Senin, 25 Desember 2017

Kunci Sukses Raih Resolusi 2018 dengan Theragran-M, Ingat 3S!

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berperan serta atas pencapaian resolusi di tahun 2017. Thanks for being my supporting system! Besar harapan semoga di tahun 2018 mendatang target resolusi berikutnya dapat tercapai kembali. Aamiin!


Caribou coffee (dok: pribadi)
Bila diperkenankan saya ingin napak tilas sejenak ke dua belas bulan yang lampau guna mengenang, merenungi dan mensyukuri kembali pencapaian apa saja yang telah berhasil diraih. Hal ini semata untuk menjaga agar semangat tak putus dan asa jangan sampai pupus. 

Awal Januari 2017 menjadi permulaan yang baik karena target resolusi saya untuk menerbitkan buku akhirnya tercapai. Pada bulan Januari silam saya memperoleh kabar bahwa buku antologi berjudul “EPISODIC: Senarai Apresiasi Asa” telah diterbitkan oleh IPB Press melalui peran serta Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana IPB Bogor. Ini merupakan buku antologi pertama saya. Alhamdulillah!

Buku antologi pertama diterbitkan oleh IPB Press (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Februari 2017 target resolusi berikutnya tercapai yaitu tepat pada tanggal 6 Februari 2017 saya melaksanakan sidang promosi ke-2 dan pada tanggal 27 Februari 2017 saya melaksanakan Seminar Hasil. Perlahan namun pasti saya berusaha menyelesaikan berbagai tahapan studi yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang mesti dituntaskan segera.

Terimakasih kepada semua pihak yang berperan sebagai "supporting system" (dok: pribadi)
Pada bulan Maret 2017 merupakan bulan dimana saya mengatur strategi berikutnya. Saya melakukan submit beberapa naskah artikel ke jurnal nasional maupun internasional. Di bulan ini pula lah saya membuat akun di media sosial bernama “One Day One Journal” guna memacu semangat untuk terus menulis dan membaca. Laman grup “One Day One Journal” bertujuan menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berbagi dan memperoleh informasi.

Letter of Review Jurnal Bank Indonesia (dok: pribadi)
Berikutnya, pada bulan April 2017 saya berkesempatan melakukan internship di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tepatnya di Direktorat Penelitian dan Pengaturan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan berlokasi di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung A Lantai 9. Hal ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kegiatan ini menunjang riset/penelitian yang sedang saya lakukan khususnya terkait Bank Perkreditan Rakyat. 

Berkesempatan menimba ilmu di OJK (dok: pribadi)
Resolusi yang paling ditunggu-tunggu sepanjang hidup (lebay!) akhirnya tercapai di bulan Mei 2017. Ini merupakan kali pertama saya berkesempatan ke luar negeri yaitu dengan mengunjungi ibukota Thailand, Bangkok tepat pada tanggal 13 – 16 Mei 2017. Bagi saya travelling mengajarkan banyak hal, tidak hanya pengalaman yang diperoleh karena mengunjungi tempat baru melainkan juga karena kita bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam latar belakang budaya, bahasa maupun selera. Untungnya sekembali dari luar negeri saya langsung ditawari pekerjaan sehingga memungkinkan saya melanglang buana kembali dalam rangka project YouthWin Economic Participation hasil kerjasama dengan USAID. Hm, jalan-jalan bisa saja tapi bekerja juga harus tetap jalan!

Mengenakan pakaian adat khas Bangkok, Thailand (dok: pribadi)
Akhirnya, bulan Juni 2017 pun tiba. Ini adalah saatnya untuk berkumpul dengan keluarga. Saya kembali ke tanah kelahiran yaitu Manado yang merupakan ibukota dari Provinsi Sulawesi Utara tempat dimana ayah dan ibu saya berada. Saya menghabiskan waktu bersama keluarga, bersilaturahmi dengan tetangga dan merayakan hari raya keagamaan kami yaitu Idul Fitri dengan berbahagia. Berkumpul bersama keluarga juga merupakan ajang untuk mengumpulkan semangat dan mengatur strategi kembali guna mencapai target resolusi selanjutnya.

Bersama ibunda tercinta (dok: pribadi)
Tepat pada bulan Juli 2017, resolusi yang saya cita-citakan kembali tercapai yaitu saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia Regional Science Association (IRSA). Selain itu di bulan Juli ini pula saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Daeng Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Saya senang sekali karena bisa mencicipi kuliner legendaris bernama palubasa serigala (yang terletak di Jalan Serigala) serta mengunjungi pantai losari. Meski kunjungannya sangat singkat namun meninggalkan kenangan mendalam. 

Pemakalah di konferensi internasional IRSA (dok: pribadi)
Selanjutnya, pada bulan Agustus 2017 target resolusi berikutnya kembali tercapai yaitu tepat pada tanggal 21 Agustus 2017 saya berkesempatan melaksanakan Sidang/Ujian Tertutup Program Doktor/S3, Alhamdulillah! Lalu, selang 3 hari kemudian saya berkesempatan menjadi pemakalah (oral presenter) pada forum konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Tidak hanya memperoleh penghargaan terbaik, sertifikat dan uang tunai sebagai honorarium, saya juga memperoleh pengalaman serta jejaring yang luas melalui konferensi internasional tersebut. Sungguh pengalaman yang sangat berarti!

Pemakalah pada konferensi internasional Bank Indonesia (dok: pribadi)
Kabar gembira kembali menyapa di bulan September 2017 karena buku antologi saya berjudul “Cerita untuk Sahabat” telah terbit! Dengan demikian buku antologi ini menjadi buku antologi kedua saya setelah sebelumnya telah terbit buku antologi berjudul “EPISODIC”. Bedanya, jika buku “EPISODIC” ditulis bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana maka buku “Cerita untuk Sahabat” ini ditulis bersama teman-teman lintas agama khususnya teman-teman Konferensi Wali Gereja Indonesia. Buku ini mengulas tentang isu toleransi dengan kisah-kisah yang mendalam dan sarat makna dari masing-masing penulisnya.

Berpose bersama pembaca setia buku Cerita untuk Sahabat. Terimakasih! (dok: pribadi)
Bulan Oktober 2017 menjadi bulan yang spesial dan paling dinanti-nanti. Bukan hanya karena bulan Oktober merupakan bulan kelahiran saya dan ibunda tercinta, melainkan di bulan inilah saya mencoba peruntungan kembali dengan mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (meskipun pada akhirnya belum beruntung!). Tapi, saya masih terus bersyukur karena saya meyakini bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Tak pelak, kabar gembira kemudian kembali menyapa karena selang beberapa hari setelah hari ulang tahun saya yang ke-28, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam Diskusi Buku antologi “Cerita untuk Sahabat”. Saya dan beberapa narasumber lainnya berkesempatan untuk berbagi dan menceritakan pengalaman kami terkait isu toleransi. Lalu, tepat pada tanggal 23 Oktober saya memperoleh kabar gembira kembali karena dinyatakan lulus ujian tertutup Program Doktor. Alhamdulillah, ini merupakan pertanda yang baik untuk bersiap melangkah pada tahap selanjutnya.

Menjadi narasumber dalam Diskusi Buku (dok: pribadi)
Selanjutnya, bulan November 2017 bisa dikatakan menjadi tonggak sejarah pencapaian saya selang lima tahun belakangan ini. Bukan hanya karena saya berkesempatan menginjakkan kaki ke luar negeri lagi yaitu ke Malaysia (Kuala Lumpur) dan Singapura, melainkan karena tepat pada tanggal 30 November saya melaksanakan Sidang Promosi Terbuka Program Doktor dan berhak menyandang GELAR DOKTOR. Alhamdulillah! Sebagaimana pernyataan dosen pembimbing/promotor saya bahwasanya ini bukan merupakan akhir melainkan awal dari segala pencapaian yang ada khususnya karir saya kedepan. Saya harus melangkah sembari mengucapkan Bismillah! 

Lulus Sidang Promosi Doktor/S3 (dok: pribadi)
Pada akhirnya, tibalah di penghujung tahun yaitu bulan Desember 2017 dimana merupakan bulan yang penuh dengan perenungan tentang pencapaian target resolusi setahun ini. Perlahan namun pasti resolusi tercapai diantaranya ketika saya berkesempatan menjadi salah satu penulis untuk artikel yang dipresentasikan pada Seminar Nasional yang diadakan oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah berlokasi di Semarang. Selain itu saya berkesempatan memenuhi undangan dari salah satu perusahaan properti ternama sebagai Blogger terpilih dan menjadi pemenang dalam kompetisi menulis yang mereka laksanakan. Serta memenuhi undangan sebagai nominasi terpilih kategori penulis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan mengikuti serangkaian acara yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun LIPI yang ke-50. Serta yang tak terlupa ialah terbitnya buku antologi ke-3 berjudul “Wacana untuk Pembangunan Pertanian dan Perdesaan Indonesia” oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana. Alhamdulillah!

Seminar Nasional di BAPPEDA Prov Jateng (dok: pribadi)
Besar harapan tahun 2018 akan menjadi tahun dimana saya dapat menjadi pribadi yang terus bersyukur dan selalu bersemangat untuk berusaha mencapai target dan mewujudkan resolusi yang telah saya rencanakan di tahun 2018. Berikut ialah Resolusi Tahun 2018 yang direncanakan:

Wisuda (untuk yang ketiga kalinya!)

Ini merupakan resolusi yang saya idam-idamkan selama ini dan merupakan puncak pencapaian studi saya di bangku perkuliahan selang 10 tahun belakangan ini. Dengan wisuda ini nantinya akan menjadi pembuktian atas pencapaian resolusi di tahun-tahun yang telah lalu karena wisuda kali ini merupakan jenjang pendidikan tertinggi yaitu Strata 3/Doktoral. In Shaa Allah!

Menerbitkan buku (lagi)

Saya sangat menyukai pelbagai hal yang berkaitan dengan literasi dan berharap dapat terus menghidupinya. Saya ingin terus berbuat dan menghasilkan karya hingga memberikan inspirasi kepada para pembaca. Sederhananya saya ingin “berdampak” dan menjalani kehidupan yang berarti serta penuh makna. Karena dengan menulis saya merasa hidup dan berguna serta bermanfaat.

Meniti karir 

Semenjak tahun 2014, saya terlibat beberapa project penelitian dan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait baik legislatif, eksekutif, maupun LSM. Kedepan dengan gelar yang dimiliki serta pengalaman yang belum seberapa ini saya berharap dapat meniti karir di suatu lembaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Aamiin!

Menikah 

Hal ini merupakaan impian yang tidak bisa dipaksakan. Itu pasti! Karena yang namanya jodoh adalah rahasia Ilahi. Tapi yang pasti di usia 28 tahun ini saya merasa bahwa inilah saatnya bagi saya untuk menemukan tambatan hati dan menautkan perasaan secara mantap. Bismillah!

Umrah 

Menjadi satu aktivitas “traveling” yang lebih dari sekedar luar biasa karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Saya berharap dapat segera menjalani perjalanan penuh makna ini tentunya dengan pasangan halal saya kelak. Semoga tahun 2018 menjadi tahun yang penuh berkah dan menjadi turning point dalam segala aktivitas peribadatan yang saya lakukan. Aamiin!

Tak ayal, untuk mewujudkan target resolusi di tahun 2018 tersebut tentu kesehatan menjadi kunci utama. Saya harus pintar menjaga kesehatan di sela kesibukan dan padatnya aktivitas. Saya teringat ketika sakit kepala sebelah/migrain melanda di tengah padatnya aktivitas. Maka, apa yang bisa saya perbuat? Do Nothing! Dan jujur saja hal tersebut sangatlah menyiksa. Saya merasa rugi karena melewatkan hari dengan percuma dan terasa sia-sia. Kesehatan merupakan modal utama, oleh karenanya saya terus menjaga performa fisik dengan berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur teratur dan tentunya mengkonsumsi suplemen/vitamin.


Adapun suplemen andalan tersebut diantaranya ialah produk multivitamin Theragran-M: Multivitamin-Mineral yang merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Theragran-M berbentuk tablet salut gula yang memungkinkan saya melakukan aktivitas tanpa perlu merasa khawatir dengan sakit kepala sebelah yang menyerang karena produk multivitamin ini merupakan Vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Kompisisi tiap tablet salut gula Theragran-M mengandung diantaranya vitamin dan mineral yang berguna membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.


dok: pribadi
dok: pribadi
Kandungan vitamin dalam Theragran-M diantaranya yaitu Vitamin A (sebagai asetat), vitamin D (cholekalsiferol), vitamin B1 (tiamina mononitrat), vitamin B2 (riboflavina), vitamin B6 (piridoksina hidroklorida), vitamin B12 (sianokobalamina), vitamin C (sebagai natrimun askorbat), vitamin E (sebagai dl-alfatokoferil asetat), Niasinamida dan Kalsium Pantotenat. Selain itu terdapat kandungan Mineral yang terdiri dari Iodium (sebagai kalium Iodida), Besi (sebagai fumarat), Tembaga II (sebagai sulfat), Mangan II (sebagai sulfat), Magnesium (Sebagai karbonat) dan Seng (sebagai sulfat). 

dok: pribadi
Satu hal yang terpenting produk Theragran-M Multivitamin-Mineral produksi PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ini telah memiliki status HALAL dari MUI. Pada intinya prinsip saya ialah: Kalau sakit jangan lama-lama! Yuk, konsumsi Theragran-M dan raih resolusi tahun 2018 mu dengan cekatan. Ingat Theragran-M, ingat 3S! Syukur, Semangat dan Sehat!

Cat: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.


Minggu, 24 Desember 2017

Jakarta Learning Center, Platform Pendidikan Inklusif Berbasis Online: Upaya Menjembatani Kesenjangan Digital

Pada tahun 2014 silam saya terlibat kerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dalam suatu project bernama Jakarta Learning Center (JLC). Jakarta Learning Center merupakan suatu platform online yang memudahkan akses bagi setiap masyarakat guna memperoleh pendidikan secara inklusif, merata dan berkelanjutan tidak hanya masyarakat Jakarta saja pada khususnya melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Jakarta Learning Center merupakan sumber edukasi non formal berbasis online sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Platform online ini bertujuan menyediakan materi berkualitas untuk mendukung kehidupan sosial dan bermasyarakat. 

dok: Jakarta Learning Center
Mengingat perkembangan teknologi di era digital sekarang ini, akses pendidikan semakin terbuka dan dengan mudahnya dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bahkan saat ini telah terdapat beberapa start-up yang menggeluti usaha di bidang pendidikan kaitannya dengan era digital khususnya pendidikan online. Sebut saja Sal Khan (2011) seorang Educator and Social Entrepreneur, yang melalui pemaparannya berjudul “Let’s Use Video to Reinvent Education” menggunakan video sebagai metode pembelajaran dalam rangka reinvensi atau penemuan kembali sebuah ide sebelum benar-benar menjadi sebuah inovasi. Sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo bahwasanya kita perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada sebaik mungkin dan terus berinovasi tiada henti.


Belum lama ini saya juga menemukan sebuah metode pembelajaran digital yang sangat unik dari salah satu kemasan produk makanan bernama Cerita Digital Interaktif (CERDIK) yaitu berupa frame dan digital story. Cara mengoperasikannya tergolong mudah yaitu dengan: Mendownload aplikasi di Google Play Store (bagi para pengguna Android); Lalu scan kartu cerita yang ingin dilihat; Kemudian nikmati dan koleksi serta temukan cerita seru di kartu lainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa terdapat banyak ide menarik dan inovatif terkait pendidikan berbasis online guna menjembatani kesenjangan digital dan menciptakan akses pendidikan terhadap masyarakat secara luas.

dok: app playstore
Pembangunan pendidikan sendiri merupakan bagian dari dimensi pembangunan manusia dan masyarakat. Pembangunan pendidikan dapat dicapai dengan meningkatkan pemerataan akses, kualitas, relevansi dan daya saing. Kendati demikian pembangunan pendidikan kedepan masih dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yaitu: Belum semua penduduk memperoleh layanan akses pendidikan yang berkualitas; Masih terdapat kesenjangan partisipasi pendidikan antar wilayah dan antar kelompok pendapatan; Belum maksimalnya pelaksanaan wajib belajar pendidikan yang berkualitas; Masih rendahnya akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; Masih rendahnya kualitas proses pembelajaran terutama terkait dengan jaminan kualitas layanan pendidikan, lemahnya pelaksanaan kurikulum serta lemahnya sistem penilaian pendidikan; Masih terdapat ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja; Masih timpangnya ketersediaan guru antar sekolah dan antar wilayah; Belum signifikannya dampak berbagai program peningkatan kualifikasi dan kompetensi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar; Melemahnya pendidikan budi pekerti di sekolah; Makin pudarnya karakter dan jati diri bangsa pada diri siswa; dan Masih belum optimalnya pendidikan masyarakat dan pendidikan keterampilan kerja.

dok: LAMPID Kenegaraan Presiden RI (2017)
Oleh karenanya, arah kebijakan pembangunan pendidikan dapat dilakukan dengan: Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan dasar, serta memperluas dan meningkatkan pemerataan akses, kualitas dan relevansi dengan pendidikan menengah; Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan zaman serta penguatan sistem penilaian pendidikan yang komprehensif dan kredibel; Meningkatkan profesionalisme, kualitas, pengelolaan dan penempatan guru yang merata; Revitalisasi lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat dan layanan pendidikan; Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja; Meningkatkan akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; dan Meningkatkan kualitas pendidikan. 

Kebijakan pembangunan pendidikan juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan revolusi mental khususnya di satuan pendidikan diantaranya melalui: Peningkatan kualitas dan efektivitas pendidikan karakter/budi pekerti dan budaya bangsa; Penciptaan lingkungan pendidikan yang menumbuhkan integritas, bebas intimidasi dan kekerasan; serta Penegakan hukum dan disiplin di sektor pendidikan.

dok: Jakarta Learning Center

Selain itu diperlukan pula pengembangan pembelajaran yang berkualitas melalui strategi: Penyiapan kurikulum yang andal; Penguatan sistem penilaian yang komprehensif dan kredibel yang dapat menggambarkan capaian prestasi peserta didik lengkap dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap/karakter; serta Penyediaan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten dalam menyampaikan kurikulum dan melaksanakan sistem penilaian yang telah disusun.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan pelik di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan diantaranya ialah tingkat pendidikan dan keterampilan angkatan kerja yang masih terbatas sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja. Oleh karenanya, arah kebijakan dan strategi guna mengatasi permasalahan dan kendala tersebut diantaranya ialah dengan meningkatkan akses kepada pendidikan dan pelatihan serta pelayanan informasi pasar kerja. Jakarta Learning Center selaku platform online di bidang pendidikan pun berupaya menjadi solusi bagi permasalahan tersebut diantaranya dengan menyajikan materi berkualitas seputar ketenagakerjaan baik berupa video maupun infografis agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat.



Permasalahan di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan tersebut lantas menjadi dasar perumusan arah kebijakan dan strategi dari pihak pemerintah diantaranya melalui peningkatan akses start-up capital bagi wirausaha baru/pemula melalui komitmen investasi guna meningkatkan daya saing. Selain itu hal ini menjadi salah satu bentuk capaian utama pembangunan dimana pemerintah telah memberi dukungan untuk pertumbuhan e-commerce nasional melalui Gerakan 1000 Start-up Digital. Gerakan peningkatan penggiat e-commerce diantaranya berupa start-up digital dengan memanfaatkan internet. Kegiatan yang dilakukan berorientasi pada upaya pengembangan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan gerakan peningkatan penggiat e-commerce yang didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

dok: Jakarta Learning Center
Menariknya, Ron McCallum (2013), seorang labor lawyer and activist mengungkapkan melalui penuturannya di depan Forum TEDx tentang “How Technology Allowed Me to Read”. Bagi Ron, proses membaca menjadi lebih mudah dengan adanya sentuhan teknologi khususnya digital akses.

Berkenaan dengan hal tersebut maka dukungan peningkatan start-up digital tentunya tak terlepas dari permasalahan yang ada antara lain adalah: Dibutuhkan banyak tenaga ahli dan profesional untuk melakukan pembinaan; Masih belum lengkap dan validnya data; Kualitas yang masih rendah; dan Terdapat penolakan pemasaran produk secara online. Adapun upaya yang dapat terus dilakukan guna menghadapi kendala yang ada sehingga sasaran dapat tercapai yaitu bekerjasama dengan berbagai komponen dalam e-commerce semisal pelaku start-up digital, Kementerian/Lembaga terkait, produsen dan konsumen demi berkembangnya e-commerce nasional.


Berdasarkan data, Airbnb tercatat sebagai start-up dengan peringkat teratas menurut startupranking. Di urutan kedua diduduki oleh Medium yaitu start-up yang memberikan layanan berbagi mengenai tulisan dan ide. Kemudian diikuti oleh Uber di posisi ketiga yang merupakan start-up layanan transportasi digital.

Bila ditilik lebih lanjut Airbnb sendiri didirikan tahun 2008 dan menawarkan layanan akomodasi atau tempat penginapan yang dikelola oleh pribadi/perorangan di seluruh dunia dan biasanya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan hotel atau apartemen. Terkait dengan kendala dan permasalahan maka start-up asing ini pun tak lepas dari konflik yang terjadi. Disinyalir bahwa kemunculan aplikasi Airbnb menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku perhotelan maupun penginapan konvensional lainnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia karena dapat memicu disrupsi (perubahan besar dalam waktu yang cepat) karena perkembangan teknologi digital. Kendati demikian perkembangan bisnis mau tidak mau tetap harus mengikuti perkembangan zaman di era teknologi digital saat ini. 

dok: databoks.katadata.co.id

Adapun start-up asal Indonesia yang menempati posisi tertinggi adalah Tokopedia yang berada di peringkat 31 global. Tokopedia merupakan e-commerce Indonesia dengan peringkat teratas. Berdasar Startup Ranking, penyedia lapak bagi para pedagang online (market place) ini mengalahkan score Bukalapak, Blibi maupun startup lokal lainnya. Tokopedia merupakan e-commerce yang didirikan pada 6 Februari 2009 dan diluncurkan pada 17 Agustus 2009 kini menjadi salah satu penyedia market place terbesar di Indonesia. Sebagai informasi, Tokopedia belum lama ini mendapat pendanaan US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,6 triliun dari e-commerce terbesar di Tiongkok, yakni grup Alibaba. Wow!

dok: databoks.katadata.co.id
Angle Wang (2017) seorang Retail Expert mengemukakan dalam pemaparannya yang berjudul “How China is Changing The Future of Shopping” bahwasanya China merupakan laboratorium terbesar dari sebuah inovasi, lihatlah Alibaba. Melalui konsep pembangunan grosir, Alibaba menjadi tuan rumah e-commerce yang mendunia. Hal ini sudah terbukti!

Penting diketahui pula bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah pendanaan terbanyak di Asia Tenggara pada triwulan II 2016. Sebanyak 28 start-up di Indonesia didanai dengan nilai investasi sebesar Rp 2,09 triliun. Total pendanaan yang didapat di Asia Tenggara pada triwulan II 2016 mencapai Rp 17,2 triliun. Nilai tersebut digunakan untuk mendanai 94 start-up. Jumlah pendanaan start-up di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kenaikan dua hingga tiga kali lipat dialami pada setiap triwulannya. Hingga kuartal II 2016 tercatat investasi di Tanah Air mencapai Rp 2,09 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Kemunculan start-up seakan menjadi angin segar. Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu pemicunya. Adapun Financial Technology (Fintech) yang juga merupakan bagian dari start-up digital di bidang perbankan dan lembaga keuangan yang salah satu perannya ialah menyalurkan kredit tidak kalah hebat dalam pengembangannya.

dok: databoks.katadata.co.id
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah start-up Fintech sepanjang tahun 2016 meningkat hampir tiga kali lipat. Pada triwulan IV start-up yang terindentifikasi meningkat menjadi 135 start-up. Jumlah tersebut belum termasuk Fintech yang dikembangkan oleh lembaga keuangan maupun perusahaan telekomunikasi maupun Fintech asing yang beroperasi di Indonesia.

dok: databoks.katadata.co.id
Fintech Payment (pembayaran) masih mendominasi pasar Fintech lokal, yakni sebanyak 57 startup atau sekitar 42,54 persen. Sementara berdasarkan tahun operasional, sebanyak 77,5 persen Fintech baru menjalankan operasionalnya pada 2015. Munculnya Fintech telah mengubah model industri keuangan yang sebelumnya dimonopoli oleh perbankan nantinya akan menjadi industri alternatif yang lebih demokratis, transparan, murah, serta mampu melayani lebih banyak konsumen. Lagi-lagi kita berbicara perihal akses!

Untuk terus mendukung berkembangnya bisnis digital di Tanah Air, pemerintah merilis paket kebijakan XIV tentang roadmap e-commerce. Untuk mendorong perluasan dan peningkatan ekonomi masyarakat, peraturan pendukung tentang kemudahan pelaku usaha mendapat pendanaan telah digarap pemerintah. Hal ini tentu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan start-up di tanah air tercinta. Sungguh peluang yang menggiurkan!


Berkenaan dengan hal tersebut, layanan pendidikan berbasis digital dan perangkat mobile diharapkan akan dapat diakses dengan mudah melalui platform online. Transformasi digital sangat diperlukan dan menjadi satu kebutuhan mendesak di bidang pendidikan tanah air. Jakarta Lerning Center diharapkan akan dapat menjadi digital platform e-smart yang memberikan akses kemudahan di bidang pendidikan. 

Hal senada diungkapkan oleh Michelle Obama, seseorang yang pernah dijuluki “First Lady of The United States” pada tahun 2009 silam dalam paparannya yang berjudul “A Passionate, Personal Case for Education” bahwasanya pendidikan yang baik sangatlah penting karena dengan hal tersebut kita dapat mengendalikan nasib kita. 

Inilah kehebatan internet, sebagaimana Rebecca MacKinnon (2011) seorang Internet Freedom Activist mengajak kita untuk “Let’s Take Back The Internet!” bahwasanya pemanfaatan internet secara bijak merupakan upaya menghargai sebuah teknologi. Rebecca menambahkan jika kita ingin memiliki sebuah internet yang berpihak kepada masyarakat maka tentu saja kita membutuhkan gerakan kebebasan internet yang lebih luas dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Brewster Kahle (2007) seorang pustakawan digital mempertanyakan bahwa “Apakah semua yang telah dilakukan secara digital ini bersifat umum atau pribadi?”. Pasalnya, beberapa perusahaan telah melakukan digitalisasi berskala besar namun beberapa diantaranya mengunci domain publik. Jadi, bagi Kahle akses universal terhadap semua pengetahuan masih menjadi permasalahan krusial. Kahle berharap slogan “Free to the People” akan dapat diterapkan di era pendidikan online berbasis digital saat ini.


Di satu sisi Abha Dawesar (2013), seorang novelis mengingatkan akan pentingnya pemaknaan “Life in the digital now”. Sebagaimana kita ketahui pendidikan di zaman now saat ini tentu sangat dipengaruhi oleh lanskap digital yang ada. Pemantauan, pengawasan dan evaluasi tentu harus terus dilakukan. Lebih lanjut Dawesar mengungkapkan bahwa “Choice is freedom, but not when it’s constantly for its own sake”. Ketika kita berbicara tentang akses pendidikan dan basis digital secara online maka kita berbicara tentang kebebasan yang bertanggung jawab dan kepentingan multi pihak.

Tentu saja kolaborasi antara bisnis digital dan bidang pendidikan diantaranya melalui platform online Jakarta Learning Center diharapkan akan dapat menjadi satu terobosan kombinasi pendidikan di era digital yang cukup mutakhir. Jakarta Learning Center sebagai platform online di bidang pendidikan berbasis digital diharapkan dapat menjembatani “Digital Divide” yaitu kesenjangan antara individu dan masyarakat yang memiliki akses terhadap teknologi informasi dan yang tidak memiliki akses. Sebagaimana diungkapkan oleh Aleph Molinari (2011) seorang ekonom dan aktivis teknologi bahawasanya kesenjangan digital harus diminimalisir guna menghubungkan mereka yang kurang memperoleh informasi dan mereka yang tidak terhubung. Mengingat di era digital saat ini hal semacam itu telah menjadi kebutuhan sosial dasar. 

Peter Norvig (2012) seorang Computer Scientist telah mengungkapkan ide pendidikan berbasis digital online ini melalui penuturannya berjudul “The 100.000 – Student Classroom”. Ide besarnya dengan membuat kelas daring (online) berkualitas dan dapat diakses serta dihadiri oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia, secara GRATIS! Peter benar-benar merombak sistem edukasi tradisional melalui kelas daring yang dibentuknya dan hal ini menjadi inovasi luar biasa. Peter menyuguhkan revolusi pendidikan dengan kemunculan generasi baru yang menakjubkan.


Harapan kedepan semoga platform online Jakarta Learning Center akan dapat menjadi solusi bagi permasalahan akses di bidang pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata dan berkelanjutan. Sebagaimana harapan Mike Matas (2011) tentang “A next-generation digital book”, maka kedepan buku interaktif akan tercipta dan dengan mudahnya diakses oleh berbagai kalangan dengan ragam usia dan status pendidikan. Semoga!

Referensi:
cat: Penulis pernah menjadi Narasumber Ahli Bidang Ekonomi untuk project Jakarta Learning Center bekerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta (2014 – 2015)

nb: tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition My Republic #StartupLyfe #DWVlogCompetition #MyRepublicIndonesia


Kamis, 21 Desember 2017

Secangkir Semangat Kopi Murni untuk Inspirasi Literasi

Caribou Coffee (dok: pribadi)
“Jarang lho ada perempuan yang suka minum kopi"
Saya hanya tersenyum mendengar celetukan salah seorang teman tersebut dan tidak berniat menimpali. Bagi sebagian orang dengan pemikiran yang (maaf) agak "seksis", tentunya melihat perempuan peminum kopi cukup mengherankan. Bagi saya pribadi, kopi pada awalnya hanya sekedar minuman penghilang kantuk ketika larut menyapa dan tugas-tugas belum juga terselesaikan. Lama kelamaan ternyata cukup nyaman juga berkawan dengan minuman hitam pekat tersebut.

Adapun secangkir minuman penghilang kantuk tersebut bernama kopi “Kapal Api” yang merupakan kopi yang berasal dari paduan biji kopi pilihan arabika dan robusta. Kopi Kapal Api semenjak dulu dipercaya menjadi pemberi “Semangat untuk Indonesia”. Kopi bubuk Kapal Api Special dibuat dari biji kopi pilihan menghasilkan kopi yang harum dan enak. Sesuai dengan kepercayaan bahwa: Biji kopi pilihan ciptakan kopi enak. 

Hmm, yang menjadi pertanyaan mengapa kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak?

Jawabnya ialah karena terbuat dari 100 persen kopi murni!

Kopi kapal api selalu menemani hari-hari penuh ide dan inspirasi (dok: pribadi)
Semenjak duduk di bangku kuliah pada tahun 2007 silam hingga saat ini (1 dekade lamanya!), rutinitas sebagai seorang mahasiswa yang kerap disibukkan dengan tugas perkuliahan tentu sangat menyita perhatian. Terkadang kita dituntut untuk bisa multitasking guna menyelesaikan setiap pekerjaan. Hal ini terkadang memecah konsentrasi sehingga fokus menjadi berkurang. Apalagi aktivitas lembur dan begadang yang semakin tidak terelakkan. Secangkir kopi Kapal Api lantas menjadi pilihan untuk mengembalikan semangat dan mengoptimalkan pemikiran.

Kopi kapal api dan publikasi jurnal ilmiah nasional dan internasional (dok: pribadi)
Kopi kapal apai dan publikasi prosiding nasional dan internasional (dok: pribadi)
Pun, tidak hanya berperan penting dalam membantu menyelesaikan setiap tugas kampus, secangkir kopi Kapal Api juga setia menemani menghadirkan inspirasi tiada henti dalam menulis Blog (ngeblog), yang merupakan hobi sekaligus moonlighting alias pekerjan sampingan yang saya geluti semenjak duduk di bangku kuliah. Kopi Kapal Api benar-benar mampu menghadirkan semangat bagi saya untuk terus menulis dan berbagi.

Kopi kapal api dan terbitan buku antologi (dok: pribadi)
Kopi Kapal Api memiliki andil besar dalam setiap perumusan ide dan penciptaan karya berupa tulisan yang saya miliki. Beberapa tulisan tersebut telah dibukukan baik berupa jurnal, prosiding maupun buku cetak. Menempuh masa studi duduk di bangku kuliah selama 10 tahun lamanya sembari menghasilkan karya produktif tentu memerlukan inspirasi yang tak pernah putus dan asa yang tak pernah pupus. Ide yang berserakan tersebut terangkum menjadi satu dalam bingkai semangat untuk berbagi. 


Adapun berdasarkan data yang dilansir oleh International Coffee Organization (ICO) menunjukkan bahwa konsumsi kopi Indonesia pada periode 2000-2016 mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2000, konsumsi kopi Indonesia hanya mencapai 1,68 juta bags (bungkus) @60 kg, namun pada tahun 2016 telah mencapai 4,6 juta bags @60 kg, atau melonjak lebih dari 174 persen. Bahkan sejak tahun 2011, konsumsi kopi selalu mengalami pertumbuhan hingga tahun 2016. Hal ini tentu menjadi peluang yang cukup baik bagi produsen kopi tanah air dan tentunya kabar gembira bagi para penikmat kopi.

dok: databoks.katadata.co.id
Berkenaan dengan hal tersebut, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil dan pengekspor komoditas kopi dunia. Berdasarkan data, produksi kopi Indonesia mencapai 6,56 juta bags @60 kg, berada di peringkat empat dunia di bawah Brasil, Vietnam, Columbia. Sementara ekspor Indonesia sebesar 5,4 juta bags @60 kg dan berada di urutan lima di bawah Brasil, Vietnam, Columbia, dan Honduras. Bahkan produksi kopi domestik Indonesia pernah mencapai puncak tertingginya pada tahun 2008, yakni sebesar 698 ribu ton!

dok: databoks.katadata.co.id
Ada kebanggaan tersendiri tidak hanya sebagai penikmat kopi, melainkan karena dilahirkan dan dibesarkan di tanah air Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah terutama komoditi perkebunan yaitu kopi. Tanaman kopi di tanah air Indonesia menjadi satu potensi yang patut disyukuri dan dijaga kelestarian dan keberlanjutannya.

Akhir kata, kemurnian kopi Kapal Api tidak hanya menghadirkan kopi pilihan yang harum dan enak melainkan juga mampu memberikan semangat yang murni dan tulus untuk Indonesia. Berupa inspirasi tiada henti dan kemampuan untuk terus berbagi. Terimakasih, Kapal Api!


Referensi:

Aksi Sosial Kemanusiaan Mengentaskan Kemiskinan

dok: AZ Quotes
Kata “kemiskinan” disinyalir jumlahnya mencapai puluhan kali tertulis dalam lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia tahun 2017. Hal ini seakan menunjukkan adanya masalah krusial perihal kemanusiaan. Penurunan tingkat kemiskinan merupakan salah satu indikator dalam menilai peningkatan kesejahteraan rakyat. 




Adapun permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam penanggulangan kemiskinan diantaranya ialah pertumbuhan ekonomi yang belum merata dan fluktuasi inflasi terutama inflasi yang dirasakan oleh masyarakat miskin. Lantas, yang menjadi pertanyaan ialah “Seberapa besar pertumbuhan ekonomi mampu menekan kemiskinan?”


dok: databoks.katadata.co.id
Berdasar kesepakatan asumsi makro ekonomi tahun 2018 disebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi dipatok di kisaran 5,2-5,6 persen. Dengan angka tersebut diharapkan dapat menekan angka kemiskinan menjadi 9,5-10 persen.

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2018 Kementerian Keuangan disebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh cukup kuat dengan rerata pertumbuhan 5,64 persen. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu menurunkan kemiskinan secara signifikan. 

Adapun untuk dapat menekan angka kemiskinan hingga satu digit dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi seperti saat ini. Pemerintah tetap berusaha memacu pertumbuhan dengan memangkas anggaran belanja barang dan mengalokasikan ke belanja modal. Selain itu, pemerintah juga mendorong peran swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk membiayai proyek-proyek infratruktur yang diharapkan dapat memberi daya ungkit pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun 2018 mendatang.


Dari sisi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, permasalahan utamanya ialah: Pemutakhiran data penerima program yang belum sesuai dengan kondisi dinamis di lapangan; dan belum optimalnya penyelenggaraan program perlindungan sosial karena keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia yang terdidik, terlatih dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan daerah dan tantangan di lapangan.

Oleh karenanya diperlukan arah kebijakan dan strategi diantaranya melalui penguatan kelembagaan dan koordinasi misalnya berupa penguatan kualitas dan ketersediaan tenaga keesejahteraan sosial, standardisasi kelembagaan kesejahteraan sosial, pengembangan sistem layanan dan rujukan terpadu, dan penguatan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah. 

Bank Dunia melalui 6 strategi yang dimiliki berupaya menekan ketimpangan kemiskinan di seluruh dunia diantaranya ialah melalui: Pertama, pengembangan anak usia dini dan gizi. Kedua, perlindungan kesehatan untuk semua masyarakat. Ketiga, pemberian akses pendidikan bermutu. Keempat, penyediaan bantuan tunai kepada keluarga miskin. Kelima, pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama jalan dan penyediaan listrik. Keenam, penerapan sistem perpajakan yang progresif.

dok: databoks.katadata.co.id
Selain itu upaya pengurangan kesenjangan antar kelompok pendapatan dapat dilakukan dengan memperbaiki distribusi pendapatan sehingga pendapatan penduduk kelompok 40 persen terbawah dapat tumbuh jauh lebih baik. Perbaikan distribusi ini diharapkan akan mampu menciptakan kualitas hidup lebih baik khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tidak hanya peran pemerintah, lembaga independen semisal Dompet Dhuafa pun kerap berperan serta dalam mengentaskan kemiskinan guna mencapai kesejahteraan. Kehadiran Dompet Dhuafa melalui aksi sosial yang dilakukan menjadi solusi atas permasalahan sosial yang ada. Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berfungsi mengangkat harkat sosial kemanusiaan khususnya kaum Dhuafa melalui pemberian donasi berupa dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF). Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat diantaranya dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, kebencanaan dan CSR. Baru-baru ini Dompet Dhuafa juga telah meluncurkan "Peta Kemiskinan Indonesia 2017". Hal ini tentu patut diapresiasi.

dok: pribadi
Berkenaan dengan hal tersebut, saat ini sistem perbankan telah memudahkan jangkauan melalui layanan online. Sehingga setiap orang berkesempatan menjadi pahlawan bagi sesama alias Hero Zaman Now. Selain itu pada 2014 silam saya dan beberapa rekan juga pernah membuat satu artikel berupa ide aksi kegiatan sosial yang berjudul “Akuisisi Petani Melalui K-Pop” (baca: disini) dan artikel tersebut lantas menjadi salah satu yang terpilih dan berpeluang untuk dibina.

Hmm, apa hubungan Petani dan K-Pop (artis/drama Korea?). Eits, K-Pop yang dimaksud disini ialah singkatan dari Kedaulatan Pemberdayaan Organisasi Petani. Sedangkan Akuisisi sendiri juga merupakan singkatan dari Aksi untuk Indonesia dengan Sosial Interaktif dan Strategi Industri Petani. Melalui upaya penjabaran program aksi diantaranya Seminar di lahan pertanian; Pembuatan Bank Buku sebagai lahan bacaan para petani di lahan produksi; Pembentukan kelompok industri kecil petani; Pembentukan Trading House bagi para petani; Membangun interaksi sosial dengan pelaku industri; Pengembangan Integrated Farming System dan industri nilai tambah; dan Pembentukan Koperasi merupakan sejumlah ide solutif guna menjadi upaya pengentasan kemiskinan demi kemanusiaan dan kesejahteraan umat. Semoga bermanfaat!

Referensi:

Siapa Bilang Rupiah Tidak Bernilai? Di Thailand Laku, Kok!

dok: pribadi
“Aku cinta Rupiah, biar Dollar dimana-mana
Aku suka Rupiah, karena aku anak Indonesia
Aku cinta Rupiah, biar Dollar merajalela
Aku suka Rupiah, karena ku tinggal di Indonesia...”

Para Generasi Y pasti tidak asing lagi dengan lirik lagu anak-anak yang satu ini. Ya, lagu berjudul “Aku Cinta Rupiah” ini dinyanyikan oleh mantan penyanyi cilik era tahun 90-an, Cindy Cenora. Disinyalir lagu ini populer saat kurs Rupiah terpuruk di tahun 1998 dan Indonesia dilanda krisis moneter. Lagu “Aku Cinta Rupiah” ciptaan Tonny Hawaii ini seakan berhasil menggerakkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap Rupiah melalui karya seninya.

Tentu belum lekang dari ingatan ketika pada tahun 1997 nilai tukar rupiah terdepresiasi 128,7 persen menjadi Rp 5.403 per dolar AS dari posisi akhir tahun 1996. Pelemahan rupiah ini merupakan yang terdalam sepanjang sejarah. Kemudian diikuti pada tahun 1998 juga terdepresiasi 48 persen saat terjadi krisis finansial Asia atau yang sering disebut dengan krisis moneter. Indonesia pernah menghadapi masa-masa sulit tersebut dan berhasil melaluinya!

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melansir bahwa arti kata “Cinta” adalah suka sekali; sayang benar. Oleh karenanya ketika pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia berupaya untuk menggalakkan "Gerakan Cinta Rupiah" ialah tentang bagaimana caranya kita menyukai dan menyayangi mata uang Rupiah yang merupakan mata uang negara Republik Indonesia.

Bagaimana cara mencintainya? INGAT 5 JANGAN!

dok: bi.go.id
dok: bi.go.id
Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo bahkan dalam lampiran pidato kenegaraan dalam Rangka HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2017 silam menyebut kata Rupiah sebanyak 31 kali. Begitupun di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, kata Rupiah disebutkan sebanyak 215 kali.

Berdasar capaian utama pembangunan di bidang ekonomi makro, stabilitas makroekonomi yang kuat diantaranya ditunjukkan oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) yang stabil. Bidang moneter juga menunjukkan bahwa peningkatan stabilitas ekonomi terlihat dari penguatan nilai tukar Rupiah yang mencerminkan fundamental ekonomi. Posisi nilai tukar Rupiah terhadap USD mulai tahun 2015 sampai dengan Juni 2017 cenderung mengalami apresiasi. Jika dilihat dari pergerakannya, selama tahun 2016 nilai tukar Rupiah terhadap USD cenderung menguat. Memasuki awal tahun 2017 nilai tukar Rupiah melanjutkan penguatannya.

dok: databoks.katadata.co.id
Selain itu berdasarkan data penguatan Rupiah terhadap dolar AS diantaranya oleh Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menampilkan nilai tukar rupiah menguat 130 poin ke posisi Rp 13.154 dari penutupan sebelumnya Rp 13.284 per dolar AS. Tapi, apresiasi nilai tukar Rupiah masih tertinggal dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya seperti bath Thailand, dolar Singapura, maupun yen Jepang, tapi lebih baik dari peso Filipina dan dolar Hong Kong yang justru mengalami depresiasi. 

dok: databoks.katadata.co.id
Lantas, apakah benar Rupiah kemudian menjadi termasuk mata uang yang paling tidak bernilai di dunia?

Hmm, anggapan tidak bernilai kerap dialamatkan dikarenakan suatu mata uang memiliki nilai tukar sangat rendah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Di satu sisi hal ini tidak sepenuhnya benar karena kuat ataupun lemahnya suatu mata uang biasanya dipengaruhi oleh faktor fundamental makroekonomi suatu negara. Diantaranya, defisit neraca perdagangan, suku bunga rendah, jumlah utang maupun kondisi ekonomi politik suatu negara. Berdasatkan data mata uang Indonesia (IDR) memang berada pada peringkat kelima terendah. Tapi, hal tersebut tentu tidak serta merta membuat Rupiah menjadi tidak bernilai!

Pada Mei 2017 silam, saya berkunjung ke ibukota Thailand yaitu Bangkok. Kota yang dikenal sebagai “Kota Malaikat” di Thailand ini memiliki beberapa kawasan wisata diantaranya Wat Arun. Kawasan candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai, tepat di barat hulu sungai Chao Phraya beralamat di 158 Thanon Wang Doem, Khwaeng Wat Arun, Khet Bangkok Yai, Krung Thep Maha Nakhon 10600, Thailand ini menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. 

Berpose di Wat Arun Bangkok Thailand (dok: pribadi)
Menariknya, ketika berkunjung ke Wat Arun kami disambut hangat oleh penduduk lokal yang fasih berbahasa Indonesia dengan dialek Thai mereka yang kental. Kami ditawarkan jasa foto dengan mengenakan pakaian adat Thailand. Bahkan, kami diperkenankan membayar biaya jasa foto tersebut menggunakan uang Rupiah dan bukannya Baht, mata uang Thailand. Wah! 

Saya lantas semakin percaya bahwa Rupiah masih bernilai dan oleh karenanya saya semakin mencintai Rupiah! Berkenaan dengan hal tersebut, patut diakui bahwa selama tahun 2016 di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, nilai tukar rupiah bergerak positif pada level 2,41 persen. Besaran tersebut tergolong tertinggi dibanding nilai tukar mata uang lain di Asia. Fundamental makroekonomi yang cukup bagus mampu menopang penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2016. 

dok: databoks.katadata.co.id
Dari sisi internal, penguatan nilai tukar Rupiah ditopang oleh membaiknya stabilitas makroekonomi domestik dan persepsi positif pasar terhadap perekonomian Indonesia, terutama setelah meningkatnya rating investasi Indonesia yang semula BB+ (non investment grade) menjadi BBB- (investment grade). Selanjutnya, penguatan nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu membaiknya indikator ekonomi global, menurunnya defisit transaksi berjalan serta meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial.

dok: databoks.katadata.co.id
Kenaikan peringkat Indonesia menjadi BBB- oleh lembaga pemeringkat Standard&Poor’s sehingga masuk ke level layak investasi dari sebelumnya masuk kategori junk bond merupakan angin segar. Kenaikan ini menyusul dua lembaga pemeringkat global lainnya yang telah memasukkan Indonesia ke level investment grade, yakni Moody’s Investor Services dan Fitch Ratings. Dengan masuknya Indonesia ke level layak investasi dapat mendorong masuknya aliran dana asing ke pasar finansial domestik karena risiko investasi di Indonesia dianggap semakin menurun.


Selain nilai tukar Rupiah yang cenderung menguat, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga cenderung stabil. Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang cenderung stabil di awal tahun 2017 didorong oleh stabilitas ekonomi domestik yang juga cenderung stabil. Kendati demikian, pemerintah dan Bank Indonesia perlu mengantisipasi kondisi yang ada dan memperkuat kerja sama internasional untuk menjaga kepercayaan terhadap Rupiah.

dok: databoks.katadata.co.id
Adapun intervensi kerap dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mampu menyelamatkan rupiah sehingga tidak terpuruk cukup dalam. Di transaksi pasar spot nilai tukar rupiah sempat melemah hingga di atas Rp 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun penjagaan yang dilakukan bank sentral mampu meredam fluktuasi nilai tukar rupiah di pasar uang. Selain itu upaya menggalakkan "Gerakan Cinta Rupiah" menjadi satu bentuk intervensi dan bukti kecintaan terhadap mata uang Rupiah guna menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia. Yuk, jaga Rupiah kita dengan menggunakannya pada setiap transaksi! Ayo bersama-sama menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan bangun kepercayaan dunia terhadap Rupiah kita. Kalau bukan kita yang cinta Rupiah lantas siapa lagi?

Berpose di Museum Bank Indonesia, Jakarta (dok: pribadi)

Referensi: