Minggu, 30 Desember 2018

Gemar Berinvestasi Wujudkan Keuangan Inklusif

dok: pribadi

Hari gini belum punya investasi? Apa kata dunia?

Terinspirasi dari artikel berjudul “Agar Masa Depan Terjamin, Ini 4 Alasan Anak Muda Wajib Investasi” yang tayang dalam situs www.moneysmart.id (baca: disini), saya lantas berniat untuk semakin gigih berinvestasi dan menjadikan rencana saya ini sebagai resolusi di tahun 2019 mendatang. Hal ini guna melatih diri dan memberikan jaminan terhadap masa depan saya sendiri serta orang-orang terkasih.

Alasan tentang pentingnya berinvestasi di usia muda tersebut dijelaskan sebagai berikut yaitu: 1) Mencapai kebebasan finansial; 2) Penghasilan tambahan dana pensiun; 3) Biarkan uang yang bekerja; dan 4) Keuntungan semakin besar. Ya, sangat setuju dengan alasan tersebut. Mengingat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, saya sedikit banyak telah merasakan manfaat berinvestasi.
dok: moneysmart.id/
Benar adanya bahwa dengan berinvestasi kita telah membuat uang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Ketika kita bekerja untuk uang maka besar kemungkinan kita tidak akan merasa cukup dan dampak terburuknya ialah menjadi kufur nikmat. Investasi juga mengajarkan banyak hal diantaranya yaitu membantu kita mencapai kebebasan finansial sehingga menjadi pribadi yang lebih mandiri. Selain itu, investasi akan memberikan penghasilan tambahan dan menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

Tapi, bagaimana caranya mengajak dan menyadarkan para anak muda generasi milenial lainnya yang belum “kepincut” untuk berinvestasi sejak usia dini? 



Tenang, ada 5 langkah ampuh untuk mengajak para milenial mulai “demen” berinvestasi (baca: disini), yaitu: 1) Ingatkan goal jangka pendek, menengah dan jangka panjang; 2) Jangan iming-imingi asetnya tetapi manfaatnya; 3) Investasi buat bisnis; 4) Mulai dengan yang mudah dulu; dan 5) Ajarkan investasi pada milenial dengan bersenang-senang.

Sebagai pengingat bahwa perlunya menentukan tujuan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan di jangka pendek, menengah dan/atau panjang semisal kebutuhan lanjut sekolah (S2/S3), menikah, membeli rumah, membeli kendaraan bermotor, liburan dan bahkan menunaikan ibadah ke tanah suci bagi yang beragama muslim. Kebermanfaatan dari investasi ialah mencakup hal-hal yang berkaitan dengan keinginan/kebutuhan kita pribadi.

Kuncinya, think big-start small-and move fast. Ya, mulai dengan investasi yang mudah dan murah dulu. Lalu, lambat laun beranjak ke jenis investasi yang lebih baik dan memberi keuntungan yang lebih besar. Pada dasarnya berinvestasi adalah berbisnis dan perlu dilakukan dengan cara bersenang-senang namun serius.

Selanjutnya, mungkin diantara kalian akan ada yang bertanya-tanya tentang investasi apa yang terbaik dan paling menguntungkan di tahun 2019? 



Tenang, sebagai seorang investor pemula maupun sebagai investor yang ingin meningkatkan keuntungan dan melakukan diversifikasi jenis investasi maka bisa membaca artikel berjudul “5 Investasi Terbaik dan Menguntungkan di 2019” (baca: disini). Artikel ini memberikan informasi jenis investasi terbaik yaitu: Investasi Properti, Investasi Emas, Investasi Reksadana, Investasi Saham, Investasi Obligasi dan Investasi Peer-to-Peer (P2P) Lending.

Beberapa investasi tersebut memang terbilang yang paling populer di Indonesia. Tapi, saya secara pribadi masih bergelut pada beberapa jenis investasi tertentu semisal Investasi Properti dan Investasi Emas. Kedepan, saya rasa perlu untuk melakukan diversifikasi investasi melalui Investasi Reksadana, Saham, Obligasi dan/atau P2P Lending. Semoga!

Adapun alasan saya menggeluti investasi properti khususnya kavling tanah/lahan karena investasi tersebut dapat menjadi aset dengan harga yang terus merangkak naik (alias tidak pernah turun!). Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya permintaan berdasar pada kebutuhan konsumen dan lahan yang tersedia semakin terbatas. 


dok: pribadi

Investasi emas khususnya emas batangan/logam mulia dan perhiasan emas juga dapat menjadi alternatif pilihan investasi karena emas merupakan jenis investasi yang paling mudah dan murah untuk dilakoni. Investasi emas juga memiliki risiko yang cukup kecil. Pasalnya, harganya cenderung stabil bahkan nilainya terus bertambah seiring waktu berjalan. Terutama harga emas Antam berupa logam mulia dikarenakan kadar karat dan kemurnian yang terkandung didalamnya. Namun, perlu dipahami bahwa investasi emas merupakan investasi jangka panjang. 

dok: pribadi
Selain itu, saya memilih investasi dalam bentuk simpanan berupa deposito. Produk perbankan ini sangat mudah dijalankan dan kita diberi kebebasan untuk menentukan masa tenor. Lain halnya dengan emas, deposito merupakan alternatif investasi jangka pendek (baca: disini). Pasalnya, deposito dapat dengan mudah dicairkan bahkan sebelum jatuh tempo. Selain itu, deposito memiliki risiko yang terbilang kecil dan yang terpenting adalah adanya jaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Jenis simpanan lainnya yang juga masuk kategori investasi ialah Tabungan Berjangka. Calon nasabah/investor dapat memilih jangka waktu pendek, menengah/panjang untuk tabungan tersebut. Saya pribadi memiliki tabungan berjangka berupa tabungan perencanaan dengan jangka waktu 1 tahun (jangka pendek) dan 10 tahun (jangka menengah/panjang). Keunggulannya ialah melatih kita untuk menjadi lebih konsisten dalam menabung sekaligus berinvestasi. Secara tidak langsung kita menjadi semakin handal dalam melakukan manajemen keuangan.

Intinya, ada 5 tips sederhana bagi para pemula sang calon investor agar dapat meraup uang dan keuntungan dari investasi (baca: disini), yaitu: 1) Menentukan tujuan investasi; 2) Memahami dasar investasi; 3) Memahami risiko; 4) Menggunakan uang sendiri; dan 5) Jangan fokus di satu instrumen investasi.

Upaya untuk menghindari dan/atau meminimalisir risiko ialah dengan memecah fokus ke lebih dari satu instrumen investasi. Langkah ini tergolong bijak dikarenakan pemahaman investor terhadap dasar investasi dan risiko yang diperkirakan akan muncul. Penentuan tujuan investasi juga akan menguji komitmen semenjak awal sehingga kita perlu teguh pendirian dalam berinvestasi. Satu hal yang terpenting ialah berinvestasilah dengan uang sendiri yaitu hasil pendapatan yang disisihkan, bukan disisakan.


Akhir kata, saya sebagai perwakilan suara anak muda merasa optimis dengan dunia investasi tanah air Indonesia. Sebagaimana survei yang dilakukan oleh Good News from Indonesia tentang Tingkat Optimisme Generasi Muda pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 52 persen generasi muda di perkotaan cukup optimis terhadap masa depan Indonesia. Tingkat optimisme kuat ini memberikan angin segar bagi kemajuan suatu Negara, tak terkecuali di bidang investasi.

Lebih lanjut, survei tentang Skor Kebahagiaan Anak Muda di Berbagai Negara oleh Varkey Foundation menjelaskan bahwa dibandingkan dengan anak muda di negara lainnya, para anak muda di Indonesia ternyata termasuk anak muda yang paling bahagia di dunia. Hal ini diperkirakan akan dapat menjadi pendorong terwujudnya anak muda Indonesia yang gemar berinvestasi.

Kedepan, pembangunan kepemudaan harus bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepemudaan yang berkualitas serta pemberdayaan dan pengembangan pemuda. Para anak muda harus memiliki akses dan keterbukaan informasi terkait pengelolaan keuangan dan gaya hidup guna memperoleh pengetahuan tentang bagaimana caranya mengatur keuangan pribadi. Dengan begitu anak muda telah turut serta dalam upaya mewujudkan keuangan inklusif terutama pada dimensi akses, penggunaan dan kualitas. So, Investasi? Siapa takut!


Referensi: 

Ket: penulis merupakan Program Manager di Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif

Cat: tulisan diikutsertakan dalam Kompetisi Blog MoneySmart 2018 #CerdasDenganUangmu


dok: moneysmart.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar