Minggu, 24 Desember 2017

Jakarta Learning Center, Platform Pendidikan Inklusif Berbasis Online: Upaya Menjembatani Kesenjangan Digital

Pada tahun 2014 silam saya terlibat kerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dalam suatu project bernama Jakarta Learning Center (JLC). Jakarta Learning Center merupakan suatu platform online yang memudahkan akses bagi setiap masyarakat guna memperoleh pendidikan secara inklusif, merata dan berkelanjutan tidak hanya masyarakat Jakarta saja pada khususnya melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Jakarta Learning Center merupakan sumber edukasi non formal berbasis online sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Platform online ini bertujuan menyediakan materi berkualitas untuk mendukung kehidupan sosial dan bermasyarakat. 

dok: Jakarta Learning Center
Mengingat perkembangan teknologi di era digital sekarang ini, akses pendidikan semakin terbuka dan dengan mudahnya dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Bahkan saat ini telah terdapat beberapa start-up yang menggeluti usaha di bidang pendidikan kaitannya dengan era digital khususnya pendidikan online. Sebut saja Sal Khan (2011) seorang Educator and Social Entrepreneur, yang melalui pemaparannya berjudul “Let’s Use Video to Reinvent Education” menggunakan video sebagai metode pembelajaran dalam rangka reinvensi atau penemuan kembali sebuah ide sebelum benar-benar menjadi sebuah inovasi. Sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo bahwasanya kita perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada sebaik mungkin dan terus berinovasi tiada henti.


Belum lama ini saya juga menemukan sebuah metode pembelajaran digital yang sangat unik dari salah satu kemasan produk makanan bernama Cerita Digital Interaktif (CERDIK) yaitu berupa frame dan digital story. Cara mengoperasikannya tergolong mudah yaitu dengan: Mendownload aplikasi di Google Play Store (bagi para pengguna Android); Lalu scan kartu cerita yang ingin dilihat; Kemudian nikmati dan koleksi serta temukan cerita seru di kartu lainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa terdapat banyak ide menarik dan inovatif terkait pendidikan berbasis online guna menjembatani kesenjangan digital dan menciptakan akses pendidikan terhadap masyarakat secara luas.

dok: app playstore
Pembangunan pendidikan sendiri merupakan bagian dari dimensi pembangunan manusia dan masyarakat. Pembangunan pendidikan dapat dicapai dengan meningkatkan pemerataan akses, kualitas, relevansi dan daya saing. Kendati demikian pembangunan pendidikan kedepan masih dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yaitu: Belum semua penduduk memperoleh layanan akses pendidikan yang berkualitas; Masih terdapat kesenjangan partisipasi pendidikan antar wilayah dan antar kelompok pendapatan; Belum maksimalnya pelaksanaan wajib belajar pendidikan yang berkualitas; Masih rendahnya akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; Masih rendahnya kualitas proses pembelajaran terutama terkait dengan jaminan kualitas layanan pendidikan, lemahnya pelaksanaan kurikulum serta lemahnya sistem penilaian pendidikan; Masih terdapat ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja; Masih timpangnya ketersediaan guru antar sekolah dan antar wilayah; Belum signifikannya dampak berbagai program peningkatan kualifikasi dan kompetensi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar; Melemahnya pendidikan budi pekerti di sekolah; Makin pudarnya karakter dan jati diri bangsa pada diri siswa; dan Masih belum optimalnya pendidikan masyarakat dan pendidikan keterampilan kerja.

dok: LAMPID Kenegaraan Presiden RI (2017)
Oleh karenanya, arah kebijakan pembangunan pendidikan dapat dilakukan dengan: Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan dasar, serta memperluas dan meningkatkan pemerataan akses, kualitas dan relevansi dengan pendidikan menengah; Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan zaman serta penguatan sistem penilaian pendidikan yang komprehensif dan kredibel; Meningkatkan profesionalisme, kualitas, pengelolaan dan penempatan guru yang merata; Revitalisasi lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan; Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat dan layanan pendidikan; Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja; Meningkatkan akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; dan Meningkatkan kualitas pendidikan. 

Kebijakan pembangunan pendidikan juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan revolusi mental khususnya di satuan pendidikan diantaranya melalui: Peningkatan kualitas dan efektivitas pendidikan karakter/budi pekerti dan budaya bangsa; Penciptaan lingkungan pendidikan yang menumbuhkan integritas, bebas intimidasi dan kekerasan; serta Penegakan hukum dan disiplin di sektor pendidikan.

dok: Jakarta Learning Center

Selain itu diperlukan pula pengembangan pembelajaran yang berkualitas melalui strategi: Penyiapan kurikulum yang andal; Penguatan sistem penilaian yang komprehensif dan kredibel yang dapat menggambarkan capaian prestasi peserta didik lengkap dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap/karakter; serta Penyediaan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten dalam menyampaikan kurikulum dan melaksanakan sistem penilaian yang telah disusun.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan pelik di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan diantaranya ialah tingkat pendidikan dan keterampilan angkatan kerja yang masih terbatas sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja. Oleh karenanya, arah kebijakan dan strategi guna mengatasi permasalahan dan kendala tersebut diantaranya ialah dengan meningkatkan akses kepada pendidikan dan pelatihan serta pelayanan informasi pasar kerja. Jakarta Learning Center selaku platform online di bidang pendidikan pun berupaya menjadi solusi bagi permasalahan tersebut diantaranya dengan menyajikan materi berkualitas seputar ketenagakerjaan baik berupa video maupun infografis agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat.



Permasalahan di bidang pembangunan pendidikan dan kemasyarakatan tersebut lantas menjadi dasar perumusan arah kebijakan dan strategi dari pihak pemerintah diantaranya melalui peningkatan akses start-up capital bagi wirausaha baru/pemula melalui komitmen investasi guna meningkatkan daya saing. Selain itu hal ini menjadi salah satu bentuk capaian utama pembangunan dimana pemerintah telah memberi dukungan untuk pertumbuhan e-commerce nasional melalui Gerakan 1000 Start-up Digital. Gerakan peningkatan penggiat e-commerce diantaranya berupa start-up digital dengan memanfaatkan internet. Kegiatan yang dilakukan berorientasi pada upaya pengembangan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan gerakan peningkatan penggiat e-commerce yang didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

dok: Jakarta Learning Center
Menariknya, Ron McCallum (2013), seorang labor lawyer and activist mengungkapkan melalui penuturannya di depan Forum TEDx tentang “How Technology Allowed Me to Read”. Bagi Ron, proses membaca menjadi lebih mudah dengan adanya sentuhan teknologi khususnya digital akses.

Berkenaan dengan hal tersebut maka dukungan peningkatan start-up digital tentunya tak terlepas dari permasalahan yang ada antara lain adalah: Dibutuhkan banyak tenaga ahli dan profesional untuk melakukan pembinaan; Masih belum lengkap dan validnya data; Kualitas yang masih rendah; dan Terdapat penolakan pemasaran produk secara online. Adapun upaya yang dapat terus dilakukan guna menghadapi kendala yang ada sehingga sasaran dapat tercapai yaitu bekerjasama dengan berbagai komponen dalam e-commerce semisal pelaku start-up digital, Kementerian/Lembaga terkait, produsen dan konsumen demi berkembangnya e-commerce nasional.


Berdasarkan data, Airbnb tercatat sebagai start-up dengan peringkat teratas menurut startupranking. Di urutan kedua diduduki oleh Medium yaitu start-up yang memberikan layanan berbagi mengenai tulisan dan ide. Kemudian diikuti oleh Uber di posisi ketiga yang merupakan start-up layanan transportasi digital.

Bila ditilik lebih lanjut Airbnb sendiri didirikan tahun 2008 dan menawarkan layanan akomodasi atau tempat penginapan yang dikelola oleh pribadi/perorangan di seluruh dunia dan biasanya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan hotel atau apartemen. Terkait dengan kendala dan permasalahan maka start-up asing ini pun tak lepas dari konflik yang terjadi. Disinyalir bahwa kemunculan aplikasi Airbnb menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku perhotelan maupun penginapan konvensional lainnya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia karena dapat memicu disrupsi (perubahan besar dalam waktu yang cepat) karena perkembangan teknologi digital. Kendati demikian perkembangan bisnis mau tidak mau tetap harus mengikuti perkembangan zaman di era teknologi digital saat ini. 

dok: databoks.katadata.co.id

Adapun start-up asal Indonesia yang menempati posisi tertinggi adalah Tokopedia yang berada di peringkat 31 global. Tokopedia merupakan e-commerce Indonesia dengan peringkat teratas. Berdasar Startup Ranking, penyedia lapak bagi para pedagang online (market place) ini mengalahkan score Bukalapak, Blibi maupun startup lokal lainnya. Tokopedia merupakan e-commerce yang didirikan pada 6 Februari 2009 dan diluncurkan pada 17 Agustus 2009 kini menjadi salah satu penyedia market place terbesar di Indonesia. Sebagai informasi, Tokopedia belum lama ini mendapat pendanaan US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,6 triliun dari e-commerce terbesar di Tiongkok, yakni grup Alibaba. Wow!

dok: databoks.katadata.co.id
Angle Wang (2017) seorang Retail Expert mengemukakan dalam pemaparannya yang berjudul “How China is Changing The Future of Shopping” bahwasanya China merupakan laboratorium terbesar dari sebuah inovasi, lihatlah Alibaba. Melalui konsep pembangunan grosir, Alibaba menjadi tuan rumah e-commerce yang mendunia. Hal ini sudah terbukti!

Penting diketahui pula bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah pendanaan terbanyak di Asia Tenggara pada triwulan II 2016. Sebanyak 28 start-up di Indonesia didanai dengan nilai investasi sebesar Rp 2,09 triliun. Total pendanaan yang didapat di Asia Tenggara pada triwulan II 2016 mencapai Rp 17,2 triliun. Nilai tersebut digunakan untuk mendanai 94 start-up. Jumlah pendanaan start-up di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kenaikan dua hingga tiga kali lipat dialami pada setiap triwulannya. Hingga kuartal II 2016 tercatat investasi di Tanah Air mencapai Rp 2,09 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Kemunculan start-up seakan menjadi angin segar. Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu pemicunya. Adapun Financial Technology (Fintech) yang juga merupakan bagian dari start-up digital di bidang perbankan dan lembaga keuangan yang salah satu perannya ialah menyalurkan kredit tidak kalah hebat dalam pengembangannya.

dok: databoks.katadata.co.id
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah start-up Fintech sepanjang tahun 2016 meningkat hampir tiga kali lipat. Pada triwulan IV start-up yang terindentifikasi meningkat menjadi 135 start-up. Jumlah tersebut belum termasuk Fintech yang dikembangkan oleh lembaga keuangan maupun perusahaan telekomunikasi maupun Fintech asing yang beroperasi di Indonesia.

dok: databoks.katadata.co.id
Fintech Payment (pembayaran) masih mendominasi pasar Fintech lokal, yakni sebanyak 57 startup atau sekitar 42,54 persen. Sementara berdasarkan tahun operasional, sebanyak 77,5 persen Fintech baru menjalankan operasionalnya pada 2015. Munculnya Fintech telah mengubah model industri keuangan yang sebelumnya dimonopoli oleh perbankan nantinya akan menjadi industri alternatif yang lebih demokratis, transparan, murah, serta mampu melayani lebih banyak konsumen. Lagi-lagi kita berbicara perihal akses!

Untuk terus mendukung berkembangnya bisnis digital di Tanah Air, pemerintah merilis paket kebijakan XIV tentang roadmap e-commerce. Untuk mendorong perluasan dan peningkatan ekonomi masyarakat, peraturan pendukung tentang kemudahan pelaku usaha mendapat pendanaan telah digarap pemerintah. Hal ini tentu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan start-up di tanah air tercinta. Sungguh peluang yang menggiurkan!


Berkenaan dengan hal tersebut, layanan pendidikan berbasis digital dan perangkat mobile diharapkan akan dapat diakses dengan mudah melalui platform online. Transformasi digital sangat diperlukan dan menjadi satu kebutuhan mendesak di bidang pendidikan tanah air. Jakarta Lerning Center diharapkan akan dapat menjadi digital platform e-smart yang memberikan akses kemudahan di bidang pendidikan. 

Hal senada diungkapkan oleh Michelle Obama, seseorang yang pernah dijuluki “First Lady of The United States” pada tahun 2009 silam dalam paparannya yang berjudul “A Passionate, Personal Case for Education” bahwasanya pendidikan yang baik sangatlah penting karena dengan hal tersebut kita dapat mengendalikan nasib kita. 

Inilah kehebatan internet, sebagaimana Rebecca MacKinnon (2011) seorang Internet Freedom Activist mengajak kita untuk “Let’s Take Back The Internet!” bahwasanya pemanfaatan internet secara bijak merupakan upaya menghargai sebuah teknologi. Rebecca menambahkan jika kita ingin memiliki sebuah internet yang berpihak kepada masyarakat maka tentu saja kita membutuhkan gerakan kebebasan internet yang lebih luas dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Brewster Kahle (2007) seorang pustakawan digital mempertanyakan bahwa “Apakah semua yang telah dilakukan secara digital ini bersifat umum atau pribadi?”. Pasalnya, beberapa perusahaan telah melakukan digitalisasi berskala besar namun beberapa diantaranya mengunci domain publik. Jadi, bagi Kahle akses universal terhadap semua pengetahuan masih menjadi permasalahan krusial. Kahle berharap slogan “Free to the People” akan dapat diterapkan di era pendidikan online berbasis digital saat ini.


Di satu sisi Abha Dawesar (2013), seorang novelis mengingatkan akan pentingnya pemaknaan “Life in the digital now”. Sebagaimana kita ketahui pendidikan di zaman now saat ini tentu sangat dipengaruhi oleh lanskap digital yang ada. Pemantauan, pengawasan dan evaluasi tentu harus terus dilakukan. Lebih lanjut Dawesar mengungkapkan bahwa “Choice is freedom, but not when it’s constantly for its own sake”. Ketika kita berbicara tentang akses pendidikan dan basis digital secara online maka kita berbicara tentang kebebasan yang bertanggung jawab dan kepentingan multi pihak.

Tentu saja kolaborasi antara bisnis digital dan bidang pendidikan diantaranya melalui platform online Jakarta Learning Center diharapkan akan dapat menjadi satu terobosan kombinasi pendidikan di era digital yang cukup mutakhir. Jakarta Learning Center sebagai platform online di bidang pendidikan berbasis digital diharapkan dapat menjembatani “Digital Divide” yaitu kesenjangan antara individu dan masyarakat yang memiliki akses terhadap teknologi informasi dan yang tidak memiliki akses. Sebagaimana diungkapkan oleh Aleph Molinari (2011) seorang ekonom dan aktivis teknologi bahawasanya kesenjangan digital harus diminimalisir guna menghubungkan mereka yang kurang memperoleh informasi dan mereka yang tidak terhubung. Mengingat di era digital saat ini hal semacam itu telah menjadi kebutuhan sosial dasar. 

Peter Norvig (2012) seorang Computer Scientist telah mengungkapkan ide pendidikan berbasis digital online ini melalui penuturannya berjudul “The 100.000 – Student Classroom”. Ide besarnya dengan membuat kelas daring (online) berkualitas dan dapat diakses serta dihadiri oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia, secara GRATIS! Peter benar-benar merombak sistem edukasi tradisional melalui kelas daring yang dibentuknya dan hal ini menjadi inovasi luar biasa. Peter menyuguhkan revolusi pendidikan dengan kemunculan generasi baru yang menakjubkan.


Harapan kedepan semoga platform online Jakarta Learning Center akan dapat menjadi solusi bagi permasalahan akses di bidang pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata dan berkelanjutan. Sebagaimana harapan Mike Matas (2011) tentang “A next-generation digital book”, maka kedepan buku interaktif akan tercipta dan dengan mudahnya diakses oleh berbagai kalangan dengan ragam usia dan status pendidikan. Semoga!

Referensi:
cat: Penulis pernah menjadi Narasumber Ahli Bidang Ekonomi untuk project Jakarta Learning Center bekerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta (2014 – 2015)

nb: tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition My Republic #StartupLyfe #DWVlogCompetition #MyRepublicIndonesia


Kamis, 21 Desember 2017

Aksi Sosial Kemanusiaan Mengentaskan Kemiskinan

dok: AZ Quotes
Kata “kemiskinan” disinyalir jumlahnya mencapai puluhan kali tertulis dalam lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia tahun 2017. Hal ini seakan menunjukkan adanya masalah krusial perihal kemanusiaan. Penurunan tingkat kemiskinan merupakan salah satu indikator dalam menilai peningkatan kesejahteraan rakyat. 




Adapun permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam penanggulangan kemiskinan diantaranya ialah pertumbuhan ekonomi yang belum merata dan fluktuasi inflasi terutama inflasi yang dirasakan oleh masyarakat miskin. Lantas, yang menjadi pertanyaan ialah “Seberapa besar pertumbuhan ekonomi mampu menekan kemiskinan?”


dok: databoks.katadata.co.id
Berdasar kesepakatan asumsi makro ekonomi tahun 2018 disebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi dipatok di kisaran 5,2-5,6 persen. Dengan angka tersebut diharapkan dapat menekan angka kemiskinan menjadi 9,5-10 persen.

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2018 Kementerian Keuangan disebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir ekonomi Indonesia tumbuh cukup kuat dengan rerata pertumbuhan 5,64 persen. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu menurunkan kemiskinan secara signifikan. 

Adapun untuk dapat menekan angka kemiskinan hingga satu digit dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi seperti saat ini. Pemerintah tetap berusaha memacu pertumbuhan dengan memangkas anggaran belanja barang dan mengalokasikan ke belanja modal. Selain itu, pemerintah juga mendorong peran swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk membiayai proyek-proyek infratruktur yang diharapkan dapat memberi daya ungkit pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun 2018 mendatang.


Dari sisi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, permasalahan utamanya ialah: Pemutakhiran data penerima program yang belum sesuai dengan kondisi dinamis di lapangan; dan belum optimalnya penyelenggaraan program perlindungan sosial karena keterbatasan jumlah dan kapasitas sumber daya manusia yang terdidik, terlatih dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan daerah dan tantangan di lapangan.

Oleh karenanya diperlukan arah kebijakan dan strategi diantaranya melalui penguatan kelembagaan dan koordinasi misalnya berupa penguatan kualitas dan ketersediaan tenaga keesejahteraan sosial, standardisasi kelembagaan kesejahteraan sosial, pengembangan sistem layanan dan rujukan terpadu, dan penguatan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah. 

Bank Dunia melalui 6 strategi yang dimiliki berupaya menekan ketimpangan kemiskinan di seluruh dunia diantaranya ialah melalui: Pertama, pengembangan anak usia dini dan gizi. Kedua, perlindungan kesehatan untuk semua masyarakat. Ketiga, pemberian akses pendidikan bermutu. Keempat, penyediaan bantuan tunai kepada keluarga miskin. Kelima, pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama jalan dan penyediaan listrik. Keenam, penerapan sistem perpajakan yang progresif.

dok: databoks.katadata.co.id
Selain itu upaya pengurangan kesenjangan antar kelompok pendapatan dapat dilakukan dengan memperbaiki distribusi pendapatan sehingga pendapatan penduduk kelompok 40 persen terbawah dapat tumbuh jauh lebih baik. Perbaikan distribusi ini diharapkan akan mampu menciptakan kualitas hidup lebih baik khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tidak hanya peran pemerintah, lembaga independen semisal Dompet Dhuafa pun kerap berperan serta dalam mengentaskan kemiskinan guna mencapai kesejahteraan. Kehadiran Dompet Dhuafa melalui aksi sosial yang dilakukan menjadi solusi atas permasalahan sosial yang ada. Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berfungsi mengangkat harkat sosial kemanusiaan khususnya kaum Dhuafa melalui pemberian donasi berupa dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF). Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat diantaranya dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, kebencanaan dan CSR. Baru-baru ini Dompet Dhuafa juga telah meluncurkan "Peta Kemiskinan Indonesia 2017". Hal ini tentu patut diapresiasi.

dok: pribadi
Berkenaan dengan hal tersebut, saat ini sistem perbankan telah memudahkan jangkauan melalui layanan online. Sehingga setiap orang berkesempatan menjadi pahlawan bagi sesama alias Hero Zaman Now. Selain itu pada 2014 silam saya dan beberapa rekan juga pernah membuat satu artikel berupa ide aksi kegiatan sosial yang berjudul “Akuisisi Petani Melalui K-Pop” (baca: disini) dan artikel tersebut lantas menjadi salah satu yang terpilih dan berpeluang untuk dibina.

Hmm, apa hubungan Petani dan K-Pop (artis/drama Korea?). Eits, K-Pop yang dimaksud disini ialah singkatan dari Kedaulatan Pemberdayaan Organisasi Petani. Sedangkan Akuisisi sendiri juga merupakan singkatan dari Aksi untuk Indonesia dengan Sosial Interaktif dan Strategi Industri Petani. Melalui upaya penjabaran program aksi diantaranya Seminar di lahan pertanian; Pembuatan Bank Buku sebagai lahan bacaan para petani di lahan produksi; Pembentukan kelompok industri kecil petani; Pembentukan Trading House bagi para petani; Membangun interaksi sosial dengan pelaku industri; Pengembangan Integrated Farming System dan industri nilai tambah; dan Pembentukan Koperasi merupakan sejumlah ide solutif guna menjadi upaya pengentasan kemiskinan demi kemanusiaan dan kesejahteraan umat. Semoga bermanfaat!

Referensi:

Siapa Bilang Rupiah Tidak Bernilai? Di Thailand Laku, Kok!

dok: pribadi
“Aku cinta Rupiah, biar Dollar dimana-mana
Aku suka Rupiah, karena aku anak Indonesia
Aku cinta Rupiah, biar Dollar merajalela
Aku suka Rupiah, karena ku tinggal di Indonesia...”

Para Generasi Y pasti tidak asing lagi dengan lirik lagu anak-anak yang satu ini. Ya, lagu berjudul “Aku Cinta Rupiah” ini dinyanyikan oleh mantan penyanyi cilik era tahun 90-an, Cindy Cenora. Disinyalir lagu ini populer saat kurs Rupiah terpuruk di tahun 1998 dan Indonesia dilanda krisis moneter. Lagu “Aku Cinta Rupiah” ciptaan Tonny Hawaii ini seakan berhasil menggerakkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap Rupiah melalui karya seninya.

Tentu belum lekang dari ingatan ketika pada tahun 1997 nilai tukar rupiah terdepresiasi 128,7 persen menjadi Rp 5.403 per dolar AS dari posisi akhir tahun 1996. Pelemahan rupiah ini merupakan yang terdalam sepanjang sejarah. Kemudian diikuti pada tahun 1998 juga terdepresiasi 48 persen saat terjadi krisis finansial Asia atau yang sering disebut dengan krisis moneter. Indonesia pernah menghadapi masa-masa sulit tersebut dan berhasil melaluinya!

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melansir bahwa arti kata “Cinta” adalah suka sekali; sayang benar. Oleh karenanya ketika pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia berupaya untuk menggalakkan "Gerakan Cinta Rupiah" ialah tentang bagaimana caranya kita menyukai dan menyayangi mata uang Rupiah yang merupakan mata uang negara Republik Indonesia.

Bagaimana cara mencintainya? INGAT 5 JANGAN!

dok: bi.go.id
dok: bi.go.id
Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo bahkan dalam lampiran pidato kenegaraan dalam Rangka HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2017 silam menyebut kata Rupiah sebanyak 31 kali. Begitupun di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, kata Rupiah disebutkan sebanyak 215 kali.

Berdasar capaian utama pembangunan di bidang ekonomi makro, stabilitas makroekonomi yang kuat diantaranya ditunjukkan oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) yang stabil. Bidang moneter juga menunjukkan bahwa peningkatan stabilitas ekonomi terlihat dari penguatan nilai tukar Rupiah yang mencerminkan fundamental ekonomi. Posisi nilai tukar Rupiah terhadap USD mulai tahun 2015 sampai dengan Juni 2017 cenderung mengalami apresiasi. Jika dilihat dari pergerakannya, selama tahun 2016 nilai tukar Rupiah terhadap USD cenderung menguat. Memasuki awal tahun 2017 nilai tukar Rupiah melanjutkan penguatannya.

dok: databoks.katadata.co.id
Selain itu berdasarkan data penguatan Rupiah terhadap dolar AS diantaranya oleh Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menampilkan nilai tukar rupiah menguat 130 poin ke posisi Rp 13.154 dari penutupan sebelumnya Rp 13.284 per dolar AS. Tapi, apresiasi nilai tukar Rupiah masih tertinggal dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya seperti bath Thailand, dolar Singapura, maupun yen Jepang, tapi lebih baik dari peso Filipina dan dolar Hong Kong yang justru mengalami depresiasi. 

dok: databoks.katadata.co.id
Lantas, apakah benar Rupiah kemudian menjadi termasuk mata uang yang paling tidak bernilai di dunia?

Hmm, anggapan tidak bernilai kerap dialamatkan dikarenakan suatu mata uang memiliki nilai tukar sangat rendah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Di satu sisi hal ini tidak sepenuhnya benar karena kuat ataupun lemahnya suatu mata uang biasanya dipengaruhi oleh faktor fundamental makroekonomi suatu negara. Diantaranya, defisit neraca perdagangan, suku bunga rendah, jumlah utang maupun kondisi ekonomi politik suatu negara. Berdasatkan data mata uang Indonesia (IDR) memang berada pada peringkat kelima terendah. Tapi, hal tersebut tentu tidak serta merta membuat Rupiah menjadi tidak bernilai!

Pada Mei 2017 silam, saya berkunjung ke ibukota Thailand yaitu Bangkok. Kota yang dikenal sebagai “Kota Malaikat” di Thailand ini memiliki beberapa kawasan wisata diantaranya Wat Arun. Kawasan candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai, tepat di barat hulu sungai Chao Phraya beralamat di 158 Thanon Wang Doem, Khwaeng Wat Arun, Khet Bangkok Yai, Krung Thep Maha Nakhon 10600, Thailand ini menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. 

Berpose di Wat Arun Bangkok Thailand (dok: pribadi)
Menariknya, ketika berkunjung ke Wat Arun kami disambut hangat oleh penduduk lokal yang fasih berbahasa Indonesia dengan dialek Thai mereka yang kental. Kami ditawarkan jasa foto dengan mengenakan pakaian adat Thailand. Bahkan, kami diperkenankan membayar biaya jasa foto tersebut menggunakan uang Rupiah dan bukannya Baht, mata uang Thailand. Wah! 

Saya lantas semakin percaya bahwa Rupiah masih bernilai dan oleh karenanya saya semakin mencintai Rupiah! Berkenaan dengan hal tersebut, patut diakui bahwa selama tahun 2016 di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, nilai tukar rupiah bergerak positif pada level 2,41 persen. Besaran tersebut tergolong tertinggi dibanding nilai tukar mata uang lain di Asia. Fundamental makroekonomi yang cukup bagus mampu menopang penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2016. 

dok: databoks.katadata.co.id
Dari sisi internal, penguatan nilai tukar Rupiah ditopang oleh membaiknya stabilitas makroekonomi domestik dan persepsi positif pasar terhadap perekonomian Indonesia, terutama setelah meningkatnya rating investasi Indonesia yang semula BB+ (non investment grade) menjadi BBB- (investment grade). Selanjutnya, penguatan nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu membaiknya indikator ekonomi global, menurunnya defisit transaksi berjalan serta meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial.

dok: databoks.katadata.co.id
Kenaikan peringkat Indonesia menjadi BBB- oleh lembaga pemeringkat Standard&Poor’s sehingga masuk ke level layak investasi dari sebelumnya masuk kategori junk bond merupakan angin segar. Kenaikan ini menyusul dua lembaga pemeringkat global lainnya yang telah memasukkan Indonesia ke level investment grade, yakni Moody’s Investor Services dan Fitch Ratings. Dengan masuknya Indonesia ke level layak investasi dapat mendorong masuknya aliran dana asing ke pasar finansial domestik karena risiko investasi di Indonesia dianggap semakin menurun.


Selain nilai tukar Rupiah yang cenderung menguat, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga cenderung stabil. Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang cenderung stabil di awal tahun 2017 didorong oleh stabilitas ekonomi domestik yang juga cenderung stabil. Kendati demikian, pemerintah dan Bank Indonesia perlu mengantisipasi kondisi yang ada dan memperkuat kerja sama internasional untuk menjaga kepercayaan terhadap Rupiah.

dok: databoks.katadata.co.id
Adapun intervensi kerap dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mampu menyelamatkan rupiah sehingga tidak terpuruk cukup dalam. Di transaksi pasar spot nilai tukar rupiah sempat melemah hingga di atas Rp 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun penjagaan yang dilakukan bank sentral mampu meredam fluktuasi nilai tukar rupiah di pasar uang. Selain itu upaya menggalakkan "Gerakan Cinta Rupiah" menjadi satu bentuk intervensi dan bukti kecintaan terhadap mata uang Rupiah guna menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia. Yuk, jaga Rupiah kita dengan menggunakannya pada setiap transaksi! Ayo bersama-sama menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan bangun kepercayaan dunia terhadap Rupiah kita. Kalau bukan kita yang cinta Rupiah lantas siapa lagi?

Berpose di Museum Bank Indonesia, Jakarta (dok: pribadi)

Referensi: 

Sabtu, 25 November 2017

Peluang E-Commerce TM Agung Podomoro: Terus Maju, Pasti Untung

dok: FB TM Agung Podomoro
Transformasi ekonomi membuka kesempatan yang lebih besar bagi tumbuhnya wirausaha baru dan pengembangan kewirausahaan. Pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang potensial diantaranya ialah e-commerce. Apalagi saat ini telah disediakan dukungan untuk pertumbuhan e-commerce nasional melalui Gerakan 1.000 Start up Digital dan 8 juta UMKM Go Digital. 

Pemerintah tengah melaksanakan gerakan peningkatan penggiat e-commerce baik berupa start-up digital maupun peningkatan kapasitas UMKM untuk dapat memanfaatkan internet. Adanya gerakan peningkatan penggiat e-commerce yang didukung oleh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

dok: databoks.katadata.co.id
Trade Mall ™ Agung Podomoro pun yang merupakan bagian dari Agung Podomoro Group berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan optimal guna menjadi pilihan cerdas dalam berbelanja dan meraup keuntungan. Semangat berwirausaha bersama TM Agung Podomoro diantaranya melalui pengaplikasian layanan e-commerce.

dok: www.tribunnews.com
Lantas, yang menjadi pertanyaan ialah “Berapa Pangsa Pasar e-Commerce Indonesia?”

dok: databoks.katadata.co.id
Dalam laporan Nielsen yang bertajuk Indonesia Ocean of Opportuninities, penjualan e-Commerce Indonesia pada tahun 2015 mencapai US$ 1,68 miliar. Jika dibandingkan dengan penjualan e-commerce di negara-negara di kawasan Asia Tenggara, maka Indonesia ialah yang terbesar. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di wilayah Asia Tenggara (ASEAN).

dok: databoks.katadata.co.id
Nilai transaksi e-Commerce 6 negara ASEAN (Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura) pada tahun 2015 baru mencapai US$ 5,5 miliar dan akan tumbuh menjadi US$ 87,8 miliar. Pada tahun 2025 mendatang, transaksi perdagangan digital diperkirakan akan mencapai US$ 46 miliar dan negara ASEAN lainnya masing-masing akan mencapai US$ 5 miliar. 

dok: databoks.katadata.co.id
Berdasar riset Google dan Temasek menyebut pasar Indonesia akan tumbuh paling tinggi rata-rata 39 persen per tahun pada 10 tahun mendatang. Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar e-commerce terbesar di ASEAN dengan proporsi 52 persen terhasap pasar seluruh wilayah. Jumlah ini meningkat dibanding porsi pasar e-commerce saat ini yang hanya 31 persen. Wow! 
dok: databoks.katadata.co.id
Transaksi perdagangan digital Indonesia terbukti tumbuh dengan pesat. Data eMarketer menunjukkan bahwa transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp 25,1 triliun pada tahun 2014 dan akan naik menjadi Rp 69,8 triliun pada tahun 2016, dengan kurs rupiah Rp 13.200 per dolar Amerika. Demikian pula pada tahun 2018, nilai perdagangan digital Indonesia akan terus naik menjadi Rp 144,1 triliun.

dok: databoks.katadata.co.id
Dengan jumlah populasi yang mencapai 258 juta jiwa dan pengguna internet baru mencapai 50 juta pengguna, serta penetrasi internet yang masih rendah pada tahun 2015 membuka peluang tumbuhnya transaksi digital di Indonesia. Tumbuhnya masyarakat kelas menengah dan Generasi Z (Gen Z) yang lahir di era digital dapat menjadi penopang meningkatnya transaksi e-Commerce di tanah air karena kebiasaan belanja barang dan jasa yang sebelumnya secara konvensional akan beralih menjadi online. Selain itu, banyaknya populasi kelas menengah, meningkatnya akses internet, tumbuhnya kota-kota kecil, serta terbatasnya akses terhadap pasar retail membuat e-commerce domestik akan tumbuh pesat. 

Di satu sisi, perkembangan jumlah konsumen online di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun 2016, riset dari eMarketer memperkirakan orang yang berbelanja melalui internet mencapai 8,6 juta orang. Dalam industri e-commerce, Indonesia telah memiliki modal dasar berupa volume pasar yang sangat besar. Guna mendorong transaksi online, pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi yang khusus untuk mempermudah dan melindungi bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce) di dalam negeri.

dok: databoks.katadata.co.id
Perkembangan e-commerce juga dipicu oleh beragamnya tawaran produk dan jasa layanan online yang inovatif, menarik, mudah, dan tepat guna. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan peta jalan (roadmap) yang menjadi panduan serta arah tujuan industri perdagangan digital. Terdapat 7 insentif yang diberikan untuk mendukung perkembangan e-commerce, yakni menyangkut logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan dan SDM, serta keamanan

Pesatnya kemajuan teknologi telah mengubah cara belanja masyarakat dengan melakukan transaksi perdagangan secara elektronik. Perdagangan yang awalnya berlangsung secara offline sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke online. Saat ini konsumen dengan mudahnya melihat barang di situs penjual dan melakukan pemesanan serta pembayaran melalui transfer bank atau uang elektronik. 

Transfer bank masih mendominasi transaksi pembayaran e-commerce di Indonesia. Berdasarkan survei Daily Social menunjukkan bahwa 49,01 persen transaksi perdagangan digital di tanah air masih menggunakan transfer bank pada tahun 2016. Adapun terbesar kedua adalah dengan menggunakan internet banking, yakni mencapai 21,43 persen, dikuti Cash On Delivery/COD (bayar saat barang diterima) 13,49 persen dari total pembayaran e-commerce. Selain itu sebesar 13,16 persen responden merasa puas dengan kemudahan pembayaran dalam transaksi e-commerce. Namun, terdapat 9,09 persen responden yang merasa tidak puas karena terbatasnya metode pembayaran. 

dok: databoks.katadata.co.id
Beragam kemudahan telah dirasakan oleh konsumen dalam layanan perdagangan digital diantaranya ialah selain menghemat biaya, pembeli juga dapat mencari penjual dengan harga terendah serta membandingkan harga di berbagai lapak perdagangan elektronik dengan mudahnya. Konsumen seakan memegang kendali dalam melakukan interaksi secara digital. TM Agung Podomoro sendiri melalui beberapa project diantaranya Commercials dan Superblock berupaya mengkolaborasikan antara Trade mall dan pembangunan unit bisnis.

dok: www.agungpodomoro.com
dok: www.agungpodomoro.com
TM Agung Podomoro perlu terus memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin. Peluang pangsa pasar e-commerce beserta transaksi perdagangan digital dan metode pembayaran online akan menyentuh masyarakat secara langsung. Alhasil, TM Agung Podomoro tetap akan menjadi pilihan cerdas masyarakat untuk berbelanja secara untung. Semangat berwirausaha bersama TM Agung Podomoro akan tetap menjadi pilihan guna mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik.


Referensi:
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Blog Kontes 2017 oleh TM Agung Podomoro Group

dok: www.agungpodomoro.com