Kamis, 16 Februari 2017

Gangnam District Bekasi Dream Landmark: Antara Pembangunan dan Inovasi

Hmm, mendengar kata “Gangnam” pikiran pasti langsung melayang ke oppa-oppa kece bermata sipit, berkulit putih dan berhidung mancung serta pintar menari yang berasal dari Negeri Ginseng, kan? Gangnam memang merupakan salah satu lokasi yang cukup populer di wilayah Korea Selatan. Gangnam sendiri menjadi salah satu distrik paling padat di Seoul. Gangnam lantas menjadi menjadi semakin fenomenal ketika dipopulerkan oleh Psy dalam lagunya yang berjudul Gangnam Style. Berkenaan dengan hal tersebut, Korea Selatan merupakan negara republik yang terus memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat melalui modernisasinya. Beberapa tahun belakangan ini Korea Selatan terus tumbuh menjadi negara yang paling berhasil dalam pembangunan ekonomi. 

Fyi, guna mendukung peningkatan pembangunan ekonomi di Korea Selatan pemerintahnya telah menerapkan suatu seri perbaikan ekonomi pada permulaan tahun 1960-an dalam tiga sasaran yaitu: Mengarahkan Korea Selatan pada peningkatan industri ekspor; Peningkatan tabungan pemerintah dan swasta; dan Bantuan asing dan investasi modal asing didorong untuk membantu dana pembangunan insfrastruktur dan pembangunan industri.

Alhasil, kesempatan kerja industri di Korea Selatan meningkat tiga kali lipat hingga mencapai sekitar 45 persen dari total peningkatan pekerjaan dan lebih besar lagi pada tahun 1980-an. Urbanisasi juga meningkat dimana sebagian besar peningkatan penduduk terkonsentrasi di kota metropolitan Seoul. Disinyalir kecenderungan tersebut nampaknya akan terus berlanjut dan memang benar adanya. Seperti yang dapat kita lihat saat ini bahwa Korea Selatan kini menjadi salah satu kota terbesar di Asia dan memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap negara lain di Asia bahkan mancanegara.

dok: https://twitter.com/gangnamdistrict
Belajar dari Korea Selatan, Indonesia tentu tidak kalah hebatnya. Indonesia memiliki Bekasi yang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki kemiripan dengan Korea Selatan khususnya di bidang pembangunan industri. Bekasi berkembang selain menjadi tempat tinggal kaum urban, pun menjadi sentra kawasan industri dengan kegiatan industri sebagai kegiatan ekonomi utamanya. Tak pelak, Bekasi tentu memerlukan peningkatan infrastruktur khususnya prasarana dan sarana diantaranya di bidang hunian. “Gangnam District” lantas menjadi jawaban berupa hunian modern baru yang dihadirkan di pusat Bekasi. Dengan mengusung jargon "A Thriving Metropolis Dedicated to Education", Gangnam District menawarkan konsep apartemen terbaru di Bekasi yang mengusung nilai kelayakan dan properti masa kini.


Kaitannya dengan fokus dari rencana regional maka pencapaian sasaran kemasyarakatan nasional secara teritorial atapun spasial (mengenai tata ruang) menjadi nilai mutlak. Dalam artian masyarakat yang terorganisir secara spasial merupakan bentukan aktivitas manusia dan interaksi sosial yang lantas membentuk tata ruang. Sejalan dengan teori pembangunan wilayah secara polarisasi maka masyarakat yang melaksanakan pembangunan struktur sosial nantinya akan mengalami proses transformasi dan proses pembangunan yang akan dipengaruhi juga oleh pola hubungan spasial dan ketegangan dinamis. Dalam hubungan ini tata ruang dilihat dalam arti non fisik yaitu merupakan kekuatan dimana pertumbuhan mengikuti hukum transformasinya sendiri. Semisal, Gangnam District yang memiliki konsep pembangunan yang disebutnya "Integrated Lifestyle Concept for Smart Living"

Gangnam District (dok: http://gangnamdistrict.com/concept/)
Terlihat dari sistem kemasyarakatan yang berupaya diusungnya, maka Gangnam District Bekasi lantas menjadi perpaduan antara pembangunan dan inovasi. Tentunya setiap inovasi memerlukan suatu organisasi dan adaptasi terhadap keadaan dan persyaratan fungsional dari sarana yang diintrodusir. Jadi, Gangnam District Bekasi berupaya menggabungkan inovasi dan sarana secara struktural. Pembangunannya pun berhubungan dengan bentangan kemungkinan kreatif yang inherent dalam masyarakat. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pertumbuhan yang tercipta akan diikuti oleh serangkaian transformasi struktural yang sukses dari sistem tersebut. Sebut saja Pollux Mall yang terinspirasi dari "The Best Retail Experiences of Seoul"

Interior pollux mall (dok: http://gangnamdistrict.com/pollux-mall/)
Exterior pollux mall (dok: http://gangnamdistrict.com/pollux-mall/)
Peranan Gangnam District Bekasi yang berusaha dipotret melalui kacamata pembangunan polarisasi dalam hierarki sistem spasial menghasilkan simpulan bahwa hunian modern baru ini akan mampu menarik investor untuk berinvestasi. Otomatis investasi yang berhasil ditarik tersebut lambat laun akan menjadikan lokasi tersebut sebagai core yang mampu menciptakan external economies yang berpengaruh. Dapat kita bayangkan bahwa dampak polarisasi dari berdirinya Gangnam District Bekasi akan mampu membuat pelbagai faktor produksi mengutub arus kegiatannya menuju ke pusat pembangunan yang mendorong peningkatan pembangunan yang lebih intensif. Konsep apartemen terbaru di Bekasi yang coba disajikan pun memang didesain khusus untuk memberikan pengalaman hunian modern baru bercitarasa "Creative Living". Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Rp 268 juta-an untuk tipe studio dan Rp 536 juta-an untuk tipe 2 bedroom. Saya rasa ini merupakan harga yang layak dan pantas untuk sebuah investasi properti menjanjikan di masa depan.

Tipe studio (dok: http://gangnamdistrict.com/apartment-unit-plans/)
Tipe 2 bedroom (dok: http://gangnamdistrict.com/apartment-unit-plans/)
Pada akhirnya dapat dipahami bahwa kecenderungan pusat pertumbuhan tersebut merupakan pembangunan polarisasi sekaligus penerapan asas efisiensi. Saya pun jadi semakin yakin bahwa apartemen terbaru Gangnam District di Bekasi tidak hanya dapat menjadi alternatif pilihan hunian modern baru dengan konsep masa kini melainkan juga memiliki nilai investasi yang tinggi. So, buruan pesan sebelum kehabisan! 

dok: https://www.facebook.com/GangnamDistrictSuperblok/
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Blog Contest Gangnam District dari Pollux Property


Blog Review POLLUX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar