Selasa, 04 April 2017

Mesin Cuci untuk Bi Juju: Upah Sebuah Kejujuran

“Bu, nanti kalo Yesi udah besar dan udah kerja, gaji pertama Yesi kasih untuk Ibu ya”
Saya teringat celetukan semasa kecil dulu. Ketika Yesi kecil pun sebenarnya belum begitu paham apa bedanya gaji, honor dan upah. Ibu hanya tersenyum ketika itu. Tapi dalam hatinya tentu ada pengharapan yang begitu besar dan doa yang tiada pernah henti hingga kini untuk anak-anaknya agar kelak sukses di masa depan.

Berdasarkan kepercayaan yang saya anut, junjungan Nabi besar kami para umat Islam, Rasulullah SAW memerintahkan kita umatnya untuk menyayangi dan menghormati sosok Ibu terlebih dahulu bahkan dengan porsi yang lebih besar melebihi Ayah. Hal ini tercermin dari ungkapan “Ibu, Ibu, Ibu, Ayah” yang kemudian semacam menjadi penanda bahwasanya orang yang patut kita sayangi melebihi hal apapun juga yang ada di atas bumi ini ialah Ibu, tentunya tanpa melupakan sosok Ayah. Jadi, Ibu menjadi orang yang paling saya sayangi di dunia ini. 

dok: pribadi
Alasan mendasar yang membuat saya menyayangi Ibu ialah bukan hanya karena Ibu yang melahirkan, menyapih, menyusui, menyiapkan segala keperluan dan membesarkan saya melainkan juga karena Ibu telah rela mencurahkan segenap kemampuan yang dimiliki untuk memberikan yang terbaik kepada kami sekeluarga. Ibu telah mengorbankan banyak hal demi anak-anaknya. Dan satu hal yang terpenting ialah bahwa Ibu dengan sukarela telah menggadaikan kepentingan pribadinya dan mengabdikan segenap dirinya untuk keluarga. Sungguh pengorbanan yang tak ternilai harganya dan patut diapresiasi.

Saya begitu mengagumi Ibu karena beliau merupakan sosok Ibu Rumah Tangga yang penuh totalitas mengurus keluarga. Beliau membesarkan kami anak-anaknya tanpa bantuan pihak siapapun. Beliau merantau dan jauh dari keluarga. Hal lain yang patut saya banggakan dari sosok Ibu saya ialah sikap visioner dan fokus perhatiannya pada dunia pendidikan. Ibu kerap menasehati saya untuk terus sekolah setinggi-tingginya meskipun Ibu tidak berpendidikan tinggi dan hanya menamatkan sekolah hingga di bangku Sekolah Menengah Atas. 

Ibu melakukan semua pekerjaan domestik dalam rumah seorang diri tanpa bantuan siapapun juga karena kami tidak pernah memiliki pembantu. Sesekali saya dan adik berbagi peran untuk membantu Ibu tapi semenjak masing-masing dari kami beranjak dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing maka kami pun mulai jarang berada di rumah. 

Oleh karenanya hal inilah yang kemudian menjadi alasan kenapa saya begitu mengagumi Ibu dan menobatkan Ibu sebagai sosok Ibu rumah tangga yang sangat totalitas dan berdedikasi terhadap keluarganya. Padahal sebenarnya penting untuk diketahui bahwa Ibu memiliki alergi. Jadi, setiap kali sehabis mencuci pakaian, kulit Ibu pasti langsung iritasi. Terkadang saya sedih melihatnya.

Hingga suatu hari Alhamdulillah saya memperoleh rejeki lebih, maka saya pun berinisiatif untuk membelikan Ibu sebuah mesin cuci. Hal ini semata agar memudahkan Ibu dalam bekerja dan menyelesaikan pekerjaan domestiknya dalam rumah tangga. Saya pun menuju toko elektronik dan membelikan Ibu sebuah mesin cuci otomatis Merk Samsung. Setelah melakukan pembayaran saya meminta pihak toko untuk mengirimkannya ke alamat yang dimaksud. Saya lalu bergegas pulang dan berniat untuk memberikan kejutan kepada Ibu. Selang beberapa jam, mesin cuci yang saya beli pun tiba dan Ibu begitu terkejut melihatnya karena tidak menyangka bahwa saya akan membelikannya sebuah mesin cuci. Beliau tampak begitu terharu.

Selang beberapa waktu kemudian, saya lalu pindah keluar kota dan harus ngekost. Otomatis saya dituntut agar bisa lebih mandiri mengurus diri sendiri terutama dalam hal memasak, menyiapkan makanan, mencuci dan lain sebagainya. Tapi, untunglah tempat makan dengan harga murah meriah banyak terdapat di sekitar tempat kost. Sedangkan untuk urusan mencuci pakaian ada sosok Ibu Juju yang membantu para anak kost. 

Kali pertama mengenal Bi Juju (demikian kami memanggilnya), saya begitu kagum karena beliau tidak pernah mengeluh, selalu ramah dan tersenyum. Beliau pun merupakan sosok pekerja keras karena ternyata Bi Juju tidak hanya mencuci pakaian melainkan juga menyapu dan menyiapkan catering makanan siap saji bagi siapa saja yang membutuhkan. Untuk diketahui bahwa harga mencuci pakaian sebulan sebesar Rp 60 ribu dengan waktu pengambilan dan/atau pengantaran pakaian kotor dan bersih rutin dilakukan seminggu dua kali dan tiap menjelang maghrib.

Pst, saya sebenarnya memiliki pengalaman tersendiri dengan Bi Juju. Pernah suatu hari seperti biasa saya memberikan pakaian kotor kepada beliau. Jumlah pakaian kotor begitu banyak tidak seperti biasanya karena saya baru saja pulang dari perjalanan kunjungan lapang ke Maluku. Durasi perjalanan yang panjang tentunya berdampak pada jumlah pakaian kotor yang tersedia. Akhirnya saya pun tidak lagi memeriksa kantong saku baju maupun celana. 

Selang beberapa hari kemudian, Bi Juju datang mengembalikan pakaian kotor yang telah bersih dan herannya beliau seraya memberikan beberapa lembar uang kepada saya. Awalnya saya bingung dan cukup terkejut tapi Bi Juju lalu menjelaskan bahwa beliau menemukan beberapa lembar uang dalam saku celana ketika akan mencuci pakaian saya. Subhanallah, saya tidak habis pikir bahwa beliau akan mengembalikan uang tersebut. Seketika saya merasa sangat beruntung dan bersyukur karena dikelilingi oleh banyak orang yang jujur dan dapat dipercaya.

Hingga pernah suatu ketika, pengantaran dan pengambilan pakaian yang biasanya dilakukan oleh Bi Juju lalu digantikan oleh saudaranya. Saya tanyakan ada apa karena tidak biasanya, ternyata Bi Juju sedang sakit demam sehingga butuh istirahat beberapa waktu kedepan. Selang beberapa hari kemudian Bi Juju akhirnya datang ke kostan dan seperti biasanya beliau mengantarkan pakaian bersih dan mengambil pakaian kotor. Saya pun menanyakan apakah Bi Juju sudah sehat dan bagaimana keadaannya. 
“Alhamdulillah neng udah mendingan. Bibi hanya kecapekan kok, neng. Tapi Bibi harus tetap kerja, neng. Buat makan anak-anak”. 
Saya seakan menemukan sosok Ibu dalam diri Bi Juju, beliau merupakan perempuan pekerja keras dan pantang menyerah. Beliau berkorban dan mendedikasikan dirinya untuk anak-anak dan keluarga tanpa pamrih. Saya begitu terharu dan mengapresiasi para perempuan hebat ini. Saya pun merasa perlu untuk melakukan inisiatif guna mempersembahkan sesuatu hal yang dapat membantu meringankan pekerjaan Bi Juju dan membalas semua kebaikannya selama ini.

Saya lalu membuka laman website elevenia dan mencari beberapa barang elektronik. Saya pun menemukan mesin cuci yang pernah saya belikan dan berikan kepada Ibu dulu. Hmm, seketika saya teringat Ibu dirumah dan sepertinya menarik juga bila saya membelikan Bi Juju sebuah mesin cuci untuk meringankan tugas dan pekerjaan sehari-harinya dalam mencuci pakaian anak kostan. Dan pilihan pun jatuh pada mesin cuci merk Samsung. Ya, saya lalu memutuskan ingin memberikan Bi Juju mesin cuci kelak ketika saya memperoleh rejeki lebih. Sebuah mesin cuci Samsung WA70H4000 Diamond Drum Grey seharga Rp 2.564.100. In Shaa Allah, Aamiin!

dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
Saya menemukan nilai moral berupa kejujuran dan keibuan dalam diri Bi Juju. Sekiranya nilai moral yang dimiliki Bi Juju dapat terus memotivasi dan menginspirasi kita. Selayaknya seorang Ibu bagi anak-anaknya, beliau merupakan perempuan, Ibu dan Istri yang pantang menyerah, pekerja keras dan mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang lain terutama anak-anaknya. Saya rasa sebuah mesin cuci berkualitas belum seberapa harganya bila dibandingkan dengan daya juang, motivasi dan nilai kejujuran yang dianut oleh sosok seorang Bi Juju. Saya harap ini dapat menjadi “cerita hepi” untuk Bi Juju bila keinginan saya membelikan beliau sebuah mesin cuci dapat terwujud. 

Ket: tulisan diikusertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia

dok: www.elevenia.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar