Sabtu, 06 Januari 2018

Peran Generasi Milenial Kawal Harta Negara

dok: pribadi
Pada Kamis 28 Desember 2017 silam, saya berkesempatan mengunjungi Miniatur Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang terletak di Gedung Umar Wirahadikusuma dan berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 31, DKI Jakarta. Miniatur Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut tepat bersebelahan dengan Perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 

dok: pribadi

dok: pribadi
Suasana di Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia siang itu cukup sepi. Hanya ada beberapa petugas yang berjaga dan lalu lalang. Saya begitu terkesima ketika memasuki pelataran Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, terutama ketika mendapati suatu kalimat di dinding yang berbunyi, “Kejujuran adalah Kesederhanaan yang Paling Mewah...!”. Sungguh kalimat yang sarat makna.

dok: pribadi
Perlahan saya mengamati isi Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan menemukan “Jejak Perjalanan BPK”. Sebagaimana dijelaskan bahwa setelah pemerintah menerbitkan Penetapan Pemerintah 1946 No.11/OEM tertanggal 28 Desember 1946 maka Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia secara resmi didirikan pada Januari 1947. 

dok: pribadi

dok: pribadi
Presiden Soekarno ketika itu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan R.Soerasno sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan mulai bekerja per 1 Januari 1947 bersamaan dengan pendirian Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut dimulai jugalah sejarah kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dok: pribadi

dok: pribadi

Kendala dan Permasalahan

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum oleh World Economic Forum melalui survey Global Shapers Annual Survey 2016, diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa permasalahan utama dunia secara global yang menjadi kekhawatiran para generasi Milenial diantaranya terkait dengan isu kemiskinan dan transparansi pemerintahan.

dok: databoks.katadata.co.id
Kekhawatiran ini bukannya tanpa alasan, karena berdasarkan data yang berhasil diperoleh disebutkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan kurang lebih sekitar 14.997 permasalahan dengan nilai mencapai Rp 27.39 triliun dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) pertama 2017. Jumlah tersebut meliputi 7.284 kelemahan sistem pengendalian intern (SPI), 7.549 ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku senilai Rp 25,14 triliun. Serta 164 permasalahan yang diakibatkan oleh ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan senilai Rp 2,25 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Dalam penyerahan IHPS paruh pertama 2017 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Bapak Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan, permasalahan ketidakpatuhan mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,81 triliun, dengan potensi kerugian mencapai Rp 4,89 triliun, serta kekurangan penerimaan negara mencapai Rp 18,44 triliun.

IHPS I 2017 merupakan ringkasan dari 687 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang terdiri atas 645 LHP keuangan, 9 LHP kinerja, dan 33 LHP dengan tujuan tertentu. Efektivitas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tersebut akan tercapai jika laporan hasil pemeriksaannya ditindaklanjuti oleh entitas yang diperiksa. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi acuan perbaikan pengelolaan keuangan negara pada semester berikutnya.

Adapun ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia pada paruh pertama tahun 2017 juga menemukan kerugian pada penerimaan negara senilai US$ 1,18 miliar atau Rp 15,89 triliun di sektor migas. Kerugian tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atas perhitungan hasil migas.

dok: databoks.katadata.co.id
Disinyalir penyebab kerugian terbesar adalah pembebanan biaya-biaya yang tidak semestinya dalam penggantian biaya operasional migas (cost recovery), dimana nilainya mencapai US$ 956 juta atau sekitar Rp 12,9 triliun. Kemudian adanya keterlambatan penyelesaian kewajiban pajak dari 17 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hingga tahun pajak 2015 senilai US$ 209,25 juta. Ditambah potensi kehilangan penerimaan negara dari pengenaan denda atau bunga pajak minimal untuk tahun pajak 2015 senilai US$ 11,45 juta. Selain adanya kerugian, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga menemukan kelemahan pada pengendalian internal di SKK Migas. Antara lain, Standar Operasional Prosedur (SOP) serta satuan pengawas internal yang belum berjalan optimal.

Arah Kebijakan Strategis BPK RI

Semakin kuatnya peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa keuangan negara, menuntut Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk mengelola efektivitas kerja sama dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Dalam menjalankan tugasnya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perlu terus bersinergi dengan sejumlah pihak untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. 

Adapun pemanfaatan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perlu dioptimalkan oleh para pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan tersebut dapat memanfaatkan hasil Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan tugas dan wewenangnya dalam ketentuan perundang-undangan. Hasil Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dimaksud merupakan pelaksanaan tugas dan wewenang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan antara lain Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS).

dok: databoks.katadata.co.id
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai lembaga yang oleh UUD 1945 diberikan mandat untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara melaksanakan tugas dalam kerangka pengelolaan keuangan negara ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam tata kelola keuangan negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia memiliki peran strategis untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, yakni dengan beragam peran pemeriksaan yang dimiliki. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memprioritaskan pemeriksaan keuangan karena bersifat mandatory atau harus dilakukan sebagai perintah Undang-Undang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memprioritaskan pemeriksaannya pada bidang-bidang kegiatan yang rawan terjadi korupsi dan menjadi prioritas pembangunan seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan penanggulangan kemiskinan.

Lebih lanjut, selain melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memprioritaskan pemeriksaannya pada bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan nasional seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Tujuan pemeriksaan atas bidang-bidang kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan tersebut adalah untuk menilai aspek ekonomis, efisiensi,dan efektifitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Seluruh pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam rangka mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. 

dok: databoks.katadata.co.id
Di satu sisi, selain memberikan opini atas laporan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga memberikan penilaian atas upaya instansi pemerintah dalam meningkatkan kemakmuran rakyat. Dengan cara demikian, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dapat mempertegas manfaat hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Peran Generasi Milenial Kawal Harta Negara

Generasi millenial diidentifikasi memiliki karakter yang lebih kritis, melek informasi, dan sangat dekat dengan teknologi. Hal ini tentu menjadi peluang khususnya bagi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam mengawal harta negara dan mendorong akuntabilitas keuangan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di satu sisi generasi Milenial memiliki peran dalam mengawal harta negara melalui pendayagunaan karakter dan konektivitas dengan akses informasi dan teknologi yang dimiliki.

Tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Akuntabilitas diperlukan untuk dapat mengetahui pelaksanaan program yang dibiayai dengan keuangan negara, tingkat kepatuhannya terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas dari suatu program.

Untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel, maka setiap program dan kegiatan pemerintahan harus terbuka untuk umum dan secara mudah dapat diakses oleh berbagai unsur yang memiliki perhatian, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengontrol (check and balance) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, dibutuhkan kesadaran dari individu, penguasa, atau pejabat bahwa segala tindakannya berdampak pada orang lain/masyarakat/publik sehingga harus mempertanggungjawabkan segala tindakannya kepada publik.

Semua program pembangunan dapat dijalankan dengan baik apabila pengelolaan keuangan negara benar-benar transparan dan akuntabel sehingga semua program dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, meningkatkan kemampuan konsumsi dan investasi masyarakat, meningkatkan pembangunan ekonomi secara nasional dan pembangunan ekonomi yang berkualitas sehingga kesejahteraan rakyat dapat meningkat.

Berkenaan dengan hal tersebut, generasi Milenial memiliki kecenderungan beralih menggunakan platform online guna menunjang aktivitas keseharian mereka. Nielsen melalui riset yang dilakukan menuturkan bahwa sebagian besar generasi Milenial lebih memilih sesuatu yang berbasis online dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pesatnya perkembangan teknologi memang menjadikan internet sebagai penunjang bagi berbagai kebutuhan. Penetrasi internet ke pengguna usia muda menjadikan para generasi Milenial lebih memilih metode online dibandingkan konvensional.

dok: databoks.katadata.co.id
Kendati demikian, selain internet media televisi masih menjadi media yang paling dominan untuk menjangkau generasi Milenial. Di era digital saat ini, generasi Milenial memiliki kebiasaan yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Pemahaman mengenai perilaku dan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi media membuka peluang bagi pemilik brand (merek) dan pemasar untuk membangun hubungan jangka panjang dengan mereka, tak terkecuali lembaga pemerintahan seperti Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

dok: databoks.katadata.co.id
Oleh karenanya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sangat tepat mengambil langkah untuk mengkampanyekan peran serta dalam mengawal harta negara sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dan berkontribusi aktif secara nyata melalui ajang kompetisi diantaranya pembuatan karya film pendek bertema “Kawal Harta Negara” pada Agustus 2017 silam.

Saya begitu terpukau dengan konsep ide tersebut terlebih khusus setelah saya menyaksikan film berjudul “Gosip” yang merupakan bagian dari Pitching Forum Kategori Fiksi dan diproduksi oleh Rumahku Films, The Story Company, VSI Films Studio, Jakarta. Film tersebut mengangkat isu korupsi/mark-up dana desa dengan latar belakang budaya Sunda. Penjelasannya sederhana dan lekat dengan kehidupan sehar-hari dan “ngena banget”. Salut!


Upaya kampanye oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dengan melibatkan masyarakat ini semakin menegaskan bahwa tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat tak terkecuali para anak muda. Ajang kompetisi perfilman ini lantas menjadi suatu bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. 

Penutup 

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai salah satu lembaga negara yang ikut terlibat dalam proses pembangunan nasional, memiliki tanggung jawab untuk memberi andil sesuai kewenangannya yaitu melalui pemeriksaan keuangan negara. Strategi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia harus selaras dengan pembangunan pemerintah. Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia diharapkan dapat mengawal pembangunan nasional yang dimulai dengan perencanaan oleh pemerintah untuk dapat mencapai tujuan bernegara. Pasalnya, perencanaan menjadi kunci bagi efektifitas pembangunan nasional karena perencanaan yang unggul dan berkualitas menjadi tolok ukur terlaksananya pembangunan nasional. 

Selain berperan serta dalam proses pembangunan nasional, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia juga menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam menjaga dan memastikan keuangan negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini mengingat penggunaan uang negara yang tidak taat aturan dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan penggunaannya. Oleh karena itu, melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dapat mendorong penggunaan keuangan negara secara transparan dan akuntabel untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sebagaimana penuturan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam Orasi Ilmiah berjudul “BPK dan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat” pada Maret 2015 silam yang khusus membahas tentang peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam menilai pengelolaan Keuangan Negara dan dalam membangun melalui pengelolaan negara menuju Indonesia sejahtera. Salam Independensi, Integritas dan Profesionalisme!

dok: pribadi

Referensi: 
Nb: Penulis merupakan Mahasiswa Doktoral/S3 Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan. Saat ini penulis menjadi Associate Researcher di Public Interest Research and Advocacy Center. 

Cat: tulisan diikutsertakakan dalam Lomba Nulis Blog “BPK Kawal Harta Negara” oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia 

dok: bpk.go.id

Senin, 25 Desember 2017

Kunci Sukses Raih Resolusi 2018 dengan Theragran-M, Ingat 3S!

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berperan serta atas pencapaian resolusi di tahun 2017. Thanks for being my supporting system! Besar harapan semoga di tahun 2018 mendatang target resolusi berikutnya dapat tercapai kembali. Aamiin!


Caribou coffee (dok: pribadi)
Bila diperkenankan saya ingin napak tilas sejenak ke dua belas bulan yang lampau guna mengenang, merenungi dan mensyukuri kembali pencapaian apa saja yang telah berhasil diraih. Hal ini semata untuk menjaga agar semangat tak putus dan asa jangan sampai pupus. 

Awal Januari 2017 menjadi permulaan yang baik karena target resolusi saya untuk menerbitkan buku akhirnya tercapai. Pada bulan Januari silam saya memperoleh kabar bahwa buku antologi berjudul “EPISODIC: Senarai Apresiasi Asa” telah diterbitkan oleh IPB Press melalui peran serta Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana IPB Bogor. Ini merupakan buku antologi pertama saya. Alhamdulillah!

Buku antologi pertama diterbitkan oleh IPB Press (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Februari 2017 target resolusi berikutnya tercapai yaitu tepat pada tanggal 6 Februari 2017 saya melaksanakan sidang promosi ke-2 dan pada tanggal 27 Februari 2017 saya melaksanakan Seminar Hasil. Perlahan namun pasti saya berusaha menyelesaikan berbagai tahapan studi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang mesti dituntaskan segera.

Terimakasih kepada semua pihak yang berperan sebagai "supporting system" (dok: pribadi)
Pada bulan Maret 2017 merupakan bulan dimana saya mengatur strategi berikutnya. Saya melakukan submit beberapa naskah artikel ke jurnal nasional maupun internasional. Di bulan ini pula lah saya membuat akun di media sosial bernama “One Day One Journal” guna memacu semangat untuk terus menulis dan membaca. Laman grup “One Day One Journal” bertujuan menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berbagi dan memperoleh informasi.

Letter of Review Jurnal Bank Indonesia (dok: pribadi)
Berikutnya, pada bulan April 2017 saya berkesempatan melakukan internship di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tepatnya di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan berlokasi di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung A Lantai 9. Hal ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kegiatan ini menunjang riset/penelitian yang sedang saya lakukan khususnya terkait Bank Perkreditan Rakyat. 

Berkesempatan menimba ilmu di OJK (dok: pribadi)
Resolusi yang paling ditunggu-tunggu sepanjang hidup (lebay!) akhirnya tercapai di bulan Mei 2017. Ini merupakan kali pertama saya berkesempatan ke luar negeri yaitu dengan mengunjungi ibukota Thailand, Bangkok tepat pada tanggal 13 – 16 Mei 2017. Bagi saya travelling mengajarkan banyak hal, tidak hanya pengalaman yang diperoleh karena mengunjungi tempat baru melainkan juga karena kita bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam latar belakang budaya, bahasa maupun selera. Untungnya sekembali dari luar negeri saya langsung ditawari pekerjaan sehingga memungkinkan saya melanglang buana kembali dalam rangka project YouthWin Economic Participation hasil kerjasama dengan USAID. Hm, jalan-jalan bisa saja tapi bekerja juga harus tetap jalan!

Mengenakan pakaian adat khas Bangkok, Thailand (dok: pribadi)
Akhirnya, bulan Juni 2017 pun tiba. Ini adalah saatnya untuk berkumpul dengan keluarga. Saya kembali ke tanah kelahiran yaitu Manado yang merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara tempat dimana ayah dan ibu saya berada. Saya menghabiskan waktu bersama keluarga, bersilaturahmi dengan tetangga dan merayakan hari raya keagamaan kami yaitu Idul Fitri dengan berbahagia. Berkumpul bersama keluarga juga merupakan ajang untuk mengumpulkan semangat dan mengatur strategi kembali guna mencapai target resolusi selanjutnya.

Bersama ibunda tercinta (dok: pribadi)
Tepat pada bulan Juli 2017, resolusi yang saya cita-citakan kembali tercapai yaitu saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Regional Science Association (IRSA). Selain itu di bulan Juli ini pula saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Daeng Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Saya senang sekali karena bisa mencicipi kuliner legendaris bernama palubasa serigala (yang terletak di Jalan Serigala) serta mengunjungi pantai losari. Meski kunjungannya sangat singkat namun meninggalkan kenangan mendalam. 

Pemakalah di konferensi internasional IRSA (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Agustus 2017 target resolusi berikutnya kembali tercapai yaitu tepat pada tanggal 21 Agustus 2017 saya berkesempatan melaksanakan Sidang/Ujian Tertutup Program Doktor/S3, Alhamdulillah! Lalu, selang 3 hari kemudian saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Tidak hanya memperoleh penghargaan terbaik, sertifikat dan uang tunai sebagai honorarium, saya juga memperoleh pengalaman serta jejaring yang luas melalui konferensi internasional tersebut. Sungguh pengalaman yang sangat berarti!

Pemakalah pada konferensi internasional Bank Indonesia (dok: pribadi)
Kabar gembira kembali menyapa di bulan September 2017 karena buku antologi saya berjudul “Cerita untuk Sahabat” telah terbit! Dengan demikian buku antologi ini menjadi buku antologi kedua saya setelah sebelumnya telah terbit buku antologi berjudul “EPISODIC”. Bedanya, jika buku “EPISODIC” ditulis bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana maka buku “Cerita untuk Sahabat” ini ditulis bersama teman-teman lintas agama khususnya teman-teman Konferensi Wali Gereja Indonesia. Buku ini mengulas tentang isu toleransi dengan kisah-kisah yang mendalam dan sarat makna dari masing-masing penulisnya.

Berpose bersama pembaca setia buku Cerita untuk Sahabat. Terimakasih! (dok: pribadi)
Bulan Oktober 2017 menjadi bulan yang spesial dan paling dinanti-nanti. Bukan hanya karena bulan Oktober merupakan bulan kelahiran saya dan ibunda tercinta, melainkan di bulan inilah saya mencoba peruntungan kembali dengan mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (meskipun pada akhirnya belum beruntung!). Tapi, saya masih terus bersyukur karena saya meyakini bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Tak pelak, kabar gembira kemudian kembali menyapa karena selang beberapa hari setelah hari ulang tahun saya yang ke-28, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam Diskusi Buku antologi “Cerita untuk Sahabat”. Saya dan beberapa narasumber lainnya berkesempatan untuk berbagi dan menceritakan pengalaman kami terkait isu toleransi. Lalu, tepat pada tanggal 23 Oktober saya memperoleh kabar gembira kembali karena dinyatakan lulus ujian tertutup Program Doktor. Alhamdulillah, ini merupakan pertanda yang baik untuk bersiap melangkah pada tahap selanjutnya.

Menjadi narasumber dalam Diskusi Buku (dok: pribadi)
Selanjutnya, bulan November 2017 bisa dikatakan menjadi tonggak sejarah pencapaian saya selang lima tahun belakangan ini. Bukan hanya karena saya berkesempatan menginjakkan kaki ke luar negeri lagi yaitu ke Malaysia (Kuala Lumpur) dan Singapura, melainkan karena tepat pada tanggal 30 November saya melaksanakan Sidang Promosi Terbuka Program Doktor dan berhak menyandang GELAR DOKTOR. Alhamdulillah! Sebagaimana pernyataan dosen pembimbing/promotor saya bahwasanya ini bukan merupakan akhir melainkan awal dari segala pencapaian yang ada khususnya karir saya kedepan. Saya harus melangkah sembari mengucapkan Bismillah! 

Lulus Sidang Promosi Doktor/S3 (dok: pribadi)
Pada akhirnya, tibalah di penghujung tahun yaitu bulan Desember 2017 dimana merupakan bulan yang penuh dengan perenungan tentang pencapaian target resolusi setahun ini. Perlahan namun pasti resolusi tercapai diantaranya ketika saya berkesempatan menjadi salah satu penulis untuk artikel yang dipresentasikan pada Seminar Nasional yang diadakan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah berlokasi di Semarang. Selain itu saya berkesempatan memenuhi undangan dari salah satu perusahaan properti ternama sebagai Blogger terpilih dan menjadi pemenang dalam kompetisi menulis yang mereka laksanakan. Serta memenuhi undangan sebagai nominasi terpilih kategori penulis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan mengikuti serangkaian acara yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun LIPI yang ke-50. Serta yang tak terlupa ialah terbitnya buku antologi ke-3 berjudul “Wacana untuk Pembangunan Pertanian dan Perdesaan Indonesia” oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana. Alhamdulillah!

Seminar Nasional di BAPPEDA Prov Jateng (dok: pribadi)
Besar harapan tahun 2018 akan menjadi tahun dimana saya dapat menjadi pribadi yang terus bersyukur dan selalu bersemangat untuk berusaha mencapai target dan mewujudkan resolusi yang telah saya rencanakan di tahun 2018. Berikut ialah Resolusi Tahun 2018 yang direncanakan:

Wisuda (untuk yang ketiga kalinya!)

Ini merupakan resolusi yang saya idam-idamkan selama ini dan merupakan puncak pencapaian studi saya di bangku perkuliahan selang 10 tahun belakangan ini. Dengan wisuda ini nantinya akan menjadi pembuktian atas pencapaian resolusi di tahun-tahun yang telah lalu karena wisuda kali ini merupakan jenjang pendidikan tertinggi yaitu Strata 3/Doktoral. In Shaa Allah!

Menerbitkan buku (lagi)

Saya sangat menyukai pelbagai hal yang berkaitan dengan literasi dan berharap dapat terus menghidupinya. Saya ingin terus berbuat dan menghasilkan karya hingga memberikan inspirasi kepada para pembaca. Sederhananya saya ingin “berdampak” dan menjalani kehidupan yang berarti serta penuh makna. Karena dengan menulis saya merasa hidup dan berguna serta bermanfaat.

Meniti karir 

Semenjak tahun 2014, saya terlibat beberapa project penelitian dan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait baik legislatif, eksekutif, maupun LSM. Kedepan dengan gelar yang dimiliki serta pengalaman yang belum seberapa ini saya berharap dapat meniti karir di suatu lembaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Aamiin!

Menikah 

Hal ini merupakaan impian yang tidak bisa dipaksakan. Itu pasti! Karena yang namanya jodoh adalah rahasia Ilahi. Tapi yang pasti di usia 28 tahun ini saya merasa bahwa inilah saatnya bagi saya untuk menemukan tambatan hati dan menautkan perasaan secara mantap. Bismillah!

Umrah 

Menjadi satu aktivitas “traveling” yang lebih dari sekedar luar biasa karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Saya berharap dapat segera menjalani perjalanan penuh makna ini tentunya dengan pasangan halal saya kelak. Semoga tahun 2018 menjadi tahun yang penuh berkah dan menjadi turning point dalam segala aktivitas peribadatan yang saya lakukan. Aamiin!

Tak ayal, untuk mewujudkan target resolusi di tahun 2018 tersebut tentu kesehatan menjadi kunci utama. Saya harus pintar menjaga kesehatan di sela kesibukan dan padatnya aktivitas. Saya teringat ketika sakit kepala sebelah/migrain melanda di tengah padatnya aktivitas. Maka, apa yang bisa saya perbuat? Do Nothing! Dan jujur saja hal tersebut sangatlah menyiksa. Saya merasa rugi karena melewatkan hari dengan percuma dan terasa sia-sia. Kesehatan merupakan modal utama, oleh karenanya saya terus menjaga performa fisik dengan berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur teratur dan tentunya mengkonsumsi suplemen/vitamin.


Adapun suplemen andalan tersebut diantaranya ialah produk multivitamin Theragran-M: Multivitamin-Mineral yang merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Theragran-M berbentuk tablet salut gula yang memungkinkan saya melakukan aktivitas tanpa perlu merasa khawatir dengan sakit kepala sebelah yang menyerang karena produk multivitamin ini merupakan Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Kompisisi tiap tablet salut gula Theragran-M mengandung diantaranya vitamin dan mineral yang berguna membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.


dok: pribadi
dok: pribadi
Kandungan vitamin dalam Theragran-M diantaranya yaitu Vitamin A (sebagai asetat), vitamin D (cholekalsiferol), vitamin B1 (tiamina mononitrat), vitamin B2 (riboflavina), vitamin B6 (piridoksina hidroklorida), vitamin B12 (sianokobalamina), vitamin C (sebagai natrimun askorbat), vitamin E (sebagai dl-alfatokoferil asetat), Niasinamida dan Kalsium Pantotenat. Selain itu terdapat kandungan Mineral yang terdiri dari Iodium (sebagai kalium Iodida), Besi (sebagai fumarat), Tembaga II (sebagai sulfat), Mangan II (sebagai sulfat), Magnesium (Sebagai karbonat) dan Seng (sebagai sulfat). 

dok: pribadi
Satu hal yang terpenting produk Theragran-M Multivitamin-Mineral produksi PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ini telah memiliki status HALAL dari MUI. Pada intinya prinsip saya ialah: Kalau sakit jangan lama-lama! Yuk, konsumsi Theragran-M dan raih resolusi tahun 2018 mu dengan cekatan. Ingat Theragran-M, ingat 3S! Syukur, Semangat dan Sehat!

Cat: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.


Minggu, 24 Desember 2017

Jakarta Learning Center, Platform Pendidikan Inklusif Berbasis Online: Upaya Menjembatani Kesenjangan Digital

Pada tahun 2014 silam saya terlibat kerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dalam suatu project bernama Jakarta Learning Center (JLC). Jakarta Learning Center merupakan suatu platform online yang memudahkan akses bagi setiap masyarakat guna memperoleh pendidikan secara inklusif, merata dan berkelanjutan tidak hanya masyarakat Jakarta saja pada khususnya melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Jakarta Learning Center merupakan sumber edukasi non formal berbasis online sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Platform online ini bertujuan menyediakan materi berkualitas untuk mendukung kehidupan sosial dan bermasyarakat. 

dok: Jakarta Learning Center
Mengingat perkembangan teknologi di era digital sekarang ini, akses pendidikan semakin terbuka dan dengan mudahnya dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bahkan saat ini telah terdapat beberapa start-up yang menggeluti usaha di bidang pendidikan kaitannya dengan era digital khususnya pendidikan online. Sebut saja Sal Khan (2011) seorang Educator and Social Entrepreneur, yang melalui pemaparannya berjudul “Let’s Use Video to Reinvent Education” menggunakan video sebagai metode pembelajaran dalam rangka reinvensi atau penemuan kembali sebuah ide sebelum benar-benar menjadi sebuah inovasi. Sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo bahwasanya kita perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada sebaik mungkin dan terus berinovasi tiada henti.


Belum lama ini saya juga menemukan sebuah metode pembelajaran digital yang sangat unik dari salah satu kemasan produk makanan bernama Cerita Digital Interaktif (CERDIK) yaitu berupa frame dan digital story. Cara mengoperasikannya tergolong mudah yaitu dengan: Mendownload aplikasi di Google Play Store (bagi para pengguna Android); Lalu scan kartu cerita yang ingin dilihat; Kemudian nikmati dan koleksi serta temukan cerita seru di kartu lainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa terdapat banyak ide menarik dan inovatif terkait pendidikan berbasis online guna menjembatani kesenjangan digital dan menciptakan akses pendidikan terhadap masyarakat secara luas.

dok: app playstore
Pembangunan pendidikan sendiri merupakan bagian dari dimensi pembangunan manusia dan masyarakat. Pembangunan pendidikan dapat dicapai dengan meningkatkan pemerataan akses, kualitas, relevansi dan daya saing. Kendati demikian pembangunan pendidikan kedepan masih dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yaitu: Belum semua penduduk memperoleh layanan akses pendidikan yang berkualitas; Masih terdapat kesenjangan partisipasi pendidikan antar wilayah dan antar kelompok pendapatan; Belum maksimalnya pelaksanaan wajib belajar pendidikan yang berkualitas; Masih rendahnya akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; Masih rendahnya kualitas proses pembelajaran terutama terkait dengan jaminan kualitas layanan pendidikan, lemahnya pelaksanaan kurikulum serta lemahnya sistem penilaian pendidikan; Masih terdapat ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja; Masih timpangnya ketersediaan guru antar sekolah dan antar wilayah; Belum signifikannya dampak berbagai program peningkatan kualifikasi dan kompetensi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar; Melemahnya pendidikan budi pekerti di sekolah; Makin pudarnya karakter dan jati diri bangsa pada diri siswa; dan Masih belum optimalnya pendidikan masyarakat dan pendidikan keterampilan kerja.

dok: LAMPID Kenegaraan Presiden RI (2017)
Oleh karenanya, arah kebijakan pembangunan pendidikan dapat dilakukan dengan: Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan dasar, serta memperluas dan meningkatkan pemerataan akses, kualitas dan relevansi dengan pendidikan menengah; Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan zaman serta penguatan sistem penilaian pendidikan yang komprehensif dan kredibel; Meningkatkan profesionalisme, kualitas, pengelolaan dan penempatan guru yang merata; Revitalisasi lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat dan layanan pendidikan; Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja; Meningkatkan akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; dan Meningkatkan kualitas pendidikan. 

Kebijakan pembangunan pendidikan juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan revolusi mental khususnya di satuan pendidikan diantaranya melalui: Peningkatan kualitas dan efektivitas pendidikan karakter/budi pekerti dan budaya bangsa; Penciptaan lingkungan pendidikan yang menumbuhkan integritas, bebas intimidasi dan kekerasan; serta Penegakan hukum dan disiplin di sektor pendidikan.

dok: Jakarta Learning Center

Selain itu diperlukan pula pengembangan pembelajaran yang berkualitas melalui strategi: Penyiapan kurikulum yang andal; Penguatan sistem penilaian yang komprehensif dan kredibel yang dapat menggambarkan capaian prestasi peserta didik lengkap dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap/karakter; serta Penyediaan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten dalam menyampaikan kurikulum dan melaksanakan sistem penilaian yang telah disusun.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan pelik di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan diantaranya ialah tingkat pendidikan dan keterampilan angkatan kerja yang masih terbatas sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja. Oleh karenanya, arah kebijakan dan strategi guna mengatasi permasalahan dan kendala tersebut diantaranya ialah dengan meningkatkan akses kepada pendidikan dan pelatihan serta pelayanan informasi pasar kerja. Jakarta Learning Center selaku platform online di bidang pendidikan pun berupaya menjadi solusi bagi permasalahan tersebut diantaranya dengan menyajikan materi berkualitas seputar ketenagakerjaan baik berupa video maupun infografis agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat.



Permasalahan di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan tersebut lantas menjadi dasar perumusan arah kebijakan dan strategi dari pihak pemerintah diantaranya melalui peningkatan akses start-up capital bagi wirausaha baru/pemula melalui komitmen investasi guna meningkatkan daya saing. Selain itu hal ini menjadi salah satu bentuk capaian utama pembangunan dimana pemerintah telah memberi dukungan untuk pertumbuhan e-commerce nasional melalui Gerakan 1000 Start-up Digital. Gerakan peningkatan penggiat e-commerce diantaranya berupa start-up digital dengan memanfaatkan internet. Kegiatan yang dilakukan berorientasi pada upaya pengembangan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan gerakan peningkatan penggiat e-commerce yang didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

dok: Jakarta Learning Center
Menariknya, Ron McCallum (2013), seorang labor lawyer and activist mengungkapkan melalui penuturannya di depan Forum TEDx tentang “How Technology Allowed Me to Read”. Bagi Ron, proses membaca menjadi lebih mudah dengan adanya sentuhan teknologi khususnya digital akses.

Berkenaan dengan hal tersebut maka dukungan peningkatan start-up digital tentunya tak terlepas dari permasalahan yang ada antara lain adalah: Dibutuhkan banyak tenaga ahli dan profesional untuk melakukan pembinaan; Masih belum lengkap dan validnya data; Kualitas yang masih rendah; dan Terdapat penolakan pemasaran produk secara online. Adapun upaya yang dapat terus dilakukan guna menghadapi kendala yang ada sehingga sasaran dapat tercapai yaitu bekerjasama dengan berbagai komponen dalam e-commerce semisal pelaku start-up digital, Kementerian/Lembaga terkait, produsen dan konsumen demi berkembangnya e-commerce nasional.


Berdasarkan data, Airbnb tercatat sebagai start-up dengan peringkat teratas menurut startupranking. Di urutan kedua diduduki oleh Medium yaitu start-up yang memberikan layanan berbagi mengenai tulisan dan ide. Kemudian diikuti oleh Uber di posisi ketiga yang merupakan start-up layanan transportasi digital.

Bila ditilik lebih lanjut Airbnb sendiri didirikan tahun 2008 dan menawarkan layanan akomodasi atau tempat penginapan yang dikelola oleh pribadi/perorangan di seluruh dunia dan biasanya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan hotel atau apartemen. Terkait dengan kendala dan permasalahan maka start-up asing ini pun tak lepas dari konflik yang terjadi. Disinyalir bahwa kemunculan aplikasi Airbnb menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku perhotelan maupun penginapan konvensional lainnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia karena dapat memicu disrupsi (perubahan besar dalam waktu yang cepat) karena perkembangan teknologi digital. Kendati demikian perkembangan bisnis mau tidak mau tetap harus mengikuti perkembangan zaman di era teknologi digital saat ini. 

dok: databoks.katadata.co.id

Adapun start-up asal Indonesia yang menempati posisi tertinggi adalah Tokopedia yang berada di peringkat 31 global. Tokopedia merupakan e-commerce Indonesia dengan peringkat teratas. Berdasar Startup Ranking, penyedia lapak bagi para pedagang online (market place) ini mengalahkan score Bukalapak, Blibi maupun startup lokal lainnya. Tokopedia merupakan e-commerce yang didirikan pada 6 Februari 2009 dan diluncurkan pada 17 Agustus 2009 kini menjadi salah satu penyedia market place terbesar di Indonesia. Sebagai informasi, Tokopedia belum lama ini mendapat pendanaan US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,6 triliun dari e-commerce terbesar di Tiongkok, yakni grup Alibaba. Wow!

dok: databoks.katadata.co.id
Angle Wang (2017) seorang Retail Expert mengemukakan dalam pemaparannya yang berjudul “How China is Changing The Future of Shopping” bahwasanya China merupakan laboratorium terbesar dari sebuah inovasi, lihatlah Alibaba. Melalui konsep pembangunan grosir, Alibaba menjadi tuan rumah e-commerce yang mendunia. Hal ini sudah terbukti!

Penting diketahui pula bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah pendanaan terbanyak di Asia Tenggara pada triwulan II 2016. Sebanyak 28 start-up di Indonesia didanai dengan nilai investasi sebesar Rp 2,09 triliun. Total pendanaan yang didapat di Asia Tenggara pada triwulan II 2016 mencapai Rp 17,2 triliun. Nilai tersebut digunakan untuk mendanai 94 start-up. Jumlah pendanaan start-up di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kenaikan dua hingga tiga kali lipat dialami pada setiap triwulannya. Hingga kuartal II 2016 tercatat investasi di Tanah Air mencapai Rp 2,09 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Kemunculan start-up seakan menjadi angin segar. Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu pemicunya. Adapun Financial Technology (Fintech) yang juga merupakan bagian dari start-up digital di bidang perbankan dan lembaga keuangan yang salah satu perannya ialah menyalurkan kredit tidak kalah hebat dalam pengembangannya.

dok: databoks.katadata.co.id
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah start-up Fintech sepanjang tahun 2016 meningkat hampir tiga kali lipat. Pada triwulan IV start-up yang terindentifikasi meningkat menjadi 135 start-up. Jumlah tersebut belum termasuk Fintech yang dikembangkan oleh lembaga keuangan maupun perusahaan telekomunikasi maupun Fintech asing yang beroperasi di Indonesia.

dok: databoks.katadata.co.id
Fintech Payment (pembayaran) masih mendominasi pasar Fintech lokal, yakni sebanyak 57 startup atau sekitar 42,54 persen. Sementara berdasarkan tahun operasional, sebanyak 77,5 persen Fintech baru menjalankan operasionalnya pada 2015. Munculnya Fintech telah mengubah model industri keuangan yang sebelumnya dimonopoli oleh perbankan nantinya akan menjadi industri alternatif yang lebih demokratis, transparan, murah, serta mampu melayani lebih banyak konsumen. Lagi-lagi kita berbicara perihal akses!

Untuk terus mendukung berkembangnya bisnis digital di Tanah Air, pemerintah merilis paket kebijakan XIV tentang roadmap e-commerce. Untuk mendorong perluasan dan peningkatan ekonomi masyarakat, peraturan pendukung tentang kemudahan pelaku usaha mendapat pendanaan telah digarap pemerintah. Hal ini tentu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan start-up di tanah air tercinta. Sungguh peluang yang menggiurkan!


Berkenaan dengan hal tersebut, layanan pendidikan berbasis digital dan perangkat mobile diharapkan akan dapat diakses dengan mudah melalui platform online. Transformasi digital sangat diperlukan dan menjadi satu kebutuhan mendesak di bidang pendidikan tanah air. Jakarta Lerning Center diharapkan akan dapat menjadi digital platform e-smart yang memberikan akses kemudahan di bidang pendidikan. 

Hal senada diungkapkan oleh Michelle Obama, seseorang yang pernah dijuluki “First Lady of The United States” pada tahun 2009 silam dalam paparannya yang berjudul “A Passionate, Personal Case for Education” bahwasanya pendidikan yang baik sangatlah penting karena dengan hal tersebut kita dapat mengendalikan nasib kita. 

Inilah kehebatan internet, sebagaimana Rebecca MacKinnon (2011) seorang Internet Freedom Activist mengajak kita untuk “Let’s Take Back The Internet!” bahwasanya pemanfaatan internet secara bijak merupakan upaya menghargai sebuah teknologi. Rebecca menambahkan jika kita ingin memiliki sebuah internet yang berpihak kepada masyarakat maka tentu saja kita membutuhkan gerakan kebebasan internet yang lebih luas dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Brewster Kahle (2007) seorang pustakawan digital mempertanyakan bahwa “Apakah semua yang telah dilakukan secara digital ini bersifat umum atau pribadi?”. Pasalnya, beberapa perusahaan telah melakukan digitalisasi berskala besar namun beberapa diantaranya mengunci domain publik. Jadi, bagi Kahle akses universal terhadap semua pengetahuan masih menjadi permasalahan krusial. Kahle berharap slogan “Free to the People” akan dapat diterapkan di era pendidikan online berbasis digital saat ini.


Di satu sisi Abha Dawesar (2013), seorang novelis mengingatkan akan pentingnya pemaknaan “Life in the digital now”. Sebagaimana kita ketahui pendidikan di zaman now saat ini tentu sangat dipengaruhi oleh lanskap digital yang ada. Pemantauan, pengawasan dan evaluasi tentu harus terus dilakukan. Lebih lanjut Dawesar mengungkapkan bahwa “Choice is freedom, but not when it’s constantly for its own sake”. Ketika kita berbicara tentang akses pendidikan dan basis digital secara online maka kita berbicara tentang kebebasan yang bertanggung jawab dan kepentingan multi pihak.

Tentu saja kolaborasi antara bisnis digital dan bidang pendidikan diantaranya melalui platform online Jakarta Learning Center diharapkan akan dapat menjadi satu terobosan kombinasi pendidikan di era digital yang cukup mutakhir. Jakarta Learning Center sebagai platform online di bidang pendidikan berbasis digital diharapkan dapat menjembatani “Digital Divide” yaitu kesenjangan antara individu dan masyarakat yang memiliki akses terhadap teknologi informasi dan yang tidak memiliki akses. Sebagaimana diungkapkan oleh Aleph Molinari (2011) seorang ekonom dan aktivis teknologi bahawasanya kesenjangan digital harus diminimalisir guna menghubungkan mereka yang kurang memperoleh informasi dan mereka yang tidak terhubung. Mengingat di era digital saat ini hal semacam itu telah menjadi kebutuhan sosial dasar. 

Peter Norvig (2012) seorang Computer Scientist telah mengungkapkan ide pendidikan berbasis digital online ini melalui penuturannya berjudul “The 100.000 – Student Classroom”. Ide besarnya dengan membuat kelas daring (online) berkualitas dan dapat diakses serta dihadiri oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia, secara GRATIS! Peter benar-benar merombak sistem edukasi tradisional melalui kelas daring yang dibentuknya dan hal ini menjadi inovasi luar biasa. Peter menyuguhkan revolusi pendidikan dengan kemunculan generasi baru yang menakjubkan.


Harapan kedepan semoga platform online Jakarta Learning Center akan dapat menjadi solusi bagi permasalahan akses di bidang pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata dan berkelanjutan. Sebagaimana harapan Mike Matas (2011) tentang “A next-generation digital book”, maka kedepan buku interaktif akan tercipta dan dengan mudahnya diakses oleh berbagai kalangan dengan ragam usia dan status pendidikan. Semoga!

Referensi:
cat: Penulis pernah menjadi Narasumber Ahli Bidang Ekonomi untuk project Jakarta Learning Center bekerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta (2014 – 2015)

nb: tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition My Republic #StartupLyfe #DWVlogCompetition #MyRepublicIndonesia