Rabu, 09 Mei 2018

Zakat Online dan Kebaikan Inklusif

“...dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan” ( QS. Al Baqarah: 110) 
Zakat merupakan bagian dari Rukun Islam yang menjadi kewajiban untuk dilaksanakan. Terdapat sekitar 18 surat dan 34 ayat yang membahas dan menyebutkan tentang zakat dalam kitab suci Al Qur’an. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri melansir bahwa zakat mengandung pengertian yaitu: Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. 

Zakat terdiri dari berbagai macam jenis. Pun, lembaga yang menyalurkan zakat sangat beragam. Selama ini saya terbiasa menyalurkan zakat melalui Dompet Dhuafa yang memiliki jargon “Non Profit Organization for Global Empowerment”. Kemudahan yang ditawarkan oleh Dompet Dhuafa di era digital saat ini ialah melalui penyaluran zakat berupa layanan zakat online melalui donasi.dompetdhuafa.org. Portal donasi yang aman dan mudah memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para donatur Dompet Dhuafa

dok: https://dompetdhuafa.org
Berkenaan dengan hal tersebut, laman Alexa.com melansir bahwa Dompet Dhuafa melalui laman pribadinya yaitu dompetdhuafa.org menduduki peringkat ke 6.899 secara nasional. Adapun trennya menunjukkan peningkatan tiap tahunnya. 

dok: https://dompetdhuafa.org
Sedangkan secara demografi, laman Dompet Dhuafa kerap dikunjungi oleh mereka yang berjenis kelamin laki-laki, dengan status pendidikan tinggi dan biasanya dilakukan melalui tempat kerja. 

dok: https://dompetdhuafa.org
Dompet Dhuafa memberikan fasilitas pengkhususan donasi zakat berupa zakat maal, zakat fitrah, zakat penghasilan dan fidyah. Untuk zakat maal sendiri memiliki keterangan berupa penghasilan, simpanan, perdagangan, pertanian dan peternakan. Jumlah donasi ditetapkan minimal sebesar Rp 10 ribu. 

dok: https://dompetdhuafa.org

dok: https://dompetdhuafa.org
Mekanisme proses donasi melalui portal donasi online Dompet Dhuafa sangat mudah. Setelah melakukan pengisian kelengkapan profil dan pilihan zakat serta jumlah donasi, kita dipersilahkan memilih metode untuk melakukan pembayaran donasi. Adapun saya sendiri memilih melakukan transfer bank. 

dok: pribadi
Tidak selang beberapa lama pihak Dompet Dhuafa akan mengirimkan resume donasi dilengkapi dengan nomor referensi. Setelah melakukan pembayaran melalui pilihan nomor rekening bank yang tersedia, kita harus melakukan konfirmasi pembayaran. 

dok: https://dompetdhuafa.org
Sejujurnya setelah menunaikan pembayaran zakat maka perasaan akan terasa sangat menenangkan. Sebagaimana ucapan pihak Dompet Dhuafa bahwasanya “Semoga Allah memberikan pahala atas donasi yang diberikan, memberikan keberkahan atas harta yang tersisa, dan menjadikannya suci dan mensucikan”. Ya, suci dan mensucikan! 

Hal ini semata-mata dikarenakan harta yang kita peroleh hanya bersifat sementara dan titipan belaka. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Baqarah: 274 yang berbunyi:
“...orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. 
Dompet Dhuafa melakukan pemberdayaan kaum dhuafa melalui program dana zakat. Pemaknaan zakat menjadi lebih dari sekedar memberi dan menerima melainkan juga menenangkan hati dan mensucikan harta benda pemiliknya serta tentu saja menyenangkan hati mereka yang lebih berhak menerima. 


Semoga di usia Dompet Dhuafa yang ke seperempat abad ini dapat lebih membentangkan kebaikan bersama untuk semua orang tanpa terkecuali (inklusif). Usia 25 tahun merupakan usia yang matang dan semakin mantap untuk menjadi inspirasi melalui edukasi syariat dan menularkan semangat untuk berzakat di tengah masyarakat Indonesia. Aamiin!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Berawal Dari Zakat, #25thnMembentangKebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa cek info lomba di donasi.dompetdhuafa.org/lombablog 

dok: https://dompetdhuafa.org

Selasa, 24 April 2018

BebasBayar, Inovasi Fintech E-Payment Solution Mendukung Keuangan Inklusif

dok: Mindful Mum
Akses perbankan yang masih rendah membuka peluang besar bagi tumbuhnya finansial teknologi (fintech) di tanah air. Kemajuan ekonomi digital diharapkan dapat meningkatkan pendanaan bagi para pelaku usaha yang belum terjangkau oleh sektor perbankan dengan hadirnya layanan Peer to Peer (P2P) lending yang pada akhirnya dapat memantik pertumbuhan. 

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penduduk dewasa yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal mencapai 36,06 persen pada tahun 2014. Sementara yang memiliki tabungan hanya 15,3 persen, bahkan yang memiliki pinjaman ke lembaga keuangan formal hanya 8,5 persen. Sehingga masih ada pasar yang belum tergarap oleh sektor perbankan tersebut yang kemudian menjadi peluang dan dapat disasar oleh para pemain P2P lending. 

Dok: Bank Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir jumlah start up Fintech sepanjang tahun 2016 meningkat hampir tiga kali lipat. Pada triwulan I baru ada 51 startup, tapi pada triwulan IV startup yang terindentifikasi meningkat menjadi 135 startup. Jumlah tersebut belum termasuk Fintech yang dikembangkan oleh lembaga keuangan maupun perusahaan telekomunikasi dan/atau Fintech asing yang beroperasi di Indonesia. 

dok: OJK
Fintech Payment (pembayaran) masih mendominasi pasar Fintech lokal, yakni sebanyak 57 startup atau sekitar 42,54 persen. Sementara berdasarkan tahun operasional, sebanyak 77,5 persen Fintech baru menjalankan kegiatan operasionalnya pada tahun 2015. Munculnya Fintech telah mengubah model industri keuangan yang sebelumnya dimonopoli oleh perbankan menjadi industri alternatif yang lebih demokratis, transparan, murah, serta mampu melayani lebih banyak konsumen. 

dok: OJK
Pelaku Fintech (finansial teknologi) Indonesia pada periode 2015-2016 tumbuh 78 persen. Cepatnya perkembangan teknologi digital telah memberi dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan sektor fintech di tanah air pada periode tersebut. 

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dalam laporan DailySocial yang bertajuk Fintech Report 2016 menegaskan bahwa jumlah pemain finansial teknologi lokal yang terdaftar hingga November 2016 mencapai sekitar 135-140 pemain. Sementara yang melakukan registrasi dan menjadi anggota penuh mencapai 55 pelaku yang terdiri atas 41 pemain fintech 3.0 dan 14 fintech 2.0. 


Berdasarkan profil, sebagian besar fintech lokal bergerak di sektor pembayaran, yaitu mencapai 43 persen. Kemudian sektor pinjaman sebesar 17 persen, diikuti agregator sebesar 13 persen, crowfunding sebesar 8 persen, dan personal finance planning sebesar 8 persen. Sisanya sebesar 11 persen bergerak di sektor lainnya. 

dok: DailySocial.id
Pada bulan Mei 2017 stabilitas sistem keuangan tetap kuat didukung oleh ketahanan industri perbankan dan pasar keuangan yang terjaga. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo dalam Lampiran Pidato Kenegaraannya pada tahun 2017 silam. 

Nilai transaksi Financial technology (Fintech) di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan mencapai US$ 14,5 miliar setara Rp 190 triliun. Nilai tersebut merupakan 0,6 persen dari nilai transaksi global yang diperkirakan mencapai US$ 2.355,9 miliar. Sementara untuk nominal transaksi Fintech per populasi Indonesia US$ 56,98. Di satu sisi, Fintech Indonesia berpotensi untuk berkembang mengingat visi ekonomi digital Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat transaksi di Asia Tenggara. 

dok: Kominfo
Berkenaan dengan hal tersebut, BebasBayar yang merupakan besutan PT Bimasakti Multi Sinergi lantas hadir dan memberikan angin segar dalam dunia Fintech yang notabene merupakan pengembangan dari teknologi keuangan pada sektor jasa keuangan di abad ke – 21. Cakupan inovasi teknologi BebasBayar di sektor keuangan turut serta meningkatkan inovasi dalam literasi keuangan dan pendidikan, perbankan ritel, dan investasi melalui peranannnya sebagai E-Payment Solution. 


Meningkatnya penestrasi internet dan telepon pintar semakin membuka peluang transaksi digital di tanah air. Selain itu, semakin banyaknya generasi Z yang lahir di era digital dipastikan akan mendukung pertumbuhan fintech (finansial teknologi) domestik. 

Statista menjelaskan tentang besaran pasar fintech Indonesia yang diperkirakan mencapai US$ 18,65 miliar pada tahun 2017 dan akan meningkat menjadi US$ 37,15 miliar pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut, lebih dari 99 persen merupakan transaksi pembayaran digital. Sisanya merupakan bisnis keuangan dan keuangan personal. 

Adapun pembayaran digital tahun 2017 terdiri atas, digital commerce (pembayaran perdagangan digital) senilai US$ 18,55 miliar, mobile payment (pembayaran mobile) sebesar US$ 9 miliar, dan Peer to Peer Money Transfer senilai US$ 48 miliar. 

dok: Statista
Di satu sisi, arah kebijakan pemerintah ialah meningkatkan daya saing jasa keuangan terutama peningkatan pembiayaan pembangunan melalui perluasan inklusi keuangan agar akses keuangan masyarakat meningkat secara berarti. Sehingga upaya peningkatan daya saing jasa keuangan khususnya tentang ketidakseimbangan likuiditas internasional serta fragmentasi likuiditas di sistem keuangan regional dan domestik yang memberikan pengaruh berarti pada harga dan insentif terhadap sistem keuangan di dalam negeri perlu diantisipasi. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi digital membuat startup Fintech bermunculan. Fintech merupakan fenomena yang berupa perpaduan antara teknologi dengan fitur keuangan. Sebagai sebuah inovasi di sektor keuangan yang menyediakan transaksi keuangan, Fintech telah berkembang menjadi layanan yang lebih praktis dan aman. 

BebasBayar memberi kemudahan pembayaran tagihan online dan menjadi aplikasi pembayaran tagihan No. 1 di Indonesia! Alexa.com melansir bahwa BebasBayar menduduki ranking ke 1.754 secara nasional. BebasBayar memberikan kemudahan, keamanan, kemudahan dalam bertransaksi. Dalam satu genggaman, para pengguna aplikasi BebasBayar dapat membayar dan membeli berbagai keperluan semisal pulsa, paket data, tagihan listrik, PDAM online, BPJS, tiket kereta api dan pesawat, voucher game online, TV kabel dan bahkan asuransi. 

dok: http://alexa.com
Aplikasi BebasBayar dapat diunduh via playstore (bagi para pengguna Android) dan saat ini aplikasi BebasBayar telah digunakan oleh sekitar 500 ribu pengguna. Menariknya lagi, BebasBayar memberikan kesempatan bagi para penggunanya untuk berwirausaha secara mandiri dengan melakukan transaksi kapan saja dan dimana saja. Bebas! 

dok: app BebasBayar (via playstore)
dok: app BebasBayar

Referensi: 
Cat: tulisan diikusertakan dalam Lomba Blog BebasBayar

dok: bebasbayar.com

Jumat, 13 April 2018

Peningkatan Keberdayaan Konsumen: Cerdas Secara Digital

dok: http://harkonas.id/koncer.php
Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo dalam lampiran pidato kenegaraannya pada tahun 2017 silam menyebutkan bahwa arah kebijakan perdagangan dalam negeri sebagaimana yang tertuang dalam RPJMN 2015 – 2019 ialah “Meningkatkan Aktivitas Perdagangan Dalam Negeri yang Lebih Efisien dan Berkeadilan” diantaranya melalui penguatan perlindungan konsumen dan standardisasi produk lokal di pusat dan daerah. 


Hal tersebut seiring sejalan dengan pernyataan Menteri Perdagangan, Bapak Enggartiasto Lukita dalam Siaran Pers pada April 2017 silam bahwasanya konsumen cerdas dapat memacu peningkatan daya saing produk nasional. Momentum peningkatan keberdayaan konsumen Indonesia harus terus ditingkatkan agar konsumen tidak rentan untuk dieksploitasi. Sejatinya, konsumen yang cerdas adalah konsumen yang mampu menegakkan haknya, melaksanakan kewajibannya serta mampu melindungi dirinya dari barang atau jasa yang merugikan. 


Upaya pembangunan lantas diselaraskan dengan langkah mencapai Nawacita diantaranya melalui dimensi pembangunan manusia yang didukung dengan perlindungan masyarakat dari konten internet yang dapat berdampak negatif. Peningkatan keberdayaan konsumen perlu dilakukan terutama di saat peluang dan tantangan yang dihadapi konsumen semakin kuat terutama dengan adanya perkembangan teknologi. 

Dinamika pasar yang semakin digital dan global akan memberikan banyak pilihan namun di satu sisi kita tidak boleh lengah. Oleh karenanya, guna menjamin pertumbuhan yang berkesinambungan maka diperlukan pengembangan pasar secara digital yang dapat dipercaya memberikan perlindungan terhadap konsumen dan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Maka, diperlukan kerjasama dengan berbagai komponen dalam e-commerce tak terkecuali konsumen demi berkembangnya e-commerce nasional. 

Berdasarkan data, penjualan ritel e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai US$ 8,59 miliar atau sekitar Rp 117,7 triliun pada tahun 2018. Jumlah tersebut, menurut data Statista memiliki peluang untuk meningkat menjadi US$ 16,5 miliar pada tahun 2022 mendatang. Sementara pembeli digital Indonesia diperkirakan mencapai 31,6 juta pembeli pada tahun 2018, dengan penetrasi sekitar 11,8 persen dari total populasi. Jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat menjadi 43,9 juta pembeli pada tahun 2022 dengan penetrasi 15,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Penjualan ritel e-commerce Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. 

dok: Sumber: Statista 
Berkenaan dengan hal tersebut, melalui jumlah populasi yang sangat besar, Indonesia menyimpan potensi ekonomi digital di masa yang akan datang seiring berkembangnya teknologi dan media sosial. Berdasarkan data Kepios (September 2017), jumlah populasi di Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara karena mencapai 264 juta. Adapun penetrasi pengguna internet Indonesia mencapai 133 jiwa atau sekitar 50 persen dari total populasi. Sementara pengguna aktif media sosial mencapai 115 juta atau sekitar 44 persen dari total populasi. Sementara pengguna telepon seluler (ponsel) mencapai 371 juta atau 141 persen dari total populasi. 

dok: Sumber: Kepios 
Adapun pembayaran melalui transfer bank masih menjadi pilihan favorit di kalangan konsumen e-commerce. Pada tahun 2015, riset dari TechInAsia menyebutkan tidak kurang dari 57 persen transaksi online dibayar melalui transfer bank. Beberapa toko e-commerce menawarkan berbagai pilihan pembayaran agar memudahkan konsumen. Tingginya penetrasi media sosial di kalangan masyarakat juga membuat adanya perubahan tren menuju e-commerce berbasis sosial media. 

dok: Sumber: Techinasia.com
Hmm, masih butuh bukti kecerdasan konsumen di era digital? 

dok: http://harkonas.id/koncer.php
Bahwa sekitar 53 persen konsumen global menggunakan perangkat mobile untuk membandingkan harga barang terlebih dahulu sebelum membeli. Sekitar 38 persen akhirnya melakukan pembelian barang atau jasa dari gadget mereka. Konsumen online di Asia yang paling rajin membandingkan harga barang yang akan dibeli melalu gadget, yakni mencapai 60 persen. 

dok: Sumber: Nielsen.com 
Selain itu, bentuk kecerdasan selanjutnya ialah konsumen online global lebih memilih mengalokasikan kelebihan dananya dalam bentuk tabungan dibandingkan untuk liburan, berinvestasi maupun menikmati hiburan luar rumah. 

dok: Sumber: Nielsen Indonesia, PT (The Nielsen Company) 
Konsumen cerdas di era digital menjadi suatu keharusan dan hal ini telah tercapai perlahan. Berdasarkan data survei konsumen Bank Indonesia (BI) Mei 2017, indeks keyakinan konsumen (IKK) mencapai angka 125,9. Level ini merupakan yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Tren positif yang ditunjukkan sepanjang tahun ini mencerminkan optimisme konsumen yang kian menguat. Tingkat Keyakinan konsumen online Indonesia terus meningkat dan menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia. Hasil survei Global Survei of Consumer Confidence and Spending Intention Q3 2016 yang dirilis Nielsen menunjukkan indeks keyakinan konsumen Indonesia mencapai 122. 

dok: Sumber: Nielsen Indonesia, PT (The Nielsen Company) 

Peningkatan indeks tersebut menjadi kabar gembira karena mampu menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen menguat terhadap kondisi ekonomi. Tingkat konsumsi dari masyarakat Indonesia tentunya akan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi konsumsi. Ayo, jadi konsumen cerdas di era digital

Referensi: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog HARKONAS 2018 oleh Kementerian Perdagangan Direktorat Pemberdayaan Konsumen 

dok: http://harkonas.id/koncer.php

Kamis, 05 April 2018

#KapanAjaBisa dengan Airy, Tak Perlu Repot Sendiri!

#KapanAjaBisa dengan Airy? So Pasti!



Kali pertama saya menginap di hotel Airy Rooms yaitu pada Desember 2017 silam ketika berkunjung ke Semarang dalam rangka mengikuti Seminar Nasional. Saya menginap tepatnya di Airy Eco Miroto Seteran Serut Semarang, berlokasi di jalan Seteran Serut GG1 No. 3 Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah. Saya check in pada tanggal 13 Desember 2017 dan check out pada tanggal 16 Desember 2017. Ya, saya menginap selama 4 hari 3 malam dan asal kalian tahu saja saya menghabiskan anggaran akomodasi untuk penginapan kurang dari sejuta! Pokoknya menginap di Airy Rooms sangat nyaman dengan harga yang terjangkau! Tipe kamar yang saya peroleh ketika itu adalah standard single room only dengan fasilitas wifi gratis, TV dan AC.

dok: https://www.airyrooms.com
dok: https://www.airyrooms.com
Tidak hanya kemudahan dalam memesan tempat penginapan Airy Rooms juga menyediakan fasilitas pemesanan tiket pesawat. Seperti misalnya, saya pernah memesan tiket pesawat melalui Airy Rooms untuk penerbangan dari Jakarta ke Manado pada tanggal 13 Januari 2018. Harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif dan tanpa menunggu waktu lama E-tiket akan terkirim via email dan sms setelah dilakukannya pembayaran. 

dok: https://www.airyrooms.com
Saya semakin mengandalkan Airy Rooms dalam memudahkan saya melakukan pemesana penginapan maupun tiket pesawat kapan saja, dimana saja dan untuk siapa saja. Ya siapa saja! Seperti baru-baru ini saya memesan tempat menginap untuk teman (spesial) saya. Berhubung saat itu dia sedang berada di Jakarta dan baru saja tiba dari Semarang, setelah sebelumnya melakukan perjalanan panjang di Surabaya. 


Pemesanan kamar Airy Rooms atas nama teman saya, saya lakukan untuk tanggal 31 Maret 2018 hingga 1 April 2018. Saya memilih Airy Eco Taman Sari Mangga Besar Raya 34A Jakarta dengan jenis kamar standard double room only. Teman saya menginap selama 2 hari 1 malam dengan fasilitas yang sangat nyaman karena di kamar tersedia televisi dan AC. Harganya pun sangat terjangkau, kurang dari Rp 200 ribu per malam! 

dok: https://www.airyrooms.com
Teman saya tersebut pun membagi pengalamannya menginap semalam di Airy Rooms tersebut mulai dari tempat tidur yang luas dan nyaman, perlengkapan mandi yang lengkap serta kamar mandi yang bersih dan terawat (fyi, teman saya sangat senang karena tersedia air panas di kamar mandi), serta adanya cemilan di kamar. Kenyamanan yang disajikan oleh Airy Rooms dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini: 

dok: pribadi

dok: pribadi

dok: pribadi
dok: pribadi
Airy Rooms kedepannya semakin menjanjikan, karena memberikan kemudahan dan akses secara online. Laman Alexa pun melansir bahwa ranking laman Airy Rooms sendiri menempati posisi rangking ke 1.018 secara nasional dengan tren yang terus meningkat. Pengunjung laman Airy Rooms tidak hanya terdiri dari penduduk tanah air Indonesia, melainkan berasal dari United States, Hong Kong, United Kingdom dan Singapore. 

dok: http://alexa.com

dok: http://alexa.com
Pada tahun 2015 silam, travel memang menjadi jasa yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet. Pasalnya, lebih dari 35 persen transaksi online di bidang jasa, diisi oleh jasa travel. Dengan penetrasi internet yang terus meningkat, banyak perusahaan bergerak dengan platform mobile. Salah satunya bisnis travel online. Berbagai startup perusahaan travel menawarkan kemudahan bagi setiap orang yang akan bepergian mulai dari pemesanan tiket, sampai penginapan pada destinasi pariwisata tertentu. Bahkan, beberapa situs penjaja jasa travel sering kali menawarkan potongan harga untuk menarik para pelanggannya. Airy Rooms lantas sangat piawai mengoptimalkan peluang tersebut. 

dok: databoks.katadata.co.id
Kedepan Airy Rooms perlu memperhatikan segmentasi para remaja berusia dibawah 19 tahun atau sering disebut Gen Z, serta usia muda 20-39 tahun atau Gen Y dikarenakan generasi inilah yang cenderung beralih memakai platform online untuk aktivitas mereka sehari-hari. Riset dari Nielsen menunjukkan bahwa sekitar 38 persen Gen Y dan 40 persen Gen Z mengaku lebih memilih sesuatu yang berbasis online dalam kehidupan sehari-hari mereka.

dok: databoks.katadata.co.id
Pesatnya perkembangan teknologi memang menjadikan internet sebagai penunjang bagi berbagai kebutuhan. Penetrasi internet ke pengguna usia muda menjadikan para remaja lebih memilih metode online dibandingkan konvensional, tidak terkecuali dalam memenuhi kebutuhan pemesanan tiket pesawat dan penginapan ketika bepergian. Pokoknya dengan Airy,  melakukan perjalanan #KapanAjaBisa!


Referensi: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Airy Blog Competition 2018 #KapanAjaBis

Selasa, 27 Maret 2018

Keuangan Syariah Semakin Bergairah

dok: www.fifgroup.co.id
Peningkatan daya saing jasa keuangan diantaranya berkaitan dengan bidang keuangan syariah. Meskipun perkembangan keuangan syariah sejauh ini terus menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, namun masih terdapat beberapa isu dan permasalahan yang dapat menghambat potensi yang dimiliki Indonesia. 

Permasalahan yang dihadapi bidang keuangan syariah diantaranya yaitu: 1) Aset lembaga keuangan syariah di Indonesia yang masih relatif kecil dibanding dengan aset lembaga keuangan konvensional dan dibanding dengan aset lembaga keuangan syariah di beberapa negara; 2) Kurangnya koordinasi dan dukungan dari pemerintah untuk mempromosikan keuangan syariah; 3) Kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang keuangan syariah baik dari segi kuantitas maupun kualitas atau kompetensi; 4) Berbagai produk lembaga keuangan syariah sangat terbatas dan belum memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dan pelaku usaha. 

dok: Kementerian PPN/Bappenas
Di satu sisi, lesunya perekonomian domestik serta upaya menekan kredit bermasalah membuat kredit bank-bank kecil mengalami kesulitan ekspansi kredit. Dari para pelaku usaha juga cenderung menahan diri dalam melakukan pencairan pinjaman karena menunggu membaiknya daya beli masyarakat. Oleh karenanya, Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I, baik bank umum maupun bank umum syariah mengalami pertumbuhan kredit negatif. Data Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kredit bank umum syariah BUKU I turun 25,61 persen menjadi Rp 11,52 triliun dibanding sebelumnya. 

Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan nasional hingga September 2016 berada di atas ketentuan, yakni 8 persen. Rata-rata rasio pemenuhan kecukupan modal minimum bank umum hingga triwulan III-2016 sebesar 22,6 persen. Bank Syariah BUKU III mencatat rasio terendah, yakni 12,11 persen. Guna memperkuat permodalan dan ekspansi, beberapa perbankan nasional berencana menerbitkan saham baru (right issue) pada tahun 2017. Hingga September 2016, Bank BUKU II mencatat kenaikan rasio kecukupan modal tertinggi sebesar 258 basis poin dibanding September 2015. 

dok: databoks.katadata.co.id
Mengingat keterbatasan perkembangan keuangan syariah, maka Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) perlu untuk dioptimalkan peranannya guna mengawal pelaksanaan agenda kerja pengembangan keuangan syariah sesuai yang tercantum dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia. 

Berdasarkan data, total aset bank syariah pada November 2017 silam menembus Rp 400 triliun untuk pertama kalinya. Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa aset bank syariah pada November 2017 tumbuh 12,6 persen menjadi Rp 401,45 triliun dari posisi akhir tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri atas Bank Umum Syariah Rp 278 triliun dan Unit Usaha Syariah (UUS) senilai Rp 123,4 triliun. 

dok: databoks.katadata.co.id
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun hingga November 2017 mencapai Rp 322,7 triliun dengan pembiayaan bagi hasil Rp 112,75 triliun. Pada November 2017, Rasio Kecukupan Modal (CAR) bank syariah mencapai 17 persen dan rasio pembiayaan kepada pihak ketiga (FDR) sebesar 80,07 persen. Sedangkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) mencapai 5,27 persen. 

dok: databoks.katadata.co.id
Berkenaan dengan hal tersebut, perbankan syariah Indonesia tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan syariah nasional tahun 2010 hingga tahun 2015 meningkat sebesar 204 menjadi Rp 231,2 triliun. Sektor swasta mendominasi penempatan DPK di perbankan syariah sebesar Rp 192 triliun atau sekitar 83 persen, sementara dana pemerintah hanya mencapai Rp 38 triliun atau 16,5 persen. 

dok: databoks.katadata.co.id
Pada periode 2010-2015, laba perbankan syariah dan unit syariah dalam lima tahun terakhir juga tumbuh 73 persen menjadi Rp 1,8 triliun. Namun, melambatnya perekonomian domestik serta melemahnya nilai tukar rupiah membuat laba perbankan syariah pada tahun 2015 hanya tumbuh sebesar tiga persen dari tahun sebelumnya. 

Kendati demikian, Kompas (20/03/18) melansir bahwa industri keuangan syariah Indonesia terus tumbuh dalam tiga tahun terakhir. Hingga Desember 2017, total aset keuangan syariah Indonesia mencapai sekitar Rp 1.133,71 triliun, tetapi belum termasuk saham syariah. Strategi pengembangan keuangan syariah fokus pada literasi dan edukasi masyarakat. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir bahwa pertumbuhan industri keuangan syariah Indonesia mencapai 20,69 persen pada tahun 2015, lalu naik menjadi 29,84 persen pada tahun 2016 dan menjadi 26,97 persen pada tahun 2017. Industri keuangan ini mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah dan industri keuangan non-bank syariah. 

Hal ini lantas menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi dan peran signifikan dalam pasar keuangan syariah global. Total aset keuangan syariah Indonesia pada tahun 2017 menempati peringkat ke – 7 terbesar di dunia. Sistem keuangan syariah Indonesia diakui terlengkap dengan lanskap ekonomi syariah dan filantropi syariah yang memadai. Mengingat saat ini Indonesia telah memiliki 13 bank umum syariah, 21 unit usaha syariah dan 167 bank pembiayaan rakyat syariah. Pangsa pasar produk ketiga jenis lembaga keuangan tersebut 14,8 persen dari total nilai instrumen di pasar modal Indonesia. Adapun total asetnya Rp 435 triliun atau 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia tahun 2017. 


Adapun AMITRA yang berperan sebagai Syariah Financing dan salah satu layanan pembiayaan FIFGROUP yang merupakan anak perusahaan ASTRA yang terpercaya. Berdasarkan data, jasa keuangan menopang pertumbuhan laba Astra International. 

dok: www.fifgroup.co.id/amitra
PT Astra International Tbk sepanjang tahun 2017 mampu membukukan pertumbuhan laba 24,58 persen menjadi Rp 18,88 triliun dari tahun sebelumnya Rp 15,16 triliun. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh naiknya pendapatan sebesar 14 persen menjadi Rp 206,06 triliun dari tahun sebelumnya hanya Rp 181,08 triliun. 

dok: databoks.katadata.co.id
Melonjaknya laba anak usaha di sektor jasa keuangan sebesar 375,54 persen menjadi Rp 3,75 triliun dari tahun sebelumnya hanya Rp 789 miliar menjadi penopang laba Astra tetap tumbuh. AMITRA sebagai bagian layanan pembiayaan FIFGROUP dan merupakan anak perusahaan ASTRA diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong naiknya laba sektor jasa keuangan ASTRA. 

dok: https://indopos.co.id/
Lingkup pembiayaan syariah AMITRA sendiri diantaranya yaitu berupa pembiayaan emas dan pembiayaan aqiqah yang memberi kemudahan dalam memenuhi kewajiban ibadah aqiqah sesuai dengan prinsip syariah. 

dok: http://www.fifgroup.co.id/amitra
dok: http://www.fifgroup.co.id/amitra
Lebih lanjut, pihak Sekretariat Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berencana membentuk bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Syariah skala besar untuk meningkatkan pangsa pasar. Terdapat alternatif pembentukan bank syariah, yakni: Membentuk perusahaan induk bank syariah; Menggabung bank syariah yang ada; dan Memberi suntikan pada tiga bank syariah terbesar. Kedepan diharapkan strategi nasional pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus berbasis teknologi. Kehadiran teknologi finansial dan usaha rintisan perlu dilibatkan untuk menarik pangsa pasar anak muda. 

dok: Kementerian PPN/Bappenas
AMITRA dapat menjadi pilihan alternatif pembiayaan syariah. Bila berkenan maka dapat menghubungi nomor kontak di bawah ini untuk keterangan lebih lanjut:
dok: www.fifgroup.co.id
*Penulis merupakan Program Manager di Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Penulis memiliki ketertarikan terhadap dunia pembiayaan, kredit, perbankan, dan keuangan inklusif. 

Referensi: 
cat: tulisan diikutsertakan dalam AMITRA WRITING COMPETITION #AMITRA #AMITRAWritingCompetition

dok: http://www.fifgroup.co.id/amitra