Rabu, 07 April 2021

Pandemi Berdampak Signifikan terhadap Lingkungan

Penelitian berjudul “Indirect Effects of COVID-19 on The Environment” (baca:disini) yang ditulis oleh Manuel A. Zambrano-Monserrate et al dan dipublikasikan oleh Jurnal Science of The Total Environment (Elsevier) pada Agustus 2020 silam seolah menjawab semua pertanyaan keterkaitan erat antara pandemi COVID-19 dengan ekosistem alam.

dok: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0048969720323305

Manuel dan kawan-kawannya melakukan penelitian terkait dampak COVID-19 dengan tujuan untuk menunjukkan dampak tidak langsung baik positif maupun negatif dari COVID-19 terhadap lingkungan. Lebih lanjut penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tindakan kontingensi dan peningkatan kualitas udara, pantai yang bersih dan pengurangan kebisingan lingkungan. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan dampak positif dari adanya COVID-19. Kita memperoleh kesempatan untuk melakukan pelestarian lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati demi masa depan yang berkelanjutan dan kebaikan generasi mendatang di muka bumi.

Di sisi lain, aspek negatif sekunder yang ditimbulkan adalah pengurangan daur ulang dan peningkatan sampah yang tentunya dapat menyebabkan pencemaran ruang fisik berupa air, tanah dan udara. Pasalnya, ini bisa jadi merupakan imbas dari adanya himbauan dan/atau kebijakan bagi tiap pekerja untuk bekerja dari rumah dan adanya pelarangan untuk melakukan aktivitas fisik diluar rumah, jika tidak begitu mendesak. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa penyelesaian masalah persampahan sendiri selama ini masih bersifat parsial. Edukasi akan pentingnya pengelolaan sampah domestik masih perlu terus ditingkatkan agar masyarakat semakin melek lingkungan.

Ibarat dua sisi mata uang, COVID-19 memberikan dampak secara tidak langsung baik berupa dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan sekitar. Hal ini lalu dipertegas oleh Antonio Guterres, Sekjen PBB, melalui forum TED pada 2020 silam yang secara gamblang menyebutkan bahwa “...Pandemi COVID-19 telah mengungkap ketidakadilan mendasar dan ketidaksetaraan masyarakat kita” (lihat: disini). Kendati demikian, pergolakan pandemi COVID-19 ini menyajikan kesempatan untuk memetakan haluan baru yang bisa mengatasi setiap aspek krisis iklim secara langsung. Itulah yang kemudian disebut dengan ‘Kenormalan Baru’.

Belum lagi adanya persepsi dari para akademisi dan peneliti atas masalah yang kemungkinan terjadi di masa depan (baca: disini) semisal terjadinya pandemi lainnya, perubahan iklim dan lingkungan, gelombang lain COVID-19, permasalahan sosio-ekonomi, kesehatan maupun kasus politik dan kesejahteraan. Meskipun begitu, pelbagai kemungkinan tersebut dapat menjadi sesuatu hal yang bisa dicegah asalkan adanya persiapan yang matang.

dok: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/27/akademisi-menilai-persiapan-matang-bisa-mencegah-pandemi-di-masa-depan#

Oleh karenanya arah kebijakan dan strategi yang perlu diupayakan pada masa pandemi COVID-19 diantaranya adalah: Mendukung langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi dengan konsep keseimbangan pembangunan dan kelestarian (good forest governance); Menjaga kelestarian lingkungan; Meningkatkan penegakan hukum; serta mengantisipasi dampak lingkungan akibat pandemi COVID-19 melalui kerjasama dengan sektor swasta.

Langkah antisipatif dampak lingkungan akibat pandemi COVID-19 dapat dilakukan melalui bentuk kerjasama dengan sektor swasta diantaranya melalui pemenuhan asuransi bagi tiap masyarakat Indonesia. Semisal melalui produk Asuransi Umum (Asuransi Umum adalah Asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai lini sektor kehidupan. Tidak sedikit masyarakat kita yang tentunya tidak hanya mengalami masalah kesehatan tapi juga terdampak atas kerusakan dan/atau kerugian harta benda diakibatkan oleh pandemi COVID-19.


Sejak 2020 silam, MSIG Indonesia melalui Sinarmas MSIG Life menghadirkan perlindungan santunan khusus terkait pandemi COVID-19. Langkah ini terus ditempuh dan menjadi bagian penting dari kampanye Biodiversity MSIG Indonesia. Satu peran swasta yang patut diacungi jempol. Hal yang luar biasa bagi sebuah perusahaan asuransi untuk berkomitmen mewujudkan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati. Mengingat bahwa keanekaragaman hayati adalah satu hal yang mendasar guna pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Bukti nyata yang telah dilakukan oleh MSIG Indonesia dalam rangka pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati yaitu (cek: disini) sebanyak 300 ribu pohon telah ditanam di lahan seluas 350 ha; 185 rumah tangga telah diberi pelatihan tentang metode penanaman; 337 siswa telah dididik tentang keanekaragaman hayati dan lingkungan; 97.057 benih telah didistribusikan untuk mendorong penghijauan diantara masyarakat setempat; 165 guru telah diberi pelatihan tentang pendidikan lingkungan; 23 spesies burung tambahan telah didokumentasikan; 21.300 bayi bakau telah ditanam; 22 sekolah telah berpartisipasi dalam pendidikan lingkungan; dan 9 spesies kupu-kupu tambahan telah didokumentasikan.

Ini merupakan langkah serius yang dillakukan oleh MSIG Indonesia demi masa depan yang berkelanjutan. Sesuai dengan tagline-nya ‘Insurance that sees the heart in everything’, MSIG Indonesia berupaya melihat arti lebih dalam segala hal. So, Mari Berasuransi! Dan menjadi bagian dari kontributor keanekaragaman hayati untuk negeri.

Cat: tulisan diikutsertakan dalam Kompetisi Penulisan Blog MSIG Indonesia

Senin, 05 April 2021

Bekerja Lebih Efektif dan Kolaboratif di GoWork

Bayangkan ketika kalian berada dalam situasi yang tidak kondusif saat hendak mengikuti rapat online selama Working from Home (WFH). Misalnya saja ketika tetangga sebelah rumah secara tiba-tiba memasang musik yang terlalu nyaring, atau mungkin saja sedang renovasi rumah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja karena terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan.

Hal tersebut merupakan kondisi yang tidak terduga dan sulit untuk diprediksi, bukan? Oleh karenanya, WFCS alias Working from Coworking Space adalah alternatif solusinya. Tentu saja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku selama masa pandemi Covid-19 saat ini.

GoWork merupakan salah satu Startup Indonesia yang bergerak di bidang Coworking Space. Lokasi kerjanya tersebar di beberapa wilayah di Indonesia antara lain di Bali, Medan, Tangerang dan untuk DKI Jakarta sendiri terdapat di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Laman Alexa melansir bahwa prosentase kunjungan laman GoWork selang sebulan terakhir ini adalah sekitar 85,4 persen dan mayoritas pengunjung berasal dari Indonesia. Tren kunjungan ke situs GoWork pun terus meningkat secara signifikan. Tentu hal ini merupakan sinyal yang positif.

dok: http://alexa.com/

Pasalnya, DailySocial.id (2018) melansir bahwa Coworking Space merupakan salah satu kategori Startup Indonesia yang paling diminati oleh investor (baca:disini). Bahkan angkanya lebih unggul dibandingkan Startup Indonesia yang bergerak di bidang Big Data dan Analisis Data serta Entertainmen.

Saya pun mulai tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang fitur-fitur yang dimiliki GoWork melalui aplikasi. Khawatir kejadian tak terduga terulang lagi, saya perlu melakukan upaya preventif guna berjaga-jaga jika suatu saat butuh ketenangan ekstra dalam bekerja demi kenyamanan bersama baik saya pribadi maupun mitra kerja.


Setelah melakukan pendaftaran melalui aplikasi GoWork, saya langsung masuk ke beranda. Saya menentukan titik lokasi domisili untuk menemukan lokasi GoWork terdekat yaitu Chubb Square, Plaza Indonesia dan Setiabudi yang berjarak sekitar 5,4 km dari tempat tinggal saya (fyi, saya berdomisili di Jakarta Pusat).

dok: pribadi/app GoWork
 
Saya memilih GoWork Chubb Square yang berlokasi di Jalan M.H Thamrin Jakarta Pusat untuk fitur “Desk”. Saya memperoleh info yang cukup lengkap yaitu harga Sewa Ruang Kerja di Chubb Square yang sangat terjangkau dan ramah di kantong pekerja yaitu sebesar Rp 125 ribu per hari. Selain itu saya juga memperoleh informasi ketersedian meja kerja sebanyak 5 (lima). Fasilitas lain yang tersedia yaitu high speed internet dan refreshment.

dok: pribadi/app GoWork

Jam operasional GoWork juga mengikuti ritme kerja kantoran yaitu Senin sampai Jumat dengan jam kerja pukul 09.00 hingga 16.00. Cara pemesanan pun sangat mudah, saya hanya perlu memilih tanggal kedatangan dan langsung “book a desk” deh! Selain fitur/pelayanan untuk individual seperti Desk, GoWork juga menyediakan produk lainnya seperti Meeting Room, Event space, dan lainnya. Sehingga memungkinkan kita untuk melakukan Sewa Kantor Siap Pakai, Sewa Ruang Meeting maupun Sewa Virtual Office, pokoknya GoWork jawabannya!

Oya, GoWork juga secara rutin mengadakan events, semisal di GoWork Chubb Square pada 5 April 2021 pukul 09.30 hingga 11.00 telah diadakan GoWork Monday Breakfast, dan acara tersebut gratis! 

dok: pribadi/app GoWork

Sebagai member GoWork, kita juga dapat memperoleh beragam keuntungan lainnya semisal potongan sekian persen untuk beberapa item di masing-masing kategori.

dok: pribadi/app GoWork

Pastinya menyenangkan rasanya bekerja di lokasi GoWork yang dekat dengan tempat tinggal karena kita bisa menghemat banyak tenaga, waktu dan tentunya biaya transportasi. Sudah bisa dipastikan bahwa lokasi-lokasi kerja GoWork sangat strategis dan ditunjang dengan fasilitas yang aman, nyaman, dan modern. Tidak sabar rasanya menjadi bagian dari komunitas partner GoWork. Bekerja dengan penuh ketenangan dan semakin produktif dalam berkarya.

Rachel Botsman, seorang peneliti, pada 2010 silam di forum TEDxSydney telah menyebutkan tentang masa depan “coworking” pada topik pembicaraannya yang berjudul “The Case for Collaborative Consumption” (lihat: disini). Rachel menjelaskan bahwa coworking akan menjadi sebuah “Collaborative Lifestyles”. Ya, pemikiran Rachel sebelas tahun yang lalu memang terbukti secara akurat pada saat ini. Seperti tagline GoWork bahwa “Work is Changing. Seize The Opportunity”.

Ayo, #KerjaLebihDekat di GoWork!

Cat: tulisan diikutsertakan dalam GoWork Blog Competition 2021 #KerjaLebihDekat