Jumat, 28 Oktober 2016

#MudaBikinBangga: Kiprah Para Anak Muda Inspiratif dengan Pencapaian Membanggakan

Jujur.

Saya jadi malu hati menceritakan pencapaian (kalau bisa disebut demikian) yang saya kira telah saya capai sejauh ini. Memiliki pengalaman kerja di bidang penelitian, bekerjasama dengan instansi pemerintah, berkecimpung dalam lembaga legislatif, tergabung dalam keorganisasian baik formal/non formal, menempuh pendidikan tinggi, melakukan publikasi karya ilmiah, TERNYATA bukan menjadi satu tolok ukur yang berarti. Toh, diluar sana begitu banyak pencapaian anak muda yang lebih pantas dan menarik untuk diceritakan. Ya, menariknya karena mereka berdampak! Semua tentang mereka begitu menakjubkan dan sayang untuk dilewatkan tanpa diuraikan dalam untaian kata-kata. 

Di satu sisi, saya merasa beruntung karena dipertemukan dan diperhadapkan dengan orang-orang muda luar biasa dengan ketertarikan dibidangnya masing-masing. Secara diam-diam (baca: tanpa sepengetahuan mereka), saya memetik banyak pelajaran dari anak-anak muda mengagumkan dan penuh semangat kepemudaan ini. Tidak berlebihan kalau saya kemudian mengatakan bahwa mereka ialah generasi muda Indonesia yang penuh inspirasi dengan pencapaian luar biasa. Kelak, saya yakin mereka akan menjelma menjadi tokoh muda penerus Bangsa.

Berikut sedikit cerita tentang para anak muda yang ada di sekeliling saya yang (mungkin tanpa mereka sadari) telah berdampak luar biasa kepada orang sekitar terutamanya saya pribadi. Mereka dengan pencapaiannya yang menginspirasi dan membanggakan di usianya yang belia. Check it out.

  • Sosial 
Rutler Peregrine, merupakan sosok muda yang memiliki kepedulian yang begitu besar terhadap isu sosial. Melalui Komunitas DINDING, Rutler berusaha memberikan ruang pendidikan yang sangat terbuka bagi anak pasar dan jalanan. Tahun 2011 merupakan awal ketertarikan dan keterlibatan saya dengan komunitas DINDING. Rutinitas proses belajar mengajar bersama anak pasar dan jalanan dilaksanakan tiap akhir pekan berlokasi di Pasar Bersehati Kota Manado. Seiring waktu berjalan, komunitas ini tidak meredup malah sepak terjangnya semakin meyakinkan dan mampu membuktikan kehebatan sebagai bukti solidnya tim komunitas. Sungguh pencapaian di bidang sosial yang luar biasa, karena Rutler dan kawan-kawan berhasil memberikan dampak sosial kemasyarakatan secara nyata. 

  • Budaya
Heidy Manyohi, tiada kata lelah mengeksplor kebudayaan Indonesia, khususnya wilayah timur Indonesia. “Jangan panik, mari piknik!” Mungkin jargon tersebut yang tepat menggambarkan semangatnya memperkenalkan tanah air. Indonesia jelas memiliki banyak tempat wisata/piknik yang keindahannya tidak kalah hebatnya dengan mancanegara. Fyi, bahkan saat tulisan ini dibuat, Heidy sedang berada di Tanah Toraja untuk mengeksplor keindahan alam dan budayanya. Setelah sebelumnya berhasil menginjakkan kakinya di tanah Papua. Ya, dia baru saja menyelesaikan petualangannya di Raja Ampat, Papua sebelum kemudian menuju Toraja. Heidy juga kerap mem-posting keindahan Pulau Morotai, Maluku Utara. Keindahan wilayah timur Indonesia memang pantas untuk “dipamerkan”. Pencapaian di bidang budaya yang mengagumkan, bukan? Saya menjadi tidak sabar menanti sekiranya destinasi wisata dan budaya mana lagi yang akan dieksplor olehnya. Cant’ wait, Heidy! 

Keindahan Raja Ampat, Papua (dok: FB Heidy Manyohi)
Tana Toraja (dok: FB Heidy Manyohi)
Koh Island (dok: FB Heidy Manyohi)
  • Ekonomi
Andi Reza Lapananda (28) menjadi sosok yang paling saya inginkan dan nanti-nantikan kesempatannya untuk diulas. Bukannya apa-apa, saya mengenal beliau semenjak 2007 silam. Jadi, berbekal 9 tahun perkenalan tersebut membuat saya cukup percaya diri untuk menceritakan pencapaian apa saja yang telah dicapai olehnya, tentunya atas dasar “sepengetahuan saya”. Berkarir di bidang ekonomi khususnya perbankan selang 6 tahun lamanya, saya rasa telah cukup mampu membuktikan bahwa dirinya akan mampu menjadi bagian dari sekumpulan bankir handal kedepannya. Tentu atas dasar pengalaman tersebut telah membuat dirinya piawai dan berpengalaman dalam bidangnya. Pencapaian sebagai pegawai Bank Indonesia merupakan satu hal yang cukup membanggakan. Belum lagi peranan dan kontribusinya terhadap peningkatan literasi keuangan masyarakat. Kepercayaan yang diberikan merupakan amanah yang patut dijalankan sepenuh hati. Salah satunya dipercaya untuk memberikan materi tentang Edukasi Kebanksentralan. Hal semacam ini sudah barang tentu menjadi bagian yang penting untuk diapresiasi. Saya melihat ini sebagai pencapaian di bidang ekonomi dan peluang karir yang menjanjikan kecemerlangan di masa depan. Semoga senantiasa tawadhu, yang.

Karir di Bank Indonesia (dok: FB Andi Reza Lapananda)
  • Lingkungan 
Caroline “Dea” Tasirin (24), di mata saya merupakan sosok pegiat lingkungan dan perempuan yang tangguh. Bagaimana tidak, lulusan Sarjana Kehutanan ini merupakan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) serta Volunteer di NGO yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Dea (biasa dia disapa) juga berhasil memperoleh fellowship di bidang lingkungan dari Amerika Serikat. Pengalamannya di bidang lingkungan tersebut tentunya telah menjadi “paket komplit” yang mampu meningkatkan kompetensinya. Hal ini menjadi pencapaian di bidang lingkungan skala Internasional yang patut diapresiasi. Isu lingkungan memang merupakan satu bagian yang menarik dan “seksi” untuk dibahas. Kedepannya tentu kita membutuhkan para pemerhati handal yang berfokus pada isu lingkungan. Mereka haruslah yang berwawasan luas, memiliki pemikiran terbuka dan responsif terhadap segala permasalahan. Saya rasa Dea merupakan salah satu kandidat yang tepat. Setuju?

Penghargaan sebagai pemuda pegiat lingkungan tingkat Internasional
(dok: FB Caroline "Dea" Tasirin)
  • Pendidikan 
Amir Tjolleng, merupakan lulusan Sarjana Matematika dari Indonesia yang kemudian melanjutkan Studi Master (S2) nya ke Korea Selatan dan mengambil bidang keilmuan Teknik Industri di University of Ulsan. Kegigihan dan kerja kerasnya patut diacungi jempol. Saya begitu terkesima dengan usahanya yang membuahkan hasil. Tempo hari karya ilmiah (paper) nya berhasil terpublikasi di Elsevier yang merupakan salah satu Jurnal Internasional kenamaan yang cukup bergengsi karena terindeks Scopus. Amir pun telah menerbitkan buku hasil karyanya sendiri berbekal pengalaman dan bidang keilmuannya yaitu matematika. Amir begitu mencintai dunia pendidikan. Buktinya, di Korea Selatan dia pun menjadi tutor/pengajar di Universitas Terbuka (UT). Saya tidak bisa membayangkan bagaimana caranya dia membagi waktu antara belajar, kuliah, meneliti di laboratorium dan mengajar. Tapi, selama di Indonesia Amir memang cukup terlatih dan telah terbiasa mengajar di bimbingan belajar semenjak menempuh studi Sarjana. Bagi saya, apa yang dilakukan Amir merupakan salah satu bukti nyata pencapaian di bidang pendidikan yang layak diacungi jempol. Semangat, Mir!

Buku karya Amir yang berhasil diterbitkan (dok: FB Amir Tjolleng)

Karya Ilmiah yang terpublikasi di Jurnal Internasional Bergengsi (dok: FB Amir Tjolleng)
Demikianlah kiprah para anak muda yang menginspirasi pada bidangnya masing-masing. Mereka telaten dan berfokus pada apa yang menjadi tujuan hidup mereka. Berdampak atau tidak tentu masyarakat di sekeliling yang bisa menilai. Publik tentu bisa merasakan kehadiran mereka di tengah masyarakat. Rasa bangga saya semakin menjadi-jadi pasca membaca postingan berita di di Brilio.net via aplikasi Kurio. Saya semakin yakin bahwa tidak ada alasan untuk tidak bangga pada anak muda Indonesia yang memang membanggakan!

dok: Brilio.net via app Kurio
Sama halnya dengan Kurio, yang hadir dan memberikan kebermanfaatan terhadap generasi muda Indonesia pada khususnya. Kurio pun tentunya diciptakan oleh para anak muda inspiratif dan kreatif yang tidak kalah membanggakannya. Kurio dengan jargonnya “Selalu Lebih Tau” memberikan kemudahan untuk membaca berita dari banyak portal. Uniknya, Kurio menjadi media penyaji berita yang membuat penggunanya mampu membaca berita dari ragam portal hanya dengan melalui satu aplikasi, akses berita yang super cepat dan pastinya: anti hoax! Sebagaimana kita ketahui bersama di era digital seperti saat ini media memegang peranan yang begitu penting. Lantas, Kurio hadir dan memberikan sajian berita yang benar dan “waras” di tengah kegamangan publik.

Tapi, apa itu Kurio?


Kurio merupakan aplikasi portal berita Indonesia yang menyajikan kelengkapan sumber berita dari berbagai media, harian online, website serta blog favorit dengan konten terbaik dan terkini secara cepat. Atas dasar kepraktisan, Kurio membantu pengguna aplikasi mobile di Indonesia menjadi lebih berwawasan. Kurio diciptakan untuk mengoptimalkan waktu luang dan membuat para penggunanya menjadi lebih produktif. 

dok: app Kurio
Hal ini menjadi salah satu bentuk pencapaian di bidang teknologi dan informasi khususnya bagi aplikasi media online tanah air. Kurio menjadi aplikasi cerdas yang mampu merevolusi cara para pembaca berita dan informasi sesuai minat. Kurio menawarkan desain dan user experience yang unik sehingga pengalaman membaca berita menjadi jauh lebih menyenangkan. Dimana lagi kita bisa membaca berita melalui tampilan artikel dan video? Hanya di Kurio! 

dok: app Kurio
Yuk, install Kurio sekarang juga (mumpung gratis!). Caranya mudah,  Get Kurio for Free bagi pengguna Android maupun Iphone dapat diperoleh di Google Play disini dan App Store disini. Anak muda Indonesia memang bikin bangga, Kurio juga!

Testimoni (dok: app Kurio)
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Blogging Kurio #MudaBikinBangga oleh Kurio Indonesia

Minggu, 23 Oktober 2016

Catatan Anak Kosan: 7 Aplikasi Produk Telkom yang Wajib Dimiliki Mahasiswa

Seiring berjalannya waktu, ponsel yang saya miliki tidak lagi sekedar hanya menjadi alat komunikasi untuk menelepon, sms, chatting, ataupun digunakan untuk mengambil gambar dengan kamera serta merekam video. Peranan smartphone menjadi lebih “pintar” dibandingkan sebelumnya (bahkan mungkin lebih pintar dari si penggunanya). Apalagi di era digital seperti saat ini yang mensyaratkan kecepatan dan ketepatan guna. Semua dituntut untuk serba efektif dan efisien.

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebagai salah satu pelopor di bidang telekomunikasi pun terus berbenah. Melalui inovasi karya digital dan layanan produk Telkom yang semakin mampu mengimbangi perkembangan zaman guna berusaha menjawab kebutuhan masyarakat dan pelanggan setia. Kini layanan dan produk yang dipersembahkannya pun tampil kekinian.




Saya ingat betul kali pertama menggunakan layanan produk Telkom yaitu layanan Speedy. Sekitar awal tahun 2001, ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Komputer menjadi barang baru dan hal wajib yang harus dipelajari. Otomatis akses terhadap internet menjadi satu kebutuhan komplemen yang saling melengkapi. Pengerjaan tugas sekolah, mengakses data dan informasi serta hal lainnya yang berhubungan dengan dunia digital tidak bisa dihindari.

Akhirnya, hampir 15 tahun lamanya layanan produk Telkom Indonesia menemani aktivitas keseharian saya. Layanan digital dan inovasi produk Telkom Indonesia kian mutakhir dan menjawab semua kebutuhan saya. Senangnya!

Mau tidak mau saya pun mesti berpacu dengan waktu dan dinamika perubahan teknologi yang begitu dinamis. Oleh karenanya saya membutuhkan ragam produk, layanan dan aplikasi yang dapat memenuhi semua kebutuhan dan keperluan saya sehari-hari. Untunglah Telkom Indonesia selalu hadir dan menyuguhkan layanan prima. Ada sekitar 7 aplikasi wajib persembahan Telkom Indonesia yang saya gunakan dalam keseharian dan menjadi aplikasi wajib dalam smartphone guna menunjang performa saya sebagai mahasiswa. Penasaran? Check it out! 

1. Wifi.id Connect

dok: pribadi
Sebagai “Fakir Wifi” saya menyadari diri bahwa internet bukan lagi sekedar kebutuhan sekunder atau tersier, melainkan primer. Tiada hari tanpa aktivitas yang berhubungan dengan akses internet, sehingga mewajibkan saya harus pintar-pintar menemukan area hotspot guna mengakses internet secara gratisan. Aplikasi Wifi.id Connect ini dapat membantu menemukan area terdekat untuk mengakses internet (hotspot). Wifi.id Connect berjasa besar dalam menunjang kelancaran proses studi dan pekerjaan saya, terutama dalam pengerjaan tugas, memperoleh data dan akses informasi serta lainnya.

dok: app play store
Ada kisah menarik seputar pengalaman berinteraksi dengan produk digital besutan Telkom Indonesia ini. Satu waktu saya sedang berada di lapang, ketika ada pesan singkat masuk dari dosen yang isinya meminta saya untuk segera mengirimkan email terkait laporan penelitian yang sementara dikerjakan. Alhasil, saya kalang kabut. Bukan karena laporannya yang belum beres melainkan kuota internet yang menipis. Saya khawatir tidak akan dapat mengirimkan laporan yang diminta via email tersebut secara tepat waktu. Akhirnya saya mencoba menggunakan aplikasi Wifi.id Connect untuk menemukan area hotspot terdekat dan…Aha, ketemu! Alhamdulillah. Saya langsung bergegas menuju area hotspot terdekat tersebut untuk mengakses intenet dan mengirimkan laporan via email sebagaimana yang diminta oleh dosen. Untunglah ada aplikasi Wifi.id Connect sehingga laporan bisa dikirimkan tepat waktu. Aplikasi Wifi.id Connect memiliki kelebihan menemukan posisi area hotspot secara akurat dan terdekat dengan posisi kita sehingga sangat memudahkan penggunanya. Aplikasi Wifi.id Connect membuka kesempatan akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat. 

2. Qbaca

dok: app play store
Proses membaca menjadi satu hal yang tidak terlepaskan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi yang berstatus pelajar seperti saya. Membaca dan menulis ibarat makanan wajib yang dapat memperkaya jiwa dan menambah wawasan. Aplikasi Qbaca menjadi satu alternatif pilihan yang menyajikan ragam buku digital secara lengkap dan beberapa buku bisa diakses gratis. Bagi buku yang berbayar, pembayarannya pun dapat dilakukan secara online dengan harga yang sangat terjangkau (bahkan ada diskonnya!). Pustaka Digital (PaDi) memberikan pengalaman membaca e-book gratis yang sangat menakjubkan! Kategori bukunya pun beragam dan buku yang disediakan tersaji dalam pilihan buku terpopuler dan terbaru. Sebenarnya, aplikasi Qbaca hampir mirip dengan Taman Baca PERURI yang merupakan kolaborasi Telkom Indonesia dengan Balai Pustaka. Mulai dari kategori yang ditampilkan maupun rak bukunya. Yang pasti keduanya merupakan aplikasi pustaka digital yang memberikan pengalaman membaca yang lebih menarik.

dok: app play store
Saya sangat terbantu dengan aplikasi Qbaca, pasalnya pernah satu waktu saya mendapat tugas untuk membuat esai yang harus dikumpulkan saat itu juga. Masalahnya buku-buku sebagai bahan referensi tidak sempat dibawa ke kampus dan tentunya tidak ada waktu lagi untuk ke perpustakaan karena esainya memang harus dikerjakan di kelas. Alhasil, saya menggunakan aplikasi Qbaca untuk mengakses beberapa bahan referensi yang dibutuhkan sebagai bahan menulis esai. Caranya sangat mudah, saya tinggal mengetikkan kata kunci di kolom pencarian dan buku yang terkait dengan kata kunci tersebut akan muncul secara otomatis. Saya bisa langsung mendownloadnya bila buku digital (e-book) tersebut gratis atau membeli buku digital tersebut bila berbayar. Harganya pun sangat terjangkau. Proses pembayaran bisa melalui pemotongan pulsa atau transfer. Kelebihan aplikasi Qbaca yaitu sangat memudahkan kita yang ingin mencoba nuansa dan pengalaman membaca yang berbeda dan lain dari biasanya. Aplikasi Qbaca sangat bermanfaat untuk meningkatkan literasi serta minat baca masyarakat di era digital seperti saat ini. Melalui aplikasi Qbaca pula kita dilatih untuk berperilaku paperless dan secara tidak langsung turut menjaga kelestarian lingkungan karena menghemat penggunaan kertas.

3. Tmoney

dok: app play store
Bagi saya pribadi, aplikasi tmoney ibarat dompet digital. Apalagi di era digital seperti saat ini, penggunaan uang secara non tunai sedang digalakkan salah satunya melalui Gerakan Nasional Non Tunai. Menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi saya ketika saya bisa turut berpartisipasi dalam mengkampanyekan keuangan non tunai. Keuangan digital sedang memasuki masanya dan aplikasi inovatif kekinian seperti ini sangat memudahkan para pengguna. Mengusung jargon “Smart way to pay”, aplikasi tmoney memang menjadi alternatif pintar bagi para smart user untuk melakukan proses pembayaran. Layanan yang tersedia diantaranya Beli pulsa, Bayar tagihan, Buat token dan Donasi. Layanan Beli pulsa terdiri dari Pulsa telepon selular dan Pulsa listrik serta Voucher game. Layanan Bayar tagihan dapat digunakan untuk Telepon dan Listrik serta Layanan Internet, TV berbayar, PDAM dan Kredit. Layanan Buat token juga sangat memudahkan kita ketika membutuhkan tambahan pulsa token listrik. Caranya sangat mudah yaitu dengan memasukkan PIN yang dimiliki. Sedangkan untuk Donasi, terdiri dari ragam pilihan lembaga tujuan. Sekarang tidak ada alasan lagi untuk sulit bersedekah karena semua telah tersedia dan dapat diakses dengan mudahnya. Minimal nomina untuk bersedekah pun mulai dari Rp 500. Semua kegiatan transaksi pembayaran tersebut saat ini dapat dilakukan dengan mudah, aman dan nyaman. Nggak pake ribet! Adapun untuk layanan Transfer dan Tarik tunai memiliki spesifikasi tersendiri sehingga perlu ada tambahan informasi dari pengguna guna menjamin keamanan transaksi. Fasilitas Top up saldo atau Tambah saldo pun minimal Rp 10 ribu dengan maksimal saldo Rp 500 ribu. Pembayaran dapat dilakukan di ATM, Internet Banking maupun Mobile Banking. Pastinya aplikasi tmoney ini mendukung upaya saya untuk memiliki pola hidup tanpa uang tunai. Ya, saat ini saya sedang berusaha keras untuk melakukan gerakan non tunai. Pola ini semata untuk melatih diri dan merupakan salah satu dukungan pula dalam membentuk keuangan inklusif.

dok: app play store
Kisah menarik bersama aplikasi tmoney yaitu pernah satu waktu saat saya sedang di lapang dalam rangka survey. Tanggal kegiatan di lapang tersebut bertepatan dengan deadline pembayaran tagihan listrik di kosan. Berhubung saat itu saya bertindak sebagai bendahara kosan, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya. Untunglah ada aplikasi tmoney yang sangat memudahkan dalam proses pembayaran tagihan. Saya tinggal memilih item Bayar Tagihan Listrik maka semuanya beres. Akhirnya proses pembayaran tagihan listrik dapat dilakukan tepat waktu deadline, hehe. Masalahnya kalau pembayaran dilakukan melewati batas waktu yang ditetapkan maka akan dikenai denda dan hal tersebut haram hukumnya bagi anak kosan, haha. 

4. UseeTV

dok: app play store
Jujur, sebagai anak kosan saya sangat bersyukur dengan adanya aplikasi UseeTV berhubung saya tidak memiliki TV. UseeTV menyelamatkan saya dari kemungkinan didera rasa bosan berkepanjangan dalam sepetak kamar berukuran 4x3 meter, haha. Layanan informasinya pun sangat lengkap! Terdiri dari Movie, Video dan TV. Untuk Movie sendiri terdiri dari Todays TV Favorite, New Release Movie, Most Viewed Movie dan bahkan tayangan yang sedang Happening. Saya jadi tidak perlu khawatir ketinggalan info atau menjadi kudet alias kurang update. Tidak hanya itu, aplikasi UseeTV pun menyediakan layanan Free dan Premium. Ya, tentu saja perbedaannya ada yang gratisan dan berbayar. Layanan gratisan menyajikan Festival Film dan Animasi. Sedangkan yang berbayar dibedakan per paket filmnya. Misalnya, untuk Korean Package dimana TV Seri Korea dibanderol harga sekitar Rp 30 ribu untuk semua series selama 30 hari (belum termasuk ppn). Selain itu untuk New rinciannya Pay per Title dimana video-video baru dengan skema pembayaran Pay per View (PPV) dengan harga Rp 3.850 per movie selama 2 hari. Selanjutnya, untuk Movies yang merupakan video dengan biaya berlangganan Rp 11 ribu selama 30 hari untuk semua film. Layanan TV yang disajikan semisal TV Channel dimana Active Live TV nya sangaaaat banyak. Selain itu juga tersedia Top 7 Days TVoD melalui Current Popular Program sehingga tidak perlu khawatir ketinggalan informasi. 

dok: app play store
Kisah menarik seputar penggunaan aplikasi UseeTV yaitu pernah satu waktu, ada komunitas yang pernah saya ulas ceritanya dalam blog mengabari saya bahwa esok hari akan tampil di salah satu stasiun TV swasta tanah air. Wow, sungguh kabar yang menggembirakan. Pasalnya komunitas ini merupakan komunitas yang sangat concern terhadap pelestarian kebudayaan lokal, jadi memang sudah sepatutnyalah menjadi perhatian khalayak. Yang menjadi masalah yaitu pada waktu yang bersamaan bentrok dengan jadwal kegiatan yang harus saya lakukan. Saya khawatir tidak dapat menyaksikan tayangan tersebut tapi untungnya ada aplikasi UseeTV yang membuat saya dapat menyaksikan tayangan TV dimanapun berada. Keesokan harinya, sembari menikmati perjalanan saya bisa menyaksikan tayangan komunitas tersebut. UseeTV membuat saya tidak ketinggalan informasi dan memberikan hiburan kapanpun dan dimanapun melalui tayangan yang bergengsi.

5. Cerita Perut 

dok: app play store
Aplikasi Cerita Perut menyajikan RIBUAN kuliner Indonesia! Informasi kuliner yang disajikan pun sangat lengkap mulai dari yang terbaru, recommended dan promo. Saya sebagai pecinta kuliner khas Indonesia tentunya sangat berbahagia. Aplikasi Cerita Perut turut melestarikan kuliner khas Indonesia yang bercitarasa lokal dan asli produk dalam negeri. Kisah menarik berkat penggunaan aplikasi ini bermula ketika saya berinisiatif untuk mentraktir teman dalam rangka merayakan momen bersama. Kebetulan teman saya ini baru sekali berkunjung ke Bogor. Saya pun awalnya bingung hendak mentraktir makanan enak apa yang recommended untuk disantap. Untungnya ada aplikasi Cerita Perut yang merekomendasikan saya agar mencicipi Nasi Goreng Mafia di wilayah sekitaran Bangbarung Bogor. Menu andalan yang ditampilkan ialah: NASI GORENG MAFIA! Wow wow wow.

dok: app play store
Informasi yang disajikan pun sangat lengkap mulai dari harga, lokasi dan menu yang tersedia apa saja. Saya penasaran dengan Nasi Gila, Nasi Goreng Preman, Nasi Goreng Kambing dan lainnya. Akhirnya, kami menuju ke resto yang direkomendasikan tersebut dan rasanya memang sesuai dengan ulasan yang ditampilkan. Sekarang, bukan hanya mulut yang bisa bercerita melainkan perut juga. Perut kenyang, hati senang!

6. Zapa

dok: app play store
Zapa merupakan aplikasi kekinian yang berfokus pada dunia kewirausahaan. Berhubung saya bergelut dan terlibat pula dalam himpunan kewirausahaan maka saya senantiasa membutuhkan update informasi terbaru tentang dunia bisnis dan ekonomi. Zapa memudahkan saya dalam mengakses informasi terkait dunia bisnis terutama bisnis online. Zapa menyediakan ragam pilihan semisal ZapaCommunity, ZapaConnect, ZapaFriend, ZapaFund, ZapaNews, ZapaStore dan yang terpenting untuk berjejaring ialah ZapaForum. 

dok: app play store
Kampung UKM Digital menjadi salah satu item menarik yang disajikan. Item ini terdiri dari Pasar UKM, Daftar UKM serta dilengkapi dengan Lokasi Kampung. Selanjutnya, StarBox yang memberikan informasi bisnis yang akan mampu mendatangkan banyak keuntungan. Mengusung jargon “Start Sukses Bisnis Online” semakin meyakinkan saya bahwa aplikasi ini luar biasa. Sobat UKM juga menyediakan layanan akses informasi melalui Telepon, Email dan Live Chat. 

dok: app play store
ZapaNews pun menyajikan informasi berita up to date baik secara umum maupun informasi dari Telkom sendiri. Peran aplikasi Zapa dalam keseharian saya ialah menunjang performa dalam berorganisasi. Fokus himpunan kewirausahaan yang kami jalankan pada dasarnya berfokus pada peningkatan nilai tambah suatu produk. Satu waktu saya berkeinginan membuat ulasan terkait dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tapi sayangnya data yang dibutuhkan terbatas. Untunglah ada aplikasi Zapa yang memudahkan saya memperoleh informasi terkait Daftar UKM yang dibutuhkan lengkap dengan lokasinya. Akhirnya, pada waktu yang ditentukan ulasan terkait UKM tersebut dapat rampung. UKM memang menjadi perhatian pemerintah saat ini karena dianggap sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan yang dapat menunjang pembangunan dan pertumbuhan perekonomian tanah air. Kehadiran aplikasi Zapa ibarat angin segar yang melengkapi upaya program pemerintah tersebut. 

7. Easy Blood

dok: app play store
Atas nama kemanusiaan, aplikasi Easy Blood benar-benar sangat membantu. Informasi yang disajikan sangat lengkap semisal stok darah, jadwal kegiatan donor, info lokasi dan bahkan ada layanan untuk melakukan permintaan darurat ataupun panggilan darurat ke PMI. Adapun informasi tambahan yang disajikan terkait dengan manfaat donor darah dan syarat donor darah. Kisah menarik seputar penggunaan aplikasi Easy Blood bermula ketika ada pesan masuk di Grup WhatsApp yang memberitahukan informasi urgent terkait permohonan bantuan donor darah. Rekanan salah seorang teman saya sedang membutuhkan donor darah dengan golongan darah tertentu. Untunglah ada aplikasi Easy Blood yang memudahkan untuk menemukan info lokasi maupun stok darah yang tersedia. Saya pun segera memberitahukan info yang diperoleh terkait stok darah dan nomor telepon permintaan/panggilan darurat ke PMI kepada teman saya untuk kemudian disampaikan kepada pihak keluarga dari rekanannya tersebut. Berkat aplikasi Easy Blood banyak nyawa yang dapat terselamatkan. 

Demikian 7 aplikasi “gacoan” yang saya pergunakan dan memudahkan aktivitas saya sehari-hari. Bila diperkenankan berimajinasi terkait peran saya dalam melakukan inovasi karya digital untuk kemajuan bangsa maka saya berkeinginan agar kedepannya semua karya inovasi digital anak bangsa bisa lebih diapresiasi. Pada tahun 2014, saya bersama tim terlibat dalam project bernama Jakarta Learning Centre yang merupakan platform di bidang pendidikan berupa sumber edukasi non formal berbasis online. Pelbagai materi pengajaran terkait kehidupan sehari-hari baik di bidang kesehatan, agama, sosial, pendidikan, ekonomi dan bisnis dapat diketemukan dan diakses secara gratis (open access). Pun, ada aplikasi Jakartapedia yang menyajikan informasi terkait seluk beluk Jakarta. Imajinasi ini tidak sekedar imaji belaka melainkan berupaya diimplementasikan berdasar kondisi riil di lapang. Sekali lagi, Terimakasih Telkom Indonesia atas inspirasinya. Semoga kedepan semakin inovatif dan berjaya dengan layanan serta produk digital yang semakin mutakhir, kekinian dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Cat: Tulisan diikusertakan dalam Kompetisi Bercerita Telkom #IndonesiaMakinDigital oleh Telkom bersama Idblognetwork

Nb: Oya, bagi teman-teman yang ingin mengikuti kompetisi ini juga maka bisa menggunakan Link referral di bawah ini:

http://idblognetwork.com/microsite/indonesiamakindigital?refid=278

Keep blogging, keep healthy, keep happy! :)

Jumat, 21 Oktober 2016

Terpapar Pesona Jateng Gayeng dalam Radius 2.709,9 Km

Siapa yang akan menyangka bahwa awal mula keterpesonaan saya terhadap Provinsi Jawa Tengah bermula dari sebuah Pameran yang diadakan di Kota “Bumi Nyiur Melambai” Manado, Provinsi Sulawesi Utara?

Pada September 2010 silam, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Kota Manado mengadakan sebuah Pameran Nasional bertajuk “Gebyar Kain Nusantara”. Saya menghadiri pameran tersebut dan menyaksikan ragam kain yang dipamerkan dari seluruh penjuru Tanah Air, termasuk Jawa Tengah.

Ibarat “Dari mata turun ke hati”, tetiba saya langsung jatuh hati pada kain yang dipamerkan oleh Disbudpar Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kala itu. Pesona Jawa Tengah yang berjarak 2.709,9 Km dari kediaman saya tersebut telah berhasil membuat saya: meleleh. 

Kain khas Jawa Tengah oleh Provinsi Jateng (dok: pribadi)

Kain Khas Jawa Tengah oleh Disbudpar Jateng (dok: pribadi)
Hingga dua tahun kemudian, tepat pada bulan Juni 2012 saya berkesempatan mengunjungi Provinsi Jawa Tengah tepatnya ke Banjarnegara dan Jepara. Minggu pagi tanggal 10 Juni, saya bertolak dari Bandar Udara Sam Ratulangi Kota Manado pada pukul 06.15 WITA menggunakan maskapai penerbangan Lion Air 737-900ER dengan tujuan Jakarta, saya tiba di Bandar Udara Soekarno Hatta pada pukul 08.15 WIB (dengan perbedaan waktu 1 jam antara Jakarta dengan Manado). Setibanya di Jakarta saya berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga terlebih dahulu, lalu esoknya langsung menuju Terminal Lebak Bulus dan membeli tiket bus Sinar Jaya jurusan Jakarta – Banjarnegara seharga Rp 85.000. Akhirnya, bus Sinar Jaya dengan plat nomor kendaraan 7034 nomor kursi 21 membawa saya menuju Banjarnegara selama kurang lebih 12 jam perjalanan.

Banjarnegara, dengan ragam pesonanya sungguh memikat hati, rasanya tidak jemu untuk digali dan dikenang hingga kini. Wilayah Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Banjarnegara gilar-gilar biasa disebutnya, kendati memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, tapi memiliki sumber daya alam yang beragam dan potensial untuk dikembangkan.

Sebut saja budidaya ikan air tawar yang berkembang dengan pesat. Luasan areal budidaya air tawarnya hampir mencapai ratusan hektar. Terutama budidaya ikan air tawar kolam pembenihan rakyat yang cukup menonjol. Setiap tahunnya kolam pembenihan rakyat rata-rata menghasilkan sekitar puluhan juta ekor benih. Hal ini sekaligus mengangkat pamor daerah ini sebagai salah satu penghasil benih ikan terutama gurami yang terbesar di Pulau Jawa bahkan terbesar di Indonesia!

Memelihara ikan semacam telah menjadi bagian hidup penduduk (livelihood). Sawah dan ladang di desa banyak beralih fungsi menjadi empang untuk budidaya ikan air tawar. Potensi inilah yang terus dikembangkan. Di Kota Banjarnegara sendiri kini dibangun pasar khusus salak. Petani dan pedagang salak dapat bertransaksi tanpa dicampuri tengkulak. Salak pondoh menjadi salah satu komoditas yang menghidupi ribuan keluarga petani. 

Rasanya belum lengkap bila berkunjung ke Banjarnegara tanpa mengunjungi alun-alun Kota. Di tengah lapangan terdapat dua pohon beringin yang kokoh menjulang. Di sekitar alun-alun dapat dijumpai gudeg Bu Jeki Khas Temanggung yang seporsinya dihargai Rp 8500. Selepas olahraga mengelilingi alun-alun alangkah nikmatnya sarapan gudeg yang mengenyangkan.

Pohon beringin tampak dekat (dok: pribadi)

Pohon beringin di tengah alun-alun kota Banjarnegara (dok: pribadi)
Masih di sekitaran alun-alun, terdapat Patung Dawet Ayu dan Prasasti. Dawet ayu memang menjadi ikon kuliner Banjarnegara. Minuman ini dipercaya dapat membuat awet muda. 

Patung Dawet Ayu (dok: pribadi)
Akhirnya, saya mengunjungi langsung kios Dawet Ayu legendaris di Banjarnegara yaitu Dawet Ayu Bu Hj. Munardjo Rejasa Banjarnegara (eks terminal lama). Harga per gelasnya Rp 3000. Penjualnya masih tetap mempertahankan ciri khas tradisional sehingga hal ini menjadi keunikan tersendiri.

Es Dawet Ayu (dok: pribadi)

Dawet Ayu Bu Hj. Munardjo (dok: pribadi)

dok: pribadi
Selanjutnya ada yang menarik, bila selama ini cendol dalam es dawet ayu yang dikenal berwarna hijau, maka berbeda dengan Es Dawet Ireng Khas Butuh Pak Wanto dimana cendol dalam es dawetnya berwarna ireng alias hitam. Harga es dawet ayu ireng per mangkoknya ialah Rp 2500. Sepintas tidak ada yang berbeda baik melalui citarasa, hanya saja tampilannya yang berbeda lain dari biasanya.

Es Dawet Ayu Ireng (dok: pribadi)
dok: pribadi
Selain es dawet ayu, Banjarnegara juga terkenal dengan hidangan kuliner berupa Mie Ongklok dan Soto Daging Sapi. Mie ongklok merupakan makanan khas Wonosobo berupa perpaduan mie berserat halus, tipis dan kuah yang kental serta campuran sayur sejenis kol dan sawi serta udang kecil. Mie ongklok ini bisa ditemukan di depan Taman BIMBA dekat lampu merah. Selain itu ada Soto Daging Sapi Khas Krandegan Banjarnegara Pak Sukisno yang terletak di Jalan MT Haryono. Sepintas mirip dengan soto kebanyakan, hanya saja soto daging ini memiliki kuah khas lengkap dengan daging dan tauge. Seporsi dihargai Rp 10.500. 

Soto Daging Sapi Khas Banjarnegara (dok: pribadi)
dok: pribadi
Minggu, 17 Juni 2012, akhirnya saya tiba di Dieng. Dieng merupakan salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan dan menjadi salah satu tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara. Panorama alamnya sungguh menakjubkan! Membuat siapa saja yang menikmatinya enggan berkedip. Eksotis.

Hawa dingin terasa (dok: pribadi)

Sistem pertanian terasering (dok: pribadi)

Menuju Dieng, puncak kehidupan abadi (dok: pribadi)
Menuju Dieng seakan menuju puncak kehidupan abadi. Damai terasa. Jalan yang menanjak dan berkelok, tebing yang menjulang tinggi serta hawa yang dingin terutama ketika melewati Karangkobar seakan menjadi penegasan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Dieng laksana kota di atas awan, kotanya para Dewa. 


Di dalam Kawasan Candi Dieng terdapat Museum Kailasa. Museum ini menyajikan pemutaran film selama kurang lebih 10 menit dengan tiket masuk (HTM) seharga Rp 5000, tapi film akan diputar bila terkumpul minimal 10 orang. Sekitar museum terdapat beberapa kios yang menjual beraneka macam dagangan. Semisal, manisan carica seharga Rp 10.000, dan bunga edelweis seharga Rp 10.000. Saya juga menjumpai ragam candi diantaranya Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Arjuna, dan Candi Semar. 

Selain Dieng, Sumur Jalatunda juga menjadi primadona karena unsur mistis yang dikandungnya. Sumur Jalatunda terletak dalam kawasan wisata. Tarif masuknya seharga Rp 5000 per orang dewasa. Ragam kepercayaan dianut para pengunjung maupun masyarakat setempat bahwasanya Sumur Jalatunda merupakan pintu masuk menuju kediaman Ratu Pantai Selatan. Saya pun tak luput dari ritual melempar batu. Konon, dipercaya bila batu yang dilempar mencapai seberang maka permintaan kita akan terkabul. Sayangnya, belum pernah ada yang berhasil melempar batu hingga ke seberang.

Sumur Jalatunda (dok: pribadi)
Kawah Sleri juga menjadi salah satu tujuan wisata. Kawah yang masih aktif ini kerap dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Konon, asal kata Sleri sendiri dikarenakan kepulan asapnya serupa dengan air cucian beras. 

Kawah Sleri (dok: pribadi)
Setelah puas dengan panorama alam pegunungan, kini saatnya menuju wilayah pesisir. Perjalananan pun dilanjutkan ke Kota Ukir-Ukiran Jepara, tempat kelahiran tokoh emansipasi wanita, RA Kartini. Saya berkesempatan mengunjungi Museum RA Kartini dan melihat benda-benda peninggalannya yang bersejarah. Semisal, Ruang Meditasi yang dilengkapi dengan kayu khas ukiran Jepara, dupa dan beberapa kendi. Pas pintu masuk museum dapat dijumpai penjelasan:
Tempat Kelahiran Kartini  
RA Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 (JW. 28 Rabiul Akhir 1808) di Mayong Jepara. Pada waktu itu Ayah Kartini, RM Sosroningrat menjadi Kepala Distrik Mayong (sekarang Wedana)

Patung RA Kartini di pelataran Museum RA Kartini (dok: pribadi)

Ruang meditasi (dok: pribadi)

Perabotan dalam kamar RA Kartini (dok: pribadi)

Meja kursi RA Kartini (dok: pribadi)
Museum RA Kartini juga dilengkapi dengan benda-benda khas sumber daya alam bawah laut di Jepara. Semisal, batu mutiara asal Pulau Parang Karimun Jawa. Serta kerangka ikan raksasa purba yang telah diawetkan. Selain sumber daya alam laut, museum ini juga dilengkapi dengan benda-benda tradisional yang kerap digunakan para nelayan untuk melaut.


Ukiran khas Jepara (dok: pribadi)

Alat tradisional untuk melaut oleh para nelayan (dok: pribadi)

Rangka ikan purba raksasa (dok: pribadi)


Batu mutiara asal Pulau Parang Karimun Jawa (dok: pribadi)
Jangan kaget bila ternyata ada "Kura-Kura Raksasa" di Jepara! Ya, bangunan kura-kura raksasa ini mirip sea world yang terletak dalam kawasan Pantai Kartini. Pengunjung bebas menikmati keindahan alam laut di tempat ini. 


Pantai Kartini (dok: pribadi)
Kura-kura raksasa ala Jepara (dok: pribadi)
Sea world-nya Jepara (dok: pribadi)
Jepara memang terkenal dengan panorama alam lautnya, Karimun Jawa merupakan salah satu potensi ekowisata di daerah ini. Taman Nasional Karimun Jawa terdiri dari gugusan 27 buah pulau dimana lima pulau diantaranya telah berpenghuni. Salah satunya ialah Pulau Karimun Jawa yang menjadi pusat kecamatan dan berjarak sekitar 83 km dari Jepara. Yang menarik, di sekitar kepulauan terdapat bangkai kapal Panama INDONO yang tenggelam pada tahun 1955 dan bangkai itu menjadi habitat ikan karang dan cocok untuk lokasi penyelaman. Nama Karimun Jawa sendiri berasal dari zaman Sunan Muria yaitu salah satu tokoh penyebar Agama Islam. Sunan Muria melihat pulau-pulau di Karimun Jawa sangat samar dari Pulau Jawa (alias kremun-kremun soko Jowo). Sehingga tercetuslah nama "Karimun Jawa" tersebut. Musim kunjungan terbaik ke pulau ini yaitu pada bulan April hingga Oktober.


Banjarnegara dan Jepara, bagi saya telah mewakili pesona Jawa Tengah. Laksana kenikmatan Tuhan yang tiada mampu untuk didustakan. Saya bersyukur pernah menikmatinya. Semoga saya berkesempatan kembali untuk mencicipinya sekali lagi. Aamiin. 

Cat: Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah);