ke dalam Passport Holder berbahan dasar tenun lurik ini. 


Pasangan yang serasi (dok: pribadi)
Passport holder tenun lurik tampak depan (dok: pribadi)
Passport holder tenun lurik tampak belakang (dok: pribadi)
Begini penampakannya luar dan dalam:


Bagian luar passport holder tenun lurik (dok: pribadi)
Bagian dalam passport holder tenun lurik (dok: pribadi)
Saya benar-benar BANGGA menggunakan passport holder berbahan dasar kain tenun lurik pelangi yang merupakan 100% produk kreatif asli Indonesia ini. Selain tampilannya yang trendi, terdapat dampak sosial yang berhasil ditimbulkan melalui pemesanan produk passport holder ini, karena dengan membeli produk tersebut kita telah mendukung pengembangan dan pemberdayaan komunitas yang berkecimpung dalam pelestarian tradisi dan budaya serta meningkatkan livelihood masyarakat lokal. Jadi, mari dukung penuh kesejahteraan masyarakat dan kebudayaan lokal Indonesia. Pokoknya dapatkan 100 % produk kreatif asli Indonesia lainnya hanya di Toko Online Blibli.com!

Besar harapan saya supaya kain tenun lurik yang membalut paspor saya ini kelak dapat menghantarkan saya berkeliling dunia dan secara tidak langsung saya pun dapat dengan bangganya memperkenalkan tenun lurik ke mata dunia bahwasanya tenun lurik merupakan produk kreatif asli Indonesia dan satu-satunya hanya ada di Indonesia. Tenun lurik menjadi kebanggaan milik bangsa Indonesia dan dapat menjadi Produk Kreatif 100% Indonesia yang Mendunia! Pst...memang sudah mendunia, lho.



Pada akhirnya, tradisi dalam hal ini kain tenun lurik perlu dikembangkan dan diupayakan menjelma menjadi wujud baru yang mengikuti perkembangan tren zaman. Tradisi pada hakikatnya bertugas melayani kebutuhan kehidupan manusia sehingga perlu disesuaikan dengan jiwa zamannya. Tradisi tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa ada perubahan karena akan menghambat perkembangan dan dikhawatirkan menjadi nilai atau produk yang kurang up to date dan ketinggalan zaman. Tentunya tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang dikandungnya.

Jadi, seni tradisi tenun lurik harus diupayakan agar bisa melayani kehidupan manusia masa kini sehingga menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tenun lurik yang merupakan tenun daerah perlu menjadi bagian kehidupan modern dan menjadi energi baru yang memberi kesegaran sebagai sebuah bangsa yang besar. Terimakasih Blibli.com, terimakasih LAWE!

Referensi: 
Cat: tulisan diikusertakan dalam lomba Blibli.com Blog Competition #BlibliGaleriIndonesia

Blibli.com Blog Competition

2 komentar:

  1. Wah yg ini bagus holdernya, menggunakan kain tenun lurik, saya sempet sih cari2 barang lokal di Blibli,dan akhirnya beli jam tangan batik. Kita harus bangga dengan produk lokal, karena bernilai kearifan lokal yg tinggi dan unik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas passport holdernya berbahan dasar tenun lurik. warna di gambar sesuai dengan aslinya. jd ga nyesel belanja online no tipu tipu hehe. bagus banget pokoknya. kalo keluar negeri nanti jd lebih PD karna hodler paspornya made in Indonesia. ada kebanggaan tersendiri. trims udah mampir :)

      Hapus