Sabtu, 18 Februari 2017

Kisah Sang Sopir Taksi Online: Sejahtera, Terjamin dan Bahagia di Hari Tua Berkat BPJS Ketenagakerjaan

dok: BPJS Ketenagakerjaan
Tempo hari selepas meeting, saya memesan taksi online untuk mengantar saya pulang ke rumah dikarenakan cuaca yang tidak mendukung untuk menggunakan ojeg online. Selang beberapa menit tibalah mobil jemputan berwarna silver di depan lobby. Saya segera menuju ke halaman parkir dan menyegerakan diri masuk ke dalam mobil sembari membuka pintu depan. Terlebih dahulu saya menyapa bapak sopirnya seraya mengucapkan salam. Saya duduk persis di samping pak sopir agar bisa lebih leluasa mengobrol.
“Halo Bapak, Assalammualaikum”, sapa saya sopan
“Eh Waalaikumussalam, Mbak. Menuju ke Dramaga ya?”, tanya Bapak sopir
“Iya, Pak”, sahut saya
Mobil lalu melaju di tengah derasnya hujan dan sepanjang perjalanan kami mengobrol mulai dari asal daerah hingga tempat tinggal, beliau bahkan semakin semangat bercerita ketika saya menanyakan tentang anak-anaknya. Hingga tibalah topik obrolan kami tentang pekerjaan, ternyata pak sopir taksi online bernama Bapak Tatang ini ialah seorang arsitek. Beliau bercerita bahwa untuk menekuni pekerjaan sekaligus bagian dari hobinya ini pada awalnya membutuhkan usaha ekstra. Pasalnya, stigma yang terlanjur melekat di masyarakat – tidak terkecuali pihak keluarga – mengasumsikan bahwa mereka yang bekerja ialah mereka yang berstatus pegawai negeri sedangkan diluar dari status tersebut masih kerap dianggap sebagai seorang “pengangguran” meskipun tetap berpenghasilan. 

Tapi, untunglah Pak Tatang tidak terlalu menghiraukan perkataan atau pendapat kebanyakan orang. Baginya tidak harus menjadi seorang pegawai negeri agar hidupnya terjamin. Toh, saat ini pemerintah juga telah memperhatikan masyarakat yang non pegawai negeri alias pekerja informal agar terjamin kehidupannya diantaranya melalui Program Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan bagian dari program yang diemban oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan)


dok: app playstore BPJSTK Mobile
Hal ini menjadi capaian penting di bidang ketenagakerjaan yang telah dilakukan pemerintah diantaranya terkait dengan perbaikan iklim ketenagakerjaan dan penguatan hubungan industrial yang harmonis yang dicapai melalui penyelesaian PP No. 45/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun dan PP No. 46/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua seiring dengan beroperasinya BPJS Ketenagakerjaan pada Juli 2015 silam.



Adapun Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua ini bersinergi dengan kebijakan di bidang Jaminan Sosial sebagai implementasi UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang telah dikembangkan oleh pemerintah melalui skema jaminan sosial. Pemerintah perlu memastikan bahwa seluruh penduduk terlindungi secara optimal dan terjaga agar sekiranya seluruh skema jaminan tersebut dapat berjalan dengan sehat dan berkesinambungan.

Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun yang merupakan bagian dari program kerja BPJS Ketenagakerjaan tentunya menjadi kabar baik khususnya bagi para pekerja swasta karena sesuai dengan amanat UU Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial para pekerja swasta ini merupakan tambahan dari skema yang telah ada dan akan memulai program Jaminan Pensiun yang diselenggarakan melalui BPJS Ketenagakerjaan. 


Lebih lanjut Pak Tatang lalu menceritakan tentang bagaimana caranya beliau mendaftarkan diri dalam kepesertaan Program Jaminan Hari Tua sebagai Bukan Penerima Upah yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut. Adapun jaminannya terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor beserta hasil pengembangannya. Pak Tatang bersyukur karena dengan statusnya sebagai seorang arsitek dan juga sopir taksi online, beliau tetap berkesempatan memiliki Jaminan Hari Tua.
“Terus, nilai iuran Jaminan Hari Tua nya berapa, Pak?", tanya saya penasaran
“Iuran Program Jaminan Hari Tua sangat terjangkau kok, Mbak. Besaran iurannya 2 persen”, jelas Pak Tatang bersemangat.
dok www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Hari-Tua-(JHT).html
dok: www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Hari-Tua-(JHT).html
Tidak hanya Program Jaminan Hari Tua, Pak Tatang juga menjelaskan kepada saya bahwasanya pemerintah juga telah menyediakan Program Jaminan Pensiun. Program Jaminan Pensiun sendiri merupakan jaminan sosial yang betujuan mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia. 



Wah, saya semakin tercerahkan dengan cerita Pak Tatang dan semangat serta daya juangnya. Akhirnya tibalah saya di tempat tujuan, setelah membayar ongkos taksi dan mengucapkan terimakasih saya bergegas masuk ke dalam rumah. 

Menarik sekali mengingat topik pembicaraan selama di perjalanan tadi dengan Pak Tatang, seorang sopir taksi online. Saya tidak menyangka akan memperoleh pembelajaran yang berharga melalui beliau. Lebih menariknya lagi ketika saya mengetahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki aplikasi yang dapat didownload melalui Playstore bagi para pengguna Android (lihat: disini). Melalui aplikasi bernama BPJSTK Mobile kita dapat memperoleh akses informasi tentang Saldo Jaminan Hari Tua, Simulasi, Informasi dan lainnya.


dok: app playstore BPJSTK Mobile
Fitur Saldo Jaminan Hari Tua memberikan kita informasi untuk cek saldo, rincian saldo dan klaim saldo. Tentu saja fitur ini sangat memudahkan para pengguna. Sedangkan fitur informasi menyajikan daftar kantor cabang terdekat semisal di Provinsi Jawa Barat khususnya Bogor yang memiliki sekitar 3 kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat yaitu di Bogor Cileungsi, Bogor Kota dan Bogor Leuwiliang (KCP).


dok: app playstore BPJSTK Mobile
Adapun fitur Simulasi terdiri dari Simulasi Saldo Jaminan Hari Tua dan Simulasi Jaminan Pensiun. Saya pun mencoba Simulasi Saldo Jaminan Hari Tua dengan asumsi: Upah saat ini sebesar Rp 6 juta dengan jumlah tahun selama 1 tahun dan saldo awal Rp 100 ribu. Maka, diperoleh hasil iuran Jaminan Hari Tua sebesar Rp 4.104.000 dengan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 162.610 dan saldo akhir selama setahun ialah sebesar Rp 4.366.610. Adapun perhitungan simulasi diatas dengan asumsi: Upah tetap; Iuran perusahaan 3,7 persen; Iuran tenaga kerja 2 persen; Besaran pengembangan 7 persen per tahun; Iuran dibayarkan tanggal 1 tiap bulan (Cat: hasil simulasi ini dapat berbeda dengan sesungguhnya)


dok: app playstore BPJSTK Mobile
Sedangkan untuk fitur Simulasi Jaminan Pensiun dilakukan dengan terlebih dahulu mengisi informasi tanggal lahir, awal kepesertaan, upah saat ini dan kenaikan upah per tahun (%). Hasil hitungan simulasi menghasilkan informasi bahwa dengan usia pensiun 65 dan tahun pensiun pada 2055 dengan masa iuran selama 463 bulan, saya akan memperoleh manfaat bulan pertama sebesar Rp 7.677.300 dengan keterangan bahwa usia pensiun dan tahun pensiun ialah usia dan tahun dimana hak saya sebagai peserta atas manfaat pensiun hari tua timbul. Adapun asumsinya ialah persentase inflasi 5 persen, pertumbuhan PDB 6 persen dan iuran dibayar secara tertib. 


dok: app playstore BPJSTK Mobile
Berkenaan dengan hal tersebut maka ada beberapa arah kebijakan pengembangan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh pemerintah diantaranya mencakup: (1) Perluasan cakupan jaminan ketenagakerjaan; (2) Peningkatan cakupan sosialisasi, advokasi dan edukasi program jaminan ketenagakerjaan; (3) Pengembangan inovasi metode pendaftaran dan pengumpulan iuran yang lebih efektif; (4) Penguatan sistem dan prosedur kepesertaan dan iuran; (5) Pemantapan pengelolaan data pekerja dan perintisan sistem pemetaan data pekerja; (6) Penegakan kepatuhan bagi sektor usaha yang belum mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan ketenagakerjaan; (7) Integrasi program secara bertahap; (8) Sinkronisasi kepesertaan dan penyesuaian manfaat; dan (9) Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi terpadu.

Capaian penting guna melengkapi kebijakan di bidang ketenagakerjaan dan jaminan sosial tersebut diantaranya dapat tercermin melalui kepesertaan jaminan ketenagakerjaan yang diduga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang terlampir dalam Laporan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia tahun 2015 bahwa pada akhir triwulan I tahun 2015, peserta aktif jaminan ketenagakerjaan telah mencapai 16,3 juta pekerja yang bekerja di lebih dari 234 ribu perusahaan. Angka ini meningkat sekitar 22,6 persen jika dibandingkan dengan kepesertaan pada akhir triwulan I tahun 2014 yang lalu. Dari keseluruhan peserta, sebanyak 711,7 ribu peserta atau sekitar 4,4 persen tergolong pekerja sektor informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Akhir kata, upaya penjaminan secara sosial ketenagakerjaan baik berupa Jaminan Hari Tua maupun Jaminan Pensiun perlu terus dilakukan melalui sistem pengawasan dan verifikasi baik pada tingkat pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Serta penguatan pada tingkat kebijakan guna meningkatkan kendali dan secepatnya dapat memitigasi setiap risiko agar lebih banyak Pak Tatang-Pak Tatang lain yang dapat menikmati manfaat penjaminan tersebut sehingga bisa merasakan terjaminnya kehidupan dan bahagia di hari tuanya. 

Cat: tulisan dikutsertakan dalam Lomba Blog BPJS Ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Blogdetik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar