Senin, 25 Desember 2017

Kunci Sukses Raih Resolusi 2018 dengan Theragran-M, Ingat 3S!

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berperan serta atas pencapaian resolusi di tahun 2017. Thanks for being my supporting system! Besar harapan semoga di tahun 2018 mendatang target resolusi berikutnya dapat tercapai kembali. Aamiin!


Caribou coffee (dok: pribadi)
Bila diperkenankan saya ingin napak tilas sejenak ke dua belas bulan yang lampau guna mengenang, merenungi dan mensyukuri kembali pencapaian apa saja yang telah berhasil diraih. Hal ini semata untuk menjaga agar semangat tak putus dan asa jangan sampai pupus. 

Awal Januari 2017 menjadi permulaan yang baik karena target resolusi saya untuk menerbitkan buku akhirnya tercapai. Pada bulan Januari silam saya memperoleh kabar bahwa buku antologi berjudul “EPISODIC: Senarai Apresiasi Asa” telah diterbitkan oleh IPB Press melalui peran serta Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana IPB Bogor. Ini merupakan buku antologi pertama saya. Alhamdulillah!

Buku antologi pertama diterbitkan oleh IPB Press (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Februari 2017 target resolusi berikutnya tercapai yaitu tepat pada tanggal 6 Februari 2017 saya melaksanakan sidang promosi ke-2 dan pada tanggal 27 Februari 2017 saya melaksanakan Seminar Hasil. Perlahan namun pasti saya berusaha menyelesaikan berbagai tahapan studi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang mesti dituntaskan segera.

Terimakasih kepada semua pihak yang berperan sebagai "supporting system" (dok: pribadi)
Pada bulan Maret 2017 merupakan bulan dimana saya mengatur strategi berikutnya. Saya melakukan submit beberapa naskah artikel ke jurnal nasional maupun internasional. Di bulan ini pula lah saya membuat akun di media sosial bernama “One Day One Journal” guna memacu semangat untuk terus menulis dan membaca. Laman grup “One Day One Journal” bertujuan menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berbagi dan memperoleh informasi.

Letter of Review Jurnal Bank Indonesia (dok: pribadi)
Berikutnya, pada bulan April 2017 saya berkesempatan melakukan internship di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tepatnya di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan berlokasi di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung A Lantai 9. Hal ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kegiatan ini menunjang riset/penelitian yang sedang saya lakukan khususnya terkait Bank Perkreditan Rakyat. 

Berkesempatan menimba ilmu di OJK (dok: pribadi)
Resolusi yang paling ditunggu-tunggu sepanjang hidup (lebay!) akhirnya tercapai di bulan Mei 2017. Ini merupakan kali pertama saya berkesempatan ke luar negeri yaitu dengan mengunjungi ibukota Thailand, Bangkok tepat pada tanggal 13 – 16 Mei 2017. Bagi saya travelling mengajarkan banyak hal, tidak hanya pengalaman yang diperoleh karena mengunjungi tempat baru melainkan juga karena kita bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam latar belakang budaya, bahasa maupun selera. Untungnya sekembali dari luar negeri saya langsung ditawari pekerjaan sehingga memungkinkan saya melanglang buana kembali dalam rangka project YouthWin Economic Participation hasil kerjasama dengan USAID. Hm, jalan-jalan bisa saja tapi bekerja juga harus tetap jalan!

Mengenakan pakaian adat khas Bangkok, Thailand (dok: pribadi)
Akhirnya, bulan Juni 2017 pun tiba. Ini adalah saatnya untuk berkumpul dengan keluarga. Saya kembali ke tanah kelahiran yaitu Manado yang merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara tempat dimana ayah dan ibu saya berada. Saya menghabiskan waktu bersama keluarga, bersilaturahmi dengan tetangga dan merayakan hari raya keagamaan kami yaitu Idul Fitri dengan berbahagia. Berkumpul bersama keluarga juga merupakan ajang untuk mengumpulkan semangat dan mengatur strategi kembali guna mencapai target resolusi selanjutnya.

Bersama ibunda tercinta (dok: pribadi)
Tepat pada bulan Juli 2017, resolusi yang saya cita-citakan kembali tercapai yaitu saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Regional Science Association (IRSA). Selain itu di bulan Juli ini pula saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Daeng Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Saya senang sekali karena bisa mencicipi kuliner legendaris bernama palubasa serigala (yang terletak di Jalan Serigala) serta mengunjungi pantai losari. Meski kunjungannya sangat singkat namun meninggalkan kenangan mendalam. 

Pemakalah di konferensi internasional IRSA (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Agustus 2017 target resolusi berikutnya kembali tercapai yaitu tepat pada tanggal 21 Agustus 2017 saya berkesempatan melaksanakan Sidang/Ujian Tertutup Program Doktor/S3, Alhamdulillah! Lalu, selang 3 hari kemudian saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Tidak hanya memperoleh penghargaan terbaik, sertifikat dan uang tunai sebagai honorarium, saya juga memperoleh pengalaman serta jejaring yang luas melalui konferensi internasional tersebut. Sungguh pengalaman yang sangat berarti!

Pemakalah pada konferensi internasional Bank Indonesia (dok: pribadi)
Kabar gembira kembali menyapa di bulan September 2017 karena buku antologi saya berjudul “Cerita untuk Sahabat” telah terbit! Dengan demikian buku antologi ini menjadi buku antologi kedua saya setelah sebelumnya telah terbit buku antologi berjudul “EPISODIC”. Bedanya, jika buku “EPISODIC” ditulis bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana maka buku “Cerita untuk Sahabat” ini ditulis bersama teman-teman lintas agama khususnya teman-teman Konferensi Wali Gereja Indonesia. Buku ini mengulas tentang isu toleransi dengan kisah-kisah yang mendalam dan sarat makna dari masing-masing penulisnya.

Berpose bersama pembaca setia buku Cerita untuk Sahabat. Terimakasih! (dok: pribadi)
Bulan Oktober 2017 menjadi bulan yang spesial dan paling dinanti-nanti. Bukan hanya karena bulan Oktober merupakan bulan kelahiran saya dan ibunda tercinta, melainkan di bulan inilah saya mencoba peruntungan kembali dengan mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (meskipun pada akhirnya belum beruntung!). Tapi, saya masih terus bersyukur karena saya meyakini bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Tak pelak, kabar gembira kemudian kembali menyapa karena selang beberapa hari setelah hari ulang tahun saya yang ke-28, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam Diskusi Buku antologi “Cerita untuk Sahabat”. Saya dan beberapa narasumber lainnya berkesempatan untuk berbagi dan menceritakan pengalaman kami terkait isu toleransi. Lalu, tepat pada tanggal 23 Oktober saya memperoleh kabar gembira kembali karena dinyatakan lulus ujian tertutup Program Doktor. Alhamdulillah, ini merupakan pertanda yang baik untuk bersiap melangkah pada tahap selanjutnya.

Menjadi narasumber dalam Diskusi Buku (dok: pribadi)
Selanjutnya, bulan November 2017 bisa dikatakan menjadi tonggak sejarah pencapaian saya selang lima tahun belakangan ini. Bukan hanya karena saya berkesempatan menginjakkan kaki ke luar negeri lagi yaitu ke Malaysia (Kuala Lumpur) dan Singapura, melainkan karena tepat pada tanggal 30 November saya melaksanakan Sidang Promosi Terbuka Program Doktor dan berhak menyandang GELAR DOKTOR. Alhamdulillah! Sebagaimana pernyataan dosen pembimbing/promotor saya bahwasanya ini bukan merupakan akhir melainkan awal dari segala pencapaian yang ada khususnya karir saya kedepan. Saya harus melangkah sembari mengucapkan Bismillah! 

Lulus Sidang Promosi Doktor/S3 (dok: pribadi)
Pada akhirnya, tibalah di penghujung tahun yaitu bulan Desember 2017 dimana merupakan bulan yang penuh dengan perenungan tentang pencapaian target resolusi setahun ini. Perlahan namun pasti resolusi tercapai diantaranya ketika saya berkesempatan menjadi salah satu penulis untuk artikel yang dipresentasikan pada Seminar Nasional yang diadakan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah berlokasi di Semarang. Selain itu saya berkesempatan memenuhi undangan dari salah satu perusahaan properti ternama sebagai Blogger terpilih dan menjadi pemenang dalam kompetisi menulis yang mereka laksanakan. Serta memenuhi undangan sebagai nominasi terpilih kategori penulis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan mengikuti serangkaian acara yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun LIPI yang ke-50. Serta yang tak terlupa ialah terbitnya buku antologi ke-3 berjudul “Wacana untuk Pembangunan Pertanian dan Perdesaan Indonesia” oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana. Alhamdulillah!

Seminar Nasional di BAPPEDA Prov Jateng (dok: pribadi)
Besar harapan tahun 2018 akan menjadi tahun dimana saya dapat menjadi pribadi yang terus bersyukur dan selalu bersemangat untuk berusaha mencapai target dan mewujudkan resolusi yang telah saya rencanakan di tahun 2018. Berikut ialah Resolusi Tahun 2018 yang direncanakan:

Wisuda (untuk yang ketiga kalinya!)

Ini merupakan resolusi yang saya idam-idamkan selama ini dan merupakan puncak pencapaian studi saya di bangku perkuliahan selang 10 tahun belakangan ini. Dengan wisuda ini nantinya akan menjadi pembuktian atas pencapaian resolusi di tahun-tahun yang telah lalu karena wisuda kali ini merupakan jenjang pendidikan tertinggi yaitu Strata 3/Doktoral. In Shaa Allah!

Menerbitkan buku (lagi)

Saya sangat menyukai pelbagai hal yang berkaitan dengan literasi dan berharap dapat terus menghidupinya. Saya ingin terus berbuat dan menghasilkan karya hingga memberikan inspirasi kepada para pembaca. Sederhananya saya ingin “berdampak” dan menjalani kehidupan yang berarti serta penuh makna. Karena dengan menulis saya merasa hidup dan berguna serta bermanfaat.

Meniti karir 

Semenjak tahun 2014, saya terlibat beberapa project penelitian dan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait baik legislatif, eksekutif, maupun LSM. Kedepan dengan gelar yang dimiliki serta pengalaman yang belum seberapa ini saya berharap dapat meniti karir di suatu lembaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Aamiin!

Menikah 

Hal ini merupakaan impian yang tidak bisa dipaksakan. Itu pasti! Karena yang namanya jodoh adalah rahasia Ilahi. Tapi yang pasti di usia 28 tahun ini saya merasa bahwa inilah saatnya bagi saya untuk menemukan tambatan hati dan menautkan perasaan secara mantap. Bismillah!

Umrah 

Menjadi satu aktivitas “traveling” yang lebih dari sekedar luar biasa karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Saya berharap dapat segera menjalani perjalanan penuh makna ini tentunya dengan pasangan halal saya kelak. Semoga tahun 2018 menjadi tahun yang penuh berkah dan menjadi turning point dalam segala aktivitas peribadatan yang saya lakukan. Aamiin!

Tak ayal, untuk mewujudkan target resolusi di tahun 2018 tersebut tentu kesehatan menjadi kunci utama. Saya harus pintar menjaga kesehatan di sela kesibukan dan padatnya aktivitas. Saya teringat ketika sakit kepala sebelah/migrain melanda di tengah padatnya aktivitas. Maka, apa yang bisa saya perbuat? Do Nothing! Dan jujur saja hal tersebut sangatlah menyiksa. Saya merasa rugi karena melewatkan hari dengan percuma dan terasa sia-sia. Kesehatan merupakan modal utama, oleh karenanya saya terus menjaga performa fisik dengan berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur teratur dan tentunya mengkonsumsi suplemen/vitamin.


Adapun suplemen andalan tersebut diantaranya ialah produk multivitamin Theragran-M: Multivitamin-Mineral yang merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Theragran-M berbentuk tablet salut gula yang memungkinkan saya melakukan aktivitas tanpa perlu merasa khawatir dengan sakit kepala sebelah yang menyerang karena produk multivitamin ini merupakan Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Kompisisi tiap tablet salut gula Theragran-M mengandung diantaranya vitamin dan mineral yang berguna membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.


dok: pribadi
dok: pribadi
Kandungan vitamin dalam Theragran-M diantaranya yaitu Vitamin A (sebagai asetat), vitamin D (cholekalsiferol), vitamin B1 (tiamina mononitrat), vitamin B2 (riboflavina), vitamin B6 (piridoksina hidroklorida), vitamin B12 (sianokobalamina), vitamin C (sebagai natrimun askorbat), vitamin E (sebagai dl-alfatokoferil asetat), Niasinamida dan Kalsium Pantotenat. Selain itu terdapat kandungan Mineral yang terdiri dari Iodium (sebagai kalium Iodida), Besi (sebagai fumarat), Tembaga II (sebagai sulfat), Mangan II (sebagai sulfat), Magnesium (Sebagai karbonat) dan Seng (sebagai sulfat). 

dok: pribadi
Satu hal yang terpenting produk Theragran-M Multivitamin-Mineral produksi PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ini telah memiliki status HALAL dari MUI. Pada intinya prinsip saya ialah: Kalau sakit jangan lama-lama! Yuk, konsumsi Theragran-M dan raih resolusi tahun 2018 mu dengan cekatan. Ingat Theragran-M, ingat 3S! Syukur, Semangat dan Sehat!

Cat: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.


2 komentar:

  1. Keren ih, Mbak, sama prestasi2 yg sudah diraih :). Sukses terus dan semoga barokah ya, Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yra terimakasih mas/mba dinamars. Doa yg sama utk kesuksesan mas/mba kedepannya. InsyaAallah barokah jg. Saya hanya berusaha mensyukuri hasil yg blm seberapa. Semoga kita semua ttp terus bersemangat meraih Ridha-Nya Aamiin yra

      Hapus