Selasa, 06 Juni 2017

Koperasi Digital: Geliat Generasi Baru Badan Usaha Pro Rakyat Di Era Modern

Perekonomian sebagai usaha bersama dengan berdasarkan atas kekeluargaan adalah koperasi. Karena koperasilah yang menyatakan kerjasama antara mereka yang berusaha sebagai suatu keluarga. Disini tak ada pertentangan antara majikan dan buruh, antara pemimpin dan pekerjaHatta (1954) dalam Harsoyo (2006); Konsep Koperasi menurut Pemikiran Hatta - Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan)
Robert Neuwirth secara lugas mengulas tentang “The Power of The Informal Economy” dalam forum TED pada 2012 silam. Robert mengandaikan jika saja Adam Smith membuat teori tentang pasar rakyat (bukannya pasar bebas). Maka, salah satu kemungkinan yang akan menjadi prinsipnya ialah pasar rakyat dapat dipahami sebagai koperasi. Ya, koperasi! Pengembangan koperasi dipercaya sebagai suatu langkah untuk maju. Robert berpesan bahwa ekonomi informal pada dasarnya merupakan kekuatan yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi global dan memang sudah seharusnya kita menyadari hal tersebut.


Sebenarnya jauh sebelum Robert mencetuskan ide briliannya tentang koperasi, Mohammad Hatta, sang founding fathers Negara Indonesia telah meletakkan dasar bagi sistem perekonomian Indonesia. Hatta menyatakan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. 

Hatta dalam konsep ekonominya tidak berkeinginan mengusung pasar bebas, tetapi bagaimana membangun dan mengembangkan ekonomi bangsa ini melalui sebuah usaha bersama dengan berdasar atas asas kekeluargaan agar segala potensi sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan dan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan atau masyarakat.

Lantas seperti apakah aplikasi bentuk kerjasama ekonomi yang diharapkan Hatta?


Di antara bentuk kerjasama ekonomi yang sangat menyita perhatian Hatta, yaitu kerjasama ekonomi dalam bentuk koperasi. Pemikiran ini lantas dituangkan ke dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan harapan koperasi akan dapat berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Berkaitan dengan peran koperasi di era modern guna menciptakan koperasi ideal sebagai masa depan bangsa Hatta pun telah menetapkan tujuh tugas koperasi di Indonesia diantaranya yaitu: Memperbaiki produksi; Memperbaiki kualitas barang; Memperbaiki distribusi; Memperbaiki harga; Menyingkirkan “penghisapan” khususnya oleh para “lintah darat”; Memperkuat permodalan; dan Memelihara lumbung sebagai buffer stock. Hatta secara tuntas telah mengaitkan karakter bangsa dengan gagasan bahwa koperasi merupakan bentuk perekonomian modern yang paling cocok dengan karakter bangsa. 

Hal ini sejalan dengan pernyataan dari salah seorang Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Prof Dr Eriyatno yang menuangkan pemikirannya tentang Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pembangunan Nasional. Beliau mengungkapkan unsur pokok dalam manajemen perubahan sistem ekonomi kerakyatan diantaranya yaitu visi, keterampilan, insentif, sumber daya, dan rencana tindakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem ekonomi kerakyatan mutlak diperlukan sebagai bukti nyata bahwa amanat penderitaan rakyat tetap menjiwai kiprah pembangunan nasional. Prof Dr Emil Salim pun mengamini hal tersebut, beliau meyakini bahwasanya ekonomi kerakyatan merupakan pondasi ekonomi Indonesia.


Sebagai bukti nyata keterlibatan, kontribusi dan partisipasi dalam perekonomian kerakyatan maka semenjak tahun 2014 silam saya tergabung dalam keanggotaan Koperasi Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana (HIMAWIPA) kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan status sebagai anggota koperasi. Atas dasar kekeluargaan dan jiwa gotong royong, kami yang awalnya merupakan Himpunan Mahasiswa Wirausaha Pascasarjana berinisiatif untuk membentuk sebuah Koperasi yang diberi nama Koperasi HIMAWIPA. 


Koperasi HIMAWIPA sendiri merupakan koperasi serba usaha yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan jasa. Ragam produk telah berhasil diciptakan semisal “Drimix Pauda” yaitu minuman serbuk aneka rasa, pembibitan dan pembenihan cabe “Bowchill” pelangi serta beberapa produk pupuk organik baik padat maupun cair. Selain itu Koperasi HIMAWIPA juga menjalankan usaha lele, usaha kafe dan lain sebagainya. 


Di era modern seperti sekarang ini, makna penting pengembangan koperasi menjadi hal yang mutlak dan wajib hukumnya. Adapun yang menjadi fokus perhatian terkait dengan ide pengembangan koperasi diantaranya ialah tentang sinergi yang dapat dipacu olah koperasi. Khususnya tentang pengambilan manfaat dari interaksi maupun aksi bersama dalam memunculkan sinergi. Hal inilah yang menjadi fokus kekuatan koperasi modern masa kini. Mutis (1992) mengungkapkan ragam sinergi tersebut diantaranya meliputi technological synergy, management synergy dan participatory synergy.


Sinergi secara partisipatoris dan manajemen kemungkinan besar dapat dimaknai secara direktif, strategis dan taktis. Tetapi, sinergi secara teknologi menuntut peranan dan pemahaman teknis yang lebih. Apalagi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa globalisasi berkembang dengan begitu cepat di era digital saat ini sehingga menjadi tantangan tersendiri terutama bagi koperasi guna menghadapi persaingan.

Koperasi mau tidak mau harus berbenah. Kemajuan teknologi menuntut koperasi untuk beradaptasi secara fleksibel melalui peningkatan daya kreativitas dan inovasi. Mengingat teknologi terus berkembang dan menuntut "Reformasi Koperasi" yang tidak sekedar kompeten melainkan akurat dan komersial guna meningkatkan kesejahteraan anggota.


Untunglah beragam kemudahan dapat ditemukan khususnya untuk pengembangan koperasi melalui sinergi teknologi semisal melalui aplikasi Android yaitu Play Store. Fitur ini menyajikan ragam aplikasi menarik yang dapat digunakan oleh koperasi di tanah air guna menunjang reformasi koperasi di bidang teknologi. Kemudahan teknologi aplikatif tentunya akan dapat memudahkan kinerja koperasi guna mencapai tujuan koperasi di era modern. Adapun ragam aplikasi yang dapat dimanfaatkan tersebut diantaranya yaitu:

Smart Cooperative

Merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk membantu koperasi dalam mengelola informasi dan anggotanya. Aplikasi ini memiliki fitur yang sangat begua bagi anggota koperasi. Ragam fitur tersebut diantaranya meliputi informasi Sisa Hasil Usaha, informasi training dan seminar yang diadakan koperasi dan kementerian, transaksi online dengan koperasinya, edit data profil, pembelian pulsa, pembayaran tagihan, pembelian tiket dan bahkan fitur untuk melakukan transfer uang sesama anggota koperasi.

Dok: App Play Store

APP Koperasi RT

Merupakan aplikasi untuk pencatatan keuangan koperasi simpan pinjam tingkat Rukun Tetangga. Aplikasi ini dibuat khusus untuk membantu mengembangkan ekonomi koperasi mulai dari tingkat terbawah yaitu Rukun Tetangga (RT) hingga tingkatan teratas. Para pengguna tidak perlu merasa khawatir karena aplikasi ini dirancang secara sangat sederhana guna memudahkan pemahaman dalam penggunaannya. Jadi, yang awam dengan sistem komputer pun akan dapat dengan mudah menggunakannya. Cara penggunaan aplikasi ini dimulai dengan pengisian data anggota, modal hingga pencatatan keuangan koperasi.

Dok: App Play Store

APP Koperasi Simpin

Merupakan aplikasi untuk pembukuan koperasi simpan pinjam skala kecil misalnya pada tingkatan RT/RW, desa, sekolah, organisasi maupun koperasi karyawan. Desain yang sederhana diharapkan akan dapat memudahkan pengelolaan koperasi yang dianggap cukup rumit menjadi lebih mudah.

Dok: App Play Store

CUSO Mobile

Merupakan aplikasi Credit Union System Online (CUSO) yang dirancang khusus bagi para anggota koperasi kredit (CU) untuk mengakses data keanggotaan dan data simpan pinjam. Aplikasi ini juga dapat menampilkan berita terupdate pada koperasi.

Dok: App Play Store

Melalui aplikasi teknologi yang disajikan diharapkan akan mampu meningkatkan tingkat efisiensi dan efektivitas koperasi di era modern agar lebih siap menghadapi tantangan dan persaingan di masa depan. Sinergi teknologi tentunya perlu berkolaborasi dengan sinergi manajemen dan partisipatoris khususnya dalam bidang pelatihan sumber daya manusia agar pengimplementasiannya lebih aplikatif.

Oleh karenanya, koperasi di era modern saat ini harus bisa menghadapi tantangan dengan menyiapkan strategi agar mampu bersaing dan menyelesaikan permasalahan guna menghindari ketertinggalan dengan entitas usaha bisnis lainnya. Strategi tersebut diantaranya melalui pemanfaatan teknologi dan fitur aplikatif. Hal ini guna memastikan bahwa peluang era digital harus bisa dimanfaatkan dan dikelola oleh koperasi menjadi keunggulan daya saing guna mewujudkan koperasi masa depan yang mandiri, sehat dan berkualitas dengan Sumber Daya Manusia yang kuat dan manajemen profesional. 


Pada akhirnya koperasi sebagai business entity tidak akan terlepas dari beragam kegiatan yang memacu rasionalitas dan meningkatkan efisiensi. Koperasi sebagai people’s business berkembang untuk memacu para pelaku ekonomi dari segi idealisme dan solidaritas dalam gotong royong. Selain itu koperasi bertujuan untuk saling menguntungkan dan mampu membangun citra organisasi yang mandiri, bukan sebaliknya! 

Referensi:
  • Abbas, A. 2010. Bung Hatta dan Ekonomi Islam. Jakarta: Kompas 
  • Eriyatno. 2008. Sistem Ekonomi Kerakyatan dalam Pembangunan Nasional dalam Pemikiran Guru Besar Institut Pertanian Bogor: Perspektif Ilmu-Ilmu Pertanian dalam Pembangunan Nasional. Depok: Penebar Swadaya
  • Harsoyo, Y et al. 2006. Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama
  • Mutis, T. 1992. Pengembangan Koperasi: Kumpulan Karangan. Jakarta: Grasindo
  • Neuwitih, R. 2012. The Power of The Informal Economy. https://www.ted.com/talks/robert_neuwirth_the_power_of_the_informal_economy/transcript?language=id
Cat: tulisan diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Koperasi dan UKM 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar