Spektrum Kebudayaan Literasi Berbasis Inklusi Sosial melalui Peran Keluarga Berkualitas

Sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019 yang mengangkat tema “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas”, arah kebijakan dimensi pembangunan manusia dan masyarakat dalam rangka pembangunan kependudukan dan keluarga diantaranya bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi keluarga dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan berkeluarga sangat penting. Hal ini juga didukung oleh optimalisasi peran dan fungsi keluarga dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. 

Pengembangan literasi merupakan bagian dari upaya pemberdayaan (empowerment) guna meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat. Dalam meningkatkan budaya pendidikan inklusif, diperlukan upaya peningkatan tingkat literasi. Penguatan literasi untuk kesejahteraan menjadi salah satu kegiatan prioritas guna menciptakan pemerataan layanan pendidikan berkualitas. 

dok: RKP (2019)
Konsep literasi keluarga adalah suatu konsep yang digunakan dalam praktik literasi yang melibatkan orangtua, anak dan anggota keluarga lainnya di rumah. Konsep literasi keluarga juga digunakan untuk menjelaskan beragam program tertentu yang mengangkat arti penting dimensi keluarga dalam mempelajari dan mempraktikkan literasi. 

Selain itu, dikenal pula istilah literasi parenting yang merupakan langkah nyata dalam meliterasikan keluarga dan masyarakat guna mewujudkan keluarga-keluarga yang didalamnya penuh dengan aktivitas literasi. Aktivitas yang pada gilirannya akan mengangkat derajat dan martabat keluarga karena dari aktivitas literasi ini, keluarga akan mampu mengkondisikan anak-anak untuk rajin membaca dan memiliki prestasi bagus dalam bidang pendidikan. 


Program prioritas pemerataan layanan pendidikan berkualitas memiliki sasaran dan kerangka program prioritas yaitu membangun pendidikan yang bermutu perlu terus diupayakan untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional, pemerataan layanan pendidikan terus diupayakan, yang diikuti dengan peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan. 

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional untuk mencapai bangsa yang maju, mandiri dan beradab. Pendidikan juga merupakan kondisi perlu bagi suatu bangsa dalam memasuki era persaingan global yang sarat dengan persaingan antar bangsa yang sangat ketat. Dengan melihat pentingnya peranan pendidikan tersebut, Pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan berkualitas yang merata bagi setiap warga negara, antara lain melalui perluasan akses dan pemerataan layanan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, serta peningkatan tata kelola pelayanan pendidikan. 

Sasaran dan indikator pada pemerataan layanan pendidikan berkualitas khususnya terkait kegiatan prioritas penguatan literasi bagi kesejahteraan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan. Dengan harapan dapat tersedianya pusat literasi informasi dan kegiatan serta pelayanan berbasis inklusi sosial. 

Capaian Utama dan Arah Kebijakan 

Keluarga dan masyarakat berperan dalam membudayakan literasi diantaranya melalui wahana belajar sepanjang hayat yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat untuk memperluas wawasan, pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kaitannya dengan kebijakan lintas bidang revolusi mental berupa peneguhan jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan berbasis karakter (percaya diri, disiplin, jujur dan kerja keras), keluarga juga berperan mengajarkan pendidikan agama dan etika yang mengajarkan akhlak mulia (kebutuhan keluarga, kesalehan sosial dan toleransi). 

Berdasarkan data, budaya kegemaran membaca masyarakat Indonesia terus meningkat dari 26,1 persen pada tahun 2016 menjadi 36,48 persen pada tahun 2017. Hal ini mengindikasikan bahwa meningkatnya budaya kegemaran membaca seiring dengan semakin baiknya kualitas pelayanan pendidikan. Peningkatan kualitas SDM dan perbaikan kesejahteraan masyarakat bermanfaat untuk mengembangkan potensi dan pemberdayaan masyarakat. Upaya meningkatkan budaya gemar membaca melalui peningkatan peran keluarga, komunitas dan kader literasi menjadi hal yang krusial. 

Di era digital seperti saat ini, dituntut pula peran serta keluarga guna mendorong pencapaian ekonomi digital dengan strategi peningkatan literasi masyarakat dan kapasitas SDM TIK. Sebagai media baru dalam kehidupan masyarakat modern, internet hadir dalam keluarga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah terutama bagi Generasi Alpha/Alfa. Generasi ini merupakan potensi pangsa terdidik yang akrab dengan teknologi.

dok: https://tirto.id/
Berbagai kajian mengenai internet dan keluarga biasanya berkisar pada penggambaran tren penggunaan internet. Hal yang menjadi perhatian diantaranya ialah tentang bagaimana internet mengubah fungsi sosial keluarga dalam kehidupan digital dewasa ini. Hal ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam hal ini orangtua dalam literasi digital. 

Literasi digital sangat diperlukan agar masyarakat mampu mengatasi berbagai hal konten negatif. Literasi digital akan menjadikan masyarakat mampu menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi dengan kemampuan kognitif, etika, sosial emosional dan aspek teknis teknologi digital yang baik dan benar. 

Konten negatif menjadi ancaman riil masyarakat Indonesia sehingga Pemerintah menjadikan literasi digital sebagai program prioritas. Program Literasi Digital bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai konten positif dan penanggulangan konten negatif di internet melalui Gerakan Nasional Literasi Digital. 

Berkenaan dengan hal tersebut, arah kebijakan dalam Dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat mencakup diantaranya pembangunan pendidikan. Kebijakan pembangunan pendidikan dalam hal kaitannya dengan membudayakan literasi ialah berupa peningkatan kualitas, pemerataan layanan dan relevansi daya saing, kapasitas, akses dan kualitas layanan pendidikan serta menjamin kualitas pendidikan karakter dan budi pekerti. Hal ini juga berlaku dalam rangka mempercepat peningkatan taraf hidup penduduk. 

Strategi Mewujudkan Kebudayaan Literasi 

Pada akhirnya, orangtua adalah koentji! 

Orangtua patut memberikan contoh literasi berupa budaya baca pada anak dan menyediakan ruang baca (misal: perpustakaan keluarga) yang bisa dimanfaatkan anak untuk melakukan kegiatan membaca. Oleh karenanya, meningkatkan budaya baca anak harus dimulai dari orangtuanya. Melalui perpustakaan keluarga inilah, orangtua dan anak-anak akan terlibat dalam aktivitas membaca yang menyenangkan. 

Untuk mewujudkannya, orangtua perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut yaitu: 1) Siapkan tempat yang akan dijadikan perpustakaan keluarga; 2) Siapkan sarana dan prasarana tempat buku atau rak yang menarik, buku-buku yang menjadi kebutuhan dan minat orangtua dan anak; 3) Sekalipun merupakan perpustakaan keluarga, sistem tetap harus dibuat. Misalnya, siapa yang datang membaca buku harus mencatat dalam buku bacaan; 4) dan, Buatlah kegiatan-kegiatan kreatif di perpustakaan. 


Alhasil, melalui beberapa langkah ini maka perpustakaan keluarga akan bisa diwujudkan. Perpustakaan yang tidak saja dijadikan tempat menyimpan buku, tetapi perpustakaan yang hidup dan berkembang karena setiap harinya anggota keluarga memanfaatkannya untuk kegiatan membaca yang menyenangkan. Berawal dari langkah inilah, maka budaya literasi dan kebiasaan membaca anak akan meningkat dan menjadi kebudayaan baca keluarga yang pintar. Demikianlah sekiranya langkah kreatif, inovatif dan kekinian dalam rangka meningkatkan peran keluarga dan masyarakat guna membudayakan literasi. Semangat literasi! 

Sumber: 
  • Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2018. Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019: Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas. Jakarta 
  • Kurnia, Novi. 2019. Literasi Digital Keluarga: Teori dan Praktik Pendampingan Orangtua terhadap Anak dalam Berinternet. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 
  • Kurniawan, Heru. 2018. Literasi Parenting. Jakarta: PT Elex Media Komputindo 
  • Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2019. Jakarta
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Blog Pendidikan Keluarga "Peran Keluarga dalam Membudayakan Literasi" oleh Kemdikbud
dok: https://kemdikbud.go.id

Komentar