Sabtu, 15 Juli 2017

Evolusi Gender dan Seksualitas: Antara Kedaulatan Diri dan Takdir Anatomi

dok: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/
The first time I uttered a prayer was in a glass-stained cathedral.I was kneeling long after the congregation was on its feet,dip both hands into holy water trace the trinity across my chest,my tiny body drooping like a question mark all over the wooden pew.I asked Jesus to fix me,and when he did not answer. I befriended silence in the hopes that my sin would burn and salve my mouth would dissolve like sugar on tongue,but shame lingered as an after taste. And in an attempt to reintroduce me to sanctity,my mother told me of the miracle I was,aid I could grow up to be anything I want I decided to be a boy.it was cute.I had snap back, toothless grin,used skinned knees as street cred,played hide and seek with what was left of my goal.I was it. The winner to a game the other kids couldn't play
I was the mystery of an anatomy
a question asked but not answered,tight roping between awkward boy and apologetic girl,and when I turned 12, the boy phase wasn't deemed cute anymore.it was met with nostalgic aunts who missed seeing my knees in the shadow of skirts who reminded me that my kind of attitude would never bring a husband home that I exist for heterosexual marriage and child-bearing. And I swallowed their insults along with their slurs. Naturally, I did not come out of the closet
The kids at my school opened it without my permission
Called me by a name I did not recognize
said "lesbian,”
but I was more boy than girl, more Ken than Barbie
It had nothing to do with hating my body
I just love it enough to let it go,
I treat it like a house,
and when your house is falling apart
you do not evacuate
you make it comfortable enough to house all your insides
you make it pretty enough to invite guests over
you make the floorboards strong enough to stand on
My mother fears I have named myself after fading things.
As she counts the echoes left behind by Mya Hall, Leelah Alcorn, Blake Brockington.
She fears that I'll die without a whisper,
that I'll turn into "what a shame" conversations at the bus stop. She claims I have turned myself into a mausoleum
that I am a walking casket
news headlines have turned my identity into a spectacle
Bruce Jenner on everyone's lips while the brutality of living in this body
becomes an asterisk at the bottom of equality pages
No one ever thinks of us as human
because we are more ghost than flesh,
because people fear that my gender expression is a trick
that it exists to be perverse,
that it ensnares them without their consent,
that my body is a feast for their eyes and hands
and once they have fed off my queer,
they'll regurgitate all the parts they did not like
They'll put me back into the closet, hang me with all the other skeletons.
I will be the best attraction.
Can you see how easy it is to talk people into coffins,
to misspell their names on gravestones
And people still wonder why there are boys rotting,
they go away in high school hallways
they are afraid of becoming another hashtag in a second
afraid of classroom discussions becoming like judgment day
and now oncoming traffic is embracing more transgender children than parents
I wonder how long it will be
before the trans suicide notes start to feel redundant,
before we realize that our bodies become lessons about sin
way before we learn how to love them.
Like God didn't save all this breath and mercy
like my blood is not the wine that washed over Jesus' feet
My prayers are now getting stuck in my throat
Maybe I am finally fixed
maybe I just don't care,
maybe God finally listened to my prayers
Lee Mokobe, seorang transgender berusia 20 tahun berkebangsaan Afrika Selatan membawakan puisi spektakuler tersebut di depan forum TEDx pada 2015 silam. Lee beranggapan bahwa puisi yang dibacakannya merupakan curahan isi hatinya, such a powerful poem about what it feels like to be transgender. Sungguh saya tak akan bisa membayangkan jika berada di posisinya pada usia yang masih sangat muda belia dengan pengakuan diri yang luar biasa. Lee adalah segelintir dari sekian banyak orang yang pada realitanya dilahirkan sebagai perempuan tapi tidak kuasa menolak suara hatinya yang mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang lelaki. 

Berkenaan dengan hal tersebut, apakah kalian pernah mendengar tentang istilah “Interseks”? Ya, interseks merupakan jenis kelamin yang berbeda bila dibandingkan dengan laki-laki atau perempuan pada umumnya. Alice Dreger (2010) mengungkapkan perihal interseks ini melalui contoh seseorang yang memiliki kromosom XY dan gen SRY pada kromosom Y yang merupakan bakal pembentuk testis. Di dalam kandungan, testis mengeluarkan testosteron namun dikarenakan seseorang ini memiliki kekurangan reseptor maka tubuhnya tidak mampu menanggapi keluarnya testosteron tersebut. Hal ini disebut “Sindrom Insensitivitas Androgen”. Jadi, dengan nihilnya tanggapan terhadap testosteron maka tubuh seseorang tersebut kemudian berkembang menyerupai tubuh perempuan. 


Lantas, ketika seseorang tersebut lahir dia menjadi perempuan dan dibesarkan sebagai perempuan. Seiring berjalannya waktu seseorang tersebut mencapai tingkat kedewasaan dan payudaranya bertumbuh namun tidak mengalami menstruasi seperti perempuan pada umumnya. Setelah dilakukan beberapa tes didapati bahwa ternyata perempuan tersebut tidak memiliki ovarium dan rahim melainkan memiliki testis dan kromosom Y. Hal ini menjadi penting untuk dipahami bahwa mungkin kebanyakan kita berpikir bahwa berarti dia adalah laki-laki, namun sebenarnya tidak. Jadi, pada dasarnya jenis kelamin adalah rumit, tidak semudah yang kita kira, karena melalui contoh orang-orang interseks ini pada akhirnya kita perlu menerima kenyataan bahwa jenis kelamin bisa jadi beraneka ragam.

Selanjutnya terdapat alasan terbesar yang cukup memilukan mengapa seseorang dengan interseks perlu diubah menjadi “normal”. Alasannya sama sekali bukan karena berkaitan dengan kesehatan fisik melainkan agar bisa diterima secara sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem yang kita jalani saat ini masih berdasar pada gagasan dimana anatomi tertentu diiringi dengan identitas tertentu. Konsep yang kita anut selamai ini ialah bahwa seorang perempuan berarti memiliki identitas perempuan, begitupun sebaliknya. Sesungguhnya kita memiliki gagasan yang masih sangat sederhana dan ketika berhadapan dengan tubuh yang cukup berbeda maka hal tersebut lantas mengejutkan kita akan pengelompokan ini dan tak jarang menuai kritik dan pro/kontra.
“Saya suka orgasme”
Firliana Purwanti (2010) dalam bukunya yang berjudul “The ‘O’ Project” menuliskannya secara lugas, gamblang dan penuh kebanggaan. Sebagaimana judulnya, buku ini berangkat dari proyek penelitian/riset yang mendalam tentang orgasme. Mungkin di kalangan masyarakat kita membahas seks dan pernak perniknya masih cukup tabu tapi tidak demikian halnya dengan uraian pembahasan di dalam buku ini yang dikemas secara menarik. Salah satu kutipan yang cukup masuk akal sebagaimana diutarakan oleh Nusryahbani Karjasungkana, seorang pengacara dan anggota Parlemen Republik Indonesia Periode 2004 – 2009, beliau berkata bahwa “Kenikmatan seksual diserahkan kepada individu. Negara hanya intervensi ketika ada diskriminasi, pemaksaan dan kekerasan”. Hal ini serta merta menjadi salah satu bukti kebebasan seseorang untuk berdaulat dengan dirinya sendiri.

Setidaknya sekarang kita dapat menjadi sedikit paham bahwa jenis kelamin itu cukup rumit sehingga kita harus mengakui bahwa alam tidak menggambarkan garis antara laki-laki dan perempuan maupun antar interseks, melainkan kita sendiri yang menggambar garis tersebut. Ketika kita mengalami situasi semacam ini maka kita harus mengakui bahwa pengelompokan yang kita pikir merupakan kelompok anatomi yang stabil dan telah terpetakan dengan mudah guna menstabilkan kelompok identitas jauh lebih kabur daripada yang kita pikirkan. Hal ini bukan saja dalam hal jenis kelamin semata namun juga dalam hal ras, suku, agama, antar golongan bahkan gender sekalipun yang ternyata jauh lebih sulit daripada pengertian yang ada. Apakah ini yang disebut “anatomy destiny”? 

dok: http://izquotes.com/quotes-pictures/quote-anatomy-is-destiny-sigmund-freud-65977.jpg

Lebih lanjut Shereen El Feki (2013) mengutarakan pandangannya tentang seksualitas yang merupakan lensa yang sangat berguna untuk mempelajari masyarakat manapun karena apa yang terjadi dalam kehidupan intim kita direfleksikan oleh berbagai kekuatan dalam panggung yang lebih besar yang diantaranya disebut sebagai gender dan generasi. Mereka yang memiliki identitas gender yang berbeda dan kerap kali dianggap berlawanan dengan hukum dan lantas hukum tersebut pun menghukum aktivitas dan penampilan mereka. Setiap hari merupakan perjuangan karena mereka harus menghadapi stigma sosial, keputusasaan keluarga dan tuduhan atas penistaan agama. Ini merupakan ragam spektrum – seksologis yang akrab di tengah masyarakat kita saat ini. Oleh karenanya hal yang perlu dilakukan bukan lagi tentang revolusi seksual melainkan evolusi seksual

Kesetaraan gender yang kerap diidentikkan dengan sosok perempuan pun menggelitik pemikiran Michael Kimmel (2015) yang kemudian melalui paparannya menjelaskan tentang riset bahwa Negara yang memiliki kesetaraan gender merupakan Negara yang paling bahagia. Setelah dianalisis lebih lanjut ternyata ketidaksetaraan gender malah lebih banyak merugikan banyak pihak baik secara materil maupun non materil. Sesungguhnya kesetaraan gender ialah bukan tentang menang atau kalah melainkan kemenangan besama. Jadi, temuan penting yang dapat dipahami bahwasanya kesetaraan gender merupakan kepentingan multipihak. Sama halnya ketika Ayu Utami, seorang aktivis, jurnalis dan novelis menyatakan bahwa “Mengagung-agungkan keperawanan itu tidak adil karena hanya bisa diterapkan pada perempuan.Hmm, apakah saat ini masih ada pertanyaan mengapa kesetaraan gender baik untuk setiap orang – termasuk laki-laki? 

dok: http://az616578.vo.msecnd.net/files/2016/04/03/635953155907928900-1020578365_Gender-img.png

Besar harapan kedepan jalan menuju kesetaraan dalam keberagaman gender dan seksualitas akan membawa kita pada hak untuk mengontrol tubuh kita sendiri dan mengakses informasi serta pelayanan yang dibutuhkan guna menuju kehidupan yang aman, nyaman dan memuaskan. Entah apakah itu hak untuk mengekspresikan pendapat dengan bebas, hak untuk menikah dengan orang yang menjadi pilihan kita, hak untuk memilih pasangan hidup kita sendiri, hak untuk menjadi aktif secara seksual atau tidak, hak untuk memutuskan memiliki anak atau tidak dan kapan waktunya serta berapa jumlahnya. Semua hak ini harus kita peroleh tanpa kekerasan, tekanan ataupun diskriminasi. Inilah yang lantas kita sebut dengan kesetaraan dalam keberagaman gender, seksualitas dan bahkan sensualitas.

Referensi: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Menulis Artikel dan Liputan ASEAN Literary Festival 2017 oleh Ardhanary Institute dan Aliansi Jurnalis Independen 

Kamis, 29 Juni 2017

Bangkok Women's Journey: Selusin Destinasi Demi Pengalaman Yang Berarti

dok: pribadi
Pada Mei 2017 silam, saya berkesempatan mengunjungi Bangkok, ibukota Thailand. Fyi, Bangkok merupakan kota yang paling banyak dikunjungi turis asing tidak hanya Asia Tenggara melainkan juga dunia pada 2016 silam. 

dok: databoks.katadata.co.id

Perjalanan kali ini terasa sangat spesial karena ini merupakan "Bangkok Women's Journey" yaitu perjalanan (group tour) yang diikuti khusus ole para perempuan dari berbagai penjuru tanah air. Bagi saya tujuan perjalanan kali ini ialah untuk menemukan kebahagiaan tiada terperi dan pengalaman yang berarti. Me time!

Day 1
13 Mei 2017

Kami berkumpul di Terminal 2D Bandar Udara Soekarno Hatta International Airport. Tepat pukul 10.00 pesawat Thai Lion Air yang kami tumpangi bertolak ke Negeri yang (katanya) tak pernah dikolonisasi: SIAM. 

Perjalanan ditempuh selama sekitar 3 jam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok sehingga setibanya di Bangkok kami tidak perlu menyesuaikan waktu jam tangan. Setibanya di Bandar Udara Don Mueng, Bangkok kami langsung disambut oleh Tim Penyelenggara perjalanan yaitu Tim CK. 

dok: pribadi 

Kami lalu melanjutkan perjalanan dan menuju ke MBK Center untuk persiapan menikmati makan malam. Yana Restaurant Halal Food lantas menjadi pilihan. Restoran halal ini terletak persis di dalam MBK Mall dan berhadapan dengan Food Court. Fyi, food court ini menyediakan pelayanan yaitu Ice Thai GRATIS bagi pengunjung yang menunjukkan ID Paspor nya kepada pihak kasir. Senangnya! Selain itu restoran halal ini sangat strategis karena bersebelahan dengan Money Changer. 

Setelah menikmati makan malam, kami lalu menuju ke hotel Ibis Bangkok Sathorn. Kami akan berada disini untuk 4 hari dan 3 malam. Penginapan ini sangat strategis karena letaknya tidak begitu jauh dari MBK Mall dan di depan penginapan terdapat 7 eleven yang buka 24 jam. Hmm, saatnya beristirahat untuk bersiap-siap menikmati destinasi selanjutnya esok hari. 

Day 2 
14 Mei 2017 

Pukul 9 pagi kami berkumpul di Lobby hotel dan bersiap-siap menuju destinasi awal dalam catatan perjalanan kami. Tujuan destinasi pagi ini ialah Buddha Four Face Temple Siam. Lokasi peribadatan ini terletak tepat di tengah kota dengan letak yang sangat strategis. Buddha Four Face Temple Siam dikelilingi oleh pusat perbelanjaan dan jalan layang yang merupakan jalur kereta listrik dan juga kendaraan beroda dua dan empat serta shelter untuk para pejalan kaki. Tampak orang-orang dengan mudahnya mampir untuk beribadah sembari menyalakan dupa dan melakukan sembahyang. Beberapa dari mereka bahkan duduk bersimpuh dan diiringi nyanyian serta tarian peribadatan. Patung Buddha berwarna emas terletak di tengah dan patung-patung gajah berukuran besar dan kecil tampak berada di samping. 

dok: pribadi 

Perjalanan pun kami lanjutkan ke Platinum Pratunam. Pusat perbelanjaan ini merupakan mall modern yg terletak di kota Bangkok. Platinum Pratunam terbagi atas 3 zona yang menjajakan beragam kebutuhan semisal makanan, pakaian, sepatu hingga kebutuhan rumah tangga lainnya yang tersedia di tiap lantai nya. Mall Platinum Pratunam ini memiliki jam buka 10 am till 10 pm. Ssstt... di Mall Platinum Pratunam kita diperkenankan untuk melakukan tawar menawar dengan para penjualnya, lho. Tips nya yaitu: Pika, latnoooyyy! Dengan "jurus" rayuan menawar seperti ini kita bisa memperoleh potongan harga mencapai setengah harga! 

dok: pribadi 

Setelah puas cuci mata dan berbelanja, perjalanan dilanjutkan ke pasar tradisional yaitu Chatuchak Weekend Market. Sesuai dengan namanya maka pasar Chatuchak hanya buka di akhir pekan sedangkan pada hari kerja pasar ini tutup dan tidak beroperasi. Pasar ini menyediakan banyak sekali jajanan khas dan keperluan sandang serta pernak pernik khas dengan harga yang sangat terjangkau. Saya senang sekali mengunjungi pasar Chatuchak ini karena saya bisa sepuasnya makan Mango Sticky Rice dan durian monthong sembari menikmati alunan lagu Goyang Dumang, haha... 

dok: pribadi 

Hari sudah menjelang petang, kami akan menutup perjalanan pada hari ini dengan mengunjungi Talad Rod Fai Night Market yaitu semacam pasar malam di Bangkok Thailand yang menjajakan ragam sandang dan pangan semisal kuliner tradisional hingga jajanan "ekstrim". Kok ekstrim? Ya, karena kalajengking, ulat, dan serangga lainnya menjadi jajanan selayaknya gorengan yang laris manis. Seperti pasar malam pada umumnya kita dapat menemukan berbagai keperluan disini dengan harga yang sangat terjangkau misal untuk pena saja dibanderol seharga 100 THB/3 pcs. Kafe-kafenya pun unik karena kebanyakan mengusung konsep food truck ala vintage. 

dok: pribadi 

Day 3 
15 Mei 2017 

Perjalanan pada pagi hari ini diawali dengan mengunjungi Golden Buddha Temple. Berbeda dengan patung Buddha lainnya yang tersebar di seluruh penjuru ibukota Bangkok, patung Buddha yang ada di Golden Buddha Temple merupakan patung Buddha terbesar. Arsitektur bangunannya pun sangat megah dan menjulang tinggi. Para pengunjung diharapkan melepas alas kaki nya ketika memasuki tempat peribadatan umat Buddha tersebut. 

dok: pribadi 

China Town adalah destinasi berikutnya. Suasananya khas dan selayaknya pecinan pada umumnya. Sepanjang perjalanan kami dapat menemukan para penjaja lotere dan calon pembeli yg berkenan mencoba peruntungan. Hmm, jadi penasaran! 

dok: pribadi 

Setelah puas menyusuri jalanan China Town, tibalah kami di Khao San Road. Katanya kawasan ini terkenal bahkan hingga seantero negeri. Diduga kawasan ini "terkenal" seantero negeri karena merupakan kawasan para tourist backpacker. Sayangnya bagi para pengunjung terutama perempuan kurang baik bila berkunjung ke tempat ini terutama di malam hari. Tapi yang menyenangkan ialah kami menemukan resto yang menjajakan makanan halal yang cukup terkenal se-kota Bangkok. Penjualnya ramah dan setidaknya mereka bisa berbahasa melayu. 

dok: pribadi 

Setelah kenyang dan senang, kami melanjutkan perjalanan menuju Golden Mountain Wat Saket. Butuh perjuangan untuk tiba di puncaknya karena kami harus menempuh sekitar 344 anak tangga. Tapi, semua lelah terbayar setelah kami tiba diatas karena melalui tempat ini kami dapat melihat Bangkok 360° setelah menempuh 344 anak tangga. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Subhanallah! 

dok: pribadi 

Menjelang sore kami mengakhiri perjalanan hari ini dengan mengunjungi Asiatique The Riverfront. Kami menyantap sajian khas sembari menikmati pemandangan Sungai Chao Praya. Para pengunjung juga diperkenankan menggunakan free shuttle boat utk menyeberang atau berbayar sebesar 40 THB. 

dok: pribadi 

Day 4 
16 Mei 2017 

Free program! 

Saya dan beberapa teman sepakat untuk mengunjungi Wat Arun dan Wat Pho. Setelah beberapa hari ini mengitari Bangkok dengan menggunakan bus, kali ini kami berencana menggunakan Grab Car dan menuju Wat Pho terlebih dahulu. Setibanya di Wat Pho kami disambut oleh para penduduk lokal yang fasih berbahasa Indonesia. Mereka menawari kami untuk berfoto dengan menggunakan pakaian khas tradisional Thailand dan mengijinkan kami membayarnya dengan Rupiah dan bukannya Baht. Wah! 

dok: pribadi 

Setelah puas berfoto, menari, dan makan buah-buahan segar kami lalu menyeberang ke Wat Arun dengan menggunakan kapal. Setibanya di Wat Arun, kami lalu membeli tiket masuk terlebih dahulu dan melepas sandal untuk kemudian masuk ke dalam ruangan. Kami begitu takjub karena mendapati patung Buddha tidur yang sangat BESAR! 

dok: pribadi 

Setelah puas menikmati perjalanan kami lalu menuju hotel dan bersiap-siap untuk check out pada sore hari dan kembali ke Jakarta dengan membawa banyak sekali kenangan indah. Khawp khun kha!

Rabu, 28 Juni 2017

Ngeblog, Moonlighting Rumahan Penghasilan Puluhan Juta

Awal mulanya menulis blog bagi saya hanyalah sekedar hobi. Jujur saja bahwa aktivitas ngeblog yang saya lakukan hanya untuk sekedar mengisi waktu luang. Tapi, perlahan saya menyadari bahwa hobi menulis tersebut ternyata mampu menghasilkan. Sehingga saya lantas berpikir bahwa tidak ada salahnya menekuni dunia “Ngeblog” ini dan mencoba untuk sedikit lebih serius diantaranya dengan rutin menulis tiap minggunya. Pada akhirnya ngeblog menjadi semacam “Moonlighting” alias pekerjaan sampingan (side job) yang menjanjikan. 
Hmm, bukankah pekerjaan yang paling menyenangkan ialah hobi yang dibayar? :)
Tidak tanggung-tanggung hobi yang digeluti semenjak lama ini telah memberikan saya beberapa “tanda mata” yang menyenangkan. Sebut saja gadget terbaru seperti smartphone, tablet hingga laptop. Saya pun seringkali menerima merchandise dari pihak penyelenggara dan sponsor berupa produk-produk terbaru yang terkadang bahkan belum launching di pasaran. Sstt… selain itu bila ditotal maka upah menulis saya semenjak beberapa tahun silam hingga kini telah mampu memberikan total pendapatan mencapai sekitar… PULUHAN JUTA RUPIAH! Percaya? Belum lagi kesempatan untuk pelesir ke luar negeri. Alhamdulillah! 

dok: pribadi
dok: pribadi
dok: pribadi

Semua berhasil saya peroleh (hanya) karena ngeblog, lho! 

Menurut saya Blogger dapat menjadi sebuah profesi yang cukup menjanjikan kedepannya khususnya di era digital seperti saat ini. Di masa depan profesi blogger akan sangat menguntungkan karena kemampuan yang dibutuhkan berbasis keterampilan. Saya percaya bahwa profesi blogger tidak dapat dipandang sebelah mata (lagi!) karena untuk melakoninya membutuhkan keahlian. Apalagi peluang yang masih terbuka lebar dan akses informasi yang tak terbatas, menjadi satu keuntungan yang sayang untuk dilewatkan. Saat ini kita hanya dituntut untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Mau dan mampu, itu saja kuncinya!

Satu kelebihan yang paling utama dari aktivitas ngeblog ini ialah lokasi bekerja yang dapat dilakoni di rumah. Tentu saja hal ini menjadi satu keuntungan terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam melakukan mobilitas tinggi baik dikarenakan tanggung jawab domestik dan hal lainnya. Saya misalnya, dikarenakan aktivitas perkuliahan dan pekerjaan by project maka bekerja dari rumah terkadang menjadi alternatif pilihan terbaik agar tetap menghasilkan baik itu berupa karya maupun materi. Setidaknya melalui ngeblog, saya berupaya untuk tetap bisa mandiri khususnya secara finansial.

Di satu sisi, bekerja dari rumah memiliki beberapa keuntungan khususnya menghemat biaya transportasi. Kita tinggal mengalokasikan biaya transportasi tersebut untuk kuota internet dan data yang merupakan unsur utama dalam menunjang performa aktivitas ngeblog selain laptop, suasana yang kondusif untuk menulis dan ide-ide segar yang terus mengalir sebagai bahan tulisan tentunya, hehe..

Untunglah saat ini bisnis digital menjadi salah satu andalan pendapatan Telkom. Saya ingat kali pertama melakukan aktivitas ngeblog di rumah dengan menggunakan layanan internet Speedy dari Telkom. Berkat ngeblog maka saya dapat membayar cicilan tagihan Speedy Telkom tiap bulannya dari hasil honor menulis. Bagi saya hal kecil dan sederhana seperti ini menjadi satu kebangaan tersendiri apalagi ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

dok: databoks.katadata.co.id

Berdasarkan data sepanjang tahun 2016, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk memiliki kontribusi terbesar yang berasal dari bisnis digital yaitu sebesar 51 persen dengan nilai kontribusi pendapatan Telkom Indonesia didominasi oleh data, internet dan dan jasa teknologi informatika mencapai Rp 58,97 triliun. Otomatis bisnis digital ini mampu mendongkrak pendapatan Telkom. Selain itu prospek pertumbuhan signifikan berasal dari layanan digital dan internet. Salah satu indikatornya ialah pertumbuhan fantastis untuk segmen layanan data dan internet. 

dok: databoks.katadata.co.id

Disinyalir dengan kontribusi terbesar dari bisnis digital, maka Telkom akan lebih fokus untuk mengembangkan infrastruktur digital yang disebut Cyber Indihome, 3G, 4G dan 4,5G. Hal ini tentu saja menjadi angin segar tidak terkecuali bagi para blogger tanah air. Bekerja dari rumah maupun berbisnis dari rumah tentu akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan karena didukung oleh infrastruktur digital yang memadai. 


Beruntungya saat ini telah terdapat Cyberhome yaitu sebuah perumahan yang mengusung konsep hunian minimalis modern berbasis digital/smart home. Cyberhome memberikan kita kesempatan untuk beraktivitas di rumah pada era digital guna menghemat waktu dan menjadikan hidup lebih produktif. Cyberhome merupakan perumahan yang difasilitasi fasilitas lengkap serta penunjang diantaranya media internet sehingga semua kegiatan dapat dilakukan di rumah khususnya bekerja dan berbisnis. 

dok: cyberhome.web.id

Cyberhome
sendiri dirancang dengan memiliki tujuan sebagai: Kawasan perumahan yang dapat menunjang seluruh aktivitas khususnya bekerja dan berbisnis dalam mendukung kehidupan produktif, efektif dan efisien; Menjadi tempat tinggal bagi komunitas yang sama dalam bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi; Menjadi tempat saling bertukar pikiran mengenai prospek/peluang bisnis kedepan mengenai IT langsung bersama pelaku/professional industri Teknologi Informasi dan Komunikasi; Lapangan kerja serta pola kerja baru di era ekonomi digital; Memberikan wadah bagi masyarakat Indonesia untuk dapat bekerja dari rumah.

Adapun yang menjadi pembeda Cyberhome dibandingkan jenis perumahan lain yaitu: Tersedianya Internet High Speed Dedicated dari 100 Mbps hingga 10 Gbps, upload dan download simetris; Menghadirkan para pakar bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkemuka untuk menjadi mentor khususnya dalam bekerja dan berbisnis; Mempunyai server sendiri untuk membuka usaha online di rumah; Tempat berkumpulnya para pakar/pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi; dan Rumah yang dapat menjadikan aktivitas bekerja dan berbisnis secara produktif menjadi satu.

Tipe homepage (dok: cyberhome.web.id)
Tipe bandwidth (dok: cyberhome.web.id)

Abha Dawesar dalam forum TED pada 2013 silam mengistilahkan fenomena isni sebagai: Life in the “digital now”. Ya, dunia digital telah menjadi bagian dari identitas masyarakat. Kita hanya perlu mendayagunakannya seoptimal mungkin guna meningkatkan produktivitas, bukannya malah terjebak didalamnya dan terlena tanpa arah. Lebih lanjut Neha Narula menjelaskan dalam uraiannya yang berjudul “The Future of Money” bahwa internet menyebabkan ledakan inovasi, sehingga kita perlu memiliki sikap bijaksana dalam memilih dan memilah kemunculan teknologi baru tersebut. Jadi, bekerja maupun berbisnis dari rumah di era digital saat ini menjadi alternatif profesi yang menjanjikan dan memberi jaminan kemudahan salah satunya melalui hunian Cyberhome. Yuk, ngeblog dan raih puluhan juta rupiah mu sendiri!

Referensi:

Selasa, 06 Juni 2017

Koperasi Digital: Geliat Generasi Baru Badan Usaha Pro Rakyat Di Era Modern

Perekonomian sebagai usaha bersama dengan berdasarkan atas kekeluargaan adalah koperasi. Karena koperasilah yang menyatakan kerjasama antara mereka yang berusaha sebagai suatu keluarga. Disini tak ada pertentangan antara majikan dan buruh, antara pemimpin dan pekerjaHatta (1954) dalam Harsoyo (2006); Konsep Koperasi menurut Pemikiran Hatta - Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan)
Robert Neuwirth secara lugas mengulas tentang “The Power of The Informal Economy” dalam forum TED pada 2012 silam. Robert mengandaikan jika saja Adam Smith membuat teori tentang pasar rakyat (bukannya pasar bebas). Maka, salah satu kemungkinan yang akan menjadi prinsipnya ialah pasar rakyat dapat dipahami sebagai koperasi. Ya, koperasi! Pengembangan koperasi dipercaya sebagai suatu langkah untuk maju. Robert berpesan bahwa ekonomi informal pada dasarnya merupakan kekuatan yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi global dan memang sudah seharusnya kita menyadari hal tersebut.


Sebenarnya jauh sebelum Robert mencetuskan ide briliannya tentang koperasi, Mohammad Hatta, sang founding fathers Negara Indonesia telah meletakkan dasar bagi sistem perekonomian Indonesia. Hatta menyatakan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. 

Hatta dalam konsep ekonominya tidak berkeinginan mengusung pasar bebas, tetapi bagaimana membangun dan mengembangkan ekonomi bangsa ini melalui sebuah usaha bersama dengan berdasar atas asas kekeluargaan agar segala potensi sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan dan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan atau masyarakat.

Lantas seperti apakah aplikasi bentuk kerjasama ekonomi yang diharapkan Hatta?


Di antara bentuk kerjasama ekonomi yang sangat menyita perhatian Hatta, yaitu kerjasama ekonomi dalam bentuk koperasi. Pemikiran ini lantas dituangkan ke dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan harapan koperasi akan dapat berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Berkaitan dengan peran koperasi di era modern guna menciptakan koperasi ideal sebagai masa depan bangsa Hatta pun telah menetapkan tujuh tugas koperasi di Indonesia diantaranya yaitu: Memperbaiki produksi; Memperbaiki kualitas barang; Memperbaiki distribusi; Memperbaiki harga; Menyingkirkan “penghisapan” khususnya oleh para “lintah darat”; Memperkuat permodalan; dan Memelihara lumbung sebagai buffer stock. Hatta secara tuntas telah mengaitkan karakter bangsa dengan gagasan bahwa koperasi merupakan bentuk perekonomian modern yang paling cocok dengan karakter bangsa. 

Hal ini sejalan dengan pernyataan dari salah seorang Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Prof Dr Eriyatno yang menuangkan pemikirannya tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pembangunan Nasional. Beliau mengungkapkan unsur pokok dalam manajemen perubahan sistem ekonomi kerakyatan diantaranya yaitu visi, keterampilan, insentif, sumber daya, dan rencana tindakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem ekonomi kerakyatan mutlak diperlukan sebagai bukti nyata bahwa amanat penderitaan rakyat tetap menjiwai kiprah pembangunan nasional. Prof Dr Emil Salim pun mengamini hal tersebut, beliau meyakini bahwasanya ekonomi kerakyatan merupakan pondasi ekonomi Indonesia.


Sebagai bukti nyata keterlibatan, kontribusi dan partisipasi dalam perekonomian kerakyatan maka semenjak tahun 2014 silam saya tergabung dalam keanggotaan Koperasi Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana (HIMAWIPA) kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan status sebagai anggota koperasi. Atas dasar kekeluargaan dan jiwa gotong royong, kami yang awalnya merupakan Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana berinisiatif untuk membentuk sebuah Koperasi yang diberi nama Koperasi HIMAWIPA. 


Koperasi HIMAWIPA sendiri merupakan koperasi serba usaha yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan jasa. Ragam produk telah berhasil diciptakan semisal “Drimix Pauda” yaitu minuman serbuk aneka rasa, pembibitan dan pembenihan cabe “Bowchill” pelangi serta beberapa produk pupuk organik baik padat maupun cair. Selain itu Koperasi HIMAWIPA juga menjalankan usaha lele, usaha kafe dan lain sebagainya. 


Di era modern seperti sekarang ini, makna penting pengembangan koperasi menjadi hal yang mutlak dan wajib hukumnya. Adapun yang menjadi fokus perhatian terkait dengan ide pengembangan koperasi diantaranya ialah tentang sinergi yang dapat dipacu olah koperasi. Khususnya tentang pengambilan manfaat dari interaksi maupun aksi bersama dalam memunculkan sinergi. Hal inilah yang menjadi fokus kekuatan koperasi modern masa kini. Mutis (1992) mengungkapkan ragam sinergi tersebut diantaranya meliputi technological synergy, management synergy dan participatory synergy.


Sinergi secara partisipatoris dan manajemen kemungkinan besar dapat dimaknai secara direktif, strategis dan taktis. Tetapi, sinergi secara teknologi menuntut peranan dan pemahaman teknis yang lebih. Apalagi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa globalisasi berkembang dengan begitu cepat di era digital saat ini sehingga menjadi tantangan tersendiri terutama bagi koperasi guna menghadapi persaingan.

Koperasi mau tidak mau harus berbenah. Kemajuan teknologi menuntut koperasi untuk beradaptasi secara fleksibel melalui peningkatan daya kreativitas dan inovasi. Mengingat teknologi terus berkembang dan menuntut "Reformasi Koperasi" yang tidak sekedar kompeten melainkan akurat dan komersial guna meningkatkan kesejahteraan anggota.


Untunglah beragam kemudahan dapat ditemukan khususnya untuk pengembangan koperasi melalui sinergi teknologi semisal melalui aplikasi Android yaitu Play Store. Fitur ini menyajikan ragam aplikasi menarik yang dapat digunakan oleh koperasi di tanah air guna menunjang reformasi koperasi di bidang teknologi. Kemudahan teknologi aplikatif tentunya akan dapat memudahkan kinerja koperasi guna mencapai tujuan koperasi di era modern. Adapun ragam aplikasi yang dapat dimanfaatkan tersebut diantaranya yaitu:

Smart Cooperative

Merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk membantu koperasi dalam mengelola informasi dan anggotanya. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat begua bagi anggota koperasi. Ragam fitur tersebut diantaranya meliputi informasi Sisa Hasil Usaha, informasi training dan seminar yang diadakan koperasi dan kementerian, transaksi online dengan koperasinya, edit data profil, pembelian pulsa, pembayaran tagihan, pembelian tiket dan bahkan fitur untuk melakukan transfer uang sesama anggota koperasi.

Dok: App Play Store

APP Koperasi RT

Merupakan aplikasi untuk pencatatan keuangan koperasi simpan pinjam tingkat Rukun Tetangga. Aplikasi ini dibuat khusus untuk membantu mengembangkan ekonomi koperasi mulai dari tingkat terbawah yaitu Rukun Tetangga (RT) hingga tingkatan teratas. Para pengguna tidak perlu merasa khawatir karena aplikasi ini dirancang secara sangat sederhana guna memudahkan pemahaman dalam penggunaannya. Jadi, yang awam dengan sistem komputer pun akan dapat dengan mudah menggunakannya. Cara penggunaan aplikasi ini dimulai dengan pengisian data anggota, modal hingga pencatatan keuangan koperasi.

Dok: App Play Store

APP Koperasi Simpin

Merupakan aplikasi untuk pembukuan koperasi simpan pinjam skala kecil misalnya pada tingkatan RT/RW, desa, sekolah, organisasi maupun koperasi karyawan. Desain yang sederhana diharapkan akan dapat memudahkan pengelolaan koperasi yang dianggap cukup rumit menjadi lebih mudah.

Dok: App Play Store

CUSO Mobile

Merupakan aplikasi Credit Union System Online (CUSO) yang dirancang khusus bagi para anggota koperasi kredit (CU) untuk mengakses data keanggotaan dan data simpan pinjam. Aplikasi ini juga dapat menampilkan berita terupdate pada koperasi.

Dok: App Play Store

Melalui aplikasi teknologi yang disajikan diharapkan akan mampu meningkatkan tingkat efisiensi dan efektivitas koperasi di era modern agar lebih siap menghadapi tantangan dan persaingan di masa depan. Sinergi teknologi tentunya perlu berkolaborasi dengan sinergi manajemen dan partisipatoris khususnya dalam bidang pelatihan sumber daya manusia agar pengimplementasiannya lebih aplikatif.

Oleh karenanya, koperasi di era modern saat ini harus bisa menghadapi tantangan dengan menyiapkan strategi agar mampu bersaing dan menyelesaikan permasalahan guna menghindari ketertinggalan dengan entitas usaha bisnis lainnya. Strategi tersebut diantaranya melalui pemanfaatan teknologi dan fitur aplikatif. Hal ini guna memastikan bahwa peluang era digital harus bisa dimanfaatkan dan dikelola oleh koperasi menjadi keunggulan daya saing guna mewujudkan koperasi masa depan yang mandiri, sehat dan berkualitas dengan Sumber Daya Manusia yang kuat dan manajemen profesional. 


Pada akhirnya koperasi sebagai business entity tidak akan terlepas dari beragam kegiatan yang memacu rasionalitas dan meningkatkan efisiensi. Koperasi sebagai people’s business berkembang untuk memacu para pelaku ekonomi dari segi idealisme dan solidaritas dalam gotong royong. Selain itu koperasi bertujuan untuk saling menguntungkan dan mampu membangun citra organisasi yang mandiri, bukan sebaliknya! 

Referensi:
  • Abbas, A. 2010. Bung Hatta dan Ekonomi Islam. Jakarta: Kompas 
  • Eriyatno. 2008. Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pembangunan Nasional dalam Pemikiran Guru Besar Institut Pertanian Bogor: Perspektif Ilmu-Ilmu Pertanian dalam Pembangunan Nasional. Depok: Penebar Swadaya
  • Harsoyo, Y et al. 2006. Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama
  • Mutis, T. 1992. Pengembangan Koperasi: Kumpulan Karangan. Jakarta: Grasindo
  • Neuwitih, R. 2012. The Power of The Informal Economy. https://www.ted.com/talks/robert_neuwirth_the_power_of_the_informal_economy/transcript?language=id
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Koperasi dan UKM 2017


Kamis, 01 Juni 2017

Fab Tree Hab: Inspirasi Desain Rumah Ramah Lingkungan

Saya sangat terkesima dengan penuturan Mitchell Joachim, PhD dalam forum TED Talks pada Juli 2010 silam. Mitchell sendiri merupakan bagian dari tim Human Ecology Design dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Mitchell menerangkan topik yang berjudul “Don’t Build Your Home, Grow It!”. Intinya, dia memperkenalkan sebuah konsep desain rumah terbaru berupa geometri spesifik yang menghasilkan sebuah rumah yang disebut “Fab Tree Hab” yang tidak hanya sesuai secara lanskap melainkan juga lingkungan. Ide ini berangkat dari isu-isu lingkungan yang banyak beredar di Amerika Serikat.


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html
Sebagaimana dijelaskan dalam websitenya yaitu www.archinode.com, Fab Tree Hab memiliki prinsip desain keseluruhan ekologi yang humanis melalui ide “Habitat for Humanity”. Mitchell merekomendasikan metode menumbuhkan rumah dari pohon yang diintegrasikan dengan rekayasa genetik melalui sistem Computer Numeric Controlled (CNC) sehingga dapat dikontrol oleh manusia. Ya, bertumbuh!


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html
Selanjutnya, mungkin akan muncul pertanyaan “Why Grow a Home?

Hmmm, sebenarnya ini erat kaitannya dengan keberlanjutan ekosistem dan lingkaran kehidupan. Sesuai dengan prinsip ekologi, bahwasanya kehidupan yang kita jalani terdiri dari beragam makhluk hidup yang masing-masing memiliki siklusnya tersendiri. Sehingga sudah selayaknya kita berkontribusi untuk keberlangsungan kehidupan semua makhluk hidup.


Sejatinya, Fab Tree Hab merupakan konsep “Nature’s Home” yang bisa dibilang cukup ekosentrik, nyentrik dan juga unik. Menariknya, desain rumah yang sangat peduli terhadap ekologi ini berangkat dari ide yang mengkolaborasikan lingkungan dengan perumahan konvensional. Sekilas mirip dengan rumah pohon tapi bedanya rumah yang satu ini dapat “bertumbuh” sehingga menjadi semacam rumah yang hidup dan “bernapas”.


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html
Irawati (2012), seorang Mahasiswa Program Studi Sarjana Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) juga telah membahas dalam artikel penelitiannya bahwa kedepannya Fab Tree Hab diharapkan akan dapat menjadi salah satu solusi pemecahan masalah dan pengembangan desain di bidang perumahan masa depan. Pasalnya, kuat dugaan bahwa di masa yang akan datang akan banyak perubahan yang terjadi berupa tantangan yang harus dihadapi oleh manusia khsususnya terkait penyediaan perumahan layak huni.


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html
Harapan besarnya bahwa melalui konsep dasar Fab Tree Hab maka peningkatan kualitas penyediaan rumah tinggal di perkotaan kedepannya akan semakin baik dan dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan future housing. Prinsip desain berkelanjutan dan berwawasan lingkungan ini tentunya dapat ditiru dan dimanfaatkan oleh masyarakat di tanah air guna menciptakan kehidupan yang berkualitas dan sehat.


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html
Berangkat dari ide Fab Tree Hab dimana fasilitas pendukung di sekitarnya dikondisikan untuk meningkatkan kualitas hidup sekelompok manusia dan juga lingkungan di sekitarnya, maka ide cemerlang ini layak untuk diperhitungkan. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam konsep Fab Tree Hab diantaranya yaitu: Terdiri dari komposisi yang hidup; Memberikan kontribusi yang signifikan bagi lingkungan; Memadukan konsep pertanian dan berkebun; Penggunaan teknologi mutakhir pada area lingkungan rumah; Sistem sirkulasi air dan metabolisme sirkular yang saling melengkapi satu sama lain; dan Mempunyai sistem siklus hidup yang jelas. 


dok: www.archinode.com/fab-tree-hab.html

Berkenaan dengan hal tersebut maka Fab Tree Hab dipercaya dapat diaplikasikan secara nyata di lingkungan sekitar khususnya kawasan perkotaan di tanah air. Hal ini dikarenakan desain perumahannya yang berbasis pada lingkungan dan merupakan sebuah kombinasi terpadu antara manusia, alam dan berbagai aktivitas didalamnya.

Sederhananya kita dapat memulai untuk mendesain rumah hijau impian kita dengan memperbaiki dan mempercantik rumah yang kita huni saat ini. Hal ini dapat dengan mudah dilakukan, bahkan dapat dilakukan seorang diri. Semisal melalui: Penggunaan pagar hidup di setiap rumah; Penanaman pohon sebagai sumber penghijauan tersendiri; Memilah sampah berdasarkan jenisnya; Pengadaan kebun kecil di tiap rumah; Menyediakan sistem air yang memiliki sirkulasi; dan Efisiensi dalam penggunaan hal di sekitar rumah.

Hal ini juga bersinergi dengan beberapa tips dalam menghijaukan rumah khususnya di lahan minim (lihat: disini). Diantaranya dengan cara menggantung tanaman, merambatkan tanaman di pagar, memaku tanaman di dinding atau menempatkan tanaman di dalam rumah. Praktis, kan? Ayo, tumbuhkan rumah kalian sekarang juga. Selamat mencoba! 

Referensi:

Kamis, 11 Mei 2017

Harmonisasi Standardisasi SNI: Investasi Berdaya Saing, Konsumen Terlindungi

Konsep daya saing daerah pada dasarnya berkembang dan digunakan di dalam perusahaan dan/atau Negara. Hal ini berawal dari pemikiran Michael Porter yang banyak mewarnai pengembangan dan aplikasi konsep daya saing di tingkat perusahaan. Selanjutnya konsep daya saing tersebut dikembangkan untuk tingkat Negara sebagai bentuk daya saing global.



Indeks daya saing global sendiri telah menjadi semacam ukuran dan referensi dari kinerja ekonomi dan iklim investasi suatu Negara. Daya saing ekonomi suatu Negara seringkali merupakan cerminan dari daya saing ekonomi daerah secara keseluruhan. Di samping itu, dengan adanya tren desentralisasi, maka kebutuhan untuk mengetahui daya saing pada tingkat daerah menjadi semakin kuat.

Adapun arah kebijakan investasi pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2015 silam diantaranya ialah: Mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi secara berkelanjutan dan berkualitas dengan mewujudkan iklim investasi yang menarik; Mendorong Penanaman Modal Asing (PMA) bagi peningkatan daya saing perekonomian nasional; serta Meningkatkan kapasitas infrastruktur fisik dan pendukung yang memadai. Sejatinya, investasi yang dikembangkan untuk penyelenggaraan demokrasi ekonomi akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk pencapaian kemakmuran bagi rakyat.

Kaitannya dengan capaian penting, maka investasi hingga saat ini masih menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan diharapkan dalam jangka panjang akan memberikan efek pengganda yang besar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini sejalan dengan Laporan Presiden Republik Indonesia dalam Pidato Kenegaraan tahun 2015 yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara tujuan investasi yang menarik dilihat melalui peringkat investasi antar Negara dan pemeringkatan lain terkait investasi.

Alhasil, percepatan aliran antar Negara tidak dapat dibendung lagi. Hal ini merupakan keniscayaan akibat pemberlakuan satu pasar masyarakat ASEAN pada 2015 silam. Sehingga standardisasi barang dan jasa menjadi satu hal yang perlu untuk diterapkan sebagai bentukan rambu-rambu perlindungan. Standardisasi melalui penetapan standar dan prosedur pengawasan yang layak akan memastikan keselamatan konsumen dan kepentingan industri domestik. 


Sistem standardisasi produk sebenarnya telah dimiliki oleh tiap Negara ASEAN hanya saja standarnya berbeda-beda. Indonesia sendiri memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengacu pada International Standard Organization (ISO). Standar ini ditetapkan melalui proses pengujian panjang hingga terbukti layak dari sisi keamanan, keselamatan dan kelestarian lingkungan. Standar Nasional Indonesia merupakan satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia yang dirumuskan oleh Komite Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Rumusan SNI didasarkan pada: Keterbukaan; Transparansi; Konsensus dan Tidak Memihak; Efektif dan Relevan; Koheren; dan Berdimensi Pembangunan. 

dok: www.bsn.go.id

Perumusan SNI berangkat dari landasan hukum PP No. 102/2000 tentang Standardisasi Nasional. Penerapannya pun diarahkan untuk dapat memberikan dampak dan perlindungan atas kepentingan umum khususnya konsumen. Selain itu SNI harus melindungi keamanan Negara, perkembangan ekonomi nasional dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Hal mendasar lainnya ialah perlu adanya peningkatan persepsi masyarakat terhadap standar dan penilaian kesesuaian. Ini menjadi salah satu hal mutlak yang harus dilakukan oleh BSN kaitannya dengan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam memproduksi dan/atau mengkonsumsi suatu produk berdasarkan pengetahuan terhadap standar maupun mutu produknya. 


Berkenaan dengan hal tersebut, standar di tiap Negara dirasa perlu untuk diharmonisasi tentunya melalui penetapan kesepakatan terlebih dahulu. Kesepakatan harmonisasi standar lalu menghasilkan sekitar 12 sektor prioritas diantaranya yaitu elektronik, pelayanan kesehatan, produk berbasis pertanian, perikanan, karet, kayu, tekstil, otomotif, e – ASEAN, perjalanan udara, pariwisata dan logistik. 

Selain harmonisasi standar tentunya perlu juga dilakukan harmonisasi peraturan teknis pengujian dan kalibrasi di laboratorium dan pengkajian kesesuaian sertifikasi. Akreditasi perlu diselaraskan sesuai kesepakatan bersama. Di antara sektor prioritas tersebut, penerapan standar dan pengujian wajib dilakukan pada peralatan listrik dan elektronik, produk karet, kayu dan pertanian. Kabar baiknya khusus sektor piranti elektrik dan elektronik, Indonesia tergolong paling maju. Wow! 

dok: http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/03/08/2016-sektor-perindustrian-paling-diminati-investor-asing
Kendati demikian, tantangan standardisasi bagi Indonesia ialah terkait harmonisasi peraturan antara Indonesia dengan ketentuan yang berlaku di ASEAN yang masih sangat terbatas. Langkah strategisnya ialah Badan Standardisasi Nasional (BSN) perlu untuk terus menerapkan strategi yang adaptif guna mewujudkan penetapan regulasi dan harmonisasi. Kebijakan strategis tersebut tentu saja tetap mengacu pada peta jalan strategi standardisasi nasional tahun 2015 – 2025. 

Akhir kata, SNI diperlukan guna melindungi konsumen dan juga dipercaya bahwa SNI meningkatkan daya saing. Sehingga perlunya peningkatan persepsi masyarakat diantaranya melalui: Kampanye nasional standardisasi secara terus menerus dan berkesinambungan; Program edukasi dan penyadaran masyarakat; Pembuatan kurikulum pelatihan standardisasi; Peningkatan partisipasi masyarakat; serta Mendorong keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan dalam mendidik dan membina tenaga ahli standardisasi. #SNImelindungikonsumen 

Referensi :

Ket: Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor. Penulis pernah terlibat sebagai Tim Praktisi dalam Project One Map Policy bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

Cat: Tulisan diikutsertakan dalam Standard Go Blog Competition “SNI Melindungi Konsumen#SNImelindungikonsumen 

dok: Facebook Badan Standardisasi Nasional (BSN)