Kamis, 20 April 2017

Dedikasi di Dunia Literasi: Apresiasi Potensi Prestasi, Determinasi Menjadi Gravitasi

Saya baru saja menyimak penuturan Henry Lin dalam TEDYouth tahun 2013 silam. Henry menjelaskan tentang sesuatu hal yang sangat menarik. Dalam ulasannya yang berjudul “What We Can Learn from Galaxies Far, Far Away” Henry menceritakan bahwa dalam sebuah sistem galaksi terdapat kekuatan ekstrim yang mampu meningkatkan kecepatan besar. Wah kekuatan seperti apakah itu? Ternyata kekuatan tersebut berasal dari gravitasi. Hal ini lantas menjadi gagasan utama pemikirannya.

Hmm, gravitasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri melansir bahwa gravitasi adalah: kekuatan, gaya tarik; proses gaya tarik; gaya berat suatu benda. Sepintas terdapat sesuatu hal yang menarik perhatian dan seakan tersembunyi dibalik kekuatan gravitasi. Ibarat magnet yang memuat energi positif sehingga mampu menarik perhatian. Bahkan seorang penyanyi ternama mancanegara Idina Menzel menegaskan kekuatan gravitasi tersebut dalam lirik lagunya yang berjudul Defying Gravity. Idina seolah-olah hendak menunjukkan upayanya “menentang” gravitasi agar dia dapat terbang dan melesat tinggi… Flying so high! Everyone deserves the chance to fly! I’m defying gravity!

dok: pribadi
Bila dikaitkan dengan pencapaian selama ini, maka secara pribadi saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan selama ini belum seberapa. Pasalnya, saya bekerja meniti karir dan menyelesaikan studi guna meraih gelar dan titel serta pengalaman secara bersamaan. Kendati demikian saya pun tertarik dengan dunia literasi. Saya sangat menikmati berkiprah didalamnya. Semenjak memenangkan lomba menulis pada tahun 2008 silam, saya semakin antusias menggali potensi diri agar dapat menorehkan prestasi di dunia literasi. Sekiranya upaya sederhana ini dapat menjadi langkah awal sebuah determinasi untuk menjadi gravitasi. Pun, pembuktian sebuah dedikasi.

Pada tahun 2008, artikel tulisan saya berkesempatan meraih Juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tentang lingkungan hidup. Alhasil, saya diundang secara resmi oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Tenggara yang berada di Provinsi Sulawesi Utara untuk menerima penghargaan berupa piagam penghargaan, trophy dan uang tunai. Waktu pun terus bergulir dan kemenangan berikutnya dalam lomba menulis saya peroleh melalui blog. Ya, selain menekuni dunia ilmiah, saya menyenangi dunia blogging. Beragam kompetisi menulis artikel blog saya ikuti. Tidak terkecuali bergabung sebagai citizen journalism suatu media blog tertentu.

dok: pribadi
Pada bulan Juli dan Agustus tahun 2012, masing-masing di bulan tersebut artikel tulisan saya berkesempatan meraih juara 3 dan juara favorit dalam kompetisi menulis blog. Berkat tulisan tersebut pula saya berhasil memperoleh sebuah hadiah berupa smartphone dan merchandise. Bagi saya tulisan yang berkesempatan meraih predikat juara favorit tersebut menjadi salah satu yang paling menarik untuk disimak karena saya berupaya mengulas tentang “cap tikus” yang merupakan minuman keras tradisional di wilayah Sulawesi. Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka berkontribusi dan turut berpartisipasi untuk melakukan diseminasi informasi terkait maraknya konsumsi minuman keras di masyarakat.

dok: pribadi
Lalu pada tahun 2013 tepatnya di bulan Desember, artikel tulisan saya dalam media online berupa blog citizen journalism menjadi salah satu tulisan terfavorit. Alhamdulillah, saya berkesempatan memperoleh sebuah tiket seminar tentang pemasaran berskala Internasional secara gratis (Padahal harganya mencapai Rp 1,2 juta-an!) Seminar tersebut diadakan di hotel berbintang di bilangan wilayah Jakarta dan di dalam seminar tersebut saya berjumpa dan berinteraksi langsung dengan para pakar di bidang pemasaran tanah air maupun mancanegara. Dalam artikel tersebut saya berupaya membahas tentang pentingnya konsep metamarket dalam pemasaran di Indonesia yang belakangan ini sedang marak dalam rangka era ekonomi kreatif digital tanah air.

dok: kompasiana.com
Selanjutnya saya berkesempatan memenangkan lomba menulis sebanyak tiga kali yaitu di bulan Januari, Juli dan November pada tahun 2014. Menurut saya, artikel tulisan yang paling menarik ialah di bulan Juli karena saya mengulas tentang reportase pemilihan kepala daerah (baca: disini). Kebetulan ketika itu terjadi hal yang tidak terduga di tengah keramaian pesta rakyat tersebut. Berujung pada pembakaran fotocopy kartu tanda pengenal yang dimiliki oleh para calon pemberi suara. Semenjak itu saya merasa bahwa menulis sebuah reportase menjadi satu tantangan tersendiri karena saya seakan merasakan hidupnya sebuah tulisan hingga mampu melaporkan informasi dan kabar berita kepada khalayak.

Sayangnya pada tahun 2015 saya absent dari dunia hingar bingar kemenangan tulis menulis tapi hal tersebut tidak menyurutkan langkah. Buktinya pada tahun 2016 saya berusaha menembusnya dengan memenangkan beberapa kompetisi menulis selama tujuh bulan berturut-turut. Semisal pada bulan Februari, artikel tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam lomba menulis tentang tokoh inspiratif yang diadakan oleh salah satu media online ternama tanah air. Saya berkesempatan mendapatkan hadiah berupa smartphone. Bulan depannya yaitu tepat pada bulan Maret, artikel tulisan saya dinobatkan sebagai Juara 2 oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh. Saya berkesempatan memperoleh piagam penghargaan, trophy dan uang tunai karena dianggap berhasil mengulas tentang perpustakaan milik Unsyiah Aceh.

dok: pribadi
Pada bulan April 2016, artikel tulisan saya berhasil menjadi Juara 2 dan saya berkesempatan mendapatkan sebuah notebook dari Kudo yang merupakan sebuah perusahaan e-commerce ternama tanah air. Sedangkan pada bulan Mei 2016, Alhamdulillah secara berturut-turut artikel tulisan saya berhasil menjadi Juara 1 dalam kompetisi menulis bertema pendidikan yang diadakan oleh CNN Indonesia sehingga saya berkesempatan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan merchandise menarik. Selain itu artikel tulisan saya terpilih menjadi Juara 1 dalam lomba yang diadakan oleh perusahaan lunpia delight di Semarang sehingga saya berkesempatan mendapatkan uang tunai. Bulan Mei juga sepertinya masih terus menjadi bulan keberuntungan saya karena artikel tulisan saya terpilih sebagai Juara Favorit dalam lomba yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Tanah Air bekerjasama dengan salah satu platform media blog online citizen journalism sehingga saya berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang tunai. Selanjutnya pada bulan Agustus 2016, artikel tulisan saya tentang asuransi terpilih sebagai Juara 3 dan saya kembali mendapatkan hadiah berupa uang tunai. 

dok: pribadi

dok: pribadi
Bulan Oktober merupakan bulan yang istimewa. Pasalnya bulan ini merupakan bulan kelahiran saya dan ibu. Saya lahir di tanggal 11 Oktober dan ibu saya lahir di tanggal 10 Oktober. Di bulan ini pula lah artikel tulisan saya berkesempatan menjadi Juara 3 dalam lomba yang diadakan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia. Tulisan saya mengulas tentang mutiara laut selatan dimana ide tulisannya saya peroleh ketika pada bulan September sebelumnya saya mengunjungi Provinsi Maluku mengelilingi Pulau Buru, Pulau Osi, Pulau Kei, Pulau Seram dan Tual di Maluku Tenggara. Berkat tulisan tersebut saya berkesempatan memperoleh uang tunai dan piagam penghargaan dari pihak Kementerian. Selain itu, artikel tulisan saya tentang keuangan non tunai juga berhasil menjadi Juara 3 dalam kompetisi menulis yang diadakan oleh Bank Central Asia bekerjasama dengan salah satu media online. Alhasil, saya berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang tunai.

dok: pribadi
Di penghujung tahun tepatnya pada bulan Desember, artikel tulisan saya tentang reproduksi remaja yang diikutsertakan dalam lomba menulis yang diadakan oleh UNFPA dan BKKBN berhasil menjadi Juara 1 dan saya berkesempatan memperoleh hadiah berupa tablet merk terbaru. Hadiah ini menjadi hadiah terindah dalam pergantian tahun menyongsong tahun baru 2017. Pasalnya, hadiah tersebut merupakan barang yang diidam-idamkan oleh adik saya sehingga dia pasti akan sangat senang bila hadiah untuk saya tersebut menjadi hadiah untuknya juga. Saya berharap semoga kedepannya di tahun yang baru segalanya menjadi semakin lebih baik. Aamiin. 

dok: pribadi
Pada Februari 2017, artikel tulisan saya yang menjelaskan tentang betapa kerennya Indonesia berhasil menjadi Juara 2 dari sekitar 123 artikel tulisan yang ada. Tulisan tersebut mengulas tentang indeks inovasi global tanah air Indonesia. Berkat tulisan tersebut saya berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang tunai dan merchandise eksklusif. 

dok: pribadi
Tidak hanya berkecimpung dalam dunia blogging sebagai seorang blogger, saya juga berusaha menulis dan menerbitkan publikasi karya ilmiah berupa jurnal ilmiah, prosiding dan buku. Berawal dari tahun 2010 ketika skripsi S1 saya diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi DIKTI. Sebagai seorang Sarjana tentu ada kebangaan tersendiri ketika hasil riset dan penelitian kita dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang lain melalui tulisan dalam terbitan publikasi jurnal ilmiah.

Selanjutnya pada tahun 2012 secara berturut-turut hingga tahun 2017 saya konsisten menerbitkan tulisan berupa karya ilmiah dalam sebuah publikasi. Semisal pada tahun 2012 saya memiliki dua buah publikasi yaitu berupa prosiding nasional yang diterbitkan di Bank Indonesia dan sebuah jurnal ilmiah nasional di Universitas Negeri di wilayah timur Indonesia.

Tahun 2013 merupakan momentum keaktifan saya dalam mengikuti seminar nasional, melakukan presentasi baik secara oral maupun poster dan menulis karya ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan publikasi empat buah prosiding nasional baik dari Bank Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung. Selain itu di tahun 2013 tesis S2 saya berhasil terbit dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi Dikti milik Bank Indonesia. Sebagai seseorang bergelar Master tentu hal tersebut menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena sedikit mampu menjadi cerminan dedikasi tiada henti dalam melakukan publikasi. Begitupun pada tahun 2014 dimana saya memiliki satu publikasi berupa prosiding nasional setelah melakukan presentasi secara oral di Seminar Nasional Universitas Atmajaya Yogyakarta. 

dok: pribadi
Titik balik dan kesempatan meraih momentum berharga dalam upaya pencapaian saya selama ini terjadi di tahun 2015 dan 2016. Hal ini dikarenakan pada masing-masing tahun tersebut saya memiliki publikasi di Jurnal Internasional dan Prosiding Internasional. Benar adanya kata dosen saya bahwa tidak cukup hanya melalui sebuah proses, kita juga harus mengalami progress. Kita perlu untuk bergerak maju bukan mundur, tapi berdiam diri sejenak terkadang perlu. 

dok: pribadi
Selanjutnya pada tahun 2017 sekarang ini menjadi awal tahun yang sangat membahagiakan karena tahun ini saya berhasil menerbitkan sebuah buku antologi. Ya, artikel tulisan saya berkesempatan bersanding dengan tulisan-tulisan hebat lainnya yang terpilih. Alhamdulillah, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

dok: pribadi
Hmm, lantas apa rahasianya sehingga saya bisa memiliki determinasi untuk menjadi gravitasi? 
Jawabnya ialah KEBERMANFAATAN DIRI! 
Harapan saya tidak muluk-muluk yaitu sekiranya bila orang-orang menemukan karya saya maka akan ada sedikit hal yang dapat mereka peroleh baik itu berupa informasi maupun inspirasi. Bukankah pernah ada sebuah petuah bijak berkata bahwa “Jika kamu bukanlah anak seorang Raja maupun orang yang kaya raya, maka menulislah!”. Sama halnya dengan smartphone premium Luna yang memiliki kemampuan sehingga bisa membantu saya menorehkan dan meraih lebih banyak prestasi guna menjadi gravitasi bagi sekitar. Meet Luna, Be the Gravity. Dan mungkin suatu saat nanti dapat menjadi: Meet Yesi, Be the Gravity.


Saya pun ingin berbagi pengalaman agar mampu menginspirasi pembaca melalui tulisan-tulisan yang sederhana namun mengena. Sama halnya dengan Luna Smartphone yang memiliki kesempurnaan secara estetika dan desain yang ekslusif. 

dok: http://luna.id/
Luna smartphone tentu dapat membantu saya menangkap gambaran fenomena melalui kecanggihan kameranya. Gambar tersebut nantinya akan dapat memperkaya dan menghidupkan isi tulisan saya sehingga tidak hanya menjadi sekedar kata-kata melainkan gambar yang memuat cerita.

dok: http://luna.id/
Sehingga pada akhirnya apa yang saya rangkum dan tuliskan dapat benar-benar sounds as good as it looks! Seperti Luna smartphone tentunya yang menyuguhkan kejernihan suara bebas dari kebisingan.

dok: http://luna.id/
Intinya, where stories come to life maka tuliskanlah! Sama halnya dengan kepercayaan terhadap Luna smartphone dimana layarnya lebih dari sekedar tampilan. It’s a window into your life’s memorable stories and precious moments! Luna Indonesia benar-benar memberikan pengalaman better than the best!

Yuk, menjadi gravitasi dan terus menginspirasi!

Ket: tulisan diikutsertakan dalam Kompetisi Blogging #BeTheGravity bersama Luna Smartphone

dok: http://luna.id/

Rabu, 05 April 2017

Tampil #MemesonaItu Mudah Kok, Asal...

Saya baru saja selesai menuntaskan bacaan kisah “Penciptaan Seorang Ibu” dalam buku “Rahasia Kaya dan Sukses” karya Lie Shi Guang (2009). Seketika saya terpesona bercampur haru setelah membaca tulisannya hingga rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata *tsah*. Pasalnya, bagi saya Ibu merupakan sosok perempuan yang paling memesona dibandingkan apapun juga. Yuk, simak sejenak kisah “Penciptaan Seorang Ibu” berikut ini:

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran penciptaan para Ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut, 
“Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan Ibu ini?” 
dan Tuhan pun menjawab pelan, 
“Tidakkah engkau lihat perincian yang harus dikerjakan oleh seorang Ibu?”  
Tuhan pun merincinya bahwa seorang Ibu haruslah:
  • Ia harus waterproof (tahan air/cuci) tetapi bukan dari plastik
  • Ia harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
  • Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
  • Ia harus memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
  • Ia harus memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukkan hati anak-anaknya
  • ia harus memiliki lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah
  • Ia harus memiliki enam pasang tangan untuk melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik
  • ia harus memiliki tiga pasang mata untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus mampu berkata “Saya mengerti dan saya sayang padamu”, meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun
  • Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit
  • Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
  • Ia juga harus menyuruh anak berumur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi
Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan. “Terlalu lunak,” katanya memberi komentar. “Tapi kuat,” kata Tuhan bersemangat.
“Tak akan bisa ku bayangkan betapa banyaknya derita yang bisa ia tanggung dan pikul”
“Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi 
“Ia bukan saja dapat berpikir, tetapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi,” kata Sang Pencipta 
Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi. “Eh ada kebocoran disini

Itu bukan kebocoran,” kata Tuhan. “Itu adalah airmata...air mata kesenangan, airmata kesedihan, airmata kekecewaan, airmata kesakitan, airmata kesepian, airmata kebanggaan, airmata...airmata...

Akhirnya malaikat berkata pelan pada pembaca ,”SAYANGI IBUMU DAN ORANGTUAMU DENGAN PENUH RASA KASIH SAYANG.”

Wow! Sungguh kisah yang memesona, kan?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melansir bahwa kata “memesona” sendiri memiliki arti: sangat menarik perhatian; mengagumkan. Maka, berangkat dari arti kata secara harfiah tersebut dan pembelajaran dari sosok Ibu yang saya kenal dan miliki selama ini maka saya secara pribadi mencoba untuk merumuskan arti dan makna #MemesonaItu versi saya dalam diri seorang perempuan diantaranya yaitu:
  • Perempuan yang memiliki motivasi yang kuatYaitu perempuan yang penuh motivasi atau semangat dan memperoleh didikan untuk hidup prihatin sejak dari kecil. Perempuan yang memiliki motivasi untuk bangkit dan berjuang menuju kemakmuran dan kesuksesan. Ibu mengajarkan saya banyak hal terutama tentang bagaimana caranya fokus dengan impian yang saya inginkan dan senangi lalu menekuninya secara sungguh-sungguh agar dapat mewujudkan impian tersebut. 
Juara 3 Kompetisi Menulis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok: pribadi)
  • Perempuan yang cerdik/bijakYaitu perempuan yang memahami keadaan semisal bila kesempatan belum datang maka ia akan menggunakan berbagai macam cara, kreativitas, koneksi dan segenap kemampuannya untuk menciptakan sesuatu hal agar kesempatan datang kepadanya. Ia akan memanfaatkan kesempatan karena ia menyadari bahwa kesempatan ialah sesuatu yang berharga, yang belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Pada 2015/2016 silam saya berkesempatan menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI. Saya sangat bersyukur karena dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga memperoleh pengalaman yang sangat berharga.
Berpose dengan Sekjen DPR RI (dok: pribadi)
  • Perempuan yang dapat dipercaya dan jujurYaitu perempuan yang menyadari bahwa kepercayaan dan kejujuran merupakan aset yang bernilai jual sangat tinggi sebagai pencapai kesuksesan dan keberuntungan. Ibu kerap menasehati saya untuk bersikap jujur baik itu untuk hal sekecil apapun. Oleh karenanya dalam menggeluti hobi saya yaitu menulis pun saya menerapkan aturan kejujuran tersebut. Alhasil, balasan atas upaya kejujuran kita tersebut tentunya akan berbuah manis dan sangat menyenangkan.
Momen ketika bersalaman dengan Bu Menteri Susi Pudjiastuti (dok: pribadi)
  • Perempuan yang penuh cinta kasihYaitu perempuan yang memiliki dan memelihara nilai pendidikan budi pekerti dan cinta kasih yang sangat tinggi serta memiliki rasa hormat dan sikap sosial yang tinggi. Ibu mengajarkan cinta kasih dan rasa sayang yang tanpa pamrih. Beliau mengorbankan kepentingan pribadi dan membuang jauh-jauh egonya dan mencurahkan segenap cinta kasihnya untuk keluarga tercinta.
Ayah dan Ibu merupakan orang yang sangat berperan dalam kehidupan saya (dok: pribadi)
  • Perempuan yang selalu berpikir positifYaitu perempuan yang senantiasa membiasakan dirinya untuk selalu berpikir positif dan penuh percaya diri serta optimis. Ia juga akan mampu menghadapi tantangan dan masalah dalam hidupnya. Perempuan yang berpikiran positif selalu memiliki kelebihan yaitu memiliki cara untuk menyelesaikan masalah/tantangannya. Hidupnya akan selalu diisi dengan kebahagiaan karena mereka dapat mengubah airmata menjadi mata air.
Pikiran positif dan optimis akan mampu membawa kita hingga Pulau Nias, Sumatera (dok: pribadi)
Berkenaan dengan hal tersebut maka saya mengakui bahwa pesona seorang Ibu tidak terbantahkan. Ibu memberikan pembelajaran bahwa perempuan harus memiliki motivasi diri yang kuat, harus cerdik dan bijak, harus dapat dipercaya dan bersikap jujur, harus penuh dengan kasih sayang dan cinta kasih serta harus selalu berpikir positif. Maka, dengan sendirinya pesonanya akan terpancar dan mampu menarik perhatian secara mengagumkan tanpa harus bersikap berlebihan.

Memang pada kondisi tertentu, datangnya kesempatan terkadang memerlukan waktu yang tepat. Kita hanya perlu menunggu sesaat tetapi bukan dengan sikap yang pasif. Melainkan kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan. Kesempatan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin mengembangkan dan melakukan aktualisasi diri atas kemampuan yang dimiliki.

Selain itu keinginan harus terus dipupuk. Keinginan merupakan benih yang harus ditanam di ladang kesuksesan karena rahasia kesuksesan adalah keinginan yang membara. Tidak lupa pula untuk terus melakukan tindakan yang penuh semangat ibarat sedang menyelamatkan hidup kita sendiri. Bukankah sesuatu hanya akan berhasil jika diusahakan secara sungguh-sungguh melalui praktik? 

So, bagaimana caranya agar mampu tampil lebih memesona?

Jawabnya ialah take action sekarang juga! Karena tampil #MemesonaItu mudah, asalkan kita paham caranya. Yuk, pancarkan pesonamu tanpa ragu! 

Ket: tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition #MemesonaItu Pancarkan Pesonamu

#MemesonaItu

Selasa, 04 April 2017

Mesin Cuci untuk Bi Juju: Upah Sebuah Kejujuran

“Bu, nanti kalo Yesi udah besar dan udah kerja, gaji pertama Yesi kasih untuk Ibu ya”
Saya teringat celetukan semasa kecil dulu. Ketika Yesi kecil pun sebenarnya belum begitu paham apa bedanya gaji, honor dan upah. Ibu hanya tersenyum ketika itu. Tapi dalam hatinya tentu ada pengharapan yang begitu besar dan doa yang tiada pernah henti hingga kini untuk anak-anaknya agar kelak sukses di masa depan.

Berdasarkan kepercayaan yang saya anut, junjungan Nabi besar kami para umat Islam, Rasulullah SAW memerintahkan kita umatnya untuk menyayangi dan menghormati sosok Ibu terlebih dahulu bahkan dengan porsi yang lebih besar melebihi Ayah. Hal ini tercermin dari ungkapan “Ibu, Ibu, Ibu, Ayah” yang kemudian semacam menjadi penanda bahwasanya orang yang patut kita sayangi melebihi hal apapun juga yang ada di atas bumi ini ialah Ibu, tentunya tanpa melupakan sosok Ayah. Jadi, Ibu menjadi orang yang paling saya sayangi di dunia ini. 

dok: pribadi
Alasan mendasar yang membuat saya menyayangi Ibu ialah bukan hanya karena Ibu yang melahirkan, menyapih, menyusui, menyiapkan segala keperluan dan membesarkan saya melainkan juga karena Ibu telah rela mencurahkan segenap kemampuan yang dimiliki untuk memberikan yang terbaik kepada kami sekeluarga. Ibu telah mengorbankan banyak hal demi anak-anaknya. Dan satu hal yang terpenting ialah bahwa Ibu dengan sukarela telah menggadaikan kepentingan pribadinya dan mengabdikan segenap dirinya untuk keluarga. Sungguh pengorbanan yang tak ternilai harganya dan patut diapresiasi.

Saya begitu mengagumi Ibu karena beliau merupakan sosok Ibu Rumah Tangga yang penuh totalitas mengurus keluarga. Beliau membesarkan kami anak-anaknya tanpa bantuan pihak siapapun. Beliau merantau dan jauh dari keluarga. Hal lain yang patut saya banggakan dari sosok Ibu saya ialah sikap visioner dan fokus perhatiannya pada dunia pendidikan. Ibu kerap menasehati saya untuk terus sekolah setinggi-tingginya meskipun Ibu tidak berpendidikan tinggi dan hanya menamatkan sekolah hingga di bangku Sekolah Menengah Atas. 

Ibu melakukan semua pekerjaan domestik dalam rumah seorang diri tanpa bantuan siapapun juga karena kami tidak pernah memiliki pembantu. Sesekali saya dan adik berbagi peran untuk membantu Ibu tapi semenjak masing-masing dari kami beranjak dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing maka kami pun mulai jarang berada di rumah. 

Oleh karenanya hal inilah yang kemudian menjadi alasan kenapa saya begitu mengagumi Ibu dan menobatkan Ibu sebagai sosok Ibu rumah tangga yang sangat totalitas dan berdedikasi terhadap keluarganya. Padahal sebenarnya penting untuk diketahui bahwa Ibu memiliki alergi. Jadi, setiap kali sehabis mencuci pakaian, kulit Ibu pasti langsung iritasi. Terkadang saya sedih melihatnya.

Hingga suatu hari Alhamdulillah saya memperoleh rejeki lebih, maka saya pun berinisiatif untuk membelikan Ibu sebuah mesin cuci. Hal ini semata agar memudahkan Ibu dalam bekerja dan menyelesaikan pekerjaan domestiknya dalam rumah tangga. Saya pun menuju toko elektronik dan membelikan Ibu sebuah mesin cuci otomatis Merk Samsung. Setelah melakukan pembayaran saya meminta pihak toko untuk mengirimkannya ke alamat yang dimaksud. Saya lalu bergegas pulang dan berniat untuk memberikan kejutan kepada Ibu. Selang beberapa jam, mesin cuci yang saya beli pun tiba dan Ibu begitu terkejut melihatnya karena tidak menyangka bahwa saya akan membelikannya sebuah mesin cuci. Beliau tampak begitu terharu.

Selang beberapa waktu kemudian, saya lalu pindah keluar kota dan harus ngekost. Otomatis saya dituntut agar bisa lebih mandiri mengurus diri sendiri terutama dalam hal memasak, menyiapkan makanan, mencuci dan lain sebagainya. Tapi, untunglah tempat makan dengan harga murah meriah banyak terdapat di sekitar tempat kost. Sedangkan untuk urusan mencuci pakaian ada sosok Ibu Juju yang membantu para anak kost. 

Kali pertama mengenal Bi Juju (demikian kami memanggilnya), saya begitu kagum karena beliau tidak pernah mengeluh, selalu ramah dan tersenyum. Beliau pun merupakan sosok pekerja keras karena ternyata Bi Juju tidak hanya mencuci pakaian melainkan juga menyapu dan menyiapkan catering makanan siap saji bagi siapa saja yang membutuhkan. Untuk diketahui bahwa harga mencuci pakaian sebulan sebesar Rp 60 ribu dengan waktu pengambilan dan/atau pengantaran pakaian kotor dan bersih rutin dilakukan seminggu dua kali dan tiap menjelang maghrib.

Pst, saya sebenarnya memiliki pengalaman tersendiri dengan Bi Juju. Pernah suatu hari seperti biasa saya memberikan pakaian kotor kepada beliau. Jumlah pakaian kotor begitu banyak tidak seperti biasanya karena saya baru saja pulang dari perjalanan kunjungan lapang ke Maluku. Durasi perjalanan yang panjang tentunya berdampak pada jumlah pakaian kotor yang tersedia. Akhirnya saya pun tidak lagi memeriksa kantong saku baju maupun celana. 

Selang beberapa hari kemudian, Bi Juju datang mengembalikan pakaian kotor yang telah bersih dan herannya beliau seraya memberikan beberapa lembar uang kepada saya. Awalnya saya bingung dan cukup terkejut tapi Bi Juju lalu menjelaskan bahwa beliau menemukan beberapa lembar uang dalam saku celana ketika akan mencuci pakaian saya. Subhanallah, saya tidak habis pikir bahwa beliau akan mengembalikan uang tersebut. Seketika saya merasa sangat beruntung dan bersyukur karena dikelilingi oleh banyak orang yang jujur dan dapat dipercaya.

Hingga pernah suatu ketika, pengantaran dan pengambilan pakaian yang biasanya dilakukan oleh Bi Juju lalu digantikan oleh saudaranya. Saya tanyakan ada apa karena tidak biasanya, ternyata Bi Juju sedang sakit demam sehingga butuh istirahat beberapa waktu kedepan. Selang beberapa hari kemudian Bi Juju akhirnya datang ke kostan dan seperti biasanya beliau mengantarkan pakaian bersih dan mengambil pakaian kotor. Saya pun menanyakan apakah Bi Juju sudah sehat dan bagaimana keadaannya. 
“Alhamdulillah neng udah mendingan. Bibi hanya kecapekan kok, neng. Tapi Bibi harus tetap kerja, neng. Buat makan anak-anak”. 
Saya seakan menemukan sosok Ibu dalam diri Bi Juju, beliau merupakan perempuan pekerja keras dan pantang menyerah. Beliau berkorban dan mendedikasikan dirinya untuk anak-anak dan keluarga tanpa pamrih. Saya begitu terharu dan mengapresiasi para perempuan hebat ini. Saya pun merasa perlu untuk melakukan inisiatif guna mempersembahkan sesuatu hal yang dapat membantu meringankan pekerjaan Bi Juju dan membalas semua kebaikannya selama ini.

Saya lalu membuka laman website elevenia dan mencari beberapa barang elektronik. Saya pun menemukan mesin cuci yang pernah saya belikan dan berikan kepada Ibu dulu. Hmm, seketika saya teringat Ibu dirumah dan sepertinya menarik juga bila saya membelikan Bi Juju sebuah mesin cuci untuk meringankan tugas dan pekerjaan sehari-harinya dalam mencuci pakaian anak kostan. Dan pilihan pun jatuh pada mesin cuci merk Samsung. Ya, saya lalu memutuskan ingin memberikan Bi Juju mesin cuci kelak ketika saya memperoleh rejeki lebih. Sebuah mesin cuci Samsung WA70H4000 Diamond Drum Grey seharga Rp 2.564.100. In Shaa Allah, Aamiin!

dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
dok: http://www.elevenia.co.id/prd-samsung-mesin-cuci-wa70h4000-wa70h4000sg-diamond-drum-grey-f-6423687
Saya menemukan nilai moral berupa kejujuran dan keibuan dalam diri Bi Juju. Sekiranya nilai moral yang dimiliki Bi Juju dapat terus memotivasi dan menginspirasi kita. Selayaknya seorang Ibu bagi anak-anaknya, beliau merupakan perempuan, Ibu dan Istri yang pantang menyerah, pekerja keras dan mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan orang lain terutama anak-anaknya. Saya rasa sebuah mesin cuci berkualitas belum seberapa harganya bila dibandingkan dengan daya juang, motivasi dan nilai kejujuran yang dianut oleh sosok seorang Bi Juju. Saya harap ini dapat menjadi “cerita hepi” untuk Bi Juju bila keinginan saya membelikan beliau sebuah mesin cuci dapat terwujud. 

Ket: tulisan diikusertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia

dok: www.elevenia.co.id