Sabtu, 27 Februari 2016

Mapalus, Kearifan Lokal Mewujud dalam Etos Kerja Budaya Gotong Royong Pembentuk Social Capital dan Membendung Perilaku Individualis

Februari.

Menjadi bulan yang sangat spesial karena penuh dengan inspirasi, khususnya di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bukan sekedar karena Februari dikenal dengan bulan kasih sayang, bukan pula karena saya lahir dan dibesarkan di daerah ini, apalagi beralasan karena Putri Indonesia 2016 terpilih berasal dari Provinsi Sulawesi Utara. Bukan! Melainkan karena pada tanggal 14 Februari, Kota Manado memperingati Peristiwa Merah Putih 1946.

Tidak hanya terkenal dengan aksi heroik, Manado juga dikenal akan keberagaman budayanya yang sangat multietnis. Sama halnya dengan Indonesia yang sangat multikultural, beragam etnis, agama dan budaya ada disini. Inilah bukti ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang kita anut. Keberagaman inilah yang lantas membuat kita menjadi begitu indah.

Masyarakat Manado dikenal dengan istilah Warga Kawanua. Dalam bahasa daerah suku Minahasa, Kawanua sering diartikan sebagai Penduduk Negeri. Seiring perkembangan jaman, kata Kawanua sering digunakan bagi para masyarakat Manado yang tinggal di luar Kota Manado atau tinggal jauh dari Kota Manado.

Provinsi Sulut terkenal akan semboyan Torang Samua Basudara (Kita Semua Bersaudara). Hal ini dibuktikan dengan hidup secara rukun dan berdampingannya beberapa golongan agama seperti Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu. Namun, dari keanekaragaman tersebut Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu dari berbagai suku dan golongan.

Provinsi Sulut juga terkenal dengan jargon ungkapan Si Tou Timou Tumou Tou, yang memiliki makna manusia hidup, tumbuh dan berkembang untuk menjadi manusia seutuhnya, dimana inti dari falsafah ini adalah bagaimana kiat hidup serta cara pandang hidup yang mampu dijiwai untuk mengarahkan kehidupan manusia dalam berperilaku untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berkualitas. Ungkapan ini mengandung makna mendalam yang mendasari perilaku masyarakat yang menjadi prinsip hidup sebagai pengarah dalam cara berperilaku.

Pada ungkapan Si Tou Timou Tumou Tou dapat ditarik konsep Manusia Hidup untuk Memanusiakan Orang Lain. Dalam realitas kehidupan manusia khususnya suku Minahasa, lantas mewujud dalam etos kerja Mapalus. Budaya Mapalus merupakan sebuah tradisi budaya suku Minahasa dimana dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong. Budaya Mapalus mengandung arti yang sangat mendasar. Budaya Mapalus juga dikenal sebagai local spirit dan local wisdom masyarakat di Minahasa.

Suasana pagi hari ketika itu begitu hangat dan penuh semangat baru. Sambil berjalan kearah kebun yang akan diolah, mereka berteriak memanggil nama saudara atau tetangga untuk turut serta ke kebun. Kadang-kadang terjadi dialog pendek antar mereka, dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke perkebunan. Selama bekerja mereka sangat serius, tak ada senda gurau yang terdengar. Semua serius pada tugas yang harus diselesaikan. Celoteh senda gurau akan terdengar saat mereka istirahat dan pulang ke rumah masing-masing.

Demikian gambaran singkat Budaya Mapalus sebagaimana dikutip dari buku Ingat(!)an: Hikmat Indonesia Masa Kini, Hikmah Masa Lalu Rakyat, terbitan Kanisius. Begitu damai dan menenteramkan bukan?

Pada awalnya Budaya Mapalus berkembang di bidang pertanian (sesuai aktivitas hidup masyarakat yang adalah petani), dimana saat itu belum ada buruh tani sehingga pekerjaan lahan pertanian harus digarap oleh pemilik pertanian. Budaya Mapalus alias gotong royong di Minahasa khususnya dikenal sebagai kerja sama dengan menjual tenaga pribadi. Berdasarkan kenyataan empiris, budaya Mapalus dapat dipahami sebagai suatu sistem kerja sama dengan dasar tolong menolong antara beberapa orang, maupun kerjasama sejumlah warga suatu masyarakat untuk kepentingan umum.

Pekerjaan dalam pertanian merupakan basis dari aktivitas gotong royong (Mapalus) tadi. Namun, tolong menolong itu diaktifkan juga dalam lapangan kehidupan lain, misalnya menghadapi kedukaan, pesta, sekitar rumah tangga, koperasi, dll. Seperti pada masyarakat lainnya di Indonesia, gotong royong memang merupakan suatu nilai dalam sistem budaya orang Minahasa. Terdapat empat asas pelaksanaan Budaya Mapalus yaitu kekeluargaan, musyawarah, kerja sama serta keagamaan dan lima prinsip dalam segi pengelolaan kehidupan Budaya Mapalus yaitu tolong menolong, keterbukaan, disiplin kelompok, kebersamaan dan daya guna atau hasil guna.

Kemajuan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan terjadinya perilaku individualis, maka prinsip-prinsip yang terkandung dalam Budaya Mapalus dapat menjadi pembendung yang efektif. Budaya Mapalus dalam kehidupan Masyarakat Minahasa berperan sebagai pengarah perilaku masyarakat karena mengandung makna toleransi atau saling menghargai, kerjasama atau saling membantu serta tidak merugikan orang lain.

Budaya Mapalus yang pada dasarnya merupakan penjabaran dari falsafah Si Tou Timou Tumou Tou ialah suatu aktivitas kehidupan masyarakat dengan sifat gotong royong (kerja sama). Gotong royong merupakan nilai budaya bangsa yang masih banyak dijumpai pada masyarakat yang mempunyai ikatan kekeluargaan dan kepercayaan yang sama. Budaya gotong royong merupakan ciri khas dan pandangan hidup yang sudah turun temurun. 

Budaya Mapalus mengandung makna suatu sikap dan tindakan keharusan untuk beraktivitas dengan mempersatukan kekuatan dan kepandaian setiap masyarakat untuk memperoleh suatu hasil yang optimal. Budaya Mapalus dianggap sebagai aktualisasi yang paling konkret tentang makna hakiki Si Tou Timou Tumou Tou, yang dapat dilihat dari sifat sosial budayanya sebagai sumber adat kebiasaan masyarakat. Konsep Budaya Mapalus diharapkan dapat dipelihara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikianlah perspektif budaya, tentang bagaimana melihat budaya sebagai sesuatu yang mengandung nilai-nilai luhur. Semoga bermanfaat. Inga-inga, Ting!

Sumber:


nb: tulisan ini diikutsertakan dalam Gramedia Blogger Competition


Sabtu, 20 Februari 2016

LGBT: Laser GOOD Blueprint Toner; Formulasi Paling Hitam, Hemat dan Handal!

Pada Rabu, 17 Februari 2016 tempo hari diadakan New World Record Attempt on Printhead Durability (live streaming) untuk menguji kemampuan Blueprint. Pencatatan rekor dimulai pukul 15.00 sampai PRINTHEAD JEBOL! (dan berdasarkan penelusuran serta pengamatan saya hingga Sabtu, 20 Februari 2016, melalui laman Blueprint, printer masih terus beroperasi!). 

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/ (dok. pribadi)

Pemecahan Rekor MURI Blueprint tersebut terbagi atas site Jakarta 1 dan 2; dan Jogjakarta 1 dan 2. Target yang ingin dicapai untuk Bubble Jet sebanyak 18.000 lembar dan Piezo sebanyak 36.100 lembar.

Kamis, 17 Februari 2016 
Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/ (dok. pribadi)

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/ (dok. pribadi)

Sabtu, 20 Februari 2016
Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/ (dok. pribadi)

Hal ini juga merupakan pembuktian penjajalan kemampuan tinta Blueprint (LAGI!) setelah sebelumnya semenjak tahun 2009 telah menyabet Rekor MURI pada ajang memecahkan rekor di bidang ketahanan printhead. Blueprint telah berkali-kali menjadi pemegang dua Rekor MURI di bidang yang berbeda. Berikut rekor yang tercatat sepanjang sejarah diantaranya tahun 2009 untuk printhead Bubble Jet sebanyak 18.000 lembar dan terus meningkat hingga 2013 dengan printhead Piezo sebanyak 36.100 lembar!

Printhead Bubble Jet menggunakan bahan terbaik untuk menghasilkan gelombang udara agar mendorong tinta keluar dari printhead. Sedangkan Printhead Piezo menggunakan pompa untuk mendorong tinta keluar dari Printhead. Dibandingkan Bubble Jet, memang Piezo telah membuktikan kehandalannya. Hal ini terbukti dari rekor yang berhasil diraih Piezo pada tahun 2010 yaitu sebanyak 22.022 lembar dan pada tahun 2012 sebanyak 30.160 lembar

Adapun Rekor MURI oleh Blueprint pada tanggal 26 Februari 2009 di Jakarta dengan Nomor Rekor MURI-0011-001 tentang “Tinta Printer Isi Ulang yang Mampu Mencetak Sebanyak 18.000 Lembar Teks Hitam dari Satu Cartridge Tanpa Garis” masuk pada kategori Rekor: Iptek. Dijelaskan bahwa spesifikasi teknis jenis tinta yang digunakan Blueprint CO2 Hitam (dye), jenis printer Canon IP 1880 injet paper, cara mencetak: specimen template dicetak berulang sampai salah satu atau lebih nozzle buntu ditandai dengan keluarnya garis putih di dalam cetakan.

Selanjutnya pada 18 September 2013 dengan lokasi pelaksanaan di Yogyakomtek, JEC Yogyakarta. Kategori rekornya: Ekonomi. Menyabet rekor MURI tentang “Tinta Infus Isi Ulang yang Menghasilkan Cetakan Teks dan Warna Terbanyak dari 1 Printer Tanpa Merusak Head”. Dengan printer Piezo L800 dan L110 standart template, memakai tinta Blueprint bulk ink 100 ml infus menghasilkan 36.100 lembar dalam waktu 1 bulan 5 hari.

Produk Blueprint diusung oleh PT. Triduta Mitra Sejahtera, dimana mereka berkomitmen untuk menjual produk berkualitas terbaik tanpa melupakan fungsi penghematan. Tekad untuk selalu menghadirkan produk yang memproduksi hasil akhir sedekat mungkin dengan OEM Original. Serta selalu berusaha menghindari memakai packing yang berlebihan karena bagi pengguna mahir itu bukan dari biaya produksi yang bisa dipergunakan. Tentunya hal ini bertentangan dengan tujuan penghematan dari produk isi ulang dan compatible.

Komitmen juga terlihat dari upaya memakai bahan-bahan baku pilihan kualitas terbaik, quality control ketat dan respon yang cepat sehingga para pelanggan akan selalu bisa merasa yakin, dan diatas segalanya! Merasa aman menggunakan produk Blueprint adalah nomor satu.

Tumpuan reputasi perusahaan adalah pada sikap “ngotot” dalam menjalankan dan mempertahankan komitmen kepada pelanggan. Saat membeli produk Blueprint sah-sah saja untuk membandingkan, sama halnya dengan yang dilakukan perusahaan dengan produk kompetitor sejenis. Diyakini bahwa proses ini akan menambah kepercayaan serta kepuasan pelanggan yang telah memilih produk Blueprint. Perusahaan ini benar-benar TOP, harapannya agar senantiasa dapat ikut menjadi teman setia pelanggan dalam berkarya.

Akreditasi rekor MURI mengukuhkan posisi Blueprint sebagai tinta yang paling aman terhadap printer di DUNIA! Double MURI yang diperoleh sebelumnya membuat Blueprint menjadi pemegang rekor dua teknologi printer sekaligus Bubble Jet dan Piezzo. Blueprint adalah tinta infus pertama dengan teknologi APV Balance yaitu Absorption yang cepat menyerap, Purity yang rendah garam dan Viscosity yang menghasilkan hasil yang tajam.

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Tentunya ucapan terimakasih layak diucapkan kepada pelanggan setia atas kepercayaan terhadap produk Blueprint sebagai merk tinta infus dan kertas foto dengan kualitas terbaik di INDONESIA! Double best brand pun diraih untuk kategori tinta infus dan kertas foto. Sesuai jargonnya “Kami Hanya Menjual Produk Kualitas TERBAIK, Because Second Best is simply not good enough”.

Produk Blueprint teruji keandalannya, selain produk tinta dan kertas, adapula Laser Toner Cartridge dimana produknya terdiri dari 6 jenis dengan harga yang sangat terjangkau dengan produk yang sangat terjamin kualitasnya. Toner yang baik  berwarna hitam pekat dan volume cetak nya lebih dari original. Blueprint selaku produsen Toner Cartridge dengan sikap “ngotot”-nya memenuhi serta menggaransi kedua kriteria sekaligus, tanpa harus dilema atau mengorbankan salah satu semisal mengejar tingkat hitam dengan mengorbankan volume cetak, atau mengutamakan volume tak lantas membuat warna jadi abu-abu. Toner Blueprint terpercaya merupakan hal yang paling utama, toner lebih hitam dari original.

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Komponennya terdiri dari 100 persen komponen baru dengan kualitas produk terjamin. OPC Jepang Multi layer coating dengan lapisan tebal dan hasil rata. Toner powder nya yaitu terlihat dari ukuran granule ketat dimana volume cetak lebih terukur dengan kepekatan hitam stabil. Bisa dibandingkan dengan volume cetak sedikit dan kepekatan hitam tidak stabil. Catatannya graphic not to scale dimana ukuran granule disesuaikan dengan cartridge. Terbukti kan kalau Laser Toner Blueprint Laser merupakan Toner Printer yang Bagus dan Toner Blueprint Hitamdan Hemat!

Selanjutnya, melting point specific untuk setiap cartridge dimana melting point terlalu rendah maka powder gosong dan efek ghosting, sedangkan melting point terlalu tinggi maka powder tidak matang, mudah scratch dan hasil abu-abu. Maka pada temperatur mesin, setiap seri laser printer berbeda. Hasilnya sungguh menawan! Tidak ghosting (akibat bubuk toner gosong), tidak mudah terkikis (akibat bubuk toner tidak matang), tidak tebal tipis (akibat OPC jelek) dan bisa cetak di atas kalkir (Ini penting untuk afdruck sablon) serta tahan bensin dan alkohol!

Produk Laser Toner Blueprint diantaranya (dari harga tertinggi hingga terendah) yaitu :

Sumber: http://www.blueprint-indonesia.com/

Toner Cartrige (BP – HP85A). Ini merupakan formulasi paling hitam! Volume cetak Blueprint 285A text dokumen ISO/IEC 19752 adalah 1530 lembar ± 2 persen.
Harganya Rp 467.500
Untuk Hp Laserjet: P1100/P1102/P1102W/M1130/1210MFP


Toner Cartridge (BP – HP12A)
Harganya Rp 462.000
Untuk Hp Laserjet: 1010/1020/1012/1015/1022/1050/3015/3020/3030/3050


Toner Cartridge (BP – HP278A)
Harganya Rp 462.000
Untuk Hp Laserjet: P1560/1566/1600/1606


Toner Cartridge (BP – HP36A)
Harganya Rp 445.500
Digunakan untuk Hp laserjet: P1005/P1005n/M1319/M1522nf/m1120
Compatible untuk CB436A


Toner Cartridge (BP – HP35A)
Harganya Rp 445.500
Untuk Hp Laserjet: P1005/P1006
Dan compatible untuk HP7115A


Toner Cartridge (BP – HP15A)
Harganya Rp 385.000
Untuk Hp Laserjet: 1000/1005/1200/1200N/1200se/1220/1220se/3300/3300n
Compatible for HP7115A


Formulasi paling hitamnya dibuktikan dengan cetakan lebih hitam, dimana tingkat kehitaman (Black Level) – 1,62 – 1,66 B/W; Cetakan lebih banyak, buktinya jumlah cetakan 1530 lembar ± 2 persen standard print document ISO/IEC 19752; Garansi toner lebih lama, buktinya garansi toner ganti baru di toko tempat membeli, 6 bulan sejak tanggal pembelian.; Garansi printer selamanya (ini berlaku pada korporasi yang mendaftarkan kontrak dengan Blueprint)! So, Buruan!

Blueprint berani menjamin untuk toner cartridgenya, lebih bagus dari original atau UANG ANDA KEMBALI! Harganya separuh dari original, lho. Toner Printer yang Bagus ya hanya Laser Toner Blueprint! Toner Blueprint Hitam dan Hemat, Begitu sederhana, jelas hitam di atas putih.


Nb: Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition yang diadakan oleh Blueprint

Selasa, 16 Februari 2016

Mendukung Pembangunan Ekowisata Berkelanjutan melalui Taman Nasional Kerinci Seblat di Provinsi Sumatera Selatan

Pertama-tama saya ingin mengucapkan Terimakasih banyak kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan yang telah menggelar Blog Contest Wonderful Sriwijaya ini. Sebagaimana diamanatkan dalam Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, sektor pariwisata dewasa ini sudah menjadi industri terbesar di dunia dengan perkembangan yang sangat pesat. Pengembangan destinasi dan industri pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam dan di luar negeri, salah satunya melalui peningkatan citra kepariwisataan.

Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Sumber: BPS, diolah)

Indeks Pembangunan Manusia (Sumber: BPS, diolah)

Proyeksi Penduduk 2010-2035 (Sumber: BPS, diolah)

Indikator makroekonomi di atas yang tercermin dari grafik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB Harga Konstan Tahun 2000), Indeks Pembangunan Manusia (Metode Baru) dan Proyeksi Penduduk (2010-2035) di Provinsi Sumatera Selatan menujukkan tren yang meningkat. Hal ini tentu saja mengindikasikan peluang yang baik bila dapat dimanfaatkan dengan baik pula tentunya. Misalnya, PDRB yang merupakan proksi dari pertumbuhan ekonomi, tidak sekedar meningkat tapi juga harus merata sehingga terciptalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu, proyeksi penduduk hingga tahun 2035, yang akan bertepatan dengan puncak Bonus Demografi, bila tidak dimanfaatkan dengan baik akan menyebabkan terjadinya Bencana Kependudukan! 

Pengembangan pemasaran pariwisata diarahkan untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan melalui promosi yang mencakup wisata alam, wisata budaya dan wisata ciptaan. Pengembangan regulasi dan kelembagaan kepariwisataan diarahkan untuk membangun Sumber Daya Manusia pariwisata serta organisasi kepariwisataan nasional. Gambar grafik di bawah menunjukkan adanya tren peningkatan terhadap jumlah tamu Indonesia dan asing pada hotel berbintang, hal ini tentu saja menggembirakan sektor jasa perhotelan. Hal sebaliknya terjadi pada jumlah tamu baik domestik maupun mancanegara pada hotel non bintang yang menunjukkan tren meningkat tapi mengalami penurunan di tahun 2014.

Jumlah Tamu Indonesia Hotel Berbintang (Sumber: BPS, diolah)

Jumlah Tamu Asing Hotel Berbintang (Sumber: BPS, diolah)

Jujur saja, saya belum pernah ke Provinsi Sumatera Selatan. Tapi, dengan demikian saya berkesempatan berandai-andai mau apa, kemana dan bebas beralasan kenapa saya harus mengunjungi Provinsi Sumatera Selatan (Yah, selain alasan karena saya belum pernah kesana!)

Berdasarkan data dari Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal tahun 2009 (sekarang diambil alih oleh Kemendesa), tentang Profil 199 Kabupaten Tertinggal di Indonesia, disebutkan bahwa Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu dari tujuh Kabupaten tertinggal di Provinsi Sumatera Selatan selain Kabupaten Banyuasin, Oku Selatan, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Empat Lawang dan Lahat.

Kendati Musi Rawas merupakan Kabupaten tertinggal di Provinsi Sumatera Selatan, hal ini tidak menyurutkan niat saya untuk berkunjung ke Provinsi Sumatera Selatan. Malah, saya semakin penasaran dan berkeinginan untuk mengunjungi wilayah ini. Tanya kenapa?

Bidang disiplin keilmuan saya ialah Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan (Sosial Ekonomi). Saya berkeinginan untuk mengimplementasikan keilmuan saya di lapang, dan Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu destinasi yang tepat untuk mewujudkan semua itu. Adapun alasan saya kenapa harus berkunjung ke Provinsi Sumatera Selatan, khususnya ke Kabupaten (yang katanya) tertinggal yaitu Kabupaten Musi Rawas:

Kabupaten Musi Rawas beribukota di Lubuk Linggau.  Di sektor pariwisata, terdapat wisata agropolitan yang terdiri dari Agropolitan Distrik Nibung, Agropolitan Sp. Semambang, dan Agropolitan Center. Kabupaten Musi Rawas termasuk ke dalam Wilayah Pengembangan Provinsi Sumatera Selatan Bagian Barat yang berfungsi sebagai lumbung pangan, pengembangan sektor perkebunan, pengembangan sektor energi dan sebagai daerah penyangga (buffer) Provinsi Sumatera Selatan, karena di wilayah ini terdapat Kawasan Lindung Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman Nasional Kerinci Seblat telah dijadikan program pembangunan dan konservasi terpadu.

Nah, inilah tempat impian yang ingin saya kunjungi di Provinsi Sumatera Selatan: Taman Nasional Kerinci Seblat!

Profil Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumber: Youtube)

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah hingga ekosistem sub aplin serta ekosistem yang khas antara lain rawa gambut, rawa air tawar dan danau.

Nugroho (2011) dalam bukunya “Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan” melansir bahwa hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki sekitar 4000 jenis tumbuhan. Tumbuhan langka dan endemik meliputi pinus kerinci, kayu pacat, bunga raflesia, dan bunga bangkai. Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki sekitar 37 jenis mamalia, 10 jenis reptilian, 6 jenis amfibia, 8 jenis primata dan 139 jenis burung.

Potensi lainnya yang menarik perhatian, seperti suara burung rangkong dan julang serta suara tawa histeri burung gading. Selain itu ada kucing emas yang sangat misterius serta misteri tentang sejenis satwa primata berjalan tegak dan cepat sekali menghilang di antara pohon, dimana masyarakat setempat menamakannya “orang pendek”!
Tidak hanya unggul di sektor pariwisata, sektor pertanian Kabupaten Musi Rawas juga merupakan salah satu lumbung padi bagi Provinsi Sumatera Selatan. Perlu diketahui bahwa Kabupaten Musi Rawas sejak tahun 1981 telah ber swasembada beras!

Pembangunan di sub sektor peternakan pun tidak kalah hebatnya. Melalui berbagai program dan kegiatan diantaranya intensifikasi, pengadaan bibit unggul, inseminasi buatan, peningkatan keterampilan dan penguasaan teknologi tepat guna serta pembinaan hijauan makanan ternak dan kesehatan hewan. Sedangkan pada sub sektor perkebunan, komoditi unggulannya yaitu karet, kelapa sawit dan kopi.  Sektor pertambangan terdiri dari batu bara, bijih besi, emas, seng, timah hitam, marmer, phosfat dan bentonit merupakan potensi bahan galian yang terdapat di Kabupaten Musi Rawas.

Di masa yang akan datang, wilayah ini diharapkan mampu berperan sebagai penggerak perekonomian Provinsi Sumatera Selatan bagian barat yang berbasis sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan), pertambangan dan penggalian serta sektor lain yang mulai berkembang di daerah ini.

Tantangan utama pembangunan ke depan adalah memanfaatkan secara optimal potensi kekayaan dan keragaman baik budaya maupun alam dan Sumber Daya Alam untuk meningkatkan sumbangan ekonomi dari sektor kepariwisataan.

Upaya pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas semakin menunjukkan adanya kemajuan. Namun, dalam upaya pembangunan tersebut tentunya masih terdapat kendala dalam menghadapi sosial ekonomi masyarakat diakibatkan kemampuan dan peran serta yang masih terbatas. Untuk itu, perlu ada perhatian dan bantuan khusus serta berbagai kemudahan dari pemerintah pusat terutamanya terkait percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan mendorong dan memberikan pihak swasta porsi yang lebih luas dalam pembangunan. 

nb: Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Contest Wonderful Sriwijaya yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan 


Menelisik Fenomena Gerhana Matahari Total Dua Dasawarsa Silam: Antara Agama, Fisika dan Wisata


“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari” (QS. Ash-Shams:1)

11 Januari 2016, saya melakukan perjalanan ke Bandung dan berkunjung ke Observatorium Bosscha untuk pertama kalinya. Hal ini tak pelak karena saya sangat terinspirasi dari film Petualangan Sherina yang meninggalkan kenangan tersendiri di masa kanak-kanak saya hingga kini. Setelah belasan tahun lamanya barulah berkesempatan menginjakkan kaki di  Observatorium kenamaan milik Institut Teknologi Bandung (ITB) tercapai. Sayangnya waktu itu hari Senin dan ternyata berdasarkan aturan baru bahwa pengunjung individu hanya bisa melakukan kunjungan di hari sabtu (Sedih!). Maka saya urungkan niat untuk meneropong dan kembali mengatur agenda kunjungan. Tapi, ada satu hal yang cukup menghibur lara hati karena tanpa sengaja membaca di papan pengumuman bahwa akan ada Gerhana Matahari Total di beberapa daerah di Indonesia lengkap dengan jadwal lokasi dan waktunya. Dan ternyata, Bosscha Observatory telah mengunggah video berjudul “Solar Eclipse 2016” di laman Youtube semenjak 14 April 2014 silam.  Dijelaskan bahwa pada peristiwa Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, bayangan bulan yang jatuh dipermukaan bumi akan melintasi kawasan Asia Tenggara, sebagian besar wilayah Australia, Mikronesia, serta berakhir di wilayah Samudera Pasifik. Video ini berisikan informasi mengenai waktu-waktu terjadi gerhana serta jenis gerhana yang dapat diamati di beberapa titik lokasi di kota-kota di Indonesia. Indonesia menjadi lokasi yang sangat baik untuk mengamati gerhana karena beberapa lokasi dilewati oleh jalur pusat gerhana total. Berikut tayangannya:

Solar Eclipse 2016 (Sumber: Youtube)

Tanggal 9 Maret 2016 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya karena pada tanggal tersebut tepat 74 tahun silam merupakan kegembiraan bangsa Indonesia karena Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Melainkan juga karena akan adanya Fenomena Gerhana Matahari Total yang merupakan momen yang sangat spesial dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Hal ini tentu saja menarik perhatian. Pasalnya, Gerhana Matahari Total terakhir kali melintasi Indonesia pada 24 Oktober 1995 (21 tahun yang lalu), tepat 13 hari setelah ulang tahun saya yang ke – 6. Gerhana Matahari tersebut menjadi awal mula Gerhana Matahari jenis Total di abad ke-20. Gerhana Matahari Total tersebut melintasi Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow. Saat itu kali pertama saya mengalami peristiwa Gerhana Matahari Total yaitu sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat itu siang hari, saya masih berada di sekolah. Saya ingat betul saat itu jam istirahat kelas, saya dan teman-teman sedang asik-asiknya bermain di luar kelas. Kami semua memenuhi lapangan olahraga. Tetiba, suasana menjadi gelap gulita. Padahal sebelumnya langit cerah dan panas terik. Tentu saja kami kaget bukan kepalang. Saya berlari ke kantin sekolah mencari ibu yang selalu setia menunggui saya di sekolah. Saya lihat teman-teman lainnya berhamburan ke dalam kelas. Ibu dan Bapak/Ibu guru menenangkan kami. Lantas mereka dengan sigapnya mengambil ember, diisi air lalu diletakkan di tengah lapangan. Kami pun beramai-ramai mengamati apa yang tengah dilakukan Bapak/Ibu guru kami. Mereka meminta kami mendekat dan memang saking penasarannya tanpa disadari saya sudah berada di tengah kerumumunan orang banyak yang sama penasarannya. Kami mengelilingi ember-ember di tengah lapangan. Ternyata Bapak/Ibu guru mengajak kami melihat pantulan bayangan matahari melalui air dalam ember tersebut. Berdasarkan alasan medis, kami tidak diperbolehkan melihat gerhana matahari secara langsung. Sungguh pengalaman yang berharga dan tidak akan terlupa.


Sekarang ini saat kembali mengingat peristiwa Gerhana Matahari Total dua dasawarsa silam, maka dapat ditelisik sejarah Gerhana Matahari di tanah air yang diawali semenjak Mei 1901, sebagaimana dilansir oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). Lantas, tepat pada tanggal 24 Oktober 1995 terjadilah Gerhana Matahari Total. Fenomena ini merupakan awal mula Gerhana Matahari pada abad ke – 20. Selanjutnya daftar kejadian Gerhana Matahari untuk abad ke – 21 diantaranya yaitu Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2002, Gerhana Matahari Cincin pada tanggal 15 Januari 2010 (dan fenomena ini disinyalir merupakan gerhana matahari terlama, yaitu dengan durasi 11 menit 8 detik!) serta In Shaa Allah Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 yang diprediksi akan berlangsung selama 4 menit 9 detik.


Waktu Jalur Gerhana di Beberapa Wilayah di Indonesia (Sumber: newsdetik.com)

Terkait peristiwa ajaib ini, saya dapat beropini dari sudut pandang pribadi untuk menyikapi fenomena alam ini dengan tawadhu’. Pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang juga bertepatan dengan Hari Raya Keagaaman, Nyepi (Saka New Year 1938). Oleh karenanya unsur spiritual dan religi sekiranya dapat dimaknai secara mendalam. Berdasarkan hadist dan kepercayaan sebagai umat yang beragama, perlu dipahami bahwa gerhana bukanlah sekedar fenomena alam biasa tapi merupakan fenomena alam yang memang Allah SWT kehendaki sebagai salah satu ayat (tanda) kebesaran-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Suci Al Qur’an bahwa “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan” (QS. Ar-Rahman:5). Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah(HR. Bukhari no. 1044)

Pasca mengalami Gerhana Matahari Total di masa kanak-kanak semenjak dua dekade silam, pada tahun 2005 saya berkesempatan mengikuti Olimpiade Fisika. Peristiwa yang dialami di masa lampau sangat membekas dan menimbulkan rasa ingin tahu mendalam terhadap ilmu fisika dan astronomi. Peristiwa dan fenomena ini dapat dimaknai secara akademis melalui ilmu pengetahuan. Peristiwa langka ini terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga bayang-bayang bulan akan jatuh ke permukaan bumi. Peristiwa terhalangnya sinar Matahari oleh Bulan sehingga sebagian tempat di Bumi tidak memperoleh cahaya Matahari. Gerhana Matahari terjadi apabila Matahari – Bulan – Bumi berada dalam satu garis lurus. Gerhana Matahari terjadi pada siang hari dan pada saat Bulan berada pada fase Bulan Baru.

Gerhana Matahari (Sumber: fisikazone.com)

Di satu sisi, pada awal tahun 2016 ini Indonesia diperhadapkan dengan kondisi ekonomi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal ini dapat menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi Negara Indonesia. Salah satunya melalui sektor pariwisata, hal ini disebabkan karena Indonesia dilewati Gerhana Matahari Total. Peristiwa ini sangat langka terjadi. Beberapa daerah di Indonesia perlu sigap dan siap untuk memanfaatkan peluang yang ada diantaranya dengan menyiapkan tempat khusus untuk para wisatawan agar dapat  melihat Gerhana Matahari Total yang akan melintasi jalur (sebagian area) diantaranya yaitu: Lubuk linggau, Palembang, Toboali, Koba, Manggar, Tanjung pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Palu, Poso, Ternate, Tidore, Sofifi, Jailolo, Kao dan Maba. Berikut adalah peta jalur Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret 2016 mendatang yang dikutip dari laman NASA:

Jalur Gerhana Matahari Total yang melewati Indonesia (Sumber: NASA)

Jalur Gerhana Matahari Total yang melewati Belitung (Sumber: NASA)

Berdasarkan data World Economic Forum, Travel and Tourism Competitiveness Report (2015) tentang Daya Saing Pariwisata Beberapa Negara ASEAN diperoleh informasi bahwa Indonesia menduduki Ranking 50 dari 141 Negara ASEAN. Kita masih di bawah Malaysia (25) dan Thailand (35). Tapi, setidaknya bersyukur karena kita masih di atas Sri Lanka (63), Philippines (74), Vietnam (75) dan Cambodia (105).  

Pariwisata dewasa ini sudah menjadi industri terbesar di dunia dengan perkembangan yang sangat pesat. Pengembangan destinasi dan industri pariwisata perlu diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam negeri dan di luar negeri. Pengembangan pemasaran pariwisata perlu diarahkan untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan baik mancanegara maupun domestik untuk mendorong peningkatan wisatawan melalui promosi. Kita bisa memperkenalkan genre perjalanan (travel) wisata keajaiban alam atau wisata fenomena alam (maybe!). Yang terpenting adalah kita perlu meningkatkan citra kepariwisataan kita!

Saya siap menjadi saksi peristiwa bersejarah dan menjadi laskar Gerhana Matahari Total! Ayo, meNYEPI ke Belitung :) 

Nb: Tulisan ini diikusertakan dalam lomba blog yang bertemakan "Fenomena Gerhana Matahari di Indonesia" yang diselenggarakan oleh www.detik.com melalui kanalnya blogdetik




Senin, 15 Februari 2016

IPL RS Unsrat Mengkhawatirkan

MANADO – Meski berdiri tanpa memiliki AMDAL, pembangunan Rumah Sakit (RS) Unsrat terus dilakukan.

Hal ini menuai kritikan dari pemerhati lingkungan, Yesi Hendriani Supartoyo SP, salah seorang pemerhati lingkungan. Kepada beritamanado, Yesi mengatakan bahwa pembangunan rumah-sakit tanpa mengedepankan AMDAL seharusnya tidak dapat diteruskan.

Hal lain yang dikhawatirkan yaitu kondisi Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) yang akan dibangun.

“IPLnya nanti pengolahannya gimana? Pastinya akan berdampak buruk bagi warga civitas akademika Unsrat di Fakultas Pertanian yang letaknya bersebelahan,” ujar Yesi. (mois)

ASURANSI PERTANIAN: Asosiasi Tunggu Kebijakan Menteri Baru

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunggu program dari kementerian pertanian yang baru terkait pelaksanaan asuransi pertanian.

Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan, pelaksanaan asuransi pertanian tergantung pada program kementerian pertanian. “Untuk asuransi pertanian ini memang membutuhkan peran pemerintah, industri tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/10/2014).

Menurutnya, jika pemerintahan Jokowi –JK memang ingin mencanangkan kedaulatan pangan, asuransi pertanian ini bisa menjadi alat mitigasi risiko. Dia menambahkan, jika hal tersebut dijadikan program nasional, akan banyak sekali perusahaan asuransi yang bisa terlibat. Pihaknya kemungkinan besar juga akan mengajukan adanya konsorsium.
Frans Wiyono, Senior Insurance Specialist Bank Dunia untuk Indonesia juga mengimbau pemerintah dan industri asuransi agar segera menggarap sektor pertanian dan tidak perlu takut untuk menggarap sektor tersebut.

Frans mengatakan, tingginya loss ratio dari percobaan asuransi pertanian di tiga propinsi yang digelar Kementerian Pertanian tahun lalu disebabkan oleh sedikitnya jumlah lahan yang diikutkan dalam program tersebut.

“Itu kan masih pilot, karena jumlah pesertanya sedikit, makanya loss ratio-nya tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. Menurutnya, kalau program asuransi pertanian tersebut memenuhi hukum bilangan besar, maka loss ratio-nya akan semakin kecil. Alhasil, asuransi pertanian akan menguntungkan baik bagi petani maupun perusahaan asuransi.

Sebagai gambaran, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan uji coba pelaksanaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di musim tanam pada Oktober 2012 sampai Maret 2013. Uji coba tersebut digelar di 3 propinsi yaitu, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) bertindak sebagai pelaksana asuransi. Frans menyebutkan, tiga perusahaan pupuk juga ikut andil dalam program tersebut dengan memberi subsidi berupa pembayaran premi asuransi sebesar 80%. Sedangkan sisanya dibebankan kepada petani.

Dalam jurnal berjudul Asuransi Pertanian Sebagai Alternatif Mengatasi Risiko Usaha Tani Menuju Pertanian Berkelanjutan yang ditulis Yesi Hendriani Supartoyo, mahasiswa program doktor Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, dijelaskan beberapa kendala gagalnya program tersebut.

"Mengacu pada data Jasindo 2013, realisasi atas cakupan lahan padi yang dapat dilaksanakan oleh Jasindo luasnya hanya 623,12 hektar. Jumlah tersebut jauh dari proyeksi awal yang semula direncanakan, yakni 3.000 hektar."

Pada saat implementasi, luas lahan padi petani yang terkena kerugian panen akibat dampak puso mencapai 87,28 hektar dengan klaim yang diajukan sebesar Rp523 juta atau 467% dari nilai premi yang terbayarkan. Dalam hal ini perusahaan asuransi mengalami kerugian

Yesi Hendriani Supartoyo Pilih Bersama Keluarga




Umat muslim sedang mempersiapkan diri menjelang bulan puasa. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari kesiapan fisik, hati dan pikiran. Namun setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menyambut bulan puasa. Bagaimana dengan wanita berparas ayu, Yesi Hendriani Supartoyo?

Menurutnya, bulan puasa adalah bulan penuh berkah yang memiliki makna tersendiri baginya. Sehingga patut dilakukan dengan baik.

“Bulan puasa ini khan hanya dilakukan setahun sekali, dan sudah menjadi keawajiban bagi setiap umat muslim untuk melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini, ” kata wanita kelahiran Manado, 11 Oktober 1989

Penyuka bakso ini mengatakan, bulan puasa adalah moment yang paling tepat untuk lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta, melalui ibadah dan perbuatan baik kepada sesama.

“Di bulan puasa ini, saya diajarkan untuk bisa menahan hawa nafsu dan keinginan daging, dengan menahan lapar dan dahaga serta melakukan perbuatan yang berkenan kepada Tuhan. Ini merupakan suatu bentuk ketaatan kita sebagai umat yang beriman kepada Tuhan, ” ujar wanita cantik yang akrab disapa Echi ini kepada Tribun Manado, Sabtu (14/7)

Yesi yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin ini mengaku, sudah melakukan berbagai persiapan menjelang puasa, agar bisa berjalan lancar tanpa adanya kendala. “Saya selalu berusaha untuk melakukan puasa penuh, dan untuk mencapainya saya sudah mempersiapkannya mulai dari beberapa waktu lalu yaitu dengan menjaga kesehatan fisik, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum vitamin, agar ibadah puasanya bisa dilaksanakan dengan baik, ” ungkapnya.

Bicara soal pengalamannya berbuka puasa, wanita yang fasih berbahasa inggris ini memiliki cerita tersendiri. Ia akan secepatnya pulang ke rumah pada saat menjelang buka puasa. “Meskipun saya sibuk beraktivitas di luar rumah, saya selalu berusaha untuk bisa menyempatkan diri berbuka puasa di rumah bersama keluarga. karena suasana dan makna kebersamaan dalam keluarga itu lebih terasa, ” kata Echi yang hobi membaca dan browsing.

Warga Malendeng ini menjelaskan, bukan hanya fisik saja yang dipersiapkan dalam melewati bulan puasa, namun hati dan pikiran juga merupakan hal yang penting, agar ibadah yang dilakukan tidak berlalu dengan sia-sia, namun dapat memberikan dampak positif bagi pribadinya.

“Saya berusaha untuk menjaga hati dan pikiran, dengan cara fokus kepada Tuhan dan tidak mudah tergoda dengan berbagai hal yang dapat membuat puasa saya batal, ” jelas Echi yang memiliki motto always try to do the best.

Sumber: http://manado.tribunnews.com/2012/07/14/yesi-hendriani-supartoyo-pilih-bersama-keluarga