Jumat, 22 April 2016

Ke Bali, Aku Harus Kembali: Menelusuri Tata Ruang dan Kelembagaan Ekonomi

Pertengahan Juli 2013, My dreams come true!
Keinginan berkunjung ke Bali tercapai sudah. Bali menjadi salah satu Provinsi yang pernah saya singgahi, selain Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, dan Sulawesi Utara, semenjak saya memutuskan untuk merantau 4 tahun silam.

Pesona Indonesia: Bali
Sumber: Youtube Indonesia.Travel

Kendati bukan dalam rangka liburan, melainkan fieldtrip, namun saya tetap bisa merasakan nuansa santai, bahagia dan bersenang-senang didalamnya. Saya bersama rombongan Mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor kala itu dalam rangka kunjungan lapang perkuliahan Perencanaan Tata Ruang dan Ekonomi Kelembagaan. Saya berangkat bersama rombongan kloter kedua. Kami berangkat menjelang sore hari bertolak dari Jakarta dikarenakan paginya harus mengikuti perkuliahan umum terlebih dahulu di Kampus.

Rumah Makan Kampoeng Seafood Bumbu Bali Jimbaran Bay
Merupakan tempat pertama yang kami singgahi setibanya di Bali. Pesawat yang kami tumpangi mendarat tepat malam hari sehingga kami pun langsung bergegas untuk makan malam ketika turun dari pesawat. Setibanya di resto, langkah kami disambut pasir putih berbisik, lembut sekali.  Ah, Bali Alhamdulillah…

dok: pribadi

Bappeda dan Litbang, Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Latihan, Inspektorat Bali
Keesokan harinya kami memenuhi agenda bertemu dengan stakeholder terkait yaitu pemda setempat untuk melakukan Focus Group Discussion. Area kompleks perkantorannya sangat menawan. Bangunannya sangat artistik dan kental dengan unsur budaya khas daerah Bali. Belum lagi di tiap pelataran kantor dengan mudahnya dijumpai sesajen sebagai ritual.

dok: pribadi

dok: pribadi

Kantor Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sempidi
Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Kantor LPD Desa Adat Sempidi. Berdasarkan informasi bahwa kantor LPD ini diresmikan pada 29 Oktober 2008 oleh Bupati Badung, Anak Agung Gde Agung, SH. Berarti kunjungan kami tepat menjelang 5 tahun semenjak Kantor LPD tersebut diresmikan. Pemerintah Provinsi Bali mendirikan lembaga keuangan perdesaan yang disebut LPD sebagai proyek percontohan. Jadi, Bali merupakan salah satu pelopor LPD. Tujuan pendirian sebuah LPD pada setiap desa adat diantaranya ialah untuk mewujudkan misi pembangunan LPD dalam menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat perdesaan di Bali. Pada dasarnya, LPD berbeda dari Lembaga Keuangan Mikro lain yang dikendalikan oleh pemerintah provinsi karena kepemilikan dan pengorganisasiannya dipengaruhi oleh adat istiadat masyarakat Bali. Oleh karenanya intisari keilmuan yang kami peroleh bahwasanya lingkungan institusional LPD berpengaruh signifikan terhadap tata kelola kelembagaan LPD yang pada gilirannya akan mempengaruhi keberhasilan LPD dalam mencapai tujuan yaitu memberikan layanan finansial untuk masyarakat desa sebagai suatu lembaga perantara keuangan. Adapun bukti pengaruh langsung adat sosial masyarakat Bali, termasuk nilai sosial, norma dan sanksi (institusi formal) pada LPD diindikasikan dalam tata kelola kelembagaan mereka.

dok: pribadi

Balai Subak Sempidi
Siang semakin terik, kami memutuskan untuk melepas penat sembari makan siang. Destinasi kami tertuju di Balai Subak Sempidi. Balai ini diprakarsai oleh Pelaksana Krama Subak Sempidi. Balai diresmikan 21 September 1979 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Badung. Suasana yang khas lengkap dengan pendopo terbuka menambah hangat rasa kebersamaan.

dok: pribadi

Pasar Pakraman
Perjalanan pun dilanjutkan, kami menuju Pasar Pakraman. Berhubung hari telah sore, maka suasana pasar lengang. Tapi, satu yang menakjubkan bahwa pasar ini sangat bersih! Tidak tersisa sampah di pojok pasar sekalipun. Tujuan kami ke pasar Pakraman juga sebenarnya dalam rangka melihat pengolahan limbah pasar. Masyarakat telah dengan sadarnya melakukan pengolahan limbah yang dihasilkan oleh pasar secara mandiri sehingga limbah dapat menjadi berkah. Tidak hanya kebersihan di dalam pasar, pun selokan dan saluran air sepanjang jalan dalam kota sangat terjaga kebersihannya.

dok: pribadi

Subak
Keterkaitannya dengan ekonomi kelembagaan, maka kami juga berkunjung ke area persawahan dimana Subak diaplikasikan. Subak sendiri merupakan sistem pengairan/irigasi yang menjadi kearifan lokal masyarakat Bali.

Sumber: http://beritabali.com/assets/posting/SAWAH-OKAY-22.jpg

Toko Oleh-Oleh Krisna
Pada akhirnya, belum afdol rasanya bila sebelum meninggalkan Bali, tidak belanja belanji. Oleh karenanya, kami mengunjungi Toko Oleh-Oleh Khas Bali yaitu Krisna. Pelayanan yang prima dan ketersediaan produk yang lengkap menjadi nilai plus. Kami merasa cukup puas.

dok: pribadi

Harus diakui bahwa Bali memiliki karakteristik yang unik. Penduduknya sangat dipengaruhi oleh agama dan adat Hindu, yang tercermin dari peran yang saling berkaitan antara agama, desa adat dan dusun (banjar) dalam kehidupan ekonomi dan sosial mereka. Bali benar-benar sangat menjaga filosofi Tri Hita Karana yaitu hubungan dengan Tuhan, Alam dan Manusia. Ritual di tiap sudut kota diantaranya di pohon-pohon besar, halaman rumah, pelataran kantor, dan lainnya menjadi saksi bahwa Bali merupakan representasi segala kebaikan, penghormatan dan penghambaan kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.

dok: pribadi

dok: pribadi

dok: pribadi

dok: pribadi

dok: pribadi

Mungkin kedepannya, bila diberikan kesempatan. Saya berharap bisa mengunjungi Kabupaten Karang Asem, terletak di ujung timur Provinsi Bali yang menyimpan keunikannya tersendiri. Wilayah berbukit dengan panorama alamnya yang eksotis. Jadi, tidaklah berlebihan sepertinya bila diprediksi bahwa di masa yang akan datang wilayah ini akan bisa menjadi salah satu daerah wisata andalan. Kabupaten Karang Asem juga memiliki kain tenun yang cukup khas yaitu kain gringsing. Obyek wisatanya pun tak kalah menarik, diantaranya Bukit Jambul, Besakih dan Telaga Waja, dan agrowisata Salak Sibetan serta masih banyak lainnya. Atau mungkin juga mampir ke destinasi ekowisata dengan mengunjungi Taman Nasional Bali Barat untuk mengamati burung Jalak Bali yang merupakan satwa primadona taman nasional. Lalu mengamati satwa di Krepyak dan Sumberejo, serta melakukan wisata budaya di Monumen Lintas Laut dan Makam Jayaprana.

Taman Nasional Bali Barat
Sumber: Youtube Indonesia.Travel

Bali dengan segala keeksotisannya, nantinya juga tetap perlu memperhatikan pengembangan kemandirian daerah tertinggal, peningkatan pemanfaatan potensi wilayah, pemanfaatan integrasi ekonomi antara daerah tertinggal dan daerah maju, serta memperhatikan peningkatan penanganan kawasan daerah tertinggal yang memiliki permasalahan khusus. Jadi, dengan berkurangnya ketertinggalan, menurunnya indeks kemiskinan, berkurangnya daerah yang terisolasi, dan meningkatnya laju pendapatan penduduk dan tercapainya rehabilitasi, maka diharapkan akan tercipta pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, meningkatnya kapasitas kelembagaan, serta pengurangan keterisolasian daerah di Bali.

Cat: Penulis merupakan mahasiswa Pascasarjana IPB Bogor. Penulis menyukai travelling dan menulis. Bercita-cita cepat atau lambat memiliki catatan travelogue sendiri. Mohon doanya.

Nb: Tulisan diikutsertakan dalam airport.id Blog Competition

KUDO, Aplikasi Inovatif Para Agen Kreatif

Awal mula berangkat dari update-an postingan status salah satu kawan di media sosialnya. Kawan tersebut merupakan blogger handal yang aktif dalam dunia blogging. Melalui kalimat yang persuasif disertai pencantuman hesteg #YukJadiPengusaha. Alhasil, insting kepo saya langsung beraksi. Setelah ditelusur, ternyata ada satu aplikasi yang disarankan untuk diunduh. Aplikasi tersebut bernama KUDO.

KUDO itu apa sih?

Sumber: Youtube

Oalah, ternyata singkatan dari Kios Untuk Dagang Online (KUDO), merupakan aplikasi berbasis Mobile. Dijelaskan bahwa KUDO ini mampu memberikan kemudahan untuk mewujudkan mimpi menjadi PENGUSAHA SAKSESS!

Ciyus? 

Iya! Laman kudo.co.id melansir bahwa KUDO yang berdiri Juli 2014 merupakan perusahaan startup yang berbasis memajukan teknologi berdampak besar untuk jutaan masyarakat Indonesia. Mengembangkan solusi praktis untuk marketplace dan ekosistem pembayaran. Bekerjasama dengan perusahaan e-commerce yang memungkinkan perbelanjaan e-commerce kepada jutaan masyarakat yang tidak memiliki akses atau tidak mau bertransaksi online. Penawaran beragam produk apapun bisa ditemukan online. Transaksi pun dapat dilakukan secara konvensional dengan metode pembayaran tunai. Tim KUDO merupakan profesional berpengalaman khususnya di bidang teknologi global dan konsultan manajemen. Wow! 

Sumber: kudo.co.id

Apa yang BARU?

Pertanyaan seperti ini sedang marak, pun dalam penulisan ilmiah. Semacam suatu kebaruan (novelty). KUDO menetapkan bahwa semua Agen KUDO kini dapat melakukan update; Menu utama kini lebih intuitif dan memakai icon baru yang fresh; Komisi dapat langsung dilihat di tiap item demi kemudahan Agen KUDO mengetahui potensi keuntungan; Fitur “Pelangganku” di Menu “Akun” memudahkan Agen KUDO menghubungi dan mengecek pesanan para pelanggan setia; dan Proses pendaftaran yang semakin mudah dalam satu langkah. 

Selain itu, beragam jaminan diberikan kepada Agen KUDO, diantaranya:
  • Jutaan Produk di Tangan. TANPA harus memiliki toko dan persediaan, sudah dapat menjual jutaan produk dengan mudah. TANPA biaya produksi dan TANPA perlu stok barang serta masih banyak TANPA-TANPA lainnya. Intinya, Semua Bisa Jadi Pengusaha! Tentunya berjualan semakin nyaman karena kategori produknya sangat lengkap mulai dari beragam kebutuhan rumah tangga, fashion, elektronik, pulsa hingga pembayaran tagihan. Lebih dari 2 juta produksi dalam negeri hingga kosmetik ternama.
Sumber: kudo.co.id
  • Skema Komisi yang Menarik. Agen KUDO dapat langsung menikmati komisi dari setiap penjualan dan bonus lainnya. Percaya tidak kalau komisi yang dihasilkan bisa berupa penghasilan tambahan hingga JUTAAN RUPIAH setiap bulannya!
Sumber: kudo.co.id (app)
  • Tentukan Modal Sesuka Hati. Bisa mulai berjualan hanya dengan modal minimal Rp 10 ribu!
  • Kelola Usaha dengan Mudah. Kemudahan untuk melacak dan mengelola semua transaksi melalui aplikasi KUDO. Transaksi jual beli juga dijamin aman karena ada fitur REKAM TRANSAKSI yang memudahkan kita untuk melacak transaksi penjualan. 
Sumber: kudo.co.id (app)

Sumber: kudo.co.id (app)

Begitu pun jaminan kemudahan bagi para pelanggan yang ingin berbelanja di KUDO, diantaranya:
  • Belanja dijamin aman. Melalui Agen KUDO yang terpercaya (seperti saya, misal! xoxo) setiap transaksi dijamin aman dari penipuan.
  • Pembayaran mudah. Dengan sistem O2O alias Online to Offline maka pembeli dapat membayar produk yang akan dibeli melalui Agen KUDO secara tunai
  • Customer Service (CS) yang responsif. CS KUDO siap membantu untuk menangani keluhan dengan menghubungi nomor +622127513980. KUDO siap membantu senin – jumat pukul 09.00 – 22.00 WIB dan Sabtu, Minggu dan hari libur pukul 11.00 – 21.00 WIB
Sumber: kudo.co.id (app)
  • Kemudahan akses mobile. Pelanggan dapat menikmati kemudahan berbelanja dengan tampilan website KUDO yang sangat mobile friendly
Tertarik?

Yuk, gabung!

Adapun panduan menjadi Agen KUDO lengkap dijelaskan secara rinci dalam Panduan Transaksi. Caranya mudah, berikut langkah-langkahnya:

Sumber: kudo.co.id

Sumber: kudo.co.id 

Setelah rasa kepo saya sedikit terpuaskan akan kebermanfaatan dari aplikasi KUDO ini maka saya lalu langsung mempraktekkan langkah-langkah panduan transaksi pendaftaran Agen KUDO via aplikasi dengan mencoba pencarian di Google Playstore dan ternyata sudah ada sekitar 10 ribu orang yang mengunduh aplikasi KUDO – Yuk Jadi Pengusaha tersebut. Tanpa menunggu waktu lama saya mengunduhnya dan seketika langsung melakukan aktivasi.

Sumber: kudo.co.id (app)

Saya lalu mendapatkan SMS konfirmasi aktivasi. 

dok: pribadi

dok: pribadi

Saya juga mendapatkan kode referral Agen KUDO yaitu A1nkhca, yang mana bila saya sebarkan melalui media sosial atau aplikasi lainnya dan bila berhasil mengajak teman saya untuk registrasi dan melakukan transaksi, dalam arti berhasil mengajak mereka untuk menjadi Agen KUDO juga maka saya otomatis akan mendapatkan bonus saldo referral Agen KUDO sebesar Rp 30 ribu. Penawaran yang menarik! Semakin banyak mengundang maka semakin banyak bonus yang akan didapatkan. Yuhuu!

Sumber: kudo.co.id (app)

Saya semakin penasaran untuk membuktikan kemudahan berjualan dengan posisi saya sebagai Agen KUDO. Hingga tibalah waktunya…

Pada suatu siang di stasiun. Seperti biasa, saya menunggu kereta yang akan membawa saya pulang kembali ke Bogor. Duduk di samping saya seorang mbak-mbak berpakaian necis yang terlebih dahulu membuka obrolan.
“Mba, turun dimana?” Tanyanya
“Turun di Bogor, mba. Kenapa?” Sahut saya
“Mba mahasiswa?” Tanyanya lagi
“Iya” Jawab saya sekenanya. 
FYI, sebenarnya tidak hanya sekali dua kali penampilan saya dengan mudahnya ditebak sebagai seorang mahasiswa. Pernah suatu pagi hendak bertolak ke Jakarta dari Bogor, seorang Bapak-bapak juga berhasil menebak dengan jitu bahwa saya mahasiswa IPB. Setelah saya tanya kok bapaknya bisa tahu. Beliau bilang bahwa trademark mahasiswa IPB kemana-mana tas punggungnya gede, bawaannya banyak. Lah!

Lanjut…
“Mba, biasanya kan mahasiswa jualan pulsa. Mba ada pulsa Telkomsel, gak?”
Saya pengen ketawa pas dengar pernyataannya barusan. Arah tujuan obrolan pembicaraan yang pada awalnya terkesan basa-basi ternyata berujung pada niatan beli pulsa. Wah, Alhamdulillah. Pucuk dicinta ulam pun tiba, pikir saya. Untunglah saya sudah menginstal aplikasi KUDO, jadi saya bisa langsung mempraktekkan jurus berjualan ala AGEN KUDO. *Aha!*

Pada menu Kios saya memilih fitur Pulsa, lalu memilih provider yang hendak dituju.

Sumber: kudo.co.id (app)

Iyesss!

Transfer pulsa berhasil dan mbaknya senang tiada terkira. Begitu pun saya. Memang yang namanya rezeki gak akan kemana. Kayak jodoh #eh

Selain fitur Pulsa, juga tersedia Produk dan Tagihan. 

Sumber: kudo.co.id (App)

Sumber: kudo.co.id (app)

Tersedia pula menu Berita yang menyajikan info promo melalui diskon dan potongan harga, serta info menarik lainnya. 

Sumber: kudo.co.id (app)

Untuk penambahan saldo juga sangat mudah. Tersedia dua pilihan konfirmasi apakah ingin memilih konfirmasi instan atau manual. Tapi, konfirmasi instan lebih disarankan karena hanya dalam waktu 15 menit, saldo sudah akan bertambah. Sedangkan konfirmasi manual memakan waktu hingga 1x24 jam di hari kerja (Senin – Jumat). Saya melakukan pembelian deposit saldo melalui konfirmasi instan via SMS Banking dan saldo kurang dari 15 menit sudah bertambah.

Sumber: kudo.co.id (app)

Berikut tampilan transaksinya.

dok: pribadi

Guna meyakinkan pembaca bahwa saya benar merupakan Agen KUDO maka berikut ialah informasi profil saya lengkap dengan ID. Agen, Saldo, Total transaksi dan Total komisi hari ini. 

Sumber: kudo.co.id (app)

Info Rekam Dana juga terlihat diantaranya info pembayaran dan penambahan saldo. 

Sumber: kudo.co.id (app)

Aplikasi KUDO dilengkapi dengan fitur Transaksi dan Agen. Fitur Transaksi menyajikan menu Transaksi Siap Bayar; Rekam Transaksi; Rekam Dana; Tambah Saldo; dan Pelangganku. Sedangkan fitur Agen KUDO menyajikan Referral Agen KUDO; dan Dompet KUDO. Kategori produk yang tersedia juga sangat lengkap semisal Elektronik; Fesyen; Perhiasan dan Emas; Rumah Tangga; Sehat dan Cantik; Supermarket; Otomotif dan Aksesoris; Perlengkapan Kantor; Kebutuhan Ibu dan Anak; Hobi; dan Kupon dan Voucher. 

Sumber: kudo.co.id (app)

Pst, kita sebagai Agen KUDO juga dapat memilih untuk menonaktifkan Mode Agen dengan mengubahnya menjadi Mode Pelanggan, lho. Hal ini membuat orang lain tidak akan bisa melihat besaran komisi yang diberikan kepada Agen KUDO. Fitur ini sangat memudahkan pada kondisi saat ada teman yang mungkin ingin belanja sembari melihat katalog produk menggunakan handphone kita. Durasi waktu yang diberikan cukup 30 menit. 

So, aplikasi KUDO yang diusung oleh KUDO Digital Solutions bertujuan memberikan kemudahan untuk mewujudkan mimpi menjadi pengusaha sukses Indonesia. Pokoknya KUDO membuat pengalaman belanja menjadi jauh lebih mudah. Produknya berkualitas dengan harga yang terbaik. Hal ini dikarenakan pihak KUDO sangat selektif untuk memilih merchant yang akan menjadi partnernya berdasarkan kualitas dengan penawaran harga yang terbaik untuk memastikan kepuasan pelanggan. Selain itu ada lebih dari 2 juta barang yang tersedia. Penawaran beragam produk dimulai dari tiket, elektronik, busana, kosmetik, barang rumah tangga, makanan dan semua kebutuhan semisal pulsa, pembayaran, asuransi dan bahkan cicilan pembayaran. KUDO juga memberikan rasa aman dengan pembayaran secara tunai. Jadi, pelanggan tidak perlu merasa khawatir mengenai sistem transfer uang kepada seseorang yang tidak dikenal. Cukup membayar dengan tunai kepada Agen KUDO maka seluruh produk yang diinginkan akan dikirimkan langsung dalam hitungan hari saja. 

Pastinya KUDO hadir untuk menjawab tantangan dunia digital Indonesia mulai dari perkembangan teknologi, sistem pembayaran hingga kebutuhan belanja online yang memungkinkan SIAPAPUN untuk menjadi pengusaha hanya dengan menggunakan smartphone. Jadi, sekarang bukan jamannya lagi smartphone hanya digunakan untuk menggalau, toh tidak menghasilkan!

Seiring sejalan dengan pemikiran Prof. Philip Kotler, seorang pakar pemasaran dunia, bahwa metamarket dapat memfasilitasi semua kegiatan yang tercakup dalam upaya memperoleh sebuah item untuk digunakan atau dikonsumsi. Perusahaan bisa meraup keuntungan dari munculnya metamarket. Agen KUDO sendiri bisa jadi merupakan salah satu perwujudan agen kreatif yang sangat menunjang keberhasilan pemasaran. Agen KUDO dapat disebut gugus wiraniaga yang merupakan salah satu alat bantu pemasaran. Gugus wiraniaga yang berbasis online dan tetap mengandalkan keterampilan komunikasi dan persuasinya. Aplikasi KUDO pun memberikan manfaat yang sama besar bagi si Agen maupun pelanggan. Pelanggan akan memperoleh harga yang semakin transparan dan dapat memesan versi tertentu dari sebuah produk. Sedangkan bagi Agen akan dapat mengikuti perkembangan teknologi sehingga memperoleh manfaat yang besar.

Kini tidak ada lagi alasan untuk menunda kesuksesan. Ayo, bergabung menjadi Agen KUDO, dijamin “Semua Bisa Jadi Pengusaha”!


Cat: Penulis ialah anggota Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana IPB Bogor. Penulis pernah menjadi narasumber ahli di BPAD Provinsi DKI Jakarta sebagai peneliti ekonomi pada proyek Jakarta e-Learning Center. Saat ini bersama tim sedang mengkonsep ide platform Crowdlending (Crowdfunding berbasis pinjaman). Mohon doanya!

Nb: Tulisan diikutsertakan dalam KUDO Blog Competition

Minggu, 17 April 2016

TOTE BAG, Atribut Kekinian Penunjang Penampilan nan Ramah Lingkungan

Pertama-tama perlu dipahami bahwa ada perbedaan mendasar antara Marketing dan Merchandising. Prof. Philip Kotler sang pakar pemasaran dunia menjelaskan bahwa pada dasarnya Merchandising merupakan istilah yang paling banyak digunakan dalam peritelan untuk menggambarkan pilihan peritel atas barang yang harus dipajang di toko dan cara terbaik untuk memajangnya. Sedangkan Marketing merupakan istilah yang jauuuuuh lebih luas, dimana Merchandising merupakan salah satu kegiatannya. So, Merchandising dan Marketing merupakan hal yang tak terpisahkan.

Marketing is everything, mungkin memang ada benarnya. Tapi, beberapa perusahaan telah dengan cerdiknya menciptakan lingkungan yang bertindak sebagai workshop dimana customer dapat menciptakan produk dan jasa yang mereka inginkan. Inilah yang disebut dengan prosumer (producing customer), alih-alih sebagai consumer yang pasif. Dan kabar gembiranya, CustomBagus telah melakoninya! Kekuatan dan kepuasan customer menjadi kata kunci. Tren kustomisasi membuahkan hasil dan hal ini menjadi gagasan baru dalam pemasaran.

Sumber: http://www.custombagus.com/ 

Menarik membahas lebih dalam tentang bagian-bagian dalam gagasan baru pemasaran tersebut diantaranya tentang keterampilan terbaru yang dibutuhkan dalam pemasaran. Ketergantungan tidak lagi hanya berkutat seputar keterampilan dan alat bantu semisal gugus wiraniaga, periklanan, promosi penjualan maupun riset pemasaran. Kendati ini merupakan alat bantu wajib yang perlu dikuasai. Tapi, ada keterampilan yang betul-betul baru yang perlu dikuasai, diantaranya ialah experiental marketing yaitu pemasaran berbasis pengalaman. Apa itu? 

Nah, hal ini membutuhkan pemikiran lebih lanjut tentang bagaimana cara merancang sehingga dapat memberi pengalaman positif pada customer, daripada sekedar menjual produk atau jasa. Kita dituntut harus berpikir dengan kacamata pengalaman customer ketika mereka mendapatkan suatu produk atau jasa serta melihat bagaimana semua hal tersebut dapat menghasilkan simulasi dari pengalaman tersebut. 

Kali ini akan khusus membahas mengenai produk fesyen aksesoris, dalam hal ini Tote Bag. Dirasa bahwa produk ini selain ramah lingkungan, juga cukup kekinian. CustomBagus melansir bahwa ada beragam jenis Tote Bag terutama dilihat dari bahannya. Tote Bag banyak disenangi beragam usia, baik kawula muda maupun kawula “berjiwa muda”. Selain karena kepraktisan, juga karena beragam warna, bentuk model dan ukurannya. Saya salah satu peminatnya :)

Koleksi Tote bag beragam warna
Dok: pribadi

Kedepan, diharapkan akan ada penjelasan lebih detail/rinci terkait dengan spesifikasi Tote Bag guna memudahkan konsumen untuk memilih dan memilah ragam jenis Tote Bag yang akan digunakan sesuai keperluan. Misalnya sebagai berikut:

Tote Bag harus memiliki nama khusus yang disesuaikan dengan peruntukannya. Nama tersebut harus mudah diingat dan mudah dimengerti. Semisal, The Pink Tote for Breast Cancer. Dalam hal ini Tote Bag juga bisa menjadi media untuk ajang kampanye.

Sumber: http://ecx.images-amazon.com/images/I/81utkyjwKmL._SY355_.jpg

Tote Bag tersebut juga wajib memiliki deskripsi. Bahwasanya selama ini Tote Bag sudah dikenal sebagai Reusable Tote Bag. Harus ada semacam penegasan kembali bahwa Tote Bag bisa saja menjadi lebih dari sekedar di-reuse.

Sumber: http://www.custombagus.com/

Tote Bag juga dilengkapi dengan penjelasan bahannya. Seperti misalnya jaminan bahwa Tote Bag terbuat dari 100 persen katun organik yang tersertifikasi serta tulisan atau gambarnya diprint atau dicetak dengan menggunakan tinta yang ramah lingkungan (low impact).

Sumber: http://www.custombagus.com/

Ukuran Tote Bag pun harus jelas diantaranya mengenai lebar dan tinggi. Hal ini penting agar konsumen dapat menyesuaikan dengan tujuan penggunaan Tote Bag tersebut.

Sumber: http://www.custombagus.com/

Tote Bag juga diperjelas dengan informasi warna yang disinkronkan dengan bahan dan jenisnya. Semisal Pink Cotton Canvas.

Sumber: http://cdn.shopify.com/s/files/1/0404/2041/products/Affordable-Cotton-Tote-Bags-HotPink_1024x1024.jpg?v=1459533281 

Di akhir informasi spesifikasi, perlulah ditambahkan info perawatan agar memudahkan. Tote Bag yang ramah lingkungan tentunya memerlukan penggunaan deterjen atau bahan pencuci yang eco friendly juga. Sebaiknya juga diperinci dengan perlunya menggunakan air dingin. Sebagaimana informasi yang diberikan oleh CustomBagus tentang tata cara perawatan Tote Bag terutama untuk yang berjenis tas kanvas. Informasi yang disajikan diantaranya terkait penyimpanan, pencucian, hingga penjemuran. Untungnya semua dapat dikerjakan dengan mudah, gak pake lama dan gak pake ribet.

Sumber: https://www.facebook.com/custombagus/photos/a.921780537912557.1073741828.871531452937466/988478084576135/?type=3 

Pada dasarnya, ide promosi bisnis terbaik bisa datang darimana saja, pun dari siapa saja. Keseharian menjadi satu peluang pengamatan perilaku konsumen yang sekiranya bisa diterapkan sebagai ide bisnis terbaik. Yang terpenting ialah perlunya memperhatikan: Konsep Inovasi Produk yang erat kaitannya dengan ide dan kegunaan produk yang dimaksud, keterangan material maupun teknik pembuatan, biaya produksi, pengemasan dan lainnya; Konsep Bisnis yang mencakup target pasar dan value proposition; Estetika; Marketable; dan Kemudahan Produksi.


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=EO5IAMw_e9w

Cat: Penulis merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana IPB Bogor dan sedang terlibat dalam usaha agribisnis di bidang perikanan berperan sebagai investor. Penulis juga sekarang sedang dalam tahap proses mendesain konsep bisnis berupa karya inovasi di bidang fesyen aksesoris yang diberi nama “BON TOTE BAG”

Nb: Tulisan ini diikutsertakan dalam CustomBagus Blogging Competition



Sabtu, 16 April 2016

Sabang Marine Festival, Ajang Pariwisata Pesona Bahari di Aceh



Sabtu pagi yang cerah, pukul 9.


Matahari baru sepenggalah naik, tapi keramaian sudah mulai tampak di Dermaga CT 1 BPKS Teluk Sabang. Suasana riuh dengan orang-orang yang penuh antusias menyaksikan perhelatan akbar yang akan digelar hingga tiga hari kedepan, terhitung mulai dari tanggal 12 Desember 2015. Di tepian dermaga, telah tertambat kapal-kapal bertiang tinggi (yacht) milik para pelayar dari berbagai belahan dunia. Mereka berkumpul dan bersatu padu memeriahkan festival akbar berskala internasional “Sabang Marine Festival 2015”. 


Sabang Marine Festival 2015 yang sukses digelar tempo lalu


Pariwisata dewasa ini telah menjadi industri terbesar di dunia dengan perkembangan yang sangat pesat. Pengembangan destinasi dan industri pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata sehingga berdaya saing di dalam maupun luar negeri. Pengembangan pemasaran pariwisata diarahkan untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisman dan mendorong peningkatan wisnus tentunya, melalui promosi semisal wisata alam diantaranya yaitu wisata bahari.



Kegiatan Pariwisata sektor bahari khususnya wisata yacht sedang menjadi tren saat ini dan cukup mendapat perhatian pemerintah daerah setempat dikarenakan memiliki potensi mendatangkan wisatawan mancanegara dan memiliki peluang mengundang para investor di bidang pariwisata. Hal ini tentunya menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan turis masuk ke Sabang, dimana akses masuk wisatawan tidak hanya dari daratan atau udara tapi juga laut diantaranya melalui kapal pesiar dan kapal layar. Kapal pesiar telah menjadikan Sabang sebagai salah satu destinasi di kawasan Barat Indonesia. Seperti halnya pemandangan di akhir pekan pagi ini, Sabang sudah mulai ramai dikunjungi para pelayar (yachter) dengan menggunakan kapal layar milik mereka.

Berdasarkan data, jelas terlihat bahwa porsi jumlah tamu Indonesia per hari di Hotel berbintang di Provinsi Aceh lebih banyak dibandingkan tamu asing yaitu sebesar 85 persen. Trennya juga tampak signifikan menunjukkan perbedaan. Akan tetapi, setahun belakangan ini jumlah tamu asing lebih menunjukkan peningkatan dibandingkan jumlah tamu Indonesia. Hal ini merupakan satu peluang kesempatan yang perlu dimanfaatkan! 


Sumber: BPS, diolah



Hadir pada kegiatan peresmian tersebut Presiden Joko Widodo beserta jajaran. Hal ini menjadi satu keunikan tersendiri, dikarenakan Presiden Jokowi merupakan Presiden pertama yang mencapai Titik Nol Kilometer di Indonesia!


Presiden Jokowi di nol kilometer

APA?

Kalau ditanya apa tujuan diselenggarakannya Sabang Marine Festival, maka jawabnya ialah untuk memperkenalkan potensi kelautan dan keindahan Sabang (dulunya Pulau Weh) kepada dunia Internasional yang menyimpan beragam potensi wisata bahari. Serta untuk memperkenalkan Dermaga “Marina Lhok Weng” kepada komunitas pelayar dunia. Dengan diselenggarakannya event ini maka diharapkan akan menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia dan menjadikan Sabang sebagai destinasi tujuan wisata yacht dalam rangka meningkatkan devisa Negara serta membuka lapangan kerja pada masyarakat pencari kerja sektor pariwisata. Marina Lhok Weng merupakan terminal atau pelabuhan kapal layar. Sebagai terminal atau pelabuhan kapal laut yang bertujuan meminimalisir kendala kapal layar untuk datang dan menetap di Sabang. Kedepannya tentu akan semakin banyak kapal layar yang datang dan menetap di Sabang dalam kurun waktu yang lebih lama. Adapun tujuan khusus penyelenggaran event Sabang Marine Festival yang telah digelar Desember lalu dan April mendatang diantaranya ialah untuk: 
  • Memperkenalkan potensi kelautan dan keindahan Sabang pada dunia internasional
Tempat pendaratan ikan di Sabang
  • Memperkenalkan “Marina Lhok Weng” kepada komunitas pelayar dunia
Sumber: Twitter Indonesia Travel
  • Menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia
  • Meningkatkan pendapatan devisa Negara
Air terjun pria laot sabang
  • Membuka lapangan kerja kepada masyarakat pencari kerja sektor pariwisata
Nelayan di Sabang
  • Membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan lainnya
Casanemo Resort
  • Menjadikan Sabang sebagai destinasi tujuan wisata yacht
Danau Aneuk Laot
  • Mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan Negara RI
Anak laut di Sabang

SIAPA?

Aktor dalang penggagas Sabang Marine Festival tiada lain tiada bukan ialah Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS). Gagasan ini diwujudkan semata-mata untuk menambah segmen pasar destinasi wisata bahari Sabang bagi mereka yang memiliki minat khusus yaitu para pelayar, diantaranya dengan membangun terminal kapal layar atau Marina yang terletak di Lhok Weng, Sabang. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh para stakeholder terkait dengan pengembangan industri pariwisata bahari di Sabang seperti Pemkot Sabang, Pemprov Aceh dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta beberapa institusi vertikal terkait diantaranya Pihak Imigrasi, Bea Cukai, Angkatan Laut, Karantina, Polres Sabang dan masih banyak lainnya. Patut diacungi jempol bahwasanya kesungguhan pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan telah mendapatkan pengakuan di tingkat dunia. Sebagaimana dilansir oleh World Economic Forum, bahwa daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat dari peringkat 70 pada tahun 2013 menjadi peringkat 50 pada tahun 2015 dari 141 negara di dunia. Wonderful Indonesia yang merupakan branding pariwisata Indonesia juga mengalami peningkatan tajam dari yang sebelumnya menduduki posisi terbawah, langsung melesat ke peringkat 47. Wow! 

MENGAPA?

Ada keunikan tersendiri dalam event ini. Mengapa unik? Tentu bukan hanya karena Bapak Presiden Joko Widodo hadir dan terlibat didalamnya. Melainkan juga karena momen penyelenggaraan event Sabang Marine Festival ini dihelat bersamaan dengan dikeluarkannya Perpres No.104/2015 tentang Bebas Visa Kunjungan alias free visa untuk wisatawan yang datang dari 90 negara yang masuk ke Indonesia termasuk wisatawan yang menggunakan kapal yacht, dimana para wisatawan kapal yacht tidak perlu membayar biaya untuk visa dan dapat masuk serta menetap di Indonesia selama sebulan lamanya (30 hari). Selain itu melalui Perpres No.105/2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata (Yacht) Asing ke Indonesia yang mengatur berbagai kemudahan perizinan bagi kapal layar untuk masuk ke Indonesia semisal kemudahan dalam proses Customs, Immigration, Quarentine and Port (CIQP) di pelabuhan kedatangan dan tidak diperlukannya lagi Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT) dan Temporary Import Permit (TIP). Ajang penyelenggaraan Sabang Marine Festival 2015 ini merupakan test case berbagai produk hukum baru yang menggratiskan visa, memudahkan perizinan kapal layar masuk ke Indonesia dan meniadakan impor sementara atas barang mewah berupa kapal layar yang selama ini diberlakukan ketentuannya. 

DIMANA?

Perhelatan telah dan akan kembali dilaksanakan di Pulau Sabang, tepatnya di Sabang – Aceh, Indonesia. Catat tanggal mainnya yaitu 26 – 30 April 2016.

YANG MANA?

Bingung mau milih agenda acara yang mana nantinya? Hmmm, don’t worry be happy! Tidak ada pilihan lain selain mengikuti semua rentetan acaranya karena dijamin seru. Simak rundown acara Sabang Marine Festival sebelumnya yang dihelat pada 12 – 15 Desember 2015 tempo lalu terlebih dahulu sebagai bahan rujukan anti bingung bin galau, hehe.

Day 1

Diawali dengan kemeriahan acara Cerita Anak Bangsa dan Pagelaran Seni Budaya. Sembari menilik kemeriahan event juga dapat menikmati eloknya pemandangan Sabang dan sekitarnya. Diantaranya melalui keindahan panorama bahari dan keseruan aktivitas dive dan snorkeling. 


Diving Iboih

Day 2

Kembali dilanjutkan dengan kemeriahan acara Lomba Mancing Tradisional, Karnaval Budaya, Perlombaan Masyarakat, dan Pagelaran Budaya. Euphoria dijamin merekah dikarenakan melebur bersama masyarakat setempat. Sembari berlibur juga dapat melihat warna warni budaya asli daerah Sabang dan sekitarnya. Disinilah letak serunya kebersamaan berbaur dengan masyarakat saat menikmati alam. Nikmatnya dapat, esensi modal sosialnya juga dapat. 


Day 3

Terus berlanjut dengan kemeriahan acara Tour Peserta Layar, Pagelaran Barongsay, Cerita Anak Bangsa, Gala Dinner, dan Pagelaran Kesenian Daerah. Tentunya pertunjukan Barongsay akan menjadi magnet yang dapat membuat acara semakin seru. Rangkaian kegiatannya berkaitan dengan budaya lokal masyarakat setempat yang menjamin setiap penikmatnya akan semakin mengenal tarian, adat dan pertunjukan asli daerah sekitar yang mungkin belum pernah disaksikan sebelumnya.


Day 4

Finally, hari terakhir menyajikan Tour untuk peserta layar Dermaga Festival Teluk Lhokweeng. Keindahan teluk Lhokweeng akan bisa disaksikan lebih dekat dan sempurna. Dijamin bahwa Sabang Marine Festival tidak hanya akan menawarkan kemeriahan parade kapal atau wisata bahari semata, namun juga menawarkan eksotika keindahan alam asli Sabang. Semua peserta layar juga akan digiring menuju titik nol guna menikmati sajian pertunjukan budaya asli daerah setempat dan melaksanakan upacara penutupan event yang dihadiri oleh pegiat maritim, kepala daerah dan beberapa perwakilan dari pemerintah.

Pelabuhan Balohan Sabang

BAGAIMANA?

Sabang menjadi kota pelabuhan dan pintu gerbang Indonesia di ujung barat dan utara Indonesia. Sabang juga potensial menjadi destinasi wisata unggulan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang menawarkan surga bagi para penyelam. Alam bawah lautnya menyajikan ratusan spesies ikan kekayaan terumbu karang yang alami. Selain itu, Sabang memiliki gunung dan hutan yang masih alami dan terjaga. Tidak ketinggalan penelusuran benteng peninggalan kolonial yang menghadap ke laut lepas. Sabang pun akhirnya dikenal dengan sebutan “Kota 1000 Benteng”.

Benteng peninggalan Jepang

Bagaimana? Pasti semakin kepengen ikut berpartisipasi dalam Sabang Marine Festival 2016, kanYa iyalah masa ya iya dongs! Hehe.

Membaca ulasan kesuksesan Sabang Marine Festival 2015 pada tahun sebelumnya, seketika langsung terbayang kemeriahan acara tersebut. Selain berfokus pada kegiatan laut, festival tersebut juga ternyata menampilkan kegiatan hiburan rakyat dan pagelaran seni budaya. Hal ini seakan menjawab tantangan utama pembangunan pariwisata ke depan dalam memanfaatkan secara optimal potensi kekayaan dan keragaman baik budaya maupun alam dan SDA untuk meningkatkan sumbangan ekonomi dari sektor kepariwisataan. 

Semoga Sabang Marine Festival 2016 yang akan diselenggarakan beberapa pekan depan akan dapat mendulang kesuksesan sebagaimana event sebelumnya di Sabang Marine Festival 2015 (Aamiin) yang telah direalisasikan dan berhasil dicatat sebagai tonggak sejarah dalam penyederhanaan dan kemudahan yang diberikan kepada para wisatawan bahari untuk masuk, tinggal dan berwisata di Indonesia.

Tentunya senang sekali rasanya jika bisa berpartisipasi dalam event berskala internasional sembari mengunjungi pulau terbarat di wilayah Indonesia. Menjadi saksi dan secara khusus berkesempatan berkeliling Aceh dan sekitarnya. Menikmati keindahan alam, keramahan penduduk dan ragam kebudayaan yang menjadi suguhan menarik selama kegiatan.


Oya, terlepas pada belum pernahnya saya menginjakkan kaki di Sabang, maka lain halnya dengan teman saya yang satu ini. Dia melanglang buana dan cukup membuat saya envy dengan segala keseruannya itu. Sebut saja Reza. Seorang mahasiswa Pascasarjana IPB dengan disiplin keilmuan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Berikut foto-foto petualangannya tersebut (postingan foto sudah atas izin yang bersangkutan):


Credit by: Reza Zulmi




Pengunjung ke 120.399 pada Sabtu, 25/4/2015

Credit by: Reza Zulmi

Video:



Ingin rasanya menangkap pesonanya secara nyata dan kembali menuliskan momen keseruan dalam bentuk travelogue. Jayalah Sabang, keep inspiring!


Referensi:


Cat: Penulis pernah menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI Komisi IV yang membidangi Perikanan dan Kelautan, Pangan, Pertanian serta Kehutanan. Penulis merupakan Mahasiswi Pascasarjana Program Doktoral (S3) Institut Pertanian Bogor Program Sudi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan.

P.s: Tulisan ini diikutsertakan dalam “Sabang Marine Festival 2016 Blogging Competition