Minggu, 29 Mei 2016

Jelajah Pesona Flores: Mengejar Ketertinggalan melalui Penguatan Ekowisata dan Citra Kepariwisataan

Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Ke – 70 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI pada Agustus 2015 tentang pariwisata mengungkapkan bahwa pariwisata dewasa ini sudah menjadi industri terbesar di dunia dengan perkembangan yang sangat pesat.

Pada tahun 2019, ditargetkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara akan mencapai 20 juta, jumlah perjalanan wisatawan nusantara akan mencapai 275 juta, perolehan devisa akan menjadi Rp 240 Triliun dan peningkatan kesempatan kerja menjadi 13 juta tenaga kerja (Pidato Kenegaraan Presiden RI, 2015)

Pengembangan destinasi dan industri pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam negeri dan di luar negeri diantaranya melalui MENINGKATKAN CITRA KEPARIWISATAAN. 

Kesungguhan pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan sudah mulai mendapatkan pengakuan di tingkat dunia. Menurut World Economic Forum, daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat dari peringkat 70 pada tahun 2013 menjadi peringkat 50 pada tahun 2015 dari 141 negara di dunia. Wonderful Indonesia yang merupakan branding pariwisata Indonesia juga mengalami peningkatan tajam dari yang sebelumnya menduduki posisi terbawah langsung melesat ke peringkat 47. Hal ini menunjukkan bahwa kepariwisataan di Indonesia sangat penting untuk dikembangkan.


Adapun capaian penting pada tahun 2014 dalam pengembangan destinasi dan industri pariwisata diantaranya penyusunan rencana detail pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Komodo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pencapaian ini seakan menjadi pembuktian atas data Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal pada tahun 2009 yang pada saat itu melansir Profil 199 Kabupaten Tertinggal di Indonesia diantaranya Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang beribukota di Labuan Bajo. Berikut ialah Peta Sebaran Desa di Daerah Tertinggal Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sumber: kemendesa.go.id

Laman Indonesia.travel melansir bahwa Labuan Bajo adalah sebuah pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat pulau Flores dan merupakan pintu masuk ke Taman Nasional Komodo dan keajaiban Pulau Flores lainnya. 

Labuan Bajo, Manggarai Barat

Laman tourdeflores.org juga menjelaskan bahwa untuk mendongkrak pariwisata Flores, Nusa Tenggara Timur, pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari sepuluh destinasi unggulan di Indonesia dalam kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Labuan Bajo, ibukota Manggarai Barat, Flores Nusa Tenggara Timur merupakan gateway atau pintu gerbang bagi pelancong yang hendak menikmati wisata bahari, termasuk melihat keajaiban biawak Komodo yang ada di Taman Nasional Komodo, dan wisatawan yang hendak melanglangbuana ke daratan Flores dan pulau-pulau sekitarnya.

Flores, NTT

Guna meningkatkan citra kepariwisataan, Flores pun menggelar event sport tourism yang berjudul Tour de Flores 2016 yang mengusung jargon Explore the Wonderful Land, Jelajah Pesona Flores. Event utamanya yaitu balap sepeda bertaraf dunia Internasional, dimana pesertanya berasal  dari Amerika, Eropa, Asia, Australia dan tim lokal. Etape rutenya yaitu Larantuka – Maumere > Maumere – Ende > Ende – Bajawa > Bajawa – Ruteng > Ruteng – Labuan Bajo.



Sumber: Instagram tourdeflores.org

Tempo hari saya beruntung mengikuti ekspedisi virtual secara live streaming yang dihelat oleh Telkomsel bernama Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa). Adapun perjalanan Elang Timur pada hari ke – 20 bertepatan melintasi Labuan Bajo. Maka, berikut cuplikan yang berhasil saya amati via drone yang menjelajah ke wilayah timur Indonesia. 

Jelajah Labuan Bajo

Elang Timur melintasi Bukit Silvia, Labuan Bajo Cunca Rami dan Pelabuhan Bajo. Indah!

Sumber: https://elangnusa.telkomsel.com

Sumber: https://elangnusa.telkomsel.com

Sumber: https://elangnusa.telkomsel.com

Sumber: https://elangnusa.telkomsel.com

Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari sekitar 162 buah pulau sedang dan kecil. Kegiatan perekonomiannya didukung oleh sektor perkebunan dan pertanian, peternakan, pertambangan dan pariwisata. Sektor pariwisata khususnya wisata bahari hingga saat ini merupakan andalan pariwisata Manggarai Barat, khususnya dengan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) satwa komodo yang terletak di kawasan Taman Nasional Komodo.


Di kawasan ini selain menawarkan eksotisme satwa Komodo, juga menawarkan obyek wisata perairan yang tak kalah menarik, yakni kehidupan bawah laut yang cantik, baik ragam terumbu karang dan fauna bawah laut yang cantik, merupakan pemandangan menarik bagi wisatawan

Taman Nasional Komodo memiliki dasar hukum Menteri Kehutanan dengan SK No.306/Kpts – II/95 dengan luasan 173.300 ha. Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga buah pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar serta 26 buah pulau besar/kecil lainnya. 

Keadaan alam yang kering dan gersang menjadikan suatu keunikan tersendiri. Padang savana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo.

Sebagian besar wilayah merupakan savanna dengan pohon lontar yang paling dominan dan khas. Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan, bambu, asam, kepuh, bidara dan bakau.

Selain satwa khas Komodo, terdapat rusa, babi hutan, ajag, kuda liar, kerbau liar, penyu, lumba-lumba, paus dan duyung. Potensi kehidupan laut tercatat ada sekitar 259 jenis karang dan 1000 jenis ikan seperti barakuda, marlin, ekor kuning, kakap merah, baronang dan lainnya.

Taman Nasional Komodo mendapat dukungan bantuan teknis untuk pengelolaannya secara internasional dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia dan Cagar Biosfer oleh UNESCO.

Wisawatan paling banyak berasal ialah dari mancanegara. Mereka memberi julukan “Dunia Tersendiri”. Sejauh mata memandang terlihat lapangan terbuka dengan beberapa pohon lontar yang tegak menjulang ke langit dilatarbelakangi rangkaian pegunungan, kesan gersang dan tandus pada padang savana tetapi riuh oleh beberapa suara burung dan kuda liar serta reptil raksasa. Berenang dan mandi di bawah teriknya matahari dan birunya air laut Flores, merupakan dunia tersendiri dan pengalaman yang tidak terlupakan oleh para wisatawan.

Objek yang menarik:
  • Loh Liang. Pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan satwa liar pada hutan musim yang dibatasi oleh pantai pasir putih dan wisata budaya
  • Pulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo dan Sebita. Menyelam dan snorkeling dengan fasilitas dive shop dan glass bottom boat
  • Banu Nggulung. Pengamatan satwa

Musim kunjungan:

Bulan Maret – Juni dan Oktober – Desember 

Cara pencapaian lokasi:

Denpasar – Mataram – Bima – Sape (perjalanan darat dan dengan menggunakan kapal feri) selama dua hari. Dari Sape menuju lokasi menggunakan kapal feri; Denpasar – Labuan Bajo dengan pesawat seminggu dua kali dan menggunakan kapal feri atau speedboat dari Labuan Bajo ke lokasi Taman Nasional Komodo.

Sebagaimana tantangan utama pembangunan ke depan, maka yang perlu menjadi perhatian ialah dalam memanfaatkan secara optimal potensi kekayaan dan keragaman baik budaya maupun alam dan Sumber Daya Alam untuk meningkatkan sumbangan ekonomi dari sektor kepariwisataan. 

Jika ditelaah lebih jauh, maka permasalahan utama yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata Indonesia meliputi aspek yaitu:
  • Aspek destinasi pariwisata. Pengembangan kepariwisataan dihadapkan pada isu pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
  • Aspek industri pariwisata. Kesenjangan kualitas usaha pariwisata antar wilayah di Indonesia masih terjadi. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata perlu meningkatkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah, asosiasi industri pariwisata dan pemangku kepentingan terkait
  • Aspek pemasaran pariwisata. Koordinasi dan sinergi pemasaran pariwisata Indonesia antar pemerintah pusat ataupun antara pemerintah pusat dan daerah menjadi tantangan dalam memasarkan pariwisata Indonesia
  • Aspek kelembagaan pariwisata. Kualitas Sumber Daya Manusia bidang pariwisata (pemerintah, swasta dan masyarakat) di sekitar destinasi pariwisata masih rendah.
Akhir kata, guna mendukung pembangunan daerah, maka dibutuhkan sinergi antara semua stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta (lembaga donor serta perguruan tinggi) dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal. 

Referensi:
Cat: Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana Doktoral IPB Bogor. Penulis pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI 

Nb: Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Liputan Pariwisata Flores

Sumber: http://lomba.tourdeflores.id/

Jumat, 13 Mei 2016

Cik Me Me dan Lunpia Delight Semarang: Eksis Berkat Transformasi

Tayangan Economic Challenges di Metro TV pada 23 Februari 2016 mengangkat tema “Transformasi Bisnis Lintas Generasi”. Menarik sekali mengamati perilaku bisnis keluarga yang terus berinovasi dalam kaitannya dengan transformasi bisnis. Adapun Forbes melansir bahwa orang terkaya di Indonesia (ternyata) berasal dari bisnis keluarga! Bahkan Center for Family Business Studies (CFBS) menyebutkan bahwa sekitar 96 persen atau sebesar 159.000 dari 165.000 perusahaan di Indonesia merupakan perusahaan keluarga. 

Berdasarkan data kontribusi bisnis keluarga, terungkap bahwa ada sekitar 40.000 orang terkaya Indonesia atau sebesar 0,2 persen jumlah populasi, memberi kontribusi terhadap PDB sebesar 25 persen dan jumlah kekayaannya sebesar 134 Triliun US$ (Survey Bisnis Keluarga, 2014). Data juga menyebutkan bahwa terkait persentase rencana pewarisan usaha yaitu persentase yang memiliki rencana pewarisan usaha untuk setidaknya sebagian posisi senior. Indonesia memiliki persentase terbesar yaitu 70 persen dibandingkan Negara lainnya yang memiliki persentase sebesar 53 persen. 


Adapun tingkat kegagalan lintas generasi penerus bisnis keluarga terbesar didominasi oleh generasi ketiga ke generasi keempat sebesar 94 persen. Sedangkan persentase tingkat kegagalan lintas generasi penerus bisnis keluarga untuk kategori pencipta ke penerus sebesar 70 persen dan generasi kedua ke generasi ketiga sebesar 85 persen (Mass Mutual Survey, 2003). Hal ini tentu menjadi perhatian kaitannya dengan kegagalan penerus dalam bisnis keluarga dari generasi yang satu ke generasi berikutnya untuk menjaga komitmen dan konsistensi keberhasilan. Disinyalir penyebab kegagalan generasi penerus sebagaimana data yang diungkapkan oleh Mass Mutual Survey (2003) diantaranya yaitu dikarenakan pengeluaran perusahaan yang buruk, investasi yang buruk, manajemen yang salah, kurangnya perhatian, ketidakmampuan, masalah keluarga dan tuntutan hukum serta masalah krusial lainnya. Hal ini penting untuk diperhatikan!

Tapi, sedikit berbeda untuk kasus yang satu ini dikarenakan fakta dan realita di lapang berbanding terbalik dengan data yang ada. Bukti yang ada menunjukkan bahwa Dinasti Keluarga Lunpia Semarang kokoh bertahan sampai sekarang hingga Generasi kelima! Patut kita ketahui besama bahwa Lunpia Semarang yang diolah dari bahan baku rebung bambu pilihan pertama kali diolah pada tahun 1870 dan sesuai kesejarahannya dikreasi oleh sang pelopor engkong buyut leluhur Cik Me Me yaitu pasangan suami istri Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang kesehariannya sebagai pedagang jajan pasar bertempat tinggal di jalan brondongan 76 Semarang.

Sumber: lunpiadelight.co.id

Lalu, siapa Cik Me Me?

Sumber: lunpiadelight.co.id

Cik Meme Sebagai Ikon Generasi Penerus Lunpia Semarang

Cik Meme (panggilan akrab Meilani Sugiarto), merupakan generasi kelima penerus kuliner lunpia Semarang. Cik Me Me adalah lulusan Sarjana Ekonomi Akuntansi yang merupakan putri bungsu Master Chef Tan Yok Tjay, sang maestro lunpia yang merupakan satu-satunya pakar lunpia dari garis keturunan asli dinasti ke IV Lunpia Semarang yang juga merupakan generasi ke II Lunpia Mataram. 

Sumber: lunpiadelight.co.id

Cik Me Me dinilai memiliki andil besar dalam melestarikan dan memberdayakan lunpia yang menjadi makanan khas Kota Semarang sehingga telah ditetapkan sebagai WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA oleh Pemerintah berkat aksi heroiknya mempertahankan warisan budaya leluhur di Kantor Kedubes Malaysia Jakarta pada Februari 2015 silam.

Sumber: lunpiadelight.co.id

Keuletan dan kegigihan Cik Me Me dalam memberdayakan lunpia semarang juga telah diakui oleh semua kalangan. Pengalamannya bergelut dengan dunia lunpia semenjak usia remaja membuat dirinya memiliki talenta luar biasa sehingga benar-benar mampu menguasai ilmu dan seni mengolah lunpia diawali sejak memilih kualitas rebung terbaik sebagai bahan baku utama kemudian meramu dan menyajikannya. Tak pelak, berkat kepiawaiannya tersebut, maka pada 2015 owner Lunpia Delight Semarang ini dianugerahi penghargaan Kartini Award dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI).

Sumber: lunpiadelight.co.id

Lunpia Delight sebagai Pintu Gerbang Kuliner Kota Semarang


Ingat Semarang, pasti ingat Lunpia. Cik Me Me mengemas Lunpia Semarang dalam konsep modern tanpa harus bergeser dari identitas aslinya yaitu berbahan baku utama rebung pilihan. Melalui Lunpia Delight, Cik Me Me menjadi arsitek dalam merancang Lunpia Delight Semarang menjelma menjadi Lunpia Semarang yang modern dan tetap menjunjung kearifan budaya lokal kuliner. Pelopor sertifikasi halal MUI ini telah berkolaborasi dengan sang ayah untuk menciptakan fenomena baru dari sensasi cita rasa kuliner Lunpia Semarang. Kombinasi kerjasama yang apik ini lantas menyajikan perpaduan empat generasi dari resep warisan leluhurnya terhitung sejak tahun 1870 yang kemudian dikreasikan dengan meracik semua varian dari menu Lunpia Delight dengan segala sensasi citra rasanya yang begitu nikmat dan lezat tiada tara!

Alhasil, pada 27 Februari 2016 berlokasi di Semarang, Lunpia Delight Semarang menerima penghargaan tercatat dalam Rekor Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (LEPRID) dalam kategori nama prestasi “Pencipta Varian Menu Lunpia Terbanyak, 6 Varian”. Peraih prestasi oleh Cik Me Me selaku owner Lunpia Delight dan tentunya Lunpia Delight sendiri. 

Sumber: lunpiadelight.co.id

Bahkan, pada 11 mei 2016 kemarin kembali menerima penghargaan dari LEPRID untuk rekor nasional Menghias Lunpia dengan Peserta Terbanyak (500 orang).

Sumber: Instagram lunpiadelight

Selain itu Lunpia Delight telah mengantongi fatwa Halal Sertifikasi MUI No. 15100013431214. Adapun menu spesial dengan aneka sensasi cita rasa Lunpia Delight diantaranya Lunpia Raja Nusantara (Rasa Jamur Nusantara), Lunpia KaJaMu (Kambing Jantan Muda), Lunpia Fish Kakap, Lunpia Crab, Lunpia Original dan Lunpia Plain. 

Sumber: lunpiadelight.co.id

Sebagai bahan masukan melihat tantangan lima tahun kedepan maka perlunya Lunpia Delight tetap memperhatikan: Banyaknya pesaing usaha; Perlunya untuk terus berinovasi; Menarik keterampilan/tenaga kerja yang tepat; dan Persaingan harga.

Sumber: Survey Bisnis Keluarga (2014)

Maju terus Cik Me Me, maju terus kuliner Indonesia! 

Referensi:
  • Economic Challenges. “Transformasi Bisnis Lintas Generasi”. Metro TV News. 
  • Survey Bisnis Keluarga 2014. Pwc 
  • www.lunpiadelight.co.id 
Cat: Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Lunpia Delight

Sumber: lunpiadelight.co.id

Kamis, 12 Mei 2016

Kisah Bahagia di Tanggal Tua Berkat ShopCoupons X MatahariMall: Situs Hebat untuk Konsumen Hemat

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi


Kalau Marshanda terkenal berkat “Kisah Sedih di Hari Minggu”, bisa jadi saya berbesar hati berkat “Kisah Bahagia di Tanggal Tua”. Bahagia? Kok bisa? Ya bisa saja, tergantung kita “pinter-pinter” memanfaatkan apapun yang bisa dimanfaatkan. Itulah kehebatan mahasiswa, Hidup Mahasiswa!


Sumber: Youtube MatahariMall.com

Terinspirasi dari Budi maka saya pun langsung kepikiran. Berhubung Ramadhan sebentar lagi, kendati masih berstatus mahasiswa yang isi kantongnya pas-pasan, saya tentunya ingin memberikan hadiah terbaik untuk Ibunda tercinta. Untungnya ada Shopcoupons yaitu situs kode kupon terfavorit Indonesia dengan kupon diskon dan kode promosi terbaik, Aha

Sumber: shopcoupons.co.id

Sumber: mataharimall.com

Dari namanya saja sudah jelas terbaca bahwa situs ini merupakan situs toko beraneka macam kupon. Tanpa menunggu waktu lama saya langsung menjelajah situs MatahariMall, yang digadang-gadang merupakan eCommerce nomor wahid di Indonesia. Keunggulan lainnya yaitu pengiriman gratis, bisa bayar di tempat dan ada ratusan lokasi pengambilan! 

Kabar baiknya untuk bulan Mei ini ada “Mayday Salebration”. Woohoo…

Saya perlahan menuju ke kategori – fashion wanita – busana muslim – hmmm… pilih yang mana ya? Baiklah, pilihan jatuh ke Sarung dan Mukena. Saya pikir mukena adalah kado terindah.

Sumber: mataharimall.com

Dan dasarnya mahasiswa, penomorannya lalu diatur berdasarkan: Harga Terendah! Hehe

Sumber: mataharimall.com

Alhasil, ada mukena cantik nan menawan merk: LENKA Mukena Rosela yang dijual oleh Lakkao. Harga awalnya Rp 125.000 lalu kena diskon 26 persen sehingga menjadi Rp 93.000, tapi ini belum termasuk harga diskon promo dari MatahariMall, lho.

Sumber: mataharimall.com

Setelah melihat warna, ukuran, deskripsi, spesifikasi dan detail produk, hati saya pun kepincut dikarenakan bahan nyaman, tidak panas dipakai, mudah dibersihkan dan desainnya yang cantik dan elegan (serta harga yang terjangkau tentunya! Hehe)

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Pada tahap pengiriman, kita diminta memilih “Metode Pengiriman” apakah ingin dikirim ke alamat kita (Dengan gratis biaya pengiriman!) atau kita bisa mengambil di toko dengan memilih lokasi pengambilan (dengan syarat dan ketentuan berlaku)

Sumber: mataharimall.com

Lalu, kita diminta mengisi “Informasi Pengiriman”. Selanjutnya dilanjutkan ke pembayaran. Nantinya akan muncul “Review Order” mengenai informasi pengiriman dan alamat penagihan. Dan, disinilah waktunya kita mengisi kode kupon promo yang diberikan oleh MatahariMall melalui situs Shopcoupons, YESSS!

Sumber: mataharimall.com

Dengan menggunakan “May Day Fashion Promo”, saya lalu mendapatkan potongan sebesar Rp 18.600 sehingga total yang harus saya bayarkan untuk mukena LENKA tersebut (hanya) seharga Rp 74.400, murah meriah tapi tidak murahan!

Sumber: mataharimall.com

Dengan hati yang riang gembira, lantas saya melangkah ke tahapan selanjutnya yaitu “Opsi Pembayaran”. Saya memilih Bank Transfer dan membayarkan nomina sebagaimana yang ditetapkan sebelumnya dengan dikenai biaya transfer sebesar Rp 6.500 (berdasarkan regulasi Bank Indonesia), lalu langsung diverifikasi otomatis (real time)

Sumber: mataharimall.com

Tara!

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

dok: pribadi

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Saya pun bisa melihat “Status Order” untuk memastikan kejelasan status barang pesanan saya. Awal pemesanan berstatus “Pending Shipment” pada tanggal 5 Mei 2016, lalu setelah terkirim berubah menjadi “Shipped” pada tanggal 10 Mei 2016.

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Sumber: mataharimall.com

Salam berhemat untuk para pejuang tanggal tua! Ini ceritaku, mana ceritamu?

Terimakasih, MatahariMall dan Shopcoupons :)