Jumat, 16 Februari 2018

Catatan Hoki VS Kalkulator Modis: Pemacu Semangat Menulis Kreatif

Semenjak dua tahun belakangan ini saya membuat sebuah catatan singkat yang diberi nama “Catatan Hoki”. Catatan tersebut berisikan daftar kemenangan saya dalam berkompetisi khususnya kompetisi menulis. Saya merangkumnya semenjak tahun 2012 silam yaitu sejak kali pertama saya berhasil memenangkan kompetisi menulis (Fyi, saya menulis blog semenjak duduk di bangku SMA). 

Catatan hoki vs kalkulator CASIO dengan warna yang modis (dok: pribadi)
Sesekali ketika sedang suntuk, saya senang membuka kembali catatan tersebut dan membaca apa yang pernah saya tulis sembari mengingat momen yang pernah saya alami serta hadiah apa saja yang pernah saya peroleh atas kemenangan dalam mengikuti kompetisi menulis ketika itu. Ya, hal kecil dan sederhana tersebut seketika mampu mendongkrak dan meningkatkan mood bahagia, semangat dan produktivitas saya. Ajaib! 

Kok bisa? 

Pasalnya, mengingat hal-hal yang berhubungan dengan keberhasilan yang berhasil diraih memang menyenangkan dan terbukti ampuh membuat kita merasa lebih bahagia. Hal ini dikarenakan kita seakan merasa dihargai, diapresiasi dan diakui. Apalagi bila hal tersebut berhubungan dengan hobi yang kita gemari dan tekuni sehari-hari. Jujur, hal itu dikarenakan kita menjalani hobi tersebut tanpa merasa terbebani. 

Oleh karenanya, bagi saya pribadi hanya dengan membuka kembali “Catatan Hoki” yang saya miliki tersebut sudah menjadi aktivitas tersendiri yang menyenangkan guna meningkatkan perasaan bahagia dalam menunjang aktivitas saya sehari-hari. Sehingga tidak akan ada lagi keluhan terlontar maupun rasa bosan yang berani datang menghampiri. Setidaknya karena kita sudah membentengi diri dan memiliki “obat penangkal” yang manjur. 

Catatan Hoki tidak hanya merangkum daftar tulisan yang berhasil memenangkan kompetisi menulis, melainkan juga dilengkapi dengan daftar hadiah apa saja yang berhasil diperoleh. Adapun hadiah tersebut diantaranya berupa uang tunai, piagam penghargaan, trophy dan merchandise/souvenir berupa gadget, tablet, smartphone, laptop dan lain sebagainya. Pst, saya juga berkesempatan ke luar negeri berkat hobi menulis ini, lho! 

Saya pun semakin bersemangat menghitung jumlah honor menulis yang diperoleh serta mengkalkulasi harga beberapa merchandise/souvenir yang diperoleh tersebut bila diuangkan. Tentunya menjadi lebih bersemangat lagi karena saya menghitung dengan menggunakan kalkulator terbaru CASIO. Kalkulator ini sangat unik, praktis dan modis! Really “My Style Colorful Calculator deh pokoknya. 

Kalkulator CASIO yang praktis dan modis (dok: pribadi)
Kelebihan kalkulator CASIO tipe MS – 7UC – RD ini diantaranya ialah garansi 1 tahun! Jadi, kita memiliki jaminan kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan kalkulator CASIO ini tanpa perlu khawatir rusak dan terkendala masalah lainnya guna menunjang aktivitas keseharian. Selain itu, kalkulator CASIO ini memiliki kapasitas angka 10 digit di layar; dapat digunakan dalam mengkalkulasi pajak; dan lebih hebatnya lagi sumber tenaganya berasal dari solar dan baterai. Wow! 

Kalkulator CASIO dilengkapi garansi (dok: pribadi)
Beragam keunggulan lainnya ialah layarnya yang super lebar sehingga memberikan kenyamanan dalam menghitung; tersedianya tanda komando fungsi; dan tersedia fasilitas dalam mengkalkulasi waktu. Pada akhirnya, kalkulator CASIO sendiri seakan menjadi alat yang mampu meningkatkan mood dan produktivitas karena digunakan untuk menghitung hasil yang diperoleh dari aktivitas menulis yang produktif. 

Kalkulator CASIO memberikan jaminan pemakaian (dok: pribadi)
Tentunya akan menjadi semakin menyenangkan lagi karena setelah dihitung dengan menggunakan kalkulator CASIO kesayangan, maka total hadiah yang diperoleh dari aktivitas menulis dan keikutsertaan dalam beberapa kompetisi menulis baik itu berupa kompetisi blog, artikel, esai dan lainnya semenjak tahun 2012 silam hingga sekarang ialah mencapai sekitar: Rp 50-an juta. Alhamdulillah! 

Semisal, pada tahun 2012 merupakan kali pertama saya memenangi kompetisi menulis blog dan berhasil memperoleh sebuah smartphone. Hal ini menjadi langkah awal dan motivasi saya untuk terus belajar menulis. Lalu, pada tahun 2013 saya berhasil memperoleh sebuah tiket seminar tentang ekonomi digital seharga jutaan rupiah yang diselenggarakan di sebuah hotel berbintang di bilangan wilayah Jakarta. Sungguh pengalaman berharga yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata karena ketika itu saya berkesempatan berjumpa dengan para pegiat bisnis digital dan praktisi handal. 

Selanjutnya, pada tahun 2016 saya kembali memperoleh hadiah dari kompetisi menulis berupa smartphone, laptop dan tablet serta sejumlah uang tunai dengan total belasan juta rupiah. Hal yang paling berkesan dari kompetisi menulis di tahun 2016 ialah ketika artikel tulisan saya berkesempatan memenangi kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tema tulisan yang diangkat oleh pihak Kementerian ialah tentang mutiara laut selatan dan kebetulan ketika itu saya baru saja kembali dari Provinsi Maluku sehingga otomatis saya membuat tulisan tersebut berdasar hasil reportase ketika berada di lapang dan untungnya artikel blog tersebut menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh pihak Kementerian. Saat penyerahan hadiah, saya berkesempatan berpose dan bersalaman langsung dengan Ibu Menteri Susi Pujiastuti di atas panggung. Alhamdulillah! 


dok: pribadi
Berikutnya pada tahun 2017 seakan menjadi semacam turning point alias titik balik dalam kehidupan saya karena merupakan kali pertama saya berkesempatan berkunjung ke luar negeri guna membuka cakrawala wawasan. Pasalnya, saya berkesempatan ke luar negeri berkat menulis. Ya, saya berupaya menyisihkan honor menulis yang diperoleh dan dialokasikan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Alhasil, dalam setahun saya berhasil mengunjungi tiga negara sekaligus yaitu Thailand, Malaysia dan Singapura. 

Kalkulator CASIO dan teman seperjalanan yaitu koper kesayangan (dok: pribadi)
Berkenaan dengan hal tersebut, hal yang paling berkesan di tahun 2017 ketika menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi menulis ialah ketika berhasil menjadi Juara I dalam lomba esai yang memperebutkan Piala Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Berhubung penyerahan hadiah berupa trophy dan uang tunai berlokasi di Manado, maka saya mengutus perwakilan yang tidak lain ialah ayah saya sendiri untuk mewakili saya menerima hadiah dari pihak anggota DPRD. Beliau berpose di atas panggung sembari memegang trophy Piala Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Dari foto yang dikirimkan sesudah acara berlangsung, tampak kebahagiaan tersirat di raut wajah beliau. 

Papa menerima piala Ketua DPRD Provinsi Sulut (dok: pribadi)
Selain itu, di penghujung tahun 2017 saya kembali berkesempatan menjadi salah satu pemenang kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan properti ternama. Lucunya, saya sedang berada di Semarang ketika dihubungi oleh pihak panitia yang meminta kehadiran para pemenang pada penyerahan hadiah yang berlokasi di Jakarta. Untung waktu kepulangan saya ke Jakarta bertepatan dengan acara penyerahan hadiah tersebut. Sehingga setibanya di Jakarta saya langsung menuju ke lokasi acara dan untunglah saya tiba tepat waktu. 

Dinamika menulis memiliki ciri khasnya tersendiri. Tentu saja kita kerap dituntut untuk tetap memiliki mood yang baik dan produktivitas yang konsisten agar dapat tetap terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk para pembaca. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk menjaganya ialah berangkat dari hal kecil yang dipercaya mampu meningkatkan mood dan produktivitas. Kecil bukan berarti tidak berdampak, kan? 

Demikianlah upaya saya menjaga mood dan produktivitas melalui langkah kecil berupa “Catatan Hoki” yang saya miliki. Menjaga mood dan produktivitas pun menjadi tidak sulit karena kemudahan dalam menghitung dan mengkalkulasi dengan menggunakan kalkulator CASIO, yaitu kalkulator kesayangan yang paling pengertian dan nyaman digunakan. Terimakasih, CASIO! 

Pst, CASIO bahkan memberikan arti atas pilihan warna kesukaan kalkulator CASIO sebagaimana disebutkan bahwa ternyata saya sebagai tim merah memiliki karakter: Pemimpin! Pilihan warna atas kalkulator tersebut menegaskan bahwa saya tipikal seseorang yang ekspresif. Saya memiliki visi, sifat kepemimpinan, bertanggung jawab, tegas, proaktif dan asertif. Selain itu saya juga dianggap cukup logis dan cukup pandai dalam memisahkan emosi dengan pekerjaan. Sekali lagi terimakasih, CASIO My Style

dok: knowyourcolor.id
By the way, bagi teman-teman yang ingin membeli produk kalkulator CASIO My Style di mataharimall.com dapat menggunakan promo code berikut ini (klik: disini). Selamat berhitung dan berbelanja! #CasioMyStyle

CASIOBLOGRM7567U

Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Blog Casio My Style 


Senin, 22 Januari 2018

Menjelang Hari Bahagia: Mulai dari Instal Aplikasi Hingga Konsultasi

dok: pribadi
Minggu, 14 Januari 2018 bisa jadi merupakan salah satu hari paling bersejarah dalam seluruh kehidupan saya selang 28 tahun belakangan ini. Pasalnya, saya resmi dilamar! Alhamdulillah. Lantas hari ini tepat seminggu semenjak saya berstatus sebagai seorang “calon istri mas calon” hingga beberapa bulan kedepan menuju hari bahagia kami.

Alhamdulillah (dok: pribadi)
Bila diperkenankan sedikit bercerita, bisa dikatakan proses perkenalan kami (re: saya dan mas calon) terbilang cepat dan sarat akan makna. Kami berkenalan di bulan September, lalu di bulan Oktober bertepatan dengan hari ulang tahun saya, sang mas calon rela datang menemui saya di Jakarta. Pada bulan berikutnya yaitu November, sang mas calon kembali datang menemui saya di Bogor seraya menghadiri ujian akhir dan... bertemu dengan papa. Syukurlah, mereka cepat akrab.

Di bulan Desember, gantian saya yang ke Semarang dan bertemu dengan ibuk dari mas calon sembari mengikuti seminar nasional yang diselenggarakan oleh salah satu instansi kedinasan. Dan akhirnya, di bulan Januari mas calon secara beramai-ramai bersama keluarganya bersilaturahmi ke rumah orang tua saya di Manado. Momen di minggu pagi yang cerah tersebut sungguh menenangkan. Jujur, saya lega!

Silaturahmi keluarga (dok: pribadi)
Berpose bersama mama, papa, ibu dan mas calon (dok: pribadi)
Ya, lega. Karena sesungguhnya tidak mudah menjadi bagian dari para perempuan berusia matang dengan gelar pendidikan mentereng tapi... jombs! Haha. Bayangkan saja, berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 tentang usia perempuan menikah menurut kelompok umur maka “kelompok saya” yaitu mereka yang menikah diatas usia 25 tahun hanya sebesar 13,07 persen. Sedangkan kebanyakan atau sebagian besar perempuan di Indonesia menikah di rentang usia 19 – 24 tahun yaitu sebesar 44,01 persen. 

dok: databoks.katadata.co.id
Tidak hanya perihal menyelesaikan sekolah, memperoleh gelar, memiliki karir yang cemerlang dan prestasi membanggakan lainnya, saya juga perlu memikirkan masa depan bersama pasangan idaman dalam membina suatu biduk mahligai rumah tangga ditemani anak-anak yang lucu nan menggemaskan. Semoga langkah awal saya tempuh di awal tahun 2018 ini dapat menjadi pilihan dan pertanda yang baik. Aamiin.

Guna mewujudkan harapan di masa depan tersebut maka tentunya perlu untuk mempersiapkan pernikahan agar pernikahan impian yang diidam-idamkan tersebut segera terwujud. Sebenarnya kami secara pribadi tidak memiliki tips khusus mempersiapkan pernikahan, hanya saja memang lebih banyak menggali informasi dari sekitar baik secara mandiri maupun mendengarkan masukan pihak terdekat. Tapi, satu hal yang pasti hal yang perlu diperhatikan ialah perihal pengaturan anggaran resepsi pernikahan yang tidak dapat dipungkiri menjadi satu hal yang layak untuk didiskusikan lebih lanjut.

Konsultasi dengan pihak Wedding Organizer (dok: pribadi)
Adapun langkah awal yang kami tempuh guna mewujudkan pernikahan impian kami ialah dengan menggunakan jasa Wedding Organizer (WO). Hal ini mengingat keterbatasan kami dari segi waktu untuk mempersiapkan pernikahan seorang diri dikarenakan beberapa faktor pembatas. Dari segi biaya sendiri, sebenarnya cukup terjangkau karena beberapa Wedding Organizer telah menyediakan paketan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tentunya jumlah anggaran yang dimiliki. 

Fasilitas yang disediakan tiap paket pun beragam, selain gedung dan jumlah tamu undangan diantaranya yaitu crew, undangan, souvenir, bridal, foto, mobil pengantin, foto video liputan, catering, MC, singer, hotel, buku tamu, dekorasi tambahan dan lainnya. Berkat bantuan Wedding Organizer maka diharapkan pesta pernikahan kami nanti khususnya untuk resepsi dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu akad dan/atau pemberkatan nikah yang nantinya merupakan momen sakral juga dapat berlangsung dan terselenggara dengan baik dan penuh khidmat.

Jasa catering yang disediakan pihak WO (dok: pribadi)
Di samping memilih untuk menggunakan jasa Wedding Organizer, saya secara pribadi juga berupaya melakukan instal aplikasi persiapan pernikahan bernama “Agnesse” yang dapat didownload dengan mudah melalui aplikasi Play Store bagi para pengguna Smartphone Android. Aplikasi ini sangat membantu kami dalam mengatur perencanaan persiapan pernikahan hingga beberapa bulan kedepan. 
Aplikasi Agnesse (dok: playstore Android)
Aplikasi Agnesse akan memberikan arahan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dan diselesaikan pada tiap bulan berjalan menjelang hari bahagia. Misalnya, mulai dari perencanaan acara lamaran, mendikusikan tema pernikahan, menampung ide pernikahan, menetapkan anggaran biaya pernikahan, mendiskusikan bagaimana proses pembagian biaya bagi kedua belah pihak calon mempelai, dan lain sebagainya.

Berkenaan dengan hal tersebut maka jasa Wedding Organizer jelas masih sangat berperan dan akan terus dibutuhkan. Selain menyiapkan beragam keperluan resepsi untuk pesta pernikahan, jasa Wedding Organizer juga menyediakan jasa konsultasi yang dibutuhkan para calon mempelai. Salah satu cara terbaik untuk memperoleh informasi jasa Wedding Organizer diantaranya ialah dengan menghadiri beberapa event pameran. Dengan menghadiri pameran pernikahan yang menyajikan beberapa vendor pernikahan terbaik maka kita akan bisa memperoleh ide dan informasi yang dibutuhkan yang berhubungan dengan persiapan pernikahan.

Fitting baju pengantin (dok: pribadi)

Gaun pengantin modern (dok: pribadi)
Mas calon tampak gagah dengan setelan jas (dok: pribadi)
Nah, untungnya saat ini sedang akan berlangsung 4th Bekasi Wedding Exhibition (BWE4) yang merupakan The Biggest Wedding Exhibition in The City yang akan digelar pada tangal 26 – 28 Januari 2018 mendatang bertempat di Grand Galaxy Convention Hall Grand Galaxy Park Mall Lantai 2 Bekasi. Tidak ketinggalan pameran pernikahan terlengkap dan terbesar di Bekasi ini akan dihadiri oleh Meyda Sefira sebagai bintang tamu yang merupakan pemain film “Ketika Cinta Bertasbih”. 


Tidak hanya dimeriahkan oleh bintang tamu, 4th Bekasi Wedding Exhibition (BWE4) juga menyediakan doorprize harian diantaranya berupa kamera dan beberapa set wedding ring serta hadiah menarik lainnya dengan grandprize berupa: Satu Set Perlengkapan Ruang Tidur Lengkap. Wow! Dan masih ada promo khusus berupa sepasang cincin kawin berlian hanya seharga Rp 3 jutaan. 

Cincin lamaran dan pernikahan (dok: pribadi)
Tidak hanya doorprize, grandprize maupun promo khusus, tersedia juga hadiah langsung senilai Rp 5 juta bagi setiap mereka yang melakukan registrasi online melalui Link pendaftaran online BWE4 (daftar:disini). Hmm, tanpa menunggu waktu lama saya pun langsung mendaftarkan diri (dan juga mendaftarkan mas calon) di pameran pernikahan terbesar 4th Bekasi Wedding Exhibition (BWE4) yang berlokasi di Grand Galaxy Convention Hall (JEE Ballroom Group), Grand Galaxy Mall Lantai 2, Jalan Grand Galaxy Boulevard No. 1, Bekasi Indonesia. Pilihan waktu yang tersedia yaitu di hari Jumat tanggal 26 Januari 2018 hingga Minggu tanggal 28 Januari 2018 pukul 10 pagi sampai 9 malam. 

dok: http://www.bekasiweddingexhibition.com/tiket/

dok: http://www.bekasiweddingexhibition.com/tiket/
Yuk, buruan daftar (klik: disini)! Hadirilah pameran pernikahan terbesar di awal tahun 2018 dan wujudkan pernikahan impian kalian.

Cat: tulisan diikutsertakan dalam #BWE4 blog competition yang merupakan rangkaian dari event 4th Bekasi Wedding Exhibition.

dok: http://www.bekasiweddingexhibition.com

Sabtu, 06 Januari 2018

Peran Generasi Milenial Kawal Harta Negara

dok: pribadi
Pada Kamis 28 Desember 2017 silam, saya berkesempatan mengunjungi Miniatur Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang terletak di Gedung Umar Wirahadikusuma dan berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 31, DKI Jakarta. Miniatur Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut tepat bersebelahan dengan Perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 

dok: pribadi

dok: pribadi
Suasana di Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia siang itu cukup sepi. Hanya ada beberapa petugas yang berjaga dan lalu lalang. Saya begitu terkesima ketika memasuki pelataran Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, terutama ketika mendapati suatu kalimat di dinding yang berbunyi, “Kejujuran adalah Kesederhanaan yang Paling Mewah...!”. Sungguh kalimat yang sarat makna.

dok: pribadi
Perlahan saya mengamati isi Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan menemukan “Jejak Perjalanan BPK”. Sebagaimana dijelaskan bahwa setelah pemerintah menerbitkan Penetapan Pemerintah 1946 No.11/OEM tertanggal 28 Desember 1946 maka Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia secara resmi didirikan pada Januari 1947. 

dok: pribadi

dok: pribadi
Presiden Soekarno ketika itu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan R.Soerasno sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan mulai bekerja per 1 Januari 1947 bersamaan dengan pendirian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut dimulai jugalah sejarah kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dok: pribadi

dok: pribadi

Kendala dan Permasalahan

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum oleh World Economic Forum melalui survey Global Shapers Annual Survey 2016, diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa permasalahan utama dunia secara global yang menjadi kekhawatiran para generasi Milenial diantaranya terkait dengan isu kemiskinan dan transparansi pemerintahan.

dok: databoks.katadata.co.id
Kekhawatiran ini bukannya tanpa alasan, karena berdasarkan data yang berhasil diperoleh disebutkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan kurang lebih sekitar 14.997 permasalahan dengan nilai mencapai Rp 27.39 triliun dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) pertama 2017. Jumlah tersebut meliputi 7.284 kelemahan sistem pengendalian intern (SPI), 7.549 ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku senilai Rp 25,14 triliun. Serta 164 permasalahan yang diakibatkan oleh ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan senilai Rp 2,25 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Dalam penyerahan IHPS paruh pertama 2017 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Bapak Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan, permasalahan ketidakpatuhan mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,81 triliun, dengan potensi kerugian mencapai Rp 4,89 triliun, serta kekurangan penerimaan negara mencapai Rp 18,44 triliun.

IHPS I 2017 merupakan ringkasan dari 687 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang terdiri atas 645 LHP keuangan, 9 LHP kinerja, dan 33 LHP dengan tujuan tertentu. Efektivitas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut akan tercapai jika laporan hasil pemeriksaannya ditindaklanjuti oleh entitas yang diperiksa. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi acuan perbaikan pengelolaan keuangan negara pada semester berikutnya.

Adapun ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada paruh pertama tahun 2017 juga menemukan kerugian pada penerimaan negara senilai US$ 1,18 miliar atau Rp 15,89 triliun di sektor migas. Kerugian tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atas perhitungan hasil migas.

dok: databoks.katadata.co.id
Disinyalir penyebab kerugian terbesar adalah pembebanan biaya-biaya yang tidak semestinya dalam penggantian biaya operasional migas (cost recovery), dimana nilainya mencapai US$ 956 juta atau sekitar Rp 12,9 triliun. Kemudian adanya keterlambatan penyelesaian kewajiban pajak dari 17 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hingga tahun pajak 2015 senilai US$ 209,25 juta. Ditambah potensi kehilangan penerimaan negara dari pengenaan denda atau bunga pajak minimal untuk tahun pajak 2015 senilai US$ 11,45 juta. Selain adanya kerugian, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga menemukan kelemahan pada pengendalian internal di SKK Migas. Antara lain, Standar Operasional Prosedur (SOP) serta satuan pengawas internal yang belum berjalan optimal.

Arah Kebijakan Strategis BPK RI

Semakin kuatnya peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa keuangan negara, menuntut Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk mengelola efektivitas kerja sama dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Dalam menjalankan tugasnya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perlu terus bersinergi dengan sejumlah pihak untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. 

Adapun pemanfaatan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perlu dioptimalkan oleh para pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan tersebut dapat memanfaatkan hasil Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan tugas dan wewenangnya dalam ketentuan perundang-undangan. Hasil Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dimaksud merupakan pelaksanaan tugas dan wewenang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan antara lain Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS).

dok: databoks.katadata.co.id
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai lembaga yang oleh UUD 1945 diberikan mandat untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara melaksanakan tugas dalam kerangka pengelolaan keuangan negara ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam tata kelola keuangan negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia memiliki peran strategis untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, yakni dengan beragam peran pemeriksaan yang dimiliki. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memprioritaskan pemeriksaan keuangan karena bersifat mandatory atau harus dilakukan sebagai perintah Undang-Undang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memprioritaskan pemeriksaannya pada bidang-bidang kegiatan yang rawan terjadi korupsi dan menjadi prioritas pembangunan seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan penanggulangan kemiskinan.

Lebih lanjut, selain melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memprioritaskan pemeriksaannya pada bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan nasional seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Tujuan pemeriksaan atas bidang-bidang kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan tersebut adalah untuk menilai aspek ekonomis, efisiensi,dan efektifitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Seluruh pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam rangka mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. 

dok: databoks.katadata.co.id
Di satu sisi, selain memberikan opini atas laporan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memberikan penilaian atas upaya instansi pemerintah dalam meningkatkan kemakmuran rakyat. Dengan cara demikian, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dapat mempertegas manfaat hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Peran Generasi Milenial Kawal Harta Negara

Generasi millenial diidentifikasi memiliki karakter yang lebih kritis, melek informasi, dan sangat dekat dengan teknologi. Hal ini tentu menjadi peluang khususnya bagi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam mengawal harta negara dan mendorong akuntabilitas keuangan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di satu sisi generasi Milenial memiliki peran dalam mengawal harta negara melalui pendayagunaan karakter dan konektivitas dengan akses informasi dan teknologi yang dimiliki.

Tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Akuntabilitas diperlukan untuk dapat mengetahui pelaksanaan program yang dibiayai dengan keuangan negara, tingkat kepatuhannya terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas dari suatu program.

Untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel, maka setiap program dan kegiatan pemerintahan harus terbuka untuk umum dan secara mudah dapat diakses oleh berbagai unsur yang memiliki perhatian, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengontrol (check and balance) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, dibutuhkan kesadaran dari individu, penguasa, atau pejabat bahwa segala tindakannya berdampak pada orang lain/masyarakat/publik sehingga harus mempertanggungjawabkan segala tindakannya kepada publik.

Semua program pembangunan dapat dijalankan dengan baik apabila pengelolaan keuangan negara benar-benar transparan dan akuntabel sehingga semua program dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, meningkatkan kemampuan konsumsi dan investasi masyarakat, meningkatkan pembangunan ekonomi secara nasional dan pembangunan ekonomi yang berkualitas sehingga kesejahteraan rakyat dapat meningkat.

Berkenaan dengan hal tersebut, generasi Milenial memiliki kecenderungan beralih menggunakan platform online guna menunjang aktivitas keseharian mereka. Nielsen melalui riset yang dilakukan menuturkan bahwa sebagian besar generasi Milenial lebih memilih sesuatu yang berbasis online dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pesatnya perkembangan teknologi memang menjadikan internet sebagai penunjang bagi berbagai kebutuhan. Penetrasi internet ke pengguna usia muda menjadikan para generasi Milenial lebih memilih metode online dibandingkan konvensional.

dok: databoks.katadata.co.id
Kendati demikian, selain internet media televisi masih menjadi media yang paling dominan untuk menjangkau generasi Milenial. Di era digital saat ini, generasi Milenial memiliki kebiasaan yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Pemahaman mengenai perilaku dan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi media membuka peluang bagi pemilik brand (merek) dan pemasar untuk membangun hubungan jangka panjang dengan mereka, tak terkecuali lembaga pemerintahan seperti Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dok: databoks.katadata.co.id
Oleh karenanya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sangat tepat mengambil langkah untuk mengkampanyekan peran serta dalam mengawal harta negara sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dan berkontribusi aktif secara nyata melalui ajang kompetisi diantaranya pembuatan karya film pendek bertema “Kawal Harta Negara” pada Agustus 2017 silam.

Saya begitu terpukau dengan konsep ide tersebut terlebih khusus setelah saya menyaksikan film berjudul “Gosip” yang merupakan bagian dari Pitching Forum Kategori Fiksi dan diproduksi oleh Rumahku Films, The Story Company, VSI Films Studio, Jakarta. Film tersebut mengangkat isu korupsi/mark-up dana desa dengan latar belakang budaya Sunda. Penjelasannya sederhana dan lekat dengan kehidupan sehar-hari dan “ngena banget”. Salut!


Upaya kampanye oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan melibatkan masyarakat ini semakin menegaskan bahwa tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat tak terkecuali para anak muda. Ajang kompetisi perfilman ini lantas menjadi suatu bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. 

Penutup 

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai salah satu lembaga negara yang ikut terlibat dalam proses pembangunan nasional, memiliki tanggung jawab untuk memberi andil sesuai kewenangannya yaitu melalui pemeriksaan keuangan negara. Strategi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia harus selaras dengan pembangunan pemerintah. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia diharapkan dapat mengawal pembangunan nasional yang dimulai dengan perencanaan oleh pemerintah untuk dapat mencapai tujuan bernegara. Pasalnya, perencanaan menjadi kunci bagi efektifitas pembangunan nasional karena perencanaan yang unggul dan berkualitas menjadi tolok ukur terlaksananya pembangunan nasional. 

Selain berperan serta dalam proses pembangunan nasional, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam menjaga dan memastikan keuangan negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini mengingat penggunaan uang negara yang tidak taat aturan dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan penggunaannya. Oleh karena itu, melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dapat mendorong penggunaan keuangan negara secara transparan dan akuntabel untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sebagaimana penuturan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam Orasi Ilmiah berjudul “BPK dan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat” pada Maret 2015 silam yang khusus membahas tentang peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam menilai pengelolaan Keuangan Negara dan dalam membangun melalui pengelolaan negara menuju Indonesia sejahtera. Salam Independensi, Integritas dan Profesionalisme!

dok: pribadi

Referensi: 
Nb: Penulis merupakan Mahasiswa Doktoral/S3 Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan. Saat ini penulis menjadi Associate Researcher di Public Interest Research and Advocacy Center. 

Cat: tulisan diikutsertakakan dalam Lomba Nulis Blog “BPK Kawal Harta Negara” oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia 

dok: bpk.go.id

Senin, 25 Desember 2017

Kunci Sukses Raih Resolusi 2018 dengan Theragran-M, Ingat 3S!

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berperan serta atas pencapaian resolusi di tahun 2017. Thanks for being my supporting system! Besar harapan semoga di tahun 2018 mendatang target resolusi berikutnya dapat tercapai kembali. Aamiin!


Caribou coffee (dok: pribadi)
Bila diperkenankan saya ingin napak tilas sejenak ke dua belas bulan yang lampau guna mengenang, merenungi dan mensyukuri kembali pencapaian apa saja yang telah berhasil diraih. Hal ini semata untuk menjaga agar semangat tak putus dan asa jangan sampai pupus. 

Awal Januari 2017 menjadi permulaan yang baik karena target resolusi saya untuk menerbitkan buku akhirnya tercapai. Pada bulan Januari silam saya memperoleh kabar bahwa buku antologi berjudul “EPISODIC: Senarai Apresiasi Asa” telah diterbitkan oleh IPB Press melalui peran serta Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana IPB Bogor. Ini merupakan buku antologi pertama saya. Alhamdulillah!

Buku antologi pertama diterbitkan oleh IPB Press (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Februari 2017 target resolusi berikutnya tercapai yaitu tepat pada tanggal 6 Februari 2017 saya melaksanakan sidang promosi ke-2 dan pada tanggal 27 Februari 2017 saya melaksanakan Seminar Hasil. Perlahan namun pasti saya berusaha menyelesaikan berbagai tahapan studi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang mesti dituntaskan segera.

Terimakasih kepada semua pihak yang berperan sebagai "supporting system" (dok: pribadi)
Pada bulan Maret 2017 merupakan bulan dimana saya mengatur strategi berikutnya. Saya melakukan submit beberapa naskah artikel ke jurnal nasional maupun internasional. Di bulan ini pula lah saya membuat akun di media sosial bernama “One Day One Journal” guna memacu semangat untuk terus menulis dan membaca. Laman grup “One Day One Journal” bertujuan menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berbagi dan memperoleh informasi.

Letter of Review Jurnal Bank Indonesia (dok: pribadi)
Berikutnya, pada bulan April 2017 saya berkesempatan melakukan internship di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tepatnya di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan berlokasi di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung A Lantai 9. Hal ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kegiatan ini menunjang riset/penelitian yang sedang saya lakukan khususnya terkait Bank Perkreditan Rakyat. 

Berkesempatan menimba ilmu di OJK (dok: pribadi)
Resolusi yang paling ditunggu-tunggu sepanjang hidup (lebay!) akhirnya tercapai di bulan Mei 2017. Ini merupakan kali pertama saya berkesempatan ke luar negeri yaitu dengan mengunjungi ibukota Thailand, Bangkok tepat pada tanggal 13 – 16 Mei 2017. Bagi saya travelling mengajarkan banyak hal, tidak hanya pengalaman yang diperoleh karena mengunjungi tempat baru melainkan juga karena kita bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam latar belakang budaya, bahasa maupun selera. Untungnya sekembali dari luar negeri saya langsung ditawari pekerjaan sehingga memungkinkan saya melanglang buana kembali dalam rangka project YouthWin Economic Participation hasil kerjasama dengan USAID. Hm, jalan-jalan bisa saja tapi bekerja juga harus tetap jalan!

Mengenakan pakaian adat khas Bangkok, Thailand (dok: pribadi)
Akhirnya, bulan Juni 2017 pun tiba. Ini adalah saatnya untuk berkumpul dengan keluarga. Saya kembali ke tanah kelahiran yaitu Manado yang merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara tempat dimana ayah dan ibu saya berada. Saya menghabiskan waktu bersama keluarga, bersilaturahmi dengan tetangga dan merayakan hari raya keagamaan kami yaitu Idul Fitri dengan berbahagia. Berkumpul bersama keluarga juga merupakan ajang untuk mengumpulkan semangat dan mengatur strategi kembali guna mencapai target resolusi selanjutnya.

Bersama ibunda tercinta (dok: pribadi)
Tepat pada bulan Juli 2017, resolusi yang saya cita-citakan kembali tercapai yaitu saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Regional Science Association (IRSA). Selain itu di bulan Juli ini pula saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Daeng Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Saya senang sekali karena bisa mencicipi kuliner legendaris bernama palubasa serigala (yang terletak di Jalan Serigala) serta mengunjungi pantai losari. Meski kunjungannya sangat singkat namun meninggalkan kenangan mendalam. 

Pemakalah di konferensi internasional IRSA (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Agustus 2017 target resolusi berikutnya kembali tercapai yaitu tepat pada tanggal 21 Agustus 2017 saya berkesempatan melaksanakan Sidang/Ujian Tertutup Program Doktor/S3, Alhamdulillah! Lalu, selang 3 hari kemudian saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Tidak hanya memperoleh penghargaan terbaik, sertifikat dan uang tunai sebagai honorarium, saya juga memperoleh pengalaman serta jejaring yang luas melalui konferensi internasional tersebut. Sungguh pengalaman yang sangat berarti!

Pemakalah pada konferensi internasional Bank Indonesia (dok: pribadi)
Kabar gembira kembali menyapa di bulan September 2017 karena buku antologi saya berjudul “Cerita untuk Sahabat” telah terbit! Dengan demikian buku antologi ini menjadi buku antologi kedua saya setelah sebelumnya telah terbit buku antologi berjudul “EPISODIC”. Bedanya, jika buku “EPISODIC” ditulis bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana maka buku “Cerita untuk Sahabat” ini ditulis bersama teman-teman lintas agama khususnya teman-teman Konferensi Wali Gereja Indonesia. Buku ini mengulas tentang isu toleransi dengan kisah-kisah yang mendalam dan sarat makna dari masing-masing penulisnya.

Berpose bersama pembaca setia buku Cerita untuk Sahabat. Terimakasih! (dok: pribadi)
Bulan Oktober 2017 menjadi bulan yang spesial dan paling dinanti-nanti. Bukan hanya karena bulan Oktober merupakan bulan kelahiran saya dan ibunda tercinta, melainkan di bulan inilah saya mencoba peruntungan kembali dengan mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (meskipun pada akhirnya belum beruntung!). Tapi, saya masih terus bersyukur karena saya meyakini bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Tak pelak, kabar gembira kemudian kembali menyapa karena selang beberapa hari setelah hari ulang tahun saya yang ke-28, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam Diskusi Buku antologi “Cerita untuk Sahabat”. Saya dan beberapa narasumber lainnya berkesempatan untuk berbagi dan menceritakan pengalaman kami terkait isu toleransi. Lalu, tepat pada tanggal 23 Oktober saya memperoleh kabar gembira kembali karena dinyatakan lulus ujian tertutup Program Doktor. Alhamdulillah, ini merupakan pertanda yang baik untuk bersiap melangkah pada tahap selanjutnya.

Menjadi narasumber dalam Diskusi Buku (dok: pribadi)
Selanjutnya, bulan November 2017 bisa dikatakan menjadi tonggak sejarah pencapaian saya selang lima tahun belakangan ini. Bukan hanya karena saya berkesempatan menginjakkan kaki ke luar negeri lagi yaitu ke Malaysia (Kuala Lumpur) dan Singapura, melainkan karena tepat pada tanggal 30 November saya melaksanakan Sidang Promosi Terbuka Program Doktor dan berhak menyandang GELAR DOKTOR. Alhamdulillah! Sebagaimana pernyataan dosen pembimbing/promotor saya bahwasanya ini bukan merupakan akhir melainkan awal dari segala pencapaian yang ada khususnya karir saya kedepan. Saya harus melangkah sembari mengucapkan Bismillah! 

Lulus Sidang Promosi Doktor/S3 (dok: pribadi)
Pada akhirnya, tibalah di penghujung tahun yaitu bulan Desember 2017 dimana merupakan bulan yang penuh dengan perenungan tentang pencapaian target resolusi setahun ini. Perlahan namun pasti resolusi tercapai diantaranya ketika saya berkesempatan menjadi salah satu penulis untuk artikel yang dipresentasikan pada Seminar Nasional yang diadakan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah berlokasi di Semarang. Selain itu saya berkesempatan memenuhi undangan dari salah satu perusahaan properti ternama sebagai Blogger terpilih dan menjadi pemenang dalam kompetisi menulis yang mereka laksanakan. Serta memenuhi undangan sebagai nominasi terpilih kategori penulis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan mengikuti serangkaian acara yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun LIPI yang ke-50. Serta yang tak terlupa ialah terbitnya buku antologi ke-3 berjudul “Wacana untuk Pembangunan Pertanian dan Perdesaan Indonesia” oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana. Alhamdulillah!

Seminar Nasional di BAPPEDA Prov Jateng (dok: pribadi)
Besar harapan tahun 2018 akan menjadi tahun dimana saya dapat menjadi pribadi yang terus bersyukur dan selalu bersemangat untuk berusaha mencapai target dan mewujudkan resolusi yang telah saya rencanakan di tahun 2018. Berikut ialah Resolusi Tahun 2018 yang direncanakan:

Wisuda (untuk yang ketiga kalinya!)

Ini merupakan resolusi yang saya idam-idamkan selama ini dan merupakan puncak pencapaian studi saya di bangku perkuliahan selang 10 tahun belakangan ini. Dengan wisuda ini nantinya akan menjadi pembuktian atas pencapaian resolusi di tahun-tahun yang telah lalu karena wisuda kali ini merupakan jenjang pendidikan tertinggi yaitu Strata 3/Doktoral. In Shaa Allah!

Menerbitkan buku (lagi)

Saya sangat menyukai pelbagai hal yang berkaitan dengan literasi dan berharap dapat terus menghidupinya. Saya ingin terus berbuat dan menghasilkan karya hingga memberikan inspirasi kepada para pembaca. Sederhananya saya ingin “berdampak” dan menjalani kehidupan yang berarti serta penuh makna. Karena dengan menulis saya merasa hidup dan berguna serta bermanfaat.

Meniti karir 

Semenjak tahun 2014, saya terlibat beberapa project penelitian dan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait baik legislatif, eksekutif, maupun LSM. Kedepan dengan gelar yang dimiliki serta pengalaman yang belum seberapa ini saya berharap dapat meniti karir di suatu lembaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Aamiin!

Menikah 

Hal ini merupakaan impian yang tidak bisa dipaksakan. Itu pasti! Karena yang namanya jodoh adalah rahasia Ilahi. Tapi yang pasti di usia 28 tahun ini saya merasa bahwa inilah saatnya bagi saya untuk menemukan tambatan hati dan menautkan perasaan secara mantap. Bismillah!

Umrah 

Menjadi satu aktivitas “traveling” yang lebih dari sekedar luar biasa karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Saya berharap dapat segera menjalani perjalanan penuh makna ini tentunya dengan pasangan halal saya kelak. Semoga tahun 2018 menjadi tahun yang penuh berkah dan menjadi turning point dalam segala aktivitas peribadatan yang saya lakukan. Aamiin!

Tak ayal, untuk mewujudkan target resolusi di tahun 2018 tersebut tentu kesehatan menjadi kunci utama. Saya harus pintar menjaga kesehatan di sela kesibukan dan padatnya aktivitas. Saya teringat ketika sakit kepala sebelah/migrain melanda di tengah padatnya aktivitas. Maka, apa yang bisa saya perbuat? Do Nothing! Dan jujur saja hal tersebut sangatlah menyiksa. Saya merasa rugi karena melewatkan hari dengan percuma dan terasa sia-sia. Kesehatan merupakan modal utama, oleh karenanya saya terus menjaga performa fisik dengan berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur teratur dan tentunya mengkonsumsi suplemen/vitamin.


Adapun suplemen andalan tersebut diantaranya ialah produk multivitamin Theragran-M: Multivitamin-Mineral yang merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Theragran-M berbentuk tablet salut gula yang memungkinkan saya melakukan aktivitas tanpa perlu merasa khawatir dengan sakit kepala sebelah yang menyerang karena produk multivitamin ini merupakan Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Kompisisi tiap tablet salut gula Theragran-M mengandung diantaranya vitamin dan mineral yang berguna membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.


dok: pribadi
dok: pribadi
Kandungan vitamin dalam Theragran-M diantaranya yaitu Vitamin A (sebagai asetat), vitamin D (cholekalsiferol), vitamin B1 (tiamina mononitrat), vitamin B2 (riboflavina), vitamin B6 (piridoksina hidroklorida), vitamin B12 (sianokobalamina), vitamin C (sebagai natrimun askorbat), vitamin E (sebagai dl-alfatokoferil asetat), Niasinamida dan Kalsium Pantotenat. Selain itu terdapat kandungan Mineral yang terdiri dari Iodium (sebagai kalium Iodida), Besi (sebagai fumarat), Tembaga II (sebagai sulfat), Mangan II (sebagai sulfat), Magnesium (Sebagai karbonat) dan Seng (sebagai sulfat). 

dok: pribadi
Satu hal yang terpenting produk Theragran-M Multivitamin-Mineral produksi PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ini telah memiliki status HALAL dari MUI. Pada intinya prinsip saya ialah: Kalau sakit jangan lama-lama! Yuk, konsumsi Theragran-M dan raih resolusi tahun 2018 mu dengan cekatan. Ingat Theragran-M, ingat 3S! Syukur, Semangat dan Sehat!

Cat: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.