Pandemi Berdampak Signifikan terhadap Lingkungan

Penelitian berjudul “Indirect Effects of COVID-19 on The Environment” (baca:disini) yang ditulis oleh Manuel A. Zambrano-Monserrate et al dan dipublikasikan oleh Jurnal Science of The Total Environment (Elsevier) pada Agustus 2020 silam seolah menjawab semua pertanyaan keterkaitan erat antara pandemi COVID-19 dengan ekosistem alam.

dok: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0048969720323305

Manuel dan kawan-kawannya melakukan penelitian terkait dampak COVID-19 dengan tujuan untuk menunjukkan dampak tidak langsung baik positif maupun negatif dari COVID-19 terhadap lingkungan. Lebih lanjut penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tindakan kontingensi dan peningkatan kualitas udara, pantai yang bersih dan pengurangan kebisingan lingkungan. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan dampak positif dari adanya COVID-19. Kita memperoleh kesempatan untuk melakukan pelestarian lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati demi masa depan yang berkelanjutan dan kebaikan generasi mendatang di muka bumi.

Di sisi lain, aspek negatif sekunder yang ditimbulkan adalah pengurangan daur ulang dan peningkatan sampah yang tentunya dapat menyebabkan pencemaran ruang fisik berupa air, tanah dan udara. Pasalnya, ini bisa jadi merupakan imbas dari adanya himbauan dan/atau kebijakan bagi tiap pekerja untuk bekerja dari rumah dan adanya pelarangan untuk melakukan aktivitas fisik diluar rumah, jika tidak begitu mendesak. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa penyelesaian masalah persampahan sendiri selama ini masih bersifat parsial. Edukasi akan pentingnya pengelolaan sampah domestik masih perlu terus ditingkatkan agar masyarakat semakin melek lingkungan.

Ibarat dua sisi mata uang, COVID-19 memberikan dampak secara tidak langsung baik berupa dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan sekitar. Hal ini lalu dipertegas oleh Antonio Guterres, Sekjen PBB, melalui forum TED pada 2020 silam yang secara gamblang menyebutkan bahwa “...Pandemi COVID-19 telah mengungkap ketidakadilan mendasar dan ketidaksetaraan masyarakat kita” (lihat: disini). Kendati demikian, pergolakan pandemi COVID-19 ini menyajikan kesempatan untuk memetakan haluan baru yang bisa mengatasi setiap aspek krisis iklim secara langsung. Itulah yang kemudian disebut dengan ‘Kenormalan Baru’.

Belum lagi adanya persepsi dari para akademisi dan peneliti atas masalah yang kemungkinan terjadi di masa depan (baca: disini) semisal terjadinya pandemi lainnya, perubahan iklim dan lingkungan, gelombang lain COVID-19, permasalahan sosio-ekonomi, kesehatan maupun kasus politik dan kesejahteraan. Meskipun begitu, pelbagai kemungkinan tersebut dapat menjadi sesuatu hal yang bisa dicegah asalkan adanya persiapan yang matang.

dok: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/27/akademisi-menilai-persiapan-matang-bisa-mencegah-pandemi-di-masa-depan#

Oleh karenanya arah kebijakan dan strategi yang perlu diupayakan pada masa pandemi COVID-19 diantaranya adalah: Mendukung langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi dengan konsep keseimbangan pembangunan dan kelestarian (good forest governance); Menjaga kelestarian lingkungan; Meningkatkan penegakan hukum; serta mengantisipasi dampak lingkungan akibat pandemi COVID-19 melalui kerjasama dengan sektor swasta.

Langkah antisipatif dampak lingkungan akibat pandemi COVID-19 dapat dilakukan melalui bentuk kerjasama dengan sektor swasta diantaranya melalui pemenuhan asuransi bagi tiap masyarakat Indonesia. Semisal melalui produk Asuransi Umum (Asuransi Umum adalah Asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda). Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai lini sektor kehidupan. Tidak sedikit masyarakat kita yang tentunya tidak hanya mengalami masalah kesehatan tapi juga terdampak atas kerusakan dan/atau kerugian harta benda diakibatkan oleh pandemi COVID-19.


Sejak 2020 silam, MSIG Indonesia melalui Sinarmas MSIG Life menghadirkan perlindungan santunan khusus terkait pandemi COVID-19. Langkah ini terus ditempuh dan menjadi bagian penting dari kampanye Biodiversity MSIG Indonesia. Satu peran swasta yang patut diacungi jempol. Hal yang luar biasa bagi sebuah perusahaan asuransi untuk berkomitmen mewujudkan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati. Mengingat bahwa keanekaragaman hayati adalah satu hal yang mendasar guna pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

Bukti nyata yang telah dilakukan oleh MSIG Indonesia dalam rangka pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati yaitu (cek: disini) sebanyak 300 ribu pohon telah ditanam di lahan seluas 350 ha; 185 rumah tangga telah diberi pelatihan tentang metode penanaman; 337 siswa telah dididik tentang keanekaragaman hayati dan lingkungan; 97.057 benih telah didistribusikan untuk mendorong penghijauan diantara masyarakat setempat; 165 guru telah diberi pelatihan tentang pendidikan lingkungan; 23 spesies burung tambahan telah didokumentasikan; 21.300 bayi bakau telah ditanam; 22 sekolah telah berpartisipasi dalam pendidikan lingkungan; dan 9 spesies kupu-kupu tambahan telah didokumentasikan.

Ini merupakan langkah serius yang dillakukan oleh MSIG Indonesia demi masa depan yang berkelanjutan. Sesuai dengan tagline-nya ‘Insurance that sees the heart in everything’, MSIG Indonesia berupaya melihat arti lebih dalam segala hal. So, Mari Berasuransi! Dan menjadi bagian dari kontributor keanekaragaman hayati untuk negeri.

Cat: tulisan diikutsertakan dalam Kompetisi Penulisan Blog MSIG Indonesia

Komentar