Jumat, 30 Desember 2016

Berlibur di Buru Tanpa Khawatir Diburu Waktu

Retemena Barasehe!

Pertengahan tahun 2016, kami menuju Pulau Buru yang terletak di Provinsi Maluku. Perjalanan kali ini dalam rangka pekerjaan, hanya saya bercitarasa liburan. Lagipula tidak ada salahnya kalau Pulau Buru lantas menjadi destinasi liburan di Indonesia. Kabupaten Buru yang terletak di Pulau Buru beribukotakan Namlea dan secara administratif geografis di bagian utara berbatasan dengan Laut Seram, di bagian selatan berbatasan dengan Laut Banda, di bagian timur berbatasan dengan Selat Manipa dan di bagian barat berbatasan dengan Laut Buru.

Bumi Maluku tampak dari Ketinggian (dok: pribadi)
Berdasarkan informasi, di zaman pendudukan Jepang tepatnya pada Perang Dunia ke – 2, Namlea pernah dijadikan sebagai pangkalan transit pesawat tempur Jepang sehingga wilayah Buru memegang posisi penting dalam pertahanan dan keamanan. Pada awal pemerintahan orde baru pun Buru ditetapkan sebagai camp tahanan politik. Wilayah ini kemudian dikembangkan menjadi daerah transmigrasi karena tanahnya cocok untuk lahan pertanian sehingga Buru juga dikenal sebagai daerah penghasil beras di Maluku.

Kami beruntung berkesempatan menyaksikan secara langsung bagaimana suasana kondusif yang tercipta di Buru saat ini lengkap dengan lahan pertanian dan bercocok tanam yang tertata. Barangkali sangat berbeda jauh dengan kegetiran pada beberapa waktu yang silam ketika Buru kerap dijadikan “tempat buangan” para tahanan politik saat itu.


Kabupaten Buru pada mulanya merupakan bagian dari Kabupaten Maluku Tengah hingga pada tanggal 12 Oktober tahun 1999 dimekarkan sebagai kabupaten baru sejalan dengan dikeluarkannya UU No.46/1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Lalu, pada tahun 2008 Kabupaten Buru kembali dimekarkan menjadi 2 kabupaten seiring dengan dikeluarkannya UU No.32/2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Alkisah, berdasarkan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat dari aspek sosial budaya, diketahui bahwa suku asli Pulau Buru ialah suku Alifuru yang menyebut dri mereka masyarakat Bumilale (Bumi: tanah; dan Lale: besar yang menunjuk pada arti hidup). Istilah ini mengandung makna sakral dan mendalam. Menurut kepercayaan suku ini, leluhur dipercaya sebagai Tuhan yang tinggal di Gunung Date dan Danau Rana. Sehingga kedua tempat tersebut dianggap suci dan sakral serta seringkali dijadikan pusat pemujaan bagi leluhur masyarakat.

Gunung Date dan Danau Rana juga dipercaya sebagai tempat asal manusia pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Buru. Mereka ialah para leluhur yang dalam mitos dilambangkan dengan burung berbulu putih. Berdasarkan kepercayaan masyarakat, burung mistis ini dianggap sebagai arwah para leluhur dan selalu muncul dalam setiap prosesi adat yang diselenggarakan di Danau Rana dan Gunung Date. Kehadiran burung ini merupakan wujud representasi dari arwah leluhur yang dipercaya dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam perayaan tersebut. 

Danau Rana lantas dijadikan salah satu obyek wisata alam yang merupakan danau sakral yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Kendati demikian danau dengan panorama indah ini didiami oleh suku Rana yang masih mempertahankan kultur tradisionalnya. Sayangnya kami tidak sempat menginjakkan kaki disana karena waktu tempuh dan medan yang berat yang perlu dilalui hingga berhari-hari lamanya. Alhasil, kami mengunjungi wisata alam Pantai Jikumarasa, yaitu pantai berpasir putih dengan panorama alam yang indah. Pantai ini merupakan tempat yang cocok untuk berenang. 

Pantai Jikumarasa di Pulau Buru (dok: pribadi)
Buru memang kaya akan sumber daya alam, diantaranya tanaman pangan dan hortikultura yang merupakan jenis tanaman yang banyak ditanam. Komoditas perikanannya juga tidak kalah potensial untuk lebih dikembangkan. Mengingat wilayah ini dikelilingi oleh laut serta letak geografis yang strategis dan kekayaan alam laut yang berlimpah.

Fyi, perikanan laut merupakan sektor yang paling dominan di Kabupaten Buru dengan berbagai jenis ikan diantaranya ikan cakalang, tuna, tongkol, julung-julung, kembung, ekor kuning, kakap merah, kerapu, teri, tembang, layang, selar, kapas-kapas, udang barong, kepiting, teripang dan lain sebagainya. Potensi bahan galian C semisal batu pecah, batu gunung, batu karang, pasir pasangan, pasir uruk, sirtu, tanah uruk, kerikil dan batu kali juga merupakan komoditi unggulan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. 

Pst, ada satu kekhasan Buru yang perlu kalian ketahui yaitu tentang: PRODUKSI MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL. Ya, kabupaten ini merupakan produsen minyak kayu putih tradisional yang cukup tersohor. Buru memang terkenal sebagai penghasil minyak kayu putih dan uniknya pengolahan minyak kayu putih di pulau ini masih menggunakan peralatan tradisional yang disebut “ketel”.

Daun kayu putih (dok: pribadi)
Ketel merupakan tempat penyulingan kayu putih (dok: pribadi)
Sejatinya lokasi pengolahan minyak kayu putih berupa penyulingan minyak kayu putih dengan “ketel” ini dapat menjadi sebuah tujuan tempat wisata perdesaan yang sangat menarik dan potensial bila dikembangkan lebih lanjut. Pasalnya daun kayu putih tersebut benar-benar disuling secara tradisional menjadi kayu putih dan aktivitas ini banyak dikerjakan oleh warga Kabupaten Buru. Adapun tradisi pengolahan tersebut tetap dilakukan secara turun temurun dan minyak kayu putih kerap menjadi komoditas andalan.

Demikianlah catatan singkat perkalanan di Pulau Buru, pulau yang menyimpan ragam keunikan dan kisah masa lalu yang patut untuk dikenang. Adapun berikut merupakan info tentang jalur, akomodasi maupun restoran/rumah makan yang tersedia di Pulau Buru:

Jalur Laut:
  • Kapal Cantika 88 (setiap hari)
  • Kapal Cantika 99 (setiap hari)
  • Ferry Temi (setiap hari)
  • Ferry Wayangan (setiap hari)
Akomodasi:
  • Hotel Grand Sarah
  • Hotel Awista
  • Penginapan Duta Nusantara
  • Penginapan Anila
  • Penginapan Rama
  • Penginapan Delta
  • Penginapan Haider
Restoran/Rumah Makan:
  • Restoran Citrawangi
  • RM. Rajawali
  • RM. Roda Baru
  • RM. Dewi
  • RM. Ayah
Fyi, HIS Travel Indonesia selaku pelopor travel perjalanan wisata dalam maupun luar negeri juga menyediakan paket wisata domestik yang dapat menjadi alternatif pilihan menghabiskan liburan bersama orang-orang tersayang terutama menjelang tahun baru. Silahkan cek disini. Dijamin memuaskan, selain karena harga yang terjangkau, pelayanannya pun sangat ramah. Untuk urusan hotel maupun penginapan juga tidak perlu bingung, karena HIS Travel Indonesia juga menyediakan situs Hoterip yang merupakan situs pemesanan hotel di Indonesia yang terlengkap dan termurah. 

Dengan ragam kemudahan yang ditawarkan oleh HIS Travel Indonesia tersebut, saya menjadi tidak sabar untuk memulai liburan di pergantian semester pada bulan Februari mendatang, In Shaa Allah rencananya saya ingin menghabiskan masa liburan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Saya ingin mengunjungi Taman Nasional Bunaken, makan pisang goreng sambil "colo-colo" sambal dabu-dabu rica di pinggir pantai Malalayang, santai sore di Kawasan Megamas Boulevard Manado sembari menikmati sunset, belanja di pusat kota "45" kota Manado dan lain sebagainya.

Cat: tulisan diikutsertakan dalam blog competition oleh HIS Travel Indonesia

Jumat, 23 Desember 2016

Tenun Lurik, Produk Kreatif Asli Indonesia yang Makin Dilirik

“...inilah hebatnya para pencipta. Mereka bisa membentuk minat dan selera. Tapi karena selera sering berubah cepat, benarkah jika tren selalu sesaat?” – Mata Najwa (2015)
Tayangan Mata Najwa pada Januari 2015 silam mengangkat topik “Pencuri Perhatian” dan menampilkan public figure yakni Syahrini, Raditya Dika dan Ahok. Saya begitu terkesima dengan sepak terjang mereka di dunia panggung hiburan dan birokrasi kepemerintahan tanah air. Masing-masing dari mereka memiliki keahlian dalam menjajal daya kreativitas dan menunjukkan rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia dengan caranya tersendiri.

Sama halnya ketika saya membaca kisah Nasir Achmad yang menggeluti interior batik tulis Pekalongan dalam buku Kiprah Para Jawara (2003). Dijelaskan bahwa Nasir begitu piawai menunjukkan kecintaannya pada batik Pekalongan semenjak kecil. “Kalau tak merasa sayang, mungkin sudah dari dulu saya pindah ke usaha lain”, cetusnya. Lebih lanjut Nasir mengiyakan dan tidak mengingkari bahwa batik menjadi sumber hidupnya kendati diakui bahwa usaha batik tak terlalu menjanjikan keuntungan yang cepat seperti usaha lainnya.

Satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah Nasir ialah tentang minat orang asing terhadap bahan interior batik yang dijalankannya. Nasir berpendapat hal ini dikarenakan orang asing lebih bisa mengapresiasi lebih dibanding kebanyakan orang Indonesia. Apalagi diakui bahwa para orang asing lebih mampu memahami penjelasan tentang sebuah proses batik yang rumit, lagi memakan waktu dalam proses pembuatannya. Sehingga mereka tidak segan membayar mahal, bahkan mungkin tanpa menawar.

Tidak hanya Nasir, adapun Udey Budiman yang terus berpromosi untuk mempertahankan tradisi membatik. Minat dan kecintaannya pada batik Tasik teramat besar. “Entah, mungkin saya sudah terlanjur cinta pada batik”, ujarnya. Kelebihan Udey yang membuatnya tampak berbeda dibandingkan kebanyakan pembatik yang ada disekitarnya ialah perlakuannya terhadap batik sebagai seni. Udey lantas menjadi kreatif, menggali dan memperkaya diri dalam proses kreativitasnya.

Kendati demikian, Udey kerap merasakan galau dan sedih. Hal ini terjadi ketika dia menyadari kenyataan bahwa batik Tasik mulai ditinggalkan generasi muda. Saya yang notabene masih menjadi bagian dari para generasi muda Indonesia, tentu perlu ambil bagian turut serta berkontribusi terhadap pelestarian budaya negeri terutamanya produk kreatif asli Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, melalui kesempatan kunjungan ke beberapa wilayah di tanah air diantaranya Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Utara dan Maluku saya kerap menjumpai beragam produk kreatif asli Indonesia. Hebatnya lagi produk kreatif asli Indonesia bikinan tangan terampil tersebut tidak sedikit yang telah go international alias mendunia. Hebat!

Hingga kini saya terus berupaya mencintai kebudayaan Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut pada September 2010 silam, saya pernah menghadiri Gebyar Pameran Kain Nusantara yang berlokasi di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Ragam kain dari seluruh penjuru tanah air dipamerkan dalam pameran tersebut. Semenjak itu saya kian menggandrungi budaya lokal dan produk kreatif asli Indonesia khususnya kain Nusantara.

Satu pengalaman menarik ialah ketika mengamati keindahan kain Nusantara yang berasal dari Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selalu ada yang khas dari daerah ini. Semacam ada unsur kesederhanaan dari keelokan yang ditampilkan sehingga mampu menyihir para penikmatnya. Saya lantas jatuh hati pada kain tenun lurik yang menyimpan makna mendalam dibalik sejarahnya.


Kain Nusantara berasal dari Yogyakarta (dok: pribadi)
Kain Nusantara berasal dari Jawa Tengah (dok: pribadi)
Berdasarkan sejarah lurik dari masa ke masa, disebutkan bahwa lurik merupakan pakaian tradisional yang khas bagi masyarakat Jawa. Berasal dari bahasa Jawa lorek yang berarti garis-garis, lurik memang merupakan lambang kesederhanaan yang sarat makna. Hal yang istimewa dari lurik ialah karena perlu terpenuhinya persyaratan yang berkaitan dengan bahan tertentu dan diolah melalui proses tertentu pula. 



Kain tenun lurik mengandung nilai kehidupan diantaranya yaitu merupakan salah satu benda budaya yang mewujud secara fisik berupa benda hasil karya manusia. Motif dan coraknya pun bermacam-macam hingga motif terkini yang paling mutakhir. Lurik masa kini telah hadir mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan produk berbahan dasar lurik telah diangkat menjadi produk modern baik berupa pakaian, tas, dompet dan aksesoris lainnya. 


Motif kain lurik (dok: anisashop.com)
Untunglah di era digital seperti sekarang ini belanja online menjadi lebih mudah, efisien dan efektif. Salah satunya melalui Blibli.com yang merupakan Toko online yang memiliki kepedulian besar terhadap 100 % produk kreatif asli Indonesia. Tanpa perlu mengesampingkan unsur kearifan lokal dan budaya bangsa, Blibli.com berupaya melakukan inovasi kreatif seiring dengan modernisasi teknologi yang dijalani salah satunya guna menyediakan ragam jaminan 100% Produk Kreatif Asli Indonesia.



Tanpa perlu menunggu waktu lama saya langsung mencari produk kreatif asli Indonesia melalui aplikasi Blibli.com via playstore android. Terdapat ragam menu pilihan kategori belanja. Saya lantas memilih "Galeri Indonesia".


Pilihan menu Galeri Indonesia di laman aplikasi Blibli.com (dok: Blibli.com via playstore)
Berdasarkan penelusuran ada sekitar 1045 produk kreatif asli Indonesia yang merupakan bagian dari "Galeri Local Brand" yang terdapat dalam Toko Online Blibli.com. Adapun produk kreatif yang berhasil saya ketemukan dengan berbahan dasar kain tenun lurik ialah: Passport Holder. WOW! Tampilannya sangat unik dan menarik.


Ragam produk kreatif asli Indonesia berbahan dasar tenun lurik (dok: Blibli.com via playstore)
Saya pun langsung menjatuhkan pilihan pada:


Passport holder berwarna ungu dengan bahan dasar tenun lurik (dok: Blibli.com via playstore)
Setelah mengisi data dan informasi secara lengkap dan melakukan pembayaran, saya menerima pemberitahuan keterangan pemesanan berupa jenis produk yang dipesan, harga dan jumlah produk pesanan, siapa pengirimnya, jasa pengiriman apa yang digunakan dan estimasi pengiriman. Informasi yang disajikan oleh Toko Online Blibli.com sangat lengkap sehingga pelanggan tidak perlu merasa khawatir terjadi sesuatu yang tidak dinginkan dalam proses pengiriman produk yang dipesan. 
Detail pesanan (dok: Blibli.com via playstore)
Fyi, saya melakukan pemesanan tepat hari Sabtu tanggal 17 Desember 2016. Lalu, selang dua hari kemudian saya memperoleh detail pesanan dari produk yang saya pesan yaitu pada hari Senin tanggal 19 Desember. Setelah saya melakukan konfirmasi pembayaran, keterangan detail pesanan menjadi "Sedang Diproses". Dan pada tanggal yang sama, barang yang dipesan berubah status menjadi "Siap Dikirim" dan "Dalam Pengiriman". Blibli.com memang gercep alias gerak cepat!


Tahap sedang diproses (dok: Blibli.com via playstore)
Setelah itu otomatis tiap harinya akan ada update terbaru terkait dengan detail pemesanan kita. Sebagaimana gambar di bawah ini, saking tidak sabarannya saya seringkali mengecek "Pesanan Saya" setiap hari semenjak tanggal pemesanan, hehe.


Opsi Pesanan Saya (dok: Blibli.com via playstore)
Hingga selang empat hari kemudian setelah tanggal pemesanan yaitu tepat hari Rabu tanggal 21 Desember 2016, Blibli.com menginformasikan bahwa barang telah terkirim! Barang pesanan saya tersebut diterima oleh Bi Juju, penjaga kosan.


Barang pesanan telah terkirim (dok: Blibli.com via playstore)
Detal pesanan terkirim (dok: Blibli.com via playstore)
WOOHOO!


Trims, Blibli.com! (dok: pribadi)
Berhubung saya sudah tidak sabar untuk menggunakannya, maka saya langsung membuka isi kotak perlahan dan segera memasukkan paspor saya ke dalam Passport Holder berbahan dasar tenun lurik ini. 


Pasangan yang serasi (dok: pribadi)
Passport holder tenun lurik tampak depan (dok: pribadi)
Passport holder tenun lurik tampak belakang (dok: pribadi)
Begini penampakannya luar dan dalam:


Bagian luar passport holder tenun lurik (dok: pribadi)
Bagian dalam passport holder tenun lurik (dok: pribadi)
Saya benar-benar BANGGA menggunakan passport holder berbahan dasar kain tenun lurik pelangi yang merupakan 100% produk kreatif asli Indonesia ini. Selain tampilannya yang trendi, terdapat dampak sosial yang berhasil ditimbulkan melalui pemesanan produk passport holder ini, karena dengan membeli produk tersebut kita telah mendukung pengembangan dan pemberdayaan komunitas yang berkecimpung dalam pelestarian tradisi dan budaya serta meningkatkan livelihood masyarakat lokal. Jadi, mari dukung penuh kesejahteraan masyarakat dan kebudayaan lokal Indonesia. Pokoknya dapatkan 100 % produk kreatif asli Indonesia lainnya hanya di Toko Online Blibli.com!

Besar harapan saya supaya kain tenun lurik yang membalut paspor saya ini kelak dapat menghantarkan saya berkeliling dunia dan secara tidak langsung saya pun dapat dengan bangganya memperkenalkan tenun lurik ke mata dunia bahwasanya tenun lurik merupakan produk kreatif asli Indonesia dan satu-satunya hanya ada di Indonesia. Tenun lurik menjadi kebanggaan milik bangsa Indonesia dan dapat menjadi Produk Kreatif 100% Indonesia yang Mendunia! Pst...memang sudah mendunia, lho.



Pada akhirnya, tradisi dalam hal ini kain tenun lurik perlu dikembangkan dan diupayakan menjelma menjadi wujud baru yang mengikuti perkembangan tren zaman. Tradisi pada hakikatnya bertugas melayani kebutuhan kehidupan manusia sehingga perlu disesuaikan dengan jiwa zamannya. Tradisi tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa ada perubahan karena akan menghambat perkembangan dan dikhawatirkan menjadi nilai atau produk yang kurang up to date dan ketinggalan zaman. Tentunya tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang dikandungnya.

Jadi, seni tradisi tenun lurik harus diupayakan agar bisa melayani kehidupan manusia masa kini sehingga menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tenun lurik yang merupakan tenun daerah perlu menjadi bagian kehidupan modern dan menjadi energi baru yang memberi kesegaran sebagai sebuah bangsa yang besar. Terimakasih Blibli.com, terimakasih LAWE!

Referensi: 
Cat: tulisan diikusertakan dalam lomba Blibli.com Blog Competition #BlibliGaleriIndonesia

Blibli.com Blog Competition

Rabu, 21 Desember 2016

#MahakaryaUntukAyahIbu, Tentang Janji Masa Kanak-Kanak

Awalnya saya ragu menuliskannya, berhari-hari menjelang deadline saya berpikir keras apa yang mesti saya tuliskan. I have no idea! Mata saya nanar menatap laptop sedari tadi. Revisian dari dosen pembimbing masih enggan saya sentuh. “Mending online, ah!” pikir saya ketika itu. Saya lantas memulai browsing dan membuka media sosial. Facebook dengan perhatiannya memperlihatkan status kenangan di masa lampau pada laman timeline-nya. 

dok: pribadi
Hmm, sebuah foto hitam putih yang menampakkan saya semasa kecil bersama Ibu. Beliau memeluk saya dengan hangat. Tampaknya nyaman sekali. Saya ingat kisah dibalik foto ini sebagaimana yang diceritakan oleh Ibu dahulu bahwa saya sedang belajar berjalan menggunakan sebilah kayu yang dibentuk menyerupai huruf A. Pada akhirnya kayu yang berjasa tersebut dinamakan “Letter A”.

Saya lantas mengalihkan pandangan dan menatap kalender di meja belajar. Mencoba menghitung hari demi hari tersisa menjelang akhir tahun dan menyadari bahwa sebentar lagi pergantian tahun. Saya perlu menentukan resolusi tahun 2017 guna melakukan checklist atas apa yang telah, sedang dan akan saya lakukan kedepannya.

Tetiba mata saya menangkap tanggal 22 Desember yang tepat jatuh pada hari kamis. Hari Ibu! Pekik saya dalam hati. Ya ampun, dada saya seketika berdegup kencang, mata saya terasa sembab. Rasanya seperti ada yang mau keluar tapi saya tahan. Rasa rindu saya lantas membuncah. Mama, rindu...

Saya lalu membiarkan diri terjatuh di meja belajar seraya menangis sesenggukan. Suatu ritual yang sepertinya sudah lama saya tinggalkan. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali saya melakukan hal ini. 
“Ma, nanti kalo Yesi udah besar dan bisa nyetir sendiri. Yesi antar mama ke pasar neh”
“Betul kak? Asyik. Makasi neh”, ucap Ibu riang sembari menyuapi makanan ke mulut saya
Celetukan masa kecil ketika itu pastinya cukup membuat Ibu senang. Tampak dari raut wajahnya yang sumringah. Saya yakin ada kebanggaan tersendiri bagi beliau terhadap anak-anaknya yang telah memiliki keinginan dan harapan semenjak kecil untuk masa depannya , kendati hal itu sepele.

Ibu adalah sosok yang lembut hatinya, meski dari luar tampak tegas. Tiada barang sedetik pun saya pernah terpisah dengan Ibu sedari kecil. Beliau benar-benar mengabdikan dirinya untuk keluarga. Hidupnya ialah untuk anak-anak dan keluarganya. 

Saya teringat masa-masa ketika lulus sekolah dasar. Ketika itu saya bersama teman sekelas sedang menyanyi didepan kelas mempersembahkan lagu ungkapan terimakasih sebagai penanda perpisahan dengan guru-guru kami. Dari kejauhan saya melihat Ibu yang duduk di bangku paling belakang sedang menangis tersedu-sedu. Semenjak itu ayah tidak pernah lagi mengijinkan Ibu menghadiri acara kelulusan saya. Ayah kemudian mengambil alih tugas tersebut. Sebenarnya Ayah hanya tidak ingin Ibu “terusik” hatinya

Berbicara tentang sosok Ayah, beliau merupakan cinta pertama saya. Sama halnya dengan anak gadis kebanyakan, beliau memberikan contoh protoype standar ukuran sosok pria yang pantas mendampingi saya kelak. Saya teringat semasa kanak-kanak beliau kerap membelikan saya bando. Ibarat mahkota, beliau selalu memilihkan dan meletakkan bando terbaik di kepala saya.

Hmph, saya terlalu lelah menangis hingga tertidur. Waktu ternyata telah cukup larut. Saya bergegas beranjak dari meja belajar untuk mencuci muka dan kembali melanjutkan proses menulis. Saya lantas terjaga dari tidur.

Pada akhirnya, jika saya bisa memutar balik waktu, mahakarya yang ingin saya persembahkan untuk Ayah dan Ibu ialah: memenuhi janji masa kanak-kanak. Saya merasa patut untuk melakukannya mengingat doa yang dipanjatkan keduanya sangat luar biasa dan seakan kokoh tak tertandingi. Hingga mampu menembus langit ke tujuh dan didukung penuh oleh semesta :)

Saya menyadari betul bahwa apapun yang saya perbuat tidak akan pernah terlepas dari hasil jerih payah keduanya. Saya merasa tidak pantas (dan sepertinya tidak akan pernah pantas) untuk mengklaim diri bahwa saya telah mampu mempersembahkan sebuah mahakarya dari hasil jerih payah sendiri. Saya meyakini bahwa dalam setiap usaha perbuatan saya terselip doa kedua orang tua yang dipanjatkan tiada henti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya hanya bisa berucap: Terimakasih banyak, mama dan papa.

Salam,

gadis kecil kepunyaan kalian yang tak akan pernah sudi mendewasa diri

Selasa, 20 Desember 2016

LPG “Elpiji” Pertamina: Solusi Bahan Bakar Aman, Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Tayangan Economic Challenges pada November 2016 silam tentang “Menjaga Ketahanan Energi” menjadi fokus perhatian semua pihak. Arah kebijakan untuk menjamin dan meningkatkan ketahanan dan kemandirian di bidang energi pada tahun 2015 sebagaimana disampaikan oleh Pak Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya lantas berfokus pada: Peningkatan cadangan dan pasokan energi primer dan bahan bakar; Peningkatan kapasitas dan tingkat pelayanan infrastruktur energi; Efisiensi dalam pengelolaan energi; dan Peningkatan peranan energi baru terbarukan di dalam bauran energi.

Kaitannya dengan peningkatan cadangan dan pasokan, peningkatan kapasitas dan tingkat pelayanan, efisiensi pengelolaan serta peningkatan peranan, maka capaian penting realisasi pencapaian produksi khususnya gas bumi tahun 2014 mencapai 1.475 ribu barrel oil equivalent per day dan cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 1.460 ribu barrel oil equivalent per day.

Tabel di bawah ini menunjukkan produksi energi primer dan pemanfaatannya di dalam negeri pada tahun 2004 – 2015. Terdapat perbandingan antara realisasi produksi minyak bumi dan gas bumi. Tabel dengan jelas memperlihatkan realisasi produksi gas bumi per Juni 2015 yang mencapai 1.424 ribu barrel oil equivalent per day. 

dok: KESDM, 2015
By the way, ada apa dengan gas bumi?

Produksi gas bumi (dok: Youtube Economic Challenges Metro TV)
Beberapa tahun belakangan ini fokus perhatian dan upaya peningkatan diversifikasi energi dilakukan melalui pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga dan transportasi. Di sektor rumah tangga dilakukan konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dan pembangunan jaringan gas bumi. Pada tahun 2014, volume LPG 3 kg yang didistribusikan sekitar 56 juta paket dengan volume isi ulang LPG 3 kg sebesar 4,9 juta Mton, sehingga kumulatif volume LPG yang telah disediakan hingga tahun 2014 sebesar 21,88 juta Mton.

dok: Annual Report PERTAMINA 2015
dok: Annual Report PERTAMINA 2015
Mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, maka penggunaan gas bumi akan terus ditingkatkan. Oleh karenanya topik bahasan kali ini pun lebih concern terhadap gas bumi dan produk layanan untuk konsumen oleh Pertamina berupa gas untuk memasak yaitu LPG “Elpiji” 12 Kg. 


LPG menjadi salah satu bagian dari produk dan layanan Pertamina di sektor hilir yaitu gas. Sedangkan Elpiji sendiri merupakan brand yang kehadirannya sudah belasan tahun dan telah memberikan keuntungan yang luar biasa. Sebagai salah satu brand Pertamina untuk LPG, elpiji yang pada mulanya berbentuk gas perlu diubah menjadi cair dengan diberi tekanan guna memudahkan pendistribusian. 

dok: www.pertamina.com
Berkenaan dengan hal tersebut, salah satu keunggulan Pertamina selaku perusahaan energi nasional kelas dunia, diantaranya yaitu memiliki infrastruktur dan jaringan distribusi memadai dan terintegrasi diantaranya didukung oleh 591 unit stasiun pengisian bulk elpiji serta memiliki 19 unit terminal LPG. Hal ini tentu mendukung jaringan distribusi Pertamina di Indonesia. Pemasaran yang dilakukan oleh Pertamina pun dilaksanakan melalui inovasi penjualan dengan melakukan penetrasi pasar secara intensif, memperkenalkan layanan home delivery dan online marketing. 

Sekedar info bahwa pada tahun 2014 telah dibangun jaringan gas untuk rumah tangga sebanyak 16.949 sambungan rumah di Kota Semarang, Bulungan, Sidoarjo, Kabupaten Bekasi dan Lhokseumawe. Kumulatif pembangunan jaringan gas kota melalui pendanaan APBN dari tahun 2009 – 2014 sebanyak 25 lokasi dengan peruntukan bagi 86.460 sambungan rumah (Lampiran pidato kenegaraan Presiden RI, 2015)

Kebetulan saya berdomisili di Kabupaten Bogor dan rumah kos kami tidak (atau belum) dilalui oleh jalur gas kota, maka LPG 12 kg merupakan pilihan yang tepat untuk memasak. Dibandingkan dengan bahan bakar lainnya, LPG merupakan gas yang dikemas dalam bentuk cair, memiliki nilai panas yang tinggi, dan besar kecilnya api mudah diatur. Pokoknya cukup merepresentasikan LPG aman dalam keseharian, lah.

Selain itu, keunggulan lain dari LPG ialah merupakan bahan bakar yang bersih, dalam arti tidak menumbulkan jelaga/membuat hitam peralatan memasak ataupun dinding dapur dan juga tidak menimbulkan bau pada masakan. Selain untuk memasak, LPG 12 kg juga dapat digunakan sebagai water heater. Apalagi ketika memasuki musim penghujan dan hawa di Bogor sedang dingin-dinginnya sehingga membuat malas mandi. Di Bogor sendiri terdapat 3 agen LPG 12 Kg diantaranya yaitu PT Patanti Utama Gas, PT Niaga Trikarsa Utama, dan PT Global Elpiji Sukses Bersama.

dok: www.pertamina.com
Jujur saja, saya sebagai mahasiswa yang sekaligus berstatus sebagai “anak kosan” secara tidak langsung merasa sangat tertolong dengan arah kebijakan di bidang energi yang dicetuskan oleh pemerintah. Pasalnya, dalam keseharian saya dan teman-teman penghuni kosan kerap menggantungkan nasib kami pada dapur kosan. Fyi, hunian kos kami terdiri dari 3 lantai dengan 18 kamar didalamnya. Dapur terletak di lantai 1. Di dapur terdapat kompor gas 2 sumbu dan LPG 12 kg milik Pertamina. Kami kerap melakukan pemesanan layan antar LPG 12 Kg melalui depot terdekat. Selain LPG Pertamina, saat ini telah tersedia produk layanan terbaru berupa gas untuk memasak yaitu Bright Gas. Serupa dengan LPG, maka Bright Gas ini juga hemat dan dapat dipesan melalui pesanan layan antar sehingga menjadi representasi dari Bright Gas Hemat dan Bright Gas Layan Antar


Seperti sore ini, saya tergerak hatinya untuk memasak cemilan pisang goreng. Dengan bahan ala kadarnya dan skill seadanya saya mulai menggoreng pisang. Nyala api yang dihasilkan oleh gas LPG 12 kg berwarna biru dan membuat masakan matang dengan sempurna. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan saya kenapa memilih LPG 12 Kg sebagai bahan bakar gas untuk memasak. Selain karena berkualitas, juga ramah lingkungan. Alasan lainnya ialah karena bila dibandigkan dengan bahan bakar lain, penggunaan LPG lebih menguntungkan.

Tabung gas LPG "Elpiji" 12 kg (dok: pribadi)
Nyala api biru dari tabung gas LPG 12 Kg (dok: pribadi)
LPG 12 kg menghasilkan nyala api berkualitas (dok: pribadi)
Nyala api mampu menggoreng dengan sempurna sehingga masakan tersaji dengan baik (dok: pribadi)
Voila! Pisang goreng coklat manis menjadi cemilan sore hari (dok: pribadi)
Ciyus?

Iya, karena LPG lebih bersih, lebih stabil, lebih fleksibel, dan so pasti ramah lingkungan (cat: gambar di atas buktinya). Selain itu yang terpenting ialah: Cost reduction. Penggunaan LPG yang hemat serta rendahnya biaya maintenance peralatan dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar dan perawatan peralatan. Psstt... LPG 12 kg di kosan ini saja bisa bertahan selama berbulan-bulan lamanya, lho. Padahal kami sekosan rutin masak, hehe.

Melihat pelbagai fenomena dan fakta serta realitas yang ada maka upaya konservasi energi perlu dilaksanakan melalui peningkatan kesadaran publik untuk melakukan penghematan energi. Kendati demikian permasalahan kerap terjadi sehingga membutuhkan tindak lanjut.

Adapun permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan ketahanan energi antara lain: Penurunan produksi minyak bumi; Pemanfaatan energi untuk keperluan dalam negeri masih rendah; Akses energi terbatas; Ketergantungan impor BBM/LPG; Bauran energi masih didominasi minyak bumi sedangkan energi baru terbarukan masih rendah; dan Pemanfaatan energi yang belum efisien.

Akhir kata, tindak lanjut yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah: Membina kerjasama dengan kontraktor kontrak kerjasama dalam melakukan penelitian, kajian kelayakan dan pilot project penerapan enhanced oil recovery; Meningkatkan kegiatan survei dan promosi penawaran lapangan migas untuk dikembangkan termasuk lapangan gas non konvensional; Membangun infrastruktur gas terutama untuk rumah tangga dan transportasi; Meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar dan hasil olahan termasuk cadangan operasional dan penyangga dan kapasitas pelayanan pendistribusian bahan bakar di daerah terpencil; Mempertahankan kapasitas produksi bahan bakar melalui upgrading (revamping) bahan bakar; Membangun infrastruktur pengolahan dan penyimpanan bahan bakar; Mengembangkan insentif dan mekanisme pendanaan dalam pembiayaan upaya penghematan energi; Meningkatkan kemampuan teknis manajer dan auditor energi dari perusahaan layanan energi serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi.

Semoga bermanfaat!

Referensi: 
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Blog Contest Pertamina

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Kamis, 15 Desember 2016

Domain Dotcom: Eksistensi Online Para Blogpreneur

Alkisah tahun 2007, merupakan awal mula blog gratisan saya tercipta. Saya menulis tentang apapun di blog kepunyaan saya tersebut. Semisal, tugas kuliah, tentang keseharian dan hal-hal random lainnya. Hingga lima tahun kemudian, saya lantas memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi blog dan akhirnya...menang! 

Benar saja perkataan kebanyakan orang bahwa “Always try to do the best”, sehingga tidak pernah ada salahnya untuk mencoba. Tahun 2012 merupakan awal mula kemenangan saya di dunia blogging. Kendati saat itu saya hanya menjadi pemenang favorit dan beruntung mendapatkan souvenir merchandise berupa: kaos.

Tapi, saya yakin tanpa kemenangan di bulan Agustus empat tahun silam tersebut, tidaklah mungkin saya berkesempatan memperoleh kemenangan-kemenangan berikutnya di dunia blogging competition. Saya ingat betul blog yang membawa hoki tersebut bernama "eYESIght" dengan link http://eci-gembul.blogspot.co.id. Ya, ini blog gratisan.

dok: http://eci-gembul.blogspot.co.id/
Lalu, empat tahun sudah saya meninggalkan blog gratisan tersebut. Bukan berarti saya tidak pernah menulis, melainkan saya menjadi (kalau bisa disebut) citizen journalism. Saya bergabung dengan kompasiana.com dan aktif menulis serta mengikuti beberapa event perlombaan menulis blog yang diselenggarakan oleh kompasiana. Sesekali saya menang dan tentu lebih banyak kalahnya haha.

Tahun 2016 merupakan awal keseriusan saya dalam menekuni dunia blog kembali. Lagi-lagi saya membuat blog gratisan yang kali ini bernama "Regardez-vous" dengan web link http://yesisupartoyo.blogspot.co.id. Tepat bulan Maret tahun 2016 saya memenangkan kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala Aceh. Saya menjadi Juara II dan berhasil memperoleh uang tunai, sertifikat dan...PLAKAT PENGHARGAAN! Fyi, ini merupakan plakat pertama saya di dunia blogging. 

dok: pribadi
Bulan pun terus bergulir. Blog gratisan saya tersebut kerap berhasil memenangi beberapa perlombaan menulis. Misalnya, saya beruntung memperoleh laptop di bulan April, beruntung memperoleh uang tunai di bulan Mei, dan beruntung memperoleh piagam penghargaan beserta uang tunai di bulan Oktober serta masih banyak hadiah lainnya. Alhamdulillah...

Selang hampir satu dekade lamanya saya melakoni hobi “Ngeblog” dan membiarkan diri berkecimpung di dunia blog gratisan, hingga akhirnya saya berpikir untuk “pindah rumah’. Tentu ke rumah yang lebih layak dan tidak gratisan, hehe. Berhubung saya awam dan tidak begitu mahir dengan istilah dunia teknologi informasi yang njlimet, maka saya butuh waktu untuk mencari tahu dan memahami mekanisme pengalihan blog gratisan ke berbayar. 

Untunglah saya menemukan caranya. Banyak website yang ternyata menyediakan fasilitas tersebut untuk para blogger. Saya lantas membeli domain Dotcom selama setahun dengan harga yang sangat terjangkau. Berhubung saya tidak membeli hosting maka tampilan web blog saya sangatlah sederhana. Tapi setidaknya saya memiliki kebanggaan tersendiri karena berhasil memiliki web berbayar.

Sekarang web blog bernama http://www.yesisupartoyo.com menemani keseharian saya Ngeblog di akhir pekan. Pasca memiliki web blog berbayar ini, saya semakin merasakan keunggulan dan kemudahan dikarenakan menggunakan domain Dotcom. Tapi, sebenarnya apa sih pentingnya domain Dotcom maupun Dotnet?

Jawabnya: Membangun Eksistensi Online!


Bagi saya pribadi alasan kuatnya ialah:
Pertama, nama web saya menjadi lebih singkat sehingga mudah diingat dan tentunya lebih “menjual”. Ya, banyak penyelenggara kompetisi menulis blog yang seringkali mensyaratkan para calon peserta untuk memiliki domain Dotcom atau Dotnet untuk mengikuti lomba menulis blog. 
Kedua, domain Dotcom maupun Dotnet menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian dewan juri lomba blog, lho. Dengan demikian domain Dotcom maupun Dotnet yang jelas-jelas berbayar tersebut memberikan peluang kemenangan yang lebih menjanjikan, selain tentunya faktor lucky. 
Ketiga, berangkat dari pertimbangan tersebut di atas maka saya lantas berpikir bahwa domain Dotcom dapat dimanfaatkan sebagai istilahnya “top level” domain dalam menulis. Hal ini berkaitan erat dengan faktor “menjual” – nya tadi. 
Keempat, domain Dotcom maupun Dotnet secara tidak langsung menjadi alat investasi saya. Mungkin bukan dalam lingkup berbisnis yang secara riil mengandung arti jual beli semisal online shop. Melainkan “berbisnis” yang oleh kebanyakan orang biasa disebut sebagai Blogpreneur. Saya memanfaatkan blog sebagai sarana untuk berkompetisi dan memenangkan perlombaan, selain tentunya diseminasi informasi. Investasi yang saya lakukan kali ini merupakan investasi modern yaitu investasi digital. 
Kelima, suasana blogging tentunya menjadi lebih mengasyikkan. Bagaimana tidak, berkat domain Dotcom semakin banyak keberuntungan yang datang menghampiri. Di satu disi, blogging seakan telah menjadi lifestyle alias gaya hidup saya dan domain Dotcom ini menjadi salah satu channel dalam berbagai aspek. Baik untuk berjejaring, mengasah skill, melatih diri berkompetisi maupun meningkatkan kapasitas diri.
Kelima hal di atas menjadi kebermanfaatan yang diperoleh karena saya berupaya memberdayakan blog saya dengan domain Dotcom. Saya tidak mau terus-terusan dengan blog gratisan (kendati saya memperoleh banyak hal dengan yang gratisan tersebut). Tapi saya kemudian berpikir bahwa dengan yang gratisan saja saya bisa dapat segini, maka tidak menutup kemungkinan bahwa dengan yang tidak gratisan alias berbayar saya kemungkinan besar bisa dapat segitu. Iya, kan?

Ragam alasan dan pengalaman serta peluang dalam menggunakan top level domain Dotcom untuk memberdayakan blog tersebutlah yang lantas kemudian membulatkan tekad saya untuk berani mencoba sesuatu hal yang baru dan tentunya berbayar. Tapi, saya pun harus jeli dalam memilih website yang menyediakan layanan top level domain.

Adapun DotComForMe merupakan salah satu penyedia layanan domain yang dapat menjadi alternatif pilihan bagi para blogger diluar sana yang ingin beralih dan meningkatkan “prestise” blognya. Produk yang disediakan pun selain untuk blogging, juga untuk Startup/UKM dan E-Commerce. Sehingga sudah barang tentu DotComForMe akan berpengaruh terhadap pelayanan dan tampilan yang meyakinkan sehingga mampu menjadi solusi tepat dan cerdas untuk peningkatan bisnis yang sedang dijalankan.


Percaya deh, banyak keuntungan yang dapat diperoleh melalui domain berbayar Dotcom dan Dotnet ini. Kita memang harus berkorban terlebih dahulu untuk sesuatu yang lebih baik yang akan kita peroleh nantinya, bukan? Kalau katanya DotComForMe sih, “Punya domain dan website itu WAJIB di jaman teknologi seperti ini”. So, tunggu apalagi. Buruan!

Cat: tulisan dikutsertakan dalam dotcomforme Blog Competition #DotComForBlogging


Minggu, 11 Desember 2016

Cerita Baik bersama JNE Express: Saya Diprioritaskan!

“Ci, ini nomor resinya ya. Nanti tinggal tracking aja kalo mo ngecek”
“Ok, kak. Thanks”
Ceritanya kemarin saya baru saja membeli lipstik baru di online shop milik kenalan guna melengkapi koleksi lipstik yang sudah ada. Kebetulan online shop kenamaan milik Kak Romza ini menggunakan jasa pengiriman Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Express. 

Tampilan depan aplikasi My JNE Express (dok: app playsore My JNE)
Belum sempat saya melakukan pengecekan via layanan lacak kiriman alias tracking tetiba muncul pemberitahuan di layar ponsel yang menginformasikan bahwa: barang saya sedang diantar oleh kurir JNE Express ke alamat tujuan. Wah! Karena penasaran maka saya pun lantas melakukan pengecekan melalui laman web JNE Express via layanan tracking. Ketika dicek pada sore hari ternyata benar barangnya masih on process dan keesokan harinya kiriman prioritas tersebut sudah Delivered. Prosesnya cepat dan cermat!


dok: pribadi
dok: http://jne.co.id/id/
Barang pesanan telah tiba tepat waktu. Trims, JNE Express! (dok: pribadi)
Layanan tracking ini sangat memudahkan pelanggan untuk mengetahui progress pengiriman barang. Selain itu juga memberikan informasi secara detail sekiranya sudah sampai tahap mana proses pengiriman dan bila barangnya telah tiba diinformasikan pula diterima oleh siapa. Bentuk keterbukaan dan transparansi semacam ini sangat membantu sehingga kita tidak perlu merasa galau menunggu datangnya barang tanpa kejelasan. Hal ini lantas mampu menjawab "Mengapa JNE Express dibutuhkan?"



Berdasar pengalaman berbelanja online selama ini, rerata memang menggunakan jasa kurir JNE Express. Saya rasa karena selain mudah dan murah juga terpercaya. Semasa masih berjualan online dulu saya juga kerap menggunakan jasa pengiriman JNE Express untuk dropship. JNE Express secara tidak langsung berperan serta dalam menjaga nama baik online shop saya di mata para pelanggan atas ketepatan waktu yang diberikan. Terimakasih!



Pun, dalam pengiriman hadiah baik berupa voucher maupun plakat atau sertifikat hasil menang lomba dan/atau kompetisi blog. JNE Express selalu menjadi alternatif pilihan dalam jasa pengiriman oleh para panitia penyelenggara maupun pihak sponsor. Bayangkan saja selama 26 tahun melayani, JNE Express kian membuktikan diri sebagai jasa pengiriman terbesar di tanah air. Usia 26 ialah usia yang terbilang telah cukup matang untuk lebih berani mengeksplorasi diri dan berkembang.



Apalagi saat ini JNE Express dengan mudahnya sudah bisa diakses via aplikasi My JNE yang telah diunduh sekitar 500 ribuan (cat: saya mengunduh via android playstore) yang telah dilengkapi dengan fitur-fitur terkini. Sehingga pengiriman maupun pengecekan status barang dapat dengan mudahnya dilakukan. Hal ini semakin memanjakan pelanggan dan memberi kepraktisan terhadap penggunaan jasa ekspedisi via layanan digital. 

dok: app playstore My JNE
dok: app Playstore My JNE
Tampilan Home aplikasi My JNE (dok: app Playstore My JNE)
Aplikasi My JNE dapat memberikan informasi lokasi JNE Express terdekat dari posisi kita berada sehingga saat memudahkan serta menghemat waktu, efisien dan efektif. Semisal, ketika aplikasi My JNE menginformasikan bahwa ada 2 lokasi JNE Express terdekat dimana saya berada yang bisa dituju bila saya hendak melakukan pengiriman barang.

Lokasi LIDO adalah lokasi JNE Express terdekat yang bisa dituju (dok: playstore My JNE) 
Lokasi IPB menjadi alternatif lokasi JNE Express (dok: playstore My JNE)
Oya, ngomong-ngomong soal cerita baik sekiranya ada sepenggal kisah yang sebenarnya cukup dramatis...dan NEKAT! Bagaimana tidak, saya dikirimi sesuatu "barang berharga" via jasa ekspedisi. Kendati demikian, saya sepatutnya berterima kasih kepada sosok pengirimnya yang telah bekerja keras guna membelikan saya "barang berharga" tersebut. Thank you, ARL! 

11 Oktober 2016, siang hari ba’da dzuhur "barang berharga" tersebut tepat tiba di tangan saya. Awalnya saya tidak berani menduga bahwa isi kotak berukuran kecil ini ialah ****** karena jujur saja saya enggan GR! Saya pun membuka perlahan isi kotak sambil bertanya-tanya dalam hati. Rasa penasaran saya makin menjadi-jadi. Dag...dig...dug...

Ketika bungkusan kotak dibuka, didapati kotak berwarna merah maroon yang dililit dengan selotip bening. Saya membuka perlahan lilitan selotip tersebut lalu mengintip isi kotak secara khidmat. Tak dinyana ternyata didalam kotak dipenuhi oleh kertas-kertas. Saya semakin penasaran apa gerangan isinya hingga saya dikagetkan oleh sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah yang diatasnya bertuliskan “Especially for you”. Saya membukanya hati-hati dengan perasaan yang tidak karuan. Lantas, saya sontak terkejut ketika menemukan sebuah lingkaran kecil berwarna keemasan lengkap dengan butiran yang menyilaukan diatasnya.

dok: pribadi
Cincin!

Saya terharu dan dalam hati sempat bergumam “Bisa romantis juga ternyata”. Sontak airmata jatuh membasahi pipi (please, ini bukan lirik lagu) sembari diliputi oleh degupan di dada yang semakin kencang. Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau si pemberi cincin tepat berada di depan saya ketika itu. Karena tanpa dia saja ada disini, saya sudah salah tingkah tidak karuan. Oke, ini mungkin bukan tipikal cerita baik, melainkan lebih tepatnya cerita lebay haha. Saya merasa senang ketika diprioritaskan :)


Trims JNE Express telah mengantarkan barang berharga ini (dok: pribadi)
Tapi, dalam kesempatan yang baik ini saya ingin berterima kasih dan mengucap syukur karena tanpa jasa pengiriman JNE Express, apalah jadinya para pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh alias Long Distance Relationship (LDR) seperti kami ini? JNE Express membuat yang jauh terasa dekat dan mampu memberikan pemahaman bahwa jarak semestinya tidak menjadi halangan.

JNE Express berjasa dan memberikan dampak besar selang seperempat abad lebih dalam melayani dan berkontribusi membangun negeri khusunya dalam jasa ekspedisi. Fyi, bahwa pada tanggal 26 – 27 November 2016 silam, JNE Express telah menyelenggarakan Hari Bebas Ongkos dalam rangka ulang tahun JNE ke-26. Hal ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi memanjakan para pelanggan setia yang selama ini telah mempercayakan pengiriman barang-barangnya melalui jasa ekspedisi JNE Express. Selamat JNE Express, teruslah menginspirasi Negeri! 

dok: Facebook JNE
Cat: tulisan diikutsertakan dalam blog competition “Cerita Baik bersama JNE Express”.