Rabu, 05 April 2017

Tampil #MemesonaItu Mudah Kok, Asal...

Saya baru saja selesai menuntaskan bacaan kisah “Penciptaan Seorang Ibu” dalam buku “Rahasia Kaya dan Sukses” karya Lie Shi Guang (2009). Seketika saya terpesona bercampur haru setelah membaca tulisannya hingga rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata *tsah*. Pasalnya, bagi saya Ibu merupakan sosok perempuan yang paling memesona dibandingkan apapun juga. Yuk, simak sejenak kisah “Penciptaan Seorang Ibu” berikut ini:

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran penciptaan para Ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut, 
“Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan Ibu ini?” 
dan Tuhan pun menjawab pelan, 
“Tidakkah engkau lihat perincian yang harus dikerjakan oleh seorang Ibu?”  
Tuhan pun merincinya bahwa seorang Ibu haruslah:
  • Ia harus waterproof (tahan air/cuci) tetapi bukan dari plastik
  • Ia harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
  • Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
  • Ia harus memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
  • Ia harus memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukkan hati anak-anaknya
  • ia harus memiliki lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah
  • Ia harus memiliki enam pasang tangan untuk melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik
  • ia harus memiliki tiga pasang mata untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus mampu berkata “Saya mengerti dan saya sayang padamu”, meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun
  • Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit
  • Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
  • Ia juga harus menyuruh anak berumur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi
Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan. “Terlalu lunak,” katanya memberi komentar. “Tapi kuat,” kata Tuhan bersemangat.
“Tak akan bisa ku bayangkan betapa banyaknya derita yang bisa ia tanggung dan pikul”
“Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi 
“Ia bukan saja dapat berpikir, tetapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi,” kata Sang Pencipta 
Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi. “Eh ada kebocoran disini

Itu bukan kebocoran,” kata Tuhan. “Itu adalah airmata...air mata kesenangan, airmata kesedihan, airmata kekecewaan, airmata kesakitan, airmata kesepian, airmata kebanggaan, airmata...airmata...

Akhirnya malaikat berkata pelan pada pembaca ,”SAYANGI IBUMU DAN ORANGTUAMU DENGAN PENUH RASA KASIH SAYANG.”

Wow! Sungguh kisah yang memesona, kan?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melansir bahwa kata “memesona” sendiri memiliki arti: sangat menarik perhatian; mengagumkan. Maka, berangkat dari arti kata secara harfiah tersebut dan pembelajaran dari sosok Ibu yang saya kenal dan miliki selama ini maka saya secara pribadi mencoba untuk merumuskan arti dan makna #MemesonaItu versi saya dalam diri seorang perempuan diantaranya yaitu:
  • Perempuan yang memiliki motivasi yang kuatYaitu perempuan yang penuh motivasi atau semangat dan memperoleh didikan untuk hidup prihatin sejak dari kecil. Perempuan yang memiliki motivasi untuk bangkit dan berjuang menuju kemakmuran dan kesuksesan. Ibu mengajarkan saya banyak hal terutama tentang bagaimana caranya fokus dengan impian yang saya inginkan dan senangi lalu menekuninya secara sungguh-sungguh agar dapat mewujudkan impian tersebut. 
Juara 3 Kompetisi Menulis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok: pribadi)
  • Perempuan yang cerdik/bijakYaitu perempuan yang memahami keadaan semisal bila kesempatan belum datang maka ia akan menggunakan berbagai macam cara, kreativitas, koneksi dan segenap kemampuannya untuk menciptakan sesuatu hal agar kesempatan datang kepadanya. Ia akan memanfaatkan kesempatan karena ia menyadari bahwa kesempatan ialah sesuatu yang berharga, yang belum tentu datang untuk yang kedua kalinya. Pada 2015/2016 silam saya berkesempatan menjadi Tenaga Ahli Anggota Dewan DPR RI. Saya sangat bersyukur karena dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga memperoleh pengalaman yang sangat berharga.
Berpose dengan Sekjen DPR RI (dok: pribadi)
  • Perempuan yang dapat dipercaya dan jujurYaitu perempuan yang menyadari bahwa kepercayaan dan kejujuran merupakan aset yang bernilai jual sangat tinggi sebagai pencapai kesuksesan dan keberuntungan. Ibu kerap menasehati saya untuk bersikap jujur baik itu untuk hal sekecil apapun. Oleh karenanya dalam menggeluti hobi saya yaitu menulis pun saya menerapkan aturan kejujuran tersebut. Alhasil, balasan atas upaya kejujuran kita tersebut tentunya akan berbuah manis dan sangat menyenangkan.
Momen ketika bersalaman dengan Bu Menteri Susi Pudjiastuti (dok: pribadi)
  • Perempuan yang penuh cinta kasihYaitu perempuan yang memiliki dan memelihara nilai pendidikan budi pekerti dan cinta kasih yang sangat tinggi serta memiliki rasa hormat dan sikap sosial yang tinggi. Ibu mengajarkan cinta kasih dan rasa sayang yang tanpa pamrih. Beliau mengorbankan kepentingan pribadi dan membuang jauh-jauh egonya dan mencurahkan segenap cinta kasihnya untuk keluarga tercinta.
Ayah dan Ibu merupakan orang yang sangat berperan dalam kehidupan saya (dok: pribadi)
  • Perempuan yang selalu berpikir positifYaitu perempuan yang senantiasa membiasakan dirinya untuk selalu berpikir positif dan penuh percaya diri serta optimis. Ia juga akan mampu menghadapi tantangan dan masalah dalam hidupnya. Perempuan yang berpikiran positif selalu memiliki kelebihan yaitu memiliki cara untuk menyelesaikan masalah/tantangannya. Hidupnya akan selalu diisi dengan kebahagiaan karena mereka dapat mengubah airmata menjadi mata air.
Pikiran positif dan optimis akan mampu membawa kita hingga Pulau Nias, Sumatera (dok: pribadi)
Berkenaan dengan hal tersebut maka saya mengakui bahwa pesona seorang Ibu tidak terbantahkan. Ibu memberikan pembelajaran bahwa perempuan harus memiliki motivasi diri yang kuat, harus cerdik dan bijak, harus dapat dipercaya dan bersikap jujur, harus penuh dengan kasih sayang dan cinta kasih serta harus selalu berpikir positif. Maka, dengan sendirinya pesonanya akan terpancar dan mampu menarik perhatian secara mengagumkan tanpa harus bersikap berlebihan.

Memang pada kondisi tertentu, datangnya kesempatan terkadang memerlukan waktu yang tepat. Kita hanya perlu menunggu sesaat tetapi bukan dengan sikap yang pasif. Melainkan kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan. Kesempatan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin mengembangkan dan melakukan aktualisasi diri atas kemampuan yang dimiliki.

Selain itu keinginan harus terus dipupuk. Keinginan merupakan benih yang harus ditanam di ladang kesuksesan karena rahasia kesuksesan adalah keinginan yang membara. Tidak lupa pula untuk terus melakukan tindakan yang penuh semangat ibarat sedang menyelamatkan hidup kita sendiri. Bukankah sesuatu hanya akan berhasil jika diusahakan secara sungguh-sungguh melalui praktik? 

So, bagaimana caranya agar mampu tampil lebih memesona?

Jawabnya ialah take action sekarang juga! Karena tampil #MemesonaItu mudah, asalkan kita paham caranya. Yuk, pancarkan pesonamu tanpa ragu! 

Ket: tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition #MemesonaItu Pancarkan Pesonamu

#MemesonaItu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar