Minggu, 05 Maret 2017

Visit Tidore Island – [Swapraja yang Praktis Merdeka]

Indonesia dijajah 350 tahun lamanya. Percaya?

Zanden dan Marks (2012) dalam salah satu bab tulisan dalam bukunya mengulas tentang “Pembentukan Negara Kolonial, 1800 – 1830” yang menyebutkan bahwa Indonesia yang dikenal sekarang pada dasarnya merupakan produk dari masa lalu kolonialnya. Batas-batas wilayah negeri ini merupakan produk dari sebuah proses panjang kolonisasi yang dimulai pada tahun 1596, saat pertama kalinya kapal Belanda datang berlabuh di Banten, tepatnya di pantai selatan Jawa.

Jujur, saya agak tergelitik membacanya. Secara tidak langsung tulisan ini menampakkan kejelasan betapa “ngebet”-nya para penjajah menguasai Indonesia karena butuh waktu sekitar dua abad tepatnya 204 – 234 tahun semenjak awal kedatangan untuk membentuk Negara Kolonial secara sah dan legal yang sayangnya hanya mampu bertahan seabad lamanya. Hmm, proses yang lumayan panjang. Tapi, di satu sisi cukup memberikan kesan bukti positif bahwa Indonesia tidak semudah itu untuk dikuasai. Bahkan bisa jadi pernyataan ini mematahkan kenyataan yang mengatakan bahwa Indonesia dijajah 350 tahun lamanya karena faktanya Negara Kolonial hanya terbentuk sekitar seabad lamanya hingga menjelang kemerdekaan Indonesia di tahun 1946.

Senada dengan yang ditulis Resink (2012) dalam bukunya yang berjudul “Bukan 350 Tahun Dijajah”, maka kebenaran sejarah mulai terungkap perlahan. Resink secara gamblang mengungkapkan bahwa “Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong! Mitos belaka.” Katanya, kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan oleh para politisi Belanda dan buku-buku pelajaran sekolah kolonial. Tapi, herannya lagi hal tersebut lalu semakin kuat dipercaya sebagai kebenaran sejarah. Celakanya lagi, pemerintah malah memasukkan mitos 350 tahun dijajah tersebut ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah sampai akhirnya diterima dan tertanam sebagai kebenaran absolut di masyarakat. Hiks, disitu kadang saya merasa sedih...

Pada halaman 82 bukunya, Resink mengungkapkan bahwa gambaran mengenai penjajahan di seluruh Indonesia selama berabad-abad lamanya adalah sebuah generalisasi sejarah yang dibuat-buat. Penggeneralisasian tersebut diolah berdasarkan gambaran mengenai penjajahan seluruh Jawa selama abad ke – 19 yang dipertebal dan diperluas menjadi penjajahan seluruh Nusantara selama tiga abad atau bahkan lebih lama lagi. Disinyalir bahwa hal tersebut merupakan “kelonggaran berpikir” yang diperluas. Melalui cara berpikir seperti ini maka ketika menyebutkan bagian kecil senantiasa dibesar-besarkan menjadi seluruh Nusantara. Lucu! 

Kebenaran yang ingin diungkap oleh Resink dalam bukunya tersebut pada dasarnya guna menyelamatkan tafsiran abad ke – 18 tentang hubungan bawahan yang telah dilupakan khususnya mengenai Ternate dan Tidore (halaman 120). Mengingat Tidore yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku sendiri telah berdiri semenjak tahun 1108 dengan usianya kini yang menginjak 909 tahun tepat pada April 2017 mendatang. Pada masanya, daerah ini memiliki kewenangan penuh mengatur daerahnya. Bahkan diungkapkan oleh Resink bahwa daerah ini khususnya Tidore berupaya mempertahankan corak-corak kebangsaan swapraja menurut hukum kawulanegaraan di Kesultanan Maluku Utara terutama yang terkait dengan peraturan perkawinan campuran internasional (hukum-hukum Kesultanan Maluku Utara).

dok: https://cerminsejarah.wordpress.com/2010/05/12/spice-islands-1/lukisan-ternate-dan-tidore-tahun-1700/
Berkenaan dengan hal tersebut, Resink menyatakan bahwa di kesultanan-kesultanan Maluku Utara, status subjek memiliki karakter kebangsaan sebenarnya yang lebih lama daripada di tempat lain. Sama halnya dengan Ternate yang juga terus memiliki hak-hak lainnya seperti mengibarkan benderanya sendiri hingga akhir abad ke – 19. Tidak dapat dipungkiri bahwa tatanan Maluku Utara tersebut pasti memberikan pengaruh dalam pemikiran hukum kolonial karena tepat pada tahun 1861 dikeluarkanlah sebuah peraturan perkawinan yang diperuntukkan untuk Pemerintah Kepulauan Maluku.

Pada akhirnya, berdasarkan kebenaran sejarah Resink dengan beraninya menyatakan bahwa pada abad ke – 18 Ternate dan Tidore merupakan salah satu yang memang pernah menikmati yang disebut “suatu ketatanegaraan yang mendekati swapraja sempurna”. Disebutkan pula Kepulauan Maluku pada dasarnya merupakan Negara yang dijalin oleh perjanjian persekutuan atau pengakuan terhadap kekuasaan tertinggi tetapi tidak ada pejabat yang ditempatkan untuk menjamin pelaksanaan dan pemenuhan ketetapan perjanjian sebagaimana mestinya. Dengan demikian, pada hakikatnya Kepulauan Maluku merupakan Negara yang praktis masih merdeka juga. Pernyataan sejarah ini diungkapkan berdasarkan karya N.J Struick pada tahun 1883 dalam karangannya tentang “Hari Depan Raja-Raja Pribumi di Negeri Jajahan yang Jauh”.

dok: sejarah-indonesia-lengkap.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-kerajaan-ternate-tidore.html
Penekanannya terletak “pada hakikatnya... praktis merdeka”. Setidaknya pandangan ini semacam menyuratkan pengharapan masa depan tentang politik perluasan kekuasaan Belanda di seluruh Nusantara. Bahwa negara-negara yang “praktis merdeka” diantaranya Kepulauan Maluku telah melindungi kedaulatan mereka yang pada hakikatnya utuh. Hal ini tentunya harus menjadi jelas bagi barangsiapa yang memahami kedaulatan dari sudut hubungan kekuasaan begitu juga dari sudut hukum.

dok: https://twitter.com/VTidore/media
Belajar dari sejarah, maka selang 900 tahun kemudian Kota Tidore Kepulauan berdasarkan hasil analisis dari Bank Indonesia (2008) kini telah memiliki keunggulan Neraca Daya Saing Daerah yaitu terutama yang terletak pada perekonomian daerah khususnya “government size” dan lingkungan usaha produktif yaitu jumlah peraturan daerah. Di satu sisi, berdasarkan hasil analisis neraca daya saing daerah tersebut, Kota Tidore Kepulauan masih harus meningkatkan peran sumber daya manusia dan ketenagakerjaan; infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan; serta perbankan dan lembaga keuangan yang dimilikinya. Sebagaimana asal muasal gabungan rangkaian kata bahasa Tidore yaitu To adao Rahe yang membentuk nama Tidore maka sepertinya: “saya mungkin (telah) sampai”. Yuk, Visit Tidore Island!


Sumber:
  • Bank Indonesia. 2008. Profil dan Pemetaan Daya Saing Ekonomi Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers 
  • Resink GJ. 2012. Bukan 350 Tahun Dijajah. Jakarta: Komunitas Bambu
  • Zanden JL, Marks D. 2012. Ekonomi Indonesia 1800 – 2010: Antara Drama dan Keajaiban Pertumbuhan. Jakarta: KOMPAS 
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tidore_Kepulauan
  • https://cerminsejarah.wordpress.com/2010/05/12/spice-islands-1/lukisan-ternate-dan-tidore-tahun-1700/
  • sejarah-indonesia-lengkap.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-kerajaan-ternate-tidore.html
  • https://twitter.com/VTidore/media
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Tidore Untuk Indonesia

dok: https://twitter.com/VTidore/media

6 komentar:

  1. Daerah yang asik buat dikunjungi. Semoga saja suatu hari bisa ke sana.


    Deddyhuang.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... pasti bisa suatu saat nnti pak. Tanah Maluku tanah yang kaya. Terimakasih sdh berkenan mampir. Salam

      Hapus
  2. Lama banget ya 350 tahun, jadi terkesan bangsa yang bodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mas amir tapi ternyata 350 tahun itu diduga "konspirasi" segelintir pihak yang dampak nya luar biasa sampe sekarang. tulisan Resink (2012) berupaya membongkar konspirasi tsb.

      Hapus
  3. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus
  4. Inilah mytestimony !!
    Nama saya Arna dari kota jakarta di Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk memberi saran kepada semua orang untuk meredakan kewaspadaan mendapatkan pinjaman di sini, begitu banyak kreditur pinjaman di sini adalah scammers dan mereka hanya di sini untuk menipu Anda dari uang, saya mengajukan pinjaman sekitar 200 juta dari seorang wanita di Filipina dan saya kehilangan sekitar 7 juta tanpa mengambil pinjaman, mereka berulang kali meminta bayaran, saya membayar hampir 7 juta uang jadi saya tidak mendapat pinjaman,

    Tuhan kemuliaan, saya bertemu dengan seorang teman yang biasa meminjam, dan dia mendapat pinjaman tanpa tekanan, jadi dia mengenalkan saya pada Ibu Elizabeth, CEO perusahaan pinjaman Elizabeth dan saya mengajukan 300 juta, saya pikir itu adalah sebuah lelucon. dan penipuan, tapi saya mendapat pinjaman saya dalam waktu kurang dari 24 jam hanya 2% tanpa agunan. Saya sangat senang karena saya telah diselamatkan dari kemiskinan.

    jadi saya menyarankan semua penghuni di sini yang membutuhkan pinjaman untuk dihubungi
    Ibu ELIZABETH CHRISTOPHER melalui email: (elizabethchristopherloan@gmail.com)

    Anda masih bisa menghubungi saya jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut melalui email: (arnahnana01@gmail.com)

    sekali lagi terima kasih semua untuk membaca kesaksian saya dan Tuhan terus memberkati kita semua dan memberi kita hidup yang panjang dan sejahtera.

    BalasHapus